Bagaimana Membedakan Whiteblankbody dengan Reincarnated Body

01.Pertanyaan: Dalam teori paralogika anda menyatakan ada dua jenis living organisme atau live biobody, yaitu whiteblank body dan reincarnated body. Jelaskan bagaimana membedakannya?
Jawaban: Tuhan YME memberi kesempatan untuk memilih
a. patuh pada Nya menuruti/mengamalkan  petunjuk Nya lewat  kitab suci dan menjauhi larangan Nya  agar dapat mencapai kebahagiaan abadi dan menisbikan adanya kesempatan untuk bereincarnasi. Mereka menganggap reincarnasi merupakan kegagalan untuk mencapai kehidupan abadi.
b.memilih jalannya sendiri hingga harus bertanggung jawab sesuai dengan hukum kharma.Golongan a dikatakan takwa karena mematuhi hukum-hukum Allah, golongan b berani menanggung risiko atas setiap perbuatannya sehingga mencari kesempatan bereincarnasi (hidup kembali) untuk mempertanggung jawabkan  perbuatannya tanpa menanti peradilan akhirat dengan mengoreksi, meningkatkan pengalaman hidup  dan mencari kenikmatan kehidupan sebelumnya yang belum terpuaskan.
Ada beberapa fenomena alam nyata yang dapat terakses oleh pancaindra untuk membedakan Whiteblack body dengan reincarnated body.
a.Whiteblank body: Lahir sesuai dengan  proses alami/wajar: dilahirkan dari pasangan yang memenuhi norma biologis,  cukup masak untuk melahirkan, dari jenis yang sama namun berbeda jenis kelaminnya. Untuk norma manusia lahir dari pasangan suami istri yang telah menikah atau atas dasar kasih sayang, sabar menanti hingga  sekitar 9 bulan sepuluh hari,  bersedia dibesarkan dalam lingkungan yang taat pada agama, patuh pada kedua orang tua dan guru yang mendidiknya. Takut pada akibat dosa dan sangat yakin adanya surga dan neraka. Perkembangannya wajar, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, tetapi juga mudah dipengaruhi oleh lingkungan.
b.Reincarnated body: Lahir tidak wajar: dilahirkan akibat nafsu sex belakan, tanpa didasari kasih sayang atau dari pasangan diluar pernikahan,atau hasil rekayasa genetika,  tak sabar menanti saat kelahiran yang wajar, hingga lahir tak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh Tuhan YME sesuai dengan norma biologis. Menisbikan  dosa dan berbuat sesuai dengan keinginannya sendiri, hingga sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan nya, namun juga sulit untuk terpengaruh lingkungan bahkan dapat mempengaruhi lingkungan. Mereka telah membawa informasi dari kehidupan sebelumnya sehingga berkembang lebih cepat karena pada kehidupan sebelumnya telah berpengalaman dalam menghadapi masalah kehidupan hingga mudah memanfaatkan informasi yang diwariskan oleh generasi sebelumnya karena mereka merupakan bagian dari kehidupan yang telah ditinggalkan/sebelumnya.

TP membedakannya dengan:
Whitebank body adalah hasil interaksi vitalistik antara wadag dengan soul, sedangkan reincarnated body merupakan interaksi semi vitalistik antara biobody dan spirit.
Reincarnated body terjadi karena “kegagalan”  keinginan dan upaya untuk melepaskan ikatan antara soul dengan wadag, padahal hanya soul yang mungkin memasuki alam abadi.  TP menginformasikan kelahiran kembali adalah kehendak individu untuk mendapatkan kesempatan mempertanggung jawabkan perbuatan pada kehidupan sebelumnya,  mengoreksi atau menyempurnakan atau belum puas atas kenikmatan duniawi. Reincarnasi berdasar kehendak pribadi maka spirit harus memiliki energi transien hingga sanggup melakukan aktivitas individual. Soul  tak membutuhkan energi yang justru akan membebani dalam mencapai kebahagiaan abadi. Soul sepenuhnya taat pada norma yang diyakini, sehingga tak perlu melakukan aktivitas dan sabar menanti hingga peradilan akhirat (hari kiamat).
Apakah reincarnated body selalu jelek atau jahat karena tak patuh pada Tuhan YME sebagai halnya iblis dan setan?
Kelahiran kembali belum tentu identik dengan perbuatan  saitan yang “tak patuh” atau melawan kehendak Tuhan YME. Contoh : Jesus akan hadir kembali didunia. Kehadiran Nya dapat melalui suatu kelahiran sebagai yang telah dialami Nya atau menggunakan bio body dewasa yang siap untuk dimanfaatkan. Menurut TP keduanya dimungkinkan, yang pasti Jesus akan burujud manusia yang berwadag namun memiliki keunggulan untuk menyelamatkan umat yang mempercayainya. Jadi Jesus hadir kembali bukan karena melawan kehendak Tuhan YME, melainkan atas dasar pemenuhan janji pada umatnya untuk menyelamatkannya.
Dalam fiksi Black hole, di abad 30 banyak ilmuwan yang bereincarnasi untuk tujuan tertentu, misalnya mengkoreksi teorinya yang diyakini oleh manusia benar, tetapi dia sendiri merasa keliru: Sigmund Freud dengan teori sex libidonya merasa keliru, sebab ternyata manusia bukan hanya memiliki nafsu (khususnya nafsu sex) sebab manusia ternyata punya fikiran dan hati nurani. Weber dengan teori manikul merasa perlu pengorekai bahwa kutub utara dan kutub selatan sebuah magnit belum tentu sama. Einstein ingin menyatakan bahwa teori relativitasnya hanya berlaku di sub alam fisika. Bob Gate yang sukses dalam pemanfaatan symetrical transwave untuk media komunikasi dan tehnologi infarmatika dalam Dunia Maya ingin menyempurnakan  dengan berusaha memasuki alam semu dengan unreal link dan unsymetrical transwave. Banyak bukti bahwa orang-orang genius termasuk dalam reincarnated body yang berusaha bereincarnasi karena merasa tugasnya untuk menjadikan dunia bagaikan surga belum selesai. Ini bukan berarti whiteblank body tak mungkin menjadi ginius, namun bukan dalam bidang duniawi dan sekedar menciptakan kenikmatan sementara melainkan juga dalam mencapai kebahagiaan abadi.

