Babe Tarub Nongol, Bidadari Berhamburan

Hujan mulai reda, kudengar suara perempuan bersuka ria. Kucari asal suara itu ternyata dari lantai ketiga. Aku ingin tahu apa yang sedang terjadi di lantai ketiga. Ternyata para calon sekretaris sedang bersuka ria, berhujan-hujan ditempat jemuran dilantai tiga. Agaknya mereka mengetahui kemunculanku dan berlarian melewati ruang seterika disebelah barat
Kulihat kamar Bagus yang terletak bersebelahan dengan lantai jemuran tertutup. Kuketuk tak ada yang menjawab.
Aku turun, kulihat kendaraan Bagus ada digarage lantai satu, jadi dapat kupastikan Bagus ada dikamarnya.
Kuceriterakan kejadian itu kepada Endang. Tak berapa lama Bagus nongol.
“Tuh, benar dugaan ku, dia pasti ada dikamarnya.” kataku.
“Sedang apa kau tadi? Kuketuk-ketuk tak membukakan pintu.”
“Sedang nonton.”
“Nonton apa? Live even kan?”
“Ya, kisahnya Babe Tarub gagal curi pakaian bidadari.”
“Ou, jadi kamu ngintip cewek mandi……?.”
“Bukan mandi, hujan-hujanan.”
“Siapa yang ngajari kamu ngintip?”
“Lho, siapa lagi kalau bukan babe.”
Endang  tak rela aku dikatakan  mengajari mengintip, sebab justru aku pernah bertengkar dengan tetangga di Jendral Sudirman yang suka ngintip orang mandi.
“Kalau babe nggak suka ngintip dari mana kita dapat duit?”
Endang tak jadi marah karena mengerti apa yang dimaksud Bagus bapaknya mengajari  mengintip, mengintik cewek yang berdatangan untuk meminta diintip.
“Babe harus buat aturan, kalau hujan-hujan tak boleh menggunakan sembarang pakaian.
Pakaiannya harus………….. yang tipis.”
“O, dasar play boy. Yang benar kalau berhujan-hujan harus mengenakan jashujan atau mantel agar tak masuk angin.”
“Kalau masuk angin kan ada yang ngerokin.”
“Udah, jangan ngelantur,” Endang ikut bicara, ” Lain kali Bagus dipindahkan saja ke kamar Sigit.”
“Lho mengapa aku yang terkena sangsi?” Bagus memprotes.
“Tak usah khawatir, mereka pasti tak akan megulangi kelakuan kekanak-kanakan itu.”.”
“Hiya, takut Babe Tarub nongol lagi.”

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Pengalaman Hidup. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s