Blackhole (Fiksi Ilmiah)

Bab XVII. Peter

Peter adalah seorang petugas dari Dinas Kependudukan dan Imigrasi yang bertugas menguak misteri hilangnya mayat Elisa. Hasil usaha yang telah dilakukan sangat tidak memuaskan, namun dia dapat menyimpulkan bahwa Elisa memang telah meninggal, tetapi tidak dikubur melainkan diawetkan. Perhatian Peter bergeser,dari mencari mayat Elisa ke mencari Evita yang memiliki sidik jari sama dengan Elisa. Pemalsuan sidik jari merupakan pelanggaran hukum yang sangat sirius, sehingga harus ditangani oleh petugas penegakan hukum. Sebenarnya Peter dapat melaporkan hal ini ke Kepolisian, namun dia sadar bahwa yang dihadapi adalah sekelompok ilmuwan yang memiliki kekebalan hukum.

Peter sangat geram pada Xiang atas sikapnya yang sangat sombong, tetapi  Xiang telah memberikan petunjuk yang sangat penting tentang hilangnya mayat Elisa. Ia ingin menguak lebih banyak latar belakang penghilangan mayat Elisa dan hubungannya dengan robot Evita yang dibuat sangat mirip dengan Elisa.

Peter mendaftarkan diri sebagai murid Xiang. Dia merupakan murid luar biasa karena lainnya adalah anak-anak. Xiang dapat memanfaatkan Peter untuk membantu pekerjaan apa saja, tetapi karena kecerdasan Peter cukup tinggi, maka dipakai sebagai sparing partner olah fikir.

“Jadi you yakin kalau mayat Elisa diawetkan?” tanya Xiang kepada Peter.

“Ya guru.”

“Untuk apa?”

‘Untuk penyelidikan.”

“Jadi, tubuh itu dipotong-potong dan digunakan untuk mengganti organ tubuh pasien yang membutuhkan?”

“Tentu saja tidak.”

“Mengapa?”

“Tubuh itu sangat berharga, mereka tidak akan tega melakukannya.”

“Mereka siapa?”

“Ya, mereka itulah, aku tak berani menyebutkan.”

‘You ini pengecut.”

“Demi keselamatan saya, guru.”

“Tetapi you sudah kepalang basah. You telah banyak tahu rahasia mereka, jadi tinggal tunggu waktu you jadi penghuni peti mati.”

“Jangan membuat bulu kuduk berdiri, guru.”

“Katakan siapa yang telah kau hubungi!”

Peter mengatakan telah mendatangi  semua anggota Microcosmos.

“Menurut you siapa yang terlibat penghilangan mayat Elisa.”

“Semua.”

“Termasuk I ?”

“Secara tidak langsung.”

“Maksud you?”

“Guru menghadiri pemakaman itu, guru mengetahui  kotak itu kosong, bukan?”

“You benar, aku tak mungkin tersihir oleh Max.”

“Mengapa guru membiarkan  penipuan?”

“Bukan penipuan, mayat sahabat kami  akan dikuburkan di tempat lain agar tak dicuri. Itu sebabnya I tak setuju saat liang kubur itu dibongkar. I kawatir makam yang asli akan mendapat giliran. Itu sangat mengerikan.”

“Jadi guru tahu letak makam sebenarnya?”

“You ingin tahu?”

“Ti-tidak guru.”

“Jangan bohong.” Xiang membentak.

“Saya bersumpah, saya tak ingin tahu letak  makam itu.”

“Dulu you mencari mayat Elisa, sekarang you bilang tidak ingin tahu di mana  dia dikubur. Dasar pecundang.”

“Mayat wanita itu  pasti telah membusuk, sulit untuk dikenali.”

“I, juga mengharapkan begitu.”

“Tetapi, apakah guru  yakin tubuh  itu telah membusuk, sebelum  diambil orang ?”

“Menurut you bagaimana?”

“Saya kira ada yang mengambil dan mengawetkannya.”

‘Menurut you siapa yang melakukan?”

“Dokter Brian dan Bob Gate.”

“Bagaimana dengan Max?”

“Dia menakuti saya dengan kekuatan magic. Saya akan dimasukkan dalam peti mati bersama Elisa.”

‘Itu ilusinya, dia yang ingin mati bersama kekasihnya itu.”

“Jadi Max itu kekasih Elisa?”

“Semua orang tahu. Penyihir itu sangat munafik.”

“Mungkin Elisa masih hidup dan disembunyikan oleh Max.”

“I  saksikan  dengan I punya mata, Elisa sudah mati.”

“Guru telah disihir.”

“I punya metaphysic power, tak mungkin terkalahkan oleh kekuatan sihir. Mungkin ada yang berkhianat, ” Xiang berfikir sejenak lalu tanpa ragu menuduh doktor Brian telah berkhianat. Muka Xia menjadi merah padam karena menahan amarah.

