Aku Dikatakan Egois oleh Istriku, tapi Kami Dapat Hidup Berdampingan

Suatu ketika seorang cucu bertanya, “Aku  paling benci pada cowok egois, jadi andaikata Eyang masih muda dan tampan  jangan harap aku mau jadi pacar Eyang. Amit, amit! Aku heran cewek secerdas Eyang Putri kok tahan hidup berdampingan dengan Eyang yang dikatakan egois. Bagaimana resepnya Eyang?”
Yang jelas Eyang bukan Tukang sebeh! Eyang Putri kenal Eyang Kakung sejak di Sekolah Rakyat Netral. Dia tetap bertahan karena  justru dia seorang cewek dan wanita yang cerdas dan sangat percaya diri. Jadi dia tak  merasa kawatir jika ada cewek lain yang menyukai Eyang.  Kalau tak cerdas pasti telah Eyang Kakung  kibulin, pura-pura mesra dan setia didepannya, dibelakangnya mesra dengan cewek lain. Untungnya punya cowok  egois ialah tak ada cewek lain yang mau dipacarin, seperti yang cucu katakan.
Yang perlu dipertanyakan adalah: Mengapa Eyang Kakung tidak marah dikatakan egois oleh istri sendiri yang telah lama mengenal Eyang Kakung.
Eyang gambarkan, seandainya Eyang tak egois, pasti begitu dilahirkan Eyang tak mencari tetek  untuk mencukupi kebutuhan hidup Eyang tanpa peduli apakah tetek itu kepunyaan ibu atau pengasuh eyang (nenek Wongso), Saat masih kanak-kanak Eyang juga sangat egois, tetapi Eyang imbangi dengan kepedulian terhadap yang lain. Kepedulian ini berakibat kakak Eyang  menjadi “egois” karena memaksa Eyang selalu patuh kepadanya. Mereka akan menjadikan Eyang sebagai bayang-bayangnya.
Dari pengalaman hidup Eyang  ternyata setiap individu tak  terlepas dari egoisme , namun pengeterapannya  harus disesuaikan dengan kebutuhan agar yang lain tetap peduli terhadap Eyang. Eyang yang membutuhkan yang lain, jadi “didasari kebutuhan itu ” menjadikan Eyang seakan menjadi tak egois.
Eyang Putri juga sangat membenci lelaki egois, tetapi cinta mengatasi segalanya. Jadi sebaiknya cucu jangan apriori dalam membenci seseorang, jangan-jangan cucu akan keweleh, jika panah asmara telah menusuk mengenai hati, sangat sulit untuk “mencabutnya.”.
Kami dapat hidup berdampingan karena masing-masing telah sanggup menerima satu dengan yang lain apa adanya. Pernah Eyang tanyakan kepada  “bekas pacar” Eyang itu mengapa dia tetap bertahan hidup bersama Eyang, padahal dia dikelilingi oleh cowok-cowok muda yang ganteng dan tidak egois?
Jawaban Eyang Putri adalah “Saya merasa bersyukur memiliki suami yang bersih dari  5M..(Apa artinya tanyakan sendiri pada eyang putri).
Ketika dia ganti bertanya: Eyang  jawab: ” Setiap kali aku menafsir perempuan lain, dia tak suka karena aku egois, sebaliknya saat ada perempuan lain yang akan “memanfaatkan”  aku, aku  tak sudi menjadi  pelayannya atau sebaliknya selalu dilayaninya. You  memberikan kesempatan kepadaku untuk mengurusi diriku dan keluarga atas  kehendakku sendiri, sehingga semuanya dapat kulakukan dengan ikhlas. Itu tak mungkin kuperoleh dari perempuan lain nya.”
Kesimpulan: Eyang tak marah disebut egois, karena yang menuduh sebenarnya juga egois. Lebih egois mana lelaki yang memikirkan dan mengurusi  diri sendiri dan mengurusi orang lain atas kemauan sendiri dengan yang ingin menjadikan orang lain sebagai bayangannya?
Ternyata  kesadaran dan  kebiasaan  mengurusi diri sendiri sebelum mengurusi orang lain menjadikan masing-masing memiliki kemandirian, tak bergantung satu dengan yang lain.
Seorang lelaki yang egois seharusnya diimbangi oleh seorang perempuan yang cerdas hingga tak bersedia diperbudak. Perbudakan dalam sebuah keluarga bermula dari kesediaan salah satu fihak untuk bersedia di perbudak, disamping fihak lain yang tak hanya mencari enak sendiri melainkan tak membiarkan pasangannya memiliki kesempatan  untuk menjadi dirinya sendiri.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Pengalaman Hidup. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s