02.Pertanyaan: Dapatkah reincarnated body berubah menjadi whiteblank body atau sebaliknya whiteblank body menjadi reincarnated body?
Jawabab: Tuhan YME memberi kesempatan untuk memilihi kepada manusia untuk mencapai kebahagiaan abadi atau kenikmatan hidup sesaat. Hidup ini merupakan kesempatan untuk memilih. White bank body bagaikan halaman putih bersih dan kosong, belum terisi tulisan hingga tergantung apa yang akan dituliskan. White blang body umumnya mudah beradaptasi dengan lingkungan, sehingga jika berada dalam lingkungan baik akan menjadi baik, jika berada dilingkungan jelek juga mudah terpengaruh jelek. Agar white blank tetap terjaga dengan baik maka harus dijauhkan dari hal-hal yang dapat menyelewengkan dari tujuan utamanya, yaitu mencapai kebahagiaan abadi, diantaranya  dijauhkan dari lingkungan maksiat. Norma agama setiap saat harus “dokumandangkan” dan ditanamkan sejak dini dan selama hayatnya. Menuntun White blank body agar takwa jauh lebih mudah dari reincarneted body, tetapim jika teledor sedikit saja akan mudah terpengaruh oleh hal yang menyimpang dari kebenaran sejati karena terbujuk oleh rayuan setan. Jadi………… mungkin sekali white blang  mengalami reincarnasi akibat kegagalan dalam mencapai kehidupan abadi.
Reincarneted body bagaikan halaman yang pernah ditulisi. Tulisan itu dapat terhapus sebagian,karena “pergantian” kehidupan yang lama dengan yang baru, namun tak mungkin menjadi putih bersih dengan sendirinya, sisa-sisa tulisan lama yang samar-samar atau masih jelas dapat terlihat dalam kehidupan berikutnya. Untuk menghapus tulisan dapat dilakukan selama menjalani kehidupan dengan berbagai upaya. misalnya berusaha melepaskan diri dari mata kail kehidupan. Untuk dapat berubah dari reincarnated body menjadi white blank body diperlukan kemauan kuat untuk mencapai kebahagiaan abadi. Hal ini sering kali dibutuhkan beberapa kali reincarnasi. Selama masih terikat oleh nafsu duniawi maka tak mungkin mencapai kebahagiaan abadi, apalagi jika tak bersedia meninggalkan kenikmatan duniawi.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Dec 26, ’09
Trima kasih atas tanggapan anda.
Saya membedakan antara a. white blank body yang sepenuhnya patuh pada Nya dan menjauhi larangan Nya sesuai dengan bimbingan agama masing-masing.dengan b. re incarnated body yang berbuat atas keinginan sendiri diluar agama. Ini atas dasar kenyataan, ada keyakinan yang menyatakan hidup hanya sekali dan ada keyakinan yang menyatakan bahwa agar tak terjadi re incarnasi haruslah sanggup membebaskan diri dari mata kail kehidupan.
Hampir semua agama menyakini adanya wadag dan sukma/nyawa/roh.
Wadag memiliki masa dan tak mungkin meninggalkan bumi, maka haruslah terdaur ulang.
Roh diyakini sanggup mencapai kebahagiaan abadi sehingga tak terikat oleh dimensi waktu.
Hampir semua agama menyakini adanya alam transisi, sebab peradilan akhirat terjadi sesudah hari kiamat (akhir zaman).
Yang belum pernah dinyatakan secara tegas bahwa ada dua jenis “tubuh”/body, yaitu tubuh yang bersifat jasmani (organisme) dan tubuh yang bersifat astral (gelombang electro magnit).
Saat meninggal , maka yang terjadi tubuh astral beserta sukma meninggalkan tubuh jasmani. Sukma dapat tetap terikat dalam tubuh astral (trans body) atau bebas untuk kembali kealam abadi (istilahnya kembali ke sisi Tuhan YME).