Xia menelpon dotor Brian, tetapi tidak ada yang menjawab.

“Guru, saya ingin bertanya: Bagaimana pendapat guru jika seekor anjing pelacak tak dapat membedakan manusia dan robot?”

“Itu anjing bodoh.”

“Otak anjing tidak secerdas manusia,tetapi penciuman anjing sangat tajam.”

“You ini bodoh sekali, apa susahnya mengelabui penciuman anjing.”

“Mungkinkah dua orang mempunyai  sidik jari yang sama?”

“Yang disidik hanya ujung jari, pakai saja semacam kaos tangan yang bagian luarnya dibuat sama dengan sidik jari yang ditiru.”

Peter mengangguk-anggukkan, omongan Xiang  seakan menghepnotis dirinya hingga menghilangkan kenyataan tidak mudah mengelabui kemampuan penciuman anjing dan membuat kaos tangan tiruan yang memiliki pola  sama dengan  kulit yang ditirunya. Sebaliknya Xia seakan terhepnotis dengan omongan Peter bahwa dia telah dikhianati oleh sahabatnya sendiri.

Setelah berkali-kali menghubungi doktor Brian dan tak pernah tersambung. maka Xiang datang sendiri ke Bank Organ Tubuh Manusia untuk bertemu dengan doktor Brian.

Doktor Brian tak mau berbicara dikantornya dan mengajak Xiang  ke laboratorium Macrocosmos untuk menemui Bob Gate.

“Jawab pertanyaan I dengan jujur! Benarkah you telah mengambil mayat Elisa dari makamnya?”

“Yang benar: aku tak pernah mengubur tubuh yang teramat berharga.”

“Jadi you menipuku.”

“Karena kau ingin menang sendiri, tak pernah peduli dengan kepentingan fihak lain.”

“Jadi you  manfaatkan untuk keperluan Bank Organ Tubuh?”

“Itu hak profesi, tetapi aku ini manusia biasa, jadi tak tega melakukan  terhadap temanku.”

“Lalu untuk apa? Kau awetkan?”

“Ya. Itu tugasku.”

“You ini bodoh, mengawetkan mayat yang tidak bermanfaat bagi pekerjaanmu.”

“Kalau aku menuruti kemauanmu dan Rama Chris, diriku akan sengsara.”

“Mengapa?”

“Karena aku melanggar hukum. Kau harus tahu, seseorang sedang mengincar kedudukan ku. Jika Aku tidak  melakukan tugasku, kedudukan ku akan segera pindah ke tangannya,  padahal  dia  bukan manusia; monster yang sangat mengerikan.”

“Siapa dia?”

“Han, Gho Diam Han, wakil ku.”

“Apakah dia kanibal, makan  daging manusia?”

“Tidak, tetapi dia memperlakukan organ tubuh manusia  sebagai onderdil mesin, tak mengingat martabat manusia selama hidupnya.”

Xiang berfikir, lalu minta pendapat rekannya.

“Apakah Peter itu suruhan nya?”

“Kukira begitu.”

“Dia telah banyak tahu tentang kita. Sebaiknya kita lenyapkan saja.”

“Jangan, kita tak boleh melakukan pelanggaran hukum, walaupun  kita punya kekebalan hukum”

“Dia itu sangat berbahaya, sekarang dia menyusup jadi murid I.”

“Itu lebih baik, mudah kita awasi.”

“Tetapi, pemalsuan sidik jari yang dilakukan Bob itu juga merupakan pelanggaran hukum.Pembuatan robot yang persis manusia juga merupakan pelanggaran hukum.”

“Aku menyesal melakukan hal yang bodoh itu,” Bob Gate menyela pembicaraan dua rekannya.

“You tak usah menyesali hal itu karena itu sah demi kemajuan ilmu pengetahuan. I acungi jempol rekayasamu, tetapi ingat dampaknya.”

“Itulah yang tak kupikirkan. Tetapi kami punya ahli hukum untuk membela kami.”

“Sekarang bagaimana menangani Peter? Dia itu sangat kritis.”

“Itu kami serahkan pada prof.”

“Kita perlu introspeksi: Team kita ini tidak kompak, masing-masing berjalan sendiri hingga sering berbenturan. Sekarang kita punya musuh bersama, jadi aku yakin kita akan menjadi kompak.”

“You jangan cuma yakin, tapi pikirkan bagaimana agar dapat kompak.”

“Pertama, kita harus saling menghargai dan tidak hanya memikirkan kepentingan sendiri. Kita perlu kumpulkan team Microcosmos, berbicara untuk menghadapi monster itu.”

Semua sependapat

Pertemuan team Brain Ball dan projek Microcosmos diadakan di gubug Nirwana di pulau Bali, dihadiri oleh Xia, Bob, Max,Young, Brian dan Rama Christiansen. Pertemuan dimulai  dengan memberikan kesempatan kepada doktor Brian tentang keberadaan mayat Elisa dan alasannya.

Ketika dokter Brian membuka rahasia tentang keberadaan mayat Elisa, Rama Christiansen spontan memohon maaf kepada Jesus karena telah mengelabui umat Kristiani atas penguburan peti kosong itu.

“Maafkan saya. Saya yang membuat rama  tak tega menyaksikan isi peti mati itu, demi kerahasiaan.” kata Max yang telah menghepnotis rama agar tak membuka peti mati.

“Saya memang benar-benar tidak  sampai hati melihat wajahnya. Tetapi saya tak mengira kalian tega melakukan hal itu.”

“Itu jalan terbaik rama, untuk kepentingan kita semua.”

“Ya, saya percaya kalian semua akan tetap menghormati Elisa, tanpa mengorbankan kepentingan masing-masing.”

“Apakah Han telah tahu rahasia ini?”

“Saya terpaksa memberitahukan agar dia dapat menerima argumen saya mengapa saya berpura-pura menguburkan mayat Elisa, agar tidak menerima protes dari mereka yang anti Bank Organ Tubuh Manusia. Saya dituduh pengecut dan akan membeberkan di mass media.”

“Doktor Brian tidak perlu gentar, kami mempunyai team pembela yang diketuai oleh Doktor Nanyam Krisna., ahli hukum Ketatanegaraan.”

“Lebih baik saya berdamai dengan Han, kalau dia menginginkan kedudukan  pimpinan, saya akan mundur dan menyerahkan kepadanya asal dia tidak keterlaluan dalam memperlakukan organ tubuh manusia.”

“Oh, kalau begitu you ini memang benar-benar pengecut.’

“Tugas itu tak sesuai dengan batinku, walaupun  aku tahu otorita ini sangat penting dan telah banyak menolong banyak pasien yang sangat memerlukan organ tubuh demi kesembuhan dari penyakit dan cacat  yang diderita oleh pasien.”

“Jadi….. dokter  menyerahkan mamma kepada monster itu?”

“Ya, karena saya merasa dia lebih tepat menangani tubuh ibumu.”

“Mengapa?” Xiang gemetar menahan amarah.

“Menurut Han, semakin banyak organ tubuh yang dapat dimanfaatkan, semakin besar jasa orang itu terhadap peri kemanusiaan.”

“Gila, dia akan memanfaatkan seluruh organ tubuh mamma?” Young memprotes.

“Kita terlalu egois, kita mau menerima tetapi tidak rela memberi. Coba pikir, jika suatu ketika kita memerlukan jantung untuk tetap bertahan hidup, atau mata agar kita dapat melihat lagi, kemana harus kita cari?”

“Jesus telah memberi tauladan pada kita dengan bersedia disalibkan, untuk menyelamatkan umat manusia,”  rama Christiansen berpendapat.

“Jadi,doktor telah menyerahkan mamma…….” Young gemetar menahan amarah.

“Papamu dapat melihat lagi juga karena donor mata. Kau seharusnya   bangga memiliki seorang mamma yang sangat berjasa terhadap kemanusiaan, bukan saja selama hidupnya, bahkan setelah meninggal dunia pun  masih bersedia menyerahkan organ tubuhnya  demi kemanusiaan.

Kau baca  surat yang ditandatangani mamma sesaat setelah ayahmu dapat melihat lagi,”  Dotor Brian menunjukkan akta penyerahan organ tubuh  Elisa ke Bank Organ Tubuh  bila telah meninggal dunia.

Young tak sanggup  membaca pernyataan mammanya itu sehingga menangis meraung-raung.

“Menangislah sepuas hatimu nak.” kata rama Christiansen,”Namun percayalah   mamma telah naik ke surga.”

“You tidak memalsukan surat itu?” Xiang tidak mempercayai keaslian surat yang ditunjukkan oleh doktor Brian.

“Rama, perlukah saya bersumpah?”

“Tidak usah, saya  malah ingin bertanya kepada Xiang.”

“Kau selalu mengandalkan fikiranmu, hingga membuat urutan dalam menilai sesuatu: How, why baru Who. Sekarang jawab pertanyaanku ini.’

“How is Elisa?”

“She is very wonderful.”

“Why?”

“During her life she always did the best.”

“Who she is?”

‘Elisa.”

“So you  tahu, Elisa itu sangat menakjubkan, karena selama hidupnya selalu berbuat yang terbaik untuk umat manusia, jadi kalau Elisa berpesan bahwa setelah meninggal tubuhnya diserahkan kepada otoritas yang mengurusi penggunaan organ tubuh demi kepentingan kemanusiaan itu logis. Bukankah begitu?” tanya Rama Christiansen.

“Ya, logis, lebih baik dimanfaatkan demi perikemanusiaan, dari  membusuk sia-sia.”,

“Bagaimana Bob?”

“Akupun ingin mengikuti jejaknya.”

“Bagaimana Max?”

“Berbuat baik itu jangan kepalang tanggung.”

‘Bagaimana Young?”

“Mamma telah menggunakan seluruh hidupnya untuk kemanusiaan, bahkan setalah pergipun masih berfanfaat demi kemanusiaan aku bangga dan ingin mengikuti jejaknya.”

Pertemuan itu tak mengahasilkan sesuatu kecuali kesadaran akan tugas kemanusiaan yang sangat luhur, mendonorkan organ tubuh setelah meninggal dunia. Digubug Nirwana Bali telah diletakkan sendi kemanusiaan berdasar keiklasan bukan paksaan.

Dibeberapa dinding dalam gubug Nirwana tergantung beberapa hiasan yang berupa relief, diantaranya Lambang Negara Republik Indoneia, seekor burung garuda yang didadanya terdapat perisai lambang silosofi bangsa Indonesia, yaitu Panca Sila dan kaki burung itu mencengkeram dan berdiri dengan kokoh diatas pita yang bertulisan Bhinneka Tunggalika. Panca Sila telah menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, ras dan keyakinan, menjadi sebuah bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain, bahkan Bhinneka Tunggal Ika telah diserap sebagai piagam penyatuan seluruh umat manusia dibumi. Semua menyadari bahwa tak ada dua orang yang  sama dalam segala-galanya lebih-lebih selera dan keyakinannya, manusia diciptakan berbeda satu dengan yang lain, namun semua berasal dari satu pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan hidup dalam satu tempat berpijak,yaitu bumi, bernafas dalam atmosfir yang sama, maka manusia harus mensyukuri berbedaan dan menyadari merupakan satu kesatuan, itulah sebabnya filosofi yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika diserap sebagai pemersatu seluaruh umat manusia dibumi: Unity of diversity.

Bali dipilih sebagai tempat menyatukan pendapat karena pulau ini telah banyak mengilhami perdamaian, melupakan dendam dan kebencian.

Young dinanti oleh tugasnya dalam mengendalikan reaktor nukilr yang berasas  aman dan ramah lingkungan,mudah dioperasikan dan perawatannya,tahan gangguan  dan berumur panjang. Reaktor nuklir raksaksa ini menghasilkan tenaga listrik yang murah dan bersih lingkungan.

Xia dinanti oleh murid-muridnya, termasuk Peter. Perguruan olah fikir mengajarkan kepada anak-anak menggunakan akal untuk memanfaatkan semua yang tersedia disekelilingnya sebaik mungkin hingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan dan penghuninya.

Rama dinanti oleh umatnya yang memerlukan bimbingan rohani agar tidak menjadi liar dan bertindak anarkhis.

Brian dinanti oleh pasien yang akan memberikan dan menerima organ tubuh manusia, sehingga manusia dapat saling menolong sesamanya, memperoleh yang sangat dibutuhkan dan memberikan yang sudah tidak dibutuhkan lagi kepada yang lain.

Bob dan Max ingin menggunakan kesempatan berkeliling Indonesia yang dikenal dengan berbagai konservasi kebudayaan dan adat lama, konservasi sumber hayati dan merupakan paru-paru dunia.

Dibeberapa tempat di kepulauan Nusantara ternyata penduduk masih percaya adanya kekuatan gaib, ini dapat disaksikan dari upacara adat dan religius,banyak pemimpin yang dalam menjalankan tugasnya didampingi oleh seorang paranormal,atau membentengi diri dengan kekuatan supernatural, pertunjukan rakyat yang menyajikan hal-hal diluar kemampuan manusia biasa, pelajar yang kemasukan roh jahat dan lain-lain ,inilah yang menjadi perhatian Max.

Disamping  pabrik dan gedung pencakar langit yang tahan gempa, prasasti dan monumen sejarah tetap terpelihara dengan baik, misalnya Candi Borobudur, Candi Prambanan, makam raja dan pemuka agama,taman pahlawan, monumen perjuangan, dan segudang tempat-tempat yang indah sebagai sarana pariwisata. Indonesia merupakan sorga bagi para wisatawan dari segala penjuru dunia. Indonesia juga merupakan paru-paru dunia, karena hutan tropisnya memiliki berbagain jenis tanaman dan dihuni berbagai satwa yang hidup bebas. Semua ini tidak jatuh dari langit, melainkan karena bangsa Indoneis telah mengalami ujian berat dengan berbagai musibah akibat kelalaian manusia dan sebagai konskwensi Indonesia sangat subur karena terletak didaerah pertemuan lempeng benua  dan deretan gunung berapi, kaya akan sumber alam yang diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain.

Bob Gate sangat mengagumi ukiran dan patung-patung yang dalam keadaan diam telah dapat memancarkan watak masing-masing, dia mengakumi betapa hebatnya penari  mengekpresikan mimik dan gerakan tarian yang sedang dibawakan. Bob sangat kagum  menyaksikan pertunjukan wayang kulit. Lukisan dua dimensi yang digerakkan oleh seorang yang disebut sebagai dalang dapat mengekpresikan berbagai karakter, dari yang jahat hingga yang sangat mulia, seorang dalang tanpa kesulitan dapat menggerakkan wayang sekaligus menirukan suara yang sangat sesuai dengan karakter wayang yang sedang dimainkan. Gamelan merupakan instrumen akustik yang sangat disukai diberbagai tempat didunia, kare pada Era fisika jarang dijumpai instrumen akustik. Karena Bob memiliki dokumen lama, Bob sangat heran apa yang dilihatnya pada abad ke 30 ini tatap sama dengan pertunjukan wayang  sepuluh abad yang lalu. Bagi Bob ini merupakan konsevasi budaya yang tiada taranya. Ceritera Mahabarata dan Ramayana tetap dipertahankan keasliannya disamping dikembangkan  versi-versi baru sesuai dengan kebutuhan zaman dan selera penonton. Versi-versi baru dikembangkan lewat tehnik animasi, sedangkan cereitera pakem tetap dengan  cara konvensional yang justru sangat disukai oleh para wisatawan karena para pemandu wisata berpendidikan tinggi dan sanggup mendampingi wisatawan hingga orang yang tak tahu bahasa yang digunakan dalam pedalangan dapat ikut meresapi pertunjukan yang berlangsung semalam suntuk itu.

Di Bali jenasah para pemimpin dibakar dengan upacara yang memerlukan banyak beayaya, namun dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Disisi lain hampir diseluruh Indonesia  organ tubuh manusia sangat disia-siakan, mayat dikubur tanpa diambil dulu organ tubuh yang masih bermanfaat, sehingga untuk menolong pasien yang membutuhkan organ tubuh tertentu sangat sulit mendapatkannya.

Bob sangat tergila-gila dengan semua yang dijumpai di Indonesia, seakan dia kembali ke abad dua puluh sebagai dokumen sejarah yang dimiliki.  Dia ingin memperpanjang waktu tinggalnya di Bali .Sebaliknya Max ingin segera kembali ke negara asalnya untuk mendata kebutuhan tenaga bantu medis yang sangat dibutuhkan agar dapat didatangkan dari Indonesia yang merupakan gudang manusia yang memiliki kemampuan supernatural. Di Indonesia ternyata banyak orang sakti, yang sanggup melakukan apa yang belum sanggup dilakukan di negaranya.

Bab XVIII Ida Ayu Setiawati.

Selama di Indonesia Bob dipandu oleh seorang guide bernama Doktor Wayan Sukma. Hampir semua guide berpendidikan srata satu, kebanyakan lulusani Sekolah Tinggi  Budaya,Pariwisata dan Perhotelan. Tidak mudah untuk mendapatkan izin menjadi seorang pemandu wisata, diantaranya harus menguasai tiga bahasa asing secara aktif, memiliki dedikasi tinggi dan jujur. Persaingan sangat ketat, sehingga sikap dan penampilan sangat menentukan keberhjasilan seorang pemandu wisata.

Wayan mengajak Bob keliling Nusantara dan mengunjungi tempat-tempat yang sesuai dengan minat tamunya. Banyak tempat yang lebih menarik dan berbeda dengan suasana Bali, namun tak ada yang dapat menahan Bob lebih dari dua hari kunjungan. Bob mengajak kembali kepulau dewata.Dotor Wayan adalah seorang dosen perguruan Pariwisata dan Budaya, sehingga dia sering mengajak mahasiswanya untuk ikut mempraktekkan ilmunya.

Bob diperkenalkan dengan dua orang mahasiswa Srata dua, Ktut Sudra dan Ida Ayu Setiawati. Ketika melihat Ayu, pandangan Bob menjadi kabur hingga perlu pertolongan.

Ketika sadar Bob mencari Ayu, tetapi gadis itu telah pergi karena ada tugas yang menantinya.

“Mengapa anda tiba-tiba sesak nafas? Apakah anda terkena serangan jantung?”

“Oh tidak,saya sehat-sehat saja. Dimana muridmu itu?”

“Dia bertugas memandu wisatawan dari Australia.”

“Aku ingin dia memandu aku.”

“Tidak puaskah anda dengan pelayanan saya?”

“Oh,tidak, kau baik sekali, tetapi aku ingin bertemu dengan gadis itu.Siapa namanya?”

“Ida Ayu Setiawati.”

“Setiawati?”

“Ya, mengapa muka anda menjadi pucat.”

“Aku kenal dia. Aku memanggilnya Elisa.”

‘He,ada apa tuan ini?Dia bukan Elisa, dia Ida Ayu”.

“Lihat foto ini.” Bob Gate menunjukkan foto team Microcosmos. Wayan terkejut melihat foto Elisa beberapa puluh tahun yang lalu.

“Ini tidak mungkin, disini anda masih muda.”

“Maksud saya gadis itu mungkin anak Elisa.”

‘Ibunya itu orang asli Bali, ayahnya seorang Itali.”

“Ya,Elisa juga berdarah Bali, Indonesia maksud saya.”

“Kalau begitu saya akan mengganti memandu wisatawan itu,  agar anda dapat dipandu oleh murid saya itu”

‘Ya, maafkan saya.”

Bob mondar madir didepan kamar nya menantikan pemandu barunya.

”Good morning sir,” Ida menyapa Bob.

“Morning,” Bob mengulurkan tangannya dan disambut oleh Ida “I’m Bob, I come from Florida.”

“I’m Ayu, student of Pariwisata and Budaya. Can I help you?”

“May I speak a little? Do you know her?” kata Bob sambil menunjukkan foto dalam dompetnya. Ida sangat heran melihat foto itu dan berganti bertanya:

“Who is she?”

“She is Elisa Setiawati? Is she your mother?”

“No, My mother names Ida Ageng Dharma.”

“I’m sorry.”

“Where is she?”

“She has died a year ago.”‘

“Oh, I’m sory.Is she your wife?”

“No, she is my best friend. She is very wonderful woman, she is a heroin. I want to make a dokumental film abou her, I need a lady to acts as her. Do you want?”

” But, I’m not an actress.”

“But you have a face and body seems like her. I hope you’ll try. I will give you my adress and give you a cheque to go to Orlando, Florida.”.”

Setelah memberikan kartu nama dan menyerahkan sebuat cheque Bob meminta dicarikan tiket untuk kembali ke Amerika.

Sesampai dikotanya Bob menghubungi rekan-rekannya dan menceriterakan pengalaman perjalanannya di Indonesia. Bob juga menelpon Ayu dan menanyakan kapan akan berangkat ke Amerika. Bob mengharap Ayu secepatnya menyelesaikan visa dan pastportnya untuk dapat tinggal di Amerika agak lama.

Sementara Ida Ayu mempersiapakn segala sesuatu untuk keberangkatan ke Florida, Bob Gate dan teman-temannya mempersiapkan penyambutan kedatangan seorang wanita Indnesia yang diharapkan dapat menggantikan pendahulunya yang juga seorang Indonesia yang dianggap sangat menakjubkan. Bagian rumah tangga Projek Microcosmos telah mempersiapkan sebuah vila bekas kediaman Elisa untuk tempat tinggal Ida Ayu. Beberapa orang ibu ditugaskan untuk melayani tamunya selama berada di Orlando.

Ida beristirahat beberapa hari sebelum diadakan penyambutan resmi, sehingga kondisi kesehatannya sangat baik untuk suatu pertemuan yang mungkin sangat melelahkan.

Ketika Ida Ayu memasuki ruang seluruh anggauta projek Microcomos telah berada didalam ruangan berjajar untuk dapat bergantian berjabat tangan dengan tamunya. Ida ayu sangat heran karena tuan rumah menggunakan bahasa Indonesia. Ida sempat bertanya kepada Bob Gate. apakah mereka mengira Ida tak dapat berbahasa Inggris. Bob mengatakan, nanti dia akan menjelaskan.

Ida duduk dikursi khusus yang biasanya diduduki Elisa diapit oleh Sekretaris Projek dan Kepala Rumah Tangga, keduanya wanita setengah baya.

Protokol: “Selamat datang nona Ida Ayu Geovani, kami sangat berbahagia anda telah bersedia berkunjung keproyek kami ,Microcosmos. Jika ada kekurangan  dalam penyambutan kami, mohon maaf. Semoga anda senang berada dilingkutan kami.Terima kasih.

“Terima kasih atas menyambutan kalian. Saya sangat terharu karena kalain menggunakan bahasa saya dalam penyambutan ini. Ini penghormatan yang luar biasa terhadap saya dan bangsa saya. Tetapi, perkenankan saya bertanya, dari mana kalian mempelajari bahasa Indonesia sehingga seakan-akan saya berada ditengah-tengah keluarga saya.Sekali lagi terima kasih.”

Bob Gate menceriterakan latar belakang digunakan bahasa Indonesia dalam pergaulan diprojek Microcosmos. Elisa adalah seorang wanita Indonesia yang sangat dikagumi oleh seluruh team Brain Ball dan projek Microcosmos karena sangat karismatik, penuh kasih sayang terhadap sesama, seorang istri yang sangat setia,seorang ibu yang rela berkorban apa saja demi anak-anaknya, bahkan rela memberikan kemampuan supernaturalnya untuk ditambahkan kepada orang yang dinilai pantas untuk menerimanya demi kepentingan kemanusiaan.

Dalam keseharian Elisa berbaha Indonesia dengan puteranya yang bernama Young dengan tujuan agar anak ini tidak melupakan bahasa nenekmoyangnya. Young sangat menguasai bahasa Inggris dan Jerman,tetapi dia fasih berbahasa Indonesia. Karena ingin tahu apa yang dibicarakanantara Young pada Elisa, maka semua ingin dapat berbicara dalam bahasa Indonesia dengan Young. Semua tidak malu belajar bahasa Indonesia denga Young, disamping masih kecil  Young merupakan kamus berjalan yang sanggup menterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Elisa yang tadinya menggunakan bahasa Inggris dengan senang hati melayani orang yang ingin mempraktekkan berbahasa Indonesia. Karena sikap Elisa yang rendah hati dan suka menolong, akhirnya team satu dengan yang lain menggunakan bahasa Indosenia dan jika terjadi kesalahan Elisa berusaha membetulkan dengan cara-cara yang sangat elegan. Ketika Elisa meninggal, seluruh team telah mahir berbahasa Indonesia, tetapi diluar komunitas ini masing-masing lebih mudah menggunakan bahasa Inggris, lebih dalam bidang ilmu pengetahuan, karena bahasa Inggris telah mapan sedangkan bahasa Indonisa masih dalam taraf pertumbuhan.

Setelah memperkenalkan team Brain Ball, anggauta projek Microcosnos dan stafnya Bob Gate mempersilakan tamunya untuk memperkenalkan diri.

“Terima kasih atas penjelasan dan perkenalan kalian. Saya akan berbicara dalam bahasa Indonesia,sesuai dengan permintaan kalian. Nama saya Ida Ayu Setiawati Geovani. Saya anak tunggal dari pasangan Indonesia dan Italia. Ibu saya bernama Ida Gde Dharma, seorang guru tari,beragama Hindu Dharma. Ayah seorang pelukis bernama Stevanus Geovani,seorang Katholiek Roma. Saya tidak mengikuti agama orang tua, melainkan seorang Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa sekte Theosofi.  Theosofi adalah persaudaraan antar umat manusia yang meyakini: Sangkan Paraning Dumadi, Hukum Kharma dan Reinkarnasi, Jika anda ingin tahu tentang Theosofi silakan baca buku-buku Theosofi yang tersedia diberbagai perpustakaan dunia. Theosofi bukan agama,melainkan budaya, namun orang-orang theosofi mempelajari berbagai agama dengan tujuan dapat mengerti dan menghormatinya. Theosofi pernah dilarang di Indonesia karena tidak mencantumkan azas Pancasila. Walau saya penghayat Theosofi, namun saya tidak sepenuhnya meyakini ketiga asas itu, bagi saya Keyakinan bawa Tuhan adalah Esa dan menciptakan segalanya adalah sudah lebih dari cukup. Saya pernah menulis sebuah puisi  dalam bahasa Inggris.

God is one creates alls.                                                                                                                                                                                    God can do what He wants, so He must be  One, if God was more than one, each did what He wants, think what would be happened. So never thing He is yours or yourself, be sure we all belong to Him. God needs ……………………….it’s a secreet, but it’s easy to be underestood: alls need something. So doing the best for alls means doing the best for Him, doing the worst for alls means doing the worst  for Him.

Semua bertepuk tangan:

“Jika anda tidak beragama bagaimana cara anda untuk berkomunikasi dengan Tuhan Yang Maha Esa?” Tanya rama Christiansen.

” Dalam kehidupan saya bedakan dua fenomena: Fenomena Jagad Cilik dan Fenomena Jagad Gede. Dalam Jagad Cilik saya asumsikan Tuhan Yang Maha Esa memberikan otonomi penuh kepada ciptaan Nya untuk mengatur dirinya, bagi manusia telah diberikan otak untuk menghadapi fenomena Jagad Cilik. Dalam Jagad Cilik berlaku teori probabilitas, setiap perbuatan sudah dapat diperkirakan akibatnya. Lain halnya fenomena Jagad Gede, sepenuhnya ditangan Tuhan Yang Maha Esa. Itu rahasia, tak akan diberitahukan kepada siapapun atau apapun. Lalu apa yang anda maksud dengan berkomunikasi dengan Tuhan Yang Maha Esa?”

“Misalnya: memohon perlindungan, memohon petunjuk,mengucapkan terima kasih dan lain-lain.”

“Sudah saya jelaskan: dalam Jagad Clik Tuhan Yang Maha Esa telah mendelegasikan hak dan kewajiban pada masing-masing ciptaan Nya untuk mengatur dirinya, jangan disia-siakan kepercayaan itu, Itulah sebabnya manusia harus membuat aturan-aturan dan menetapkan sangsinya agar kehidupan manusia didunia menjadi baik, begitu juga Alam Semesta telah diberi wewenang untuk mengatur dirinya, bahkan kehidupan rimbapun diatur oleh penghuninya sendiri. Lain halnya Jagad Gede, itu sepenuhnya menjadi wewenang Tuhan Yang Maha Esa, kita tak mungkin merubah kehendak Nya. Walaupun begitu: berdoa, berterima kasih,memohon perlindungan dan sebagainya itu sangat perlu sebab  kita  adalah makluk yang lemah,sangat membutuhkan pertolongan,perlindungan, meletakkan harapan karena dalam kehidupan ini kita menemui berbagai kesulitan, belum tentu kita memperoleh seperti apa yang kita kehendaki. Padahal kita tahu bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu mampu berbuat segalanya, jadi Dia adalah tumpuan harapan bagi setiap ciptaan Nya. Sayapun melakukan hal itu.”

” Anda penganut sekte Theosofi, tetapi anda tidak menyakini ketiga asas Theosofi, itu namanya anda mendua.”

“Saya termasuk dalam komunitas Persaudaraan Theosofi yang terdiri dari berbagai umat beragama dan ber Tuhan yang mempelajari berbagai agama, jadi bukan saya yang mendua, mereka yang kebetulan tidak meyakini adanya reinkarnasi dan hukum karma dapat juga dikatakan mendua, tetapi itu saya anggap lebih baik dari pada mereka meninggalkan agamanya, seperti halnya saya berkata tidak sepenuhnya menerima ketiga asas keyakinan itu dari pada saya menipu diri semdiri dan orang laian.Yang saya butuhkan bukan asas dasarnya, melainkan persdaudaraan antar umat beragama sedunia. Disinipun ada komunitas Theosofi, bahkan mungkin diantara kalian termasuk dalam komunitas itu.”

“Apakah diantara satu dengan yang lain tidak terjadi benturan?”

“Tentu saja, sering sekali, sebab mereka masing-masing memiliki keyakian yang dianggap pailing benar.”‘

“Bagaimana mengatasinya?”

“Masing-masing pasti menganggap keyakinannya paling benar, itu sebabnya mereka berani bergaul dengan orang berkeyakinan lain, sebab tak mungkin dipengartuhi oleh keyakian lain,bahkan masing-masing menjadi sadar tak ada gunanya berdebat soal keyakinan sebab masing-masing telah dibentengi oleh keyakinan masing-masing. Masing-masing mengemukakan keyakinannya,tidak ada yang menyanggah kecuali jika dia melenceng dari kitab suci nya, sebab dalam perpustakaan tersedia berbagai kitab suci yang dibaca hampir oleh semua anggauta komunitas. Keyakinan bahwa Tuhan itu Esa merupakan titik temu dari agama monotheisme dan berbagai keyakinan yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

“Anda katakan masing-masing menganggap keyakinan dan agamanya paling benar, lalu untuk apa anda melakukan dialog antar agama dan keyakinan dalam Persaudaraan Theosofi Sedunia?”

“Untuk mencari persamaannya dan membiarkan yang berbeda tetap pada perbedaan, sebab kami meyakini perbedaan adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang membuat kehidupan sangat indah dan saling mengisi atau melengkapi. Jika semua bunga berbentuk sama,berwarna sama dan  berbau sama, mekar bersama, layu bersama ,sebuah taman akan sangat membosankan.”

“Apakah kesamaan yang anda cari itu nantinya juga akan menjadi membosankan karena bersifat komprimistis dan saling mengorbankan keyakinan masing-masing?”

“Keyakinan itu tidak selamanya merupakan harga mati jika kita mau jujur dan tidak mencari menang sendiri. Namun kita juga tak akan rela mengorbankan yang tidak perlu, jadi kita cari persamaan yang memang benar-benar sama. ”

“Apakah ada?”

“Banyak sekali, misalnya kita hidup dalam satu planit yang disebut Bumi, kita menghirup udara yang sama yang dihembuskan orang yang berlainan keyakinan, kita tak mau disakiti oleh siapapun, kita ingin hidup aman dan tenteram.Yang paling hebat adalah kita diciptakan oleh satu pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa betapapun masing-masing menyebut dengan istilah yang berbeda. Persamaan itu jika dikumpulkan seimbang dengan perbedaannya , sebab kadang-kadang berbedaan itu bukanlah akibat perbedaan agama atau keyakinan, melainkan karena aspek yang lain: misalnya aspek adat dan budaya, aspek sejarah, aspek sosial ekonomi dan yang paling celaka jika aspek politik dan kekuasaan dilibatkan didalamnya. Bukan kedamaian hasilnya melainkan sengketa berebut benarnya sendiri untuk dapat berkuasa, untuk menindas yang lemah, ibaratnya kita telah masuk neraka sebelum mati.”

“Bagaimana menurut anda tentang upacara adat dan agama Hindu di Bali?”

“Saya sangat kagum atas keberhasilan konservasi adat dan budaya Bali, sebab dapat berfanfaat