Bagaimana mengatasi krisis energi, bahan makanan dan air?

Pertanyaan: Saya mengikuti TV dan mass media lainnya yang menyatakan saat ini dunia sedang menghadapi krisis energi, bahan makanan dan air, sehingga sangat mengkhawatirkan para cerdik pandai pada bidang masing-masing. Dahulu, seorang cendekiawan yang bernama Malthus memprediksikan suatu saat krisis “ekonomi” akan terjadi akibat pertumbuhan penduduk /manusia  di dunia  ibarat deret ukur ( perubahannya merupakan perkalian) , sedangkan pertambahan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia, terutama makanan merupakan deret hitung (perubahannya merupakan bilangan tetap). Pandangan pesimisme ini tak segera terjadi karena terpecahkan oleh perkembangan tehnologi, terutama dibidang penyediaan bahan makanan.
Ternyata saat ini tehnologi justru membawa masalah lain, diantaranya menghasilkan kenikmatan hidup bagi manusia yang menjadikan pertambahan penduduk semakin cepat sedangkan persediaan energi untuk menunjang tehnologi tetap terbatas akibat  kesanggupan manusia untuk memanfaatkan jenis energi lainnya (misalnya nuklir dan energi transien) belum memadai.
Berbagai upaya telah dilakukan, diantaranya Keluarga Berencana, Pembatasan Kelahiran sehingga saya khawatir akan terjadi perang untuk mengurangi jumlah manusia.
Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut?
Jawaban: Saya bukan cendekiawan yang sanggup ikut memecahkan masalah yang timbul akibat krisis energi, bahan makanan dan air, sebab semua itu adalah masalah materi atau materialisme. Tetapi saya sangat yakin bahwa Tuhan YME telah merencanakan sebelum menciptakan Alam Semesta (bukan hanya bumi atau tata surya kita). Hukumnya juga sudah disertakan, Hukum Ekologi Universe, yaitu antara Alam Semesta sebagai wadah dan energi sebagai isinya selalu saling menyesuaikan diri. Walau tak sama persis hukum Hkum Ekologi Dunia tak akan menyimpang  dari Hukum Ekologi Universe karena Dunia merupakan bagian dari Universe. Kalau Dunia terlalu padat, maka isinya akan menyesuaikan diri (berkurang yang membutuhkan tempat nyata ) atau dunia akan diperluas (sebagian isinya berpindah ketempat lain), baik yang bersifat fisik maupun yang non fisik.
Perang antar manusia adalah penyelesaian primitip/konvensional yang dilakukan oleh manusia untuk mengurangi jumlah manusia. Hal serupa juga berlaku pada living organisme lainnya yang primitif dan belum  beradab (menurut ukuran peri  kemanusian).
Kita tak tahu apa rencana Nya, tetapi menurut TM Tuhan YME memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya dalam mengatasi mengatur diri, jenis dan lingkungannya dan bagaimana mengatasi masalah yang dihadapinya. Manusia boleh memilih cara primitif, diantaranya perang, pembunuhan, pembatasan kelahiran (misalnya dengan aborsi atau cara lain yang diizinkan oleh peradaban manusia) atau dengan cara lain, misalnya meninggalkan dunia yang bersifat materialistik menuju kebagian lain yang terdapat biosfera, atau bahkan cukup hidup sekali atau  setelah kematian kemudian dilahirkan kembali dibagian lain lain  di Alam Semesta yang sangat luas baik  yang memiliki biosfera (sebagai living organisme baru) atau yang belum memiliki biosfera (sebegai spirit, atau bahkan dark body atau bright body.)
Tuhan YME maha pemurah dan penyayang, memberikan kesempatan untuk memilih kepada setiap ciptaan Nya, walau sebenarnya Dia sanggup memaksa.
Nah, dalam hal mengatasi masalah krisis energi, bahan makanan dan air Tuhan YME juga memberi kesempatan kepada manusia untuk memilih.
Jika anda menguikuti tulisan-tulisan saya, maka anda akan tahu bahwa pilihan yang disediakan oleh Tuhan YME jauh lebih hebat  dari sekedar materi untuk dinikmati melainkan kebahagiaan abadi. Menurut TM kehidupan dibumi dan biosfera ini sangat pendek, namun dapat berkesinambungan dengan adanya sistem informatika dan spirit.
Tak ada yang tahu akan rencana Nya, maka apapun yang kita pilih hanya mungkin terjadi jika diizinkan Nya. Rasa takut lebih menyiksa dari kejadian sesungguhnya yang mungkin kita alami, kita hanya dapat berupaya, selanjutnya kita serahkan segalanya kepada Nya.

About these ads

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Tulisan ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s