Sukma yang tetap terikat oleh tubuh astral tak mungkin meninggalkan alam transisi menuju kealam abadi untuk mendapatkan kebahagiaan atau siksaan abadi, sebab menurut hukum kekekalan energi dan Teori Minimalis Universe merupakan sebuah system tertutup sehingga jumlah energinya tetap yang berubah hanyalah bentuknya. Energi, termasuk tubuh astral tak mungkin meninggalkan universe, yang sanggup hanyalah sukma.
Sukma yang masih berada dalam tubuh astral inilah yang saya namakan spirit atau makluk halus.
Selama ini spirit dianggap selalu bersifat jahat karena selalu mengganggu kehidupan manusia. Padahal agama sendiri mengakui adanya setan, dan jim, yang sifatnya berbeda. Malah juga mengakui adanya malaekat dan bidadari.
Memang semuanya berada ditangan Tuhan, dia menentukan segalanya, namun janganlah sesuatu yang masih dapat dinalar kemudian diyakini lalu disia-siakan karena kita anggap semuanya diatur oleh Nya, sudah menjadi kehendak Nya, sehingga kesalahan yang dilakukan oleh manusia seakan menjadi tanggung jawab Nya.
Itulah sebabnya saya menggagas sebuah teori yang justru ingin menempatkan Nya dimahligai paling tinggi dengan menghindarkan penyalah gunaan keagungan Nya.
Saya menginformasikan bahwa Tuhan YME memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri dan lingkungannya. Ada dua pilihan :
1. Mentaati segala perintah Nya dan menjauhi segala larangannya sesuai dengan keyakinan dan agama masing-masing sehingga mendapatkan jalan lurus mencapai kebahagiaan abadi.
2. Menuruti jalan hidup sesuai dengan keinginan sendiri, diluar bimbingan agama, hingga harus menanggung segala risikonya karena tak ada yang menanggungnya. Dalam hal ini risiko itu dinamakan kharma (akibat dari perbuatannya dalam kehidupan sebelumnya). Atas dasar kharma maka haruslah ada re incarnasi, sebab re incarnasi merupakan kesempatan untuk memperbaiki kharma. Mereka yang meyakini hukum kharma dan re incarnasi saya sebut sebagai re-incarnated body, sedangkan yang tak meyakini adanya kharma dan re incarnasi saya sebut white blank bopdy.
Jadi benar kata anda : Manusia boleh berteori tetapi Tuhan YMY yang menentukan. Manusia harus berusaha untuk merubah nasibnya, Tuhan YME yang menentukan. Tuhan YME tak akan merubah nasib kaum yang tak mau berusaha merubah nasibnya.
Marilah kita kembali pada ucapan : Sukurilah perbedaan sepanjang tak menjadikan pangkal sengketa. Untuk itu kita harus memilih sithik edhing, bukan merasa benar sendiri.

tough2slf
tough2slf wrote on Dec 10, ’09
Mumet aku membacanya …he..he..Kalau nggak salah manusia boleh berteori tetapi Allahlah yang menentukan

Meminjam istilah “api pencucian” menurut saya maka semua “soul” akan melalui proses “recycle” didalam wadah tersebut ….Allah lagi bikin gado gado atau capcai…he…he..dan akan muncul machluk baru…tidak harus selalu manusia jadi manusia …bisa saja jadi monyet atau cacing….suka suka Sang Juru Masak Agung…jadi wujud baru tersebut merupakan adonan yang terdiri dari macam macam unsur..

Menurut penelitian para ahli maka DNA anda hanya 2% milik anda sedangkan selebihnya merupakan unsur asing

Mati = berubah bentuk —-> badan jadi tanah, cacing, bakteri dan mungkin jadi machluk yang memakannya seperti burung atau ayam dll……bagaimana kalau kemudian anda memakan ayam tersebut…?

Badan ———–> kulit luar, Soul————–> bagian dari Nya

Badan berfungsi apabila dihidupkan olehNYA

Komputer ——>hasil Interaksi CPU, Software, Listrik, Chipset dll

Komputer ber fungsi apabila dihidupkan oleh anda

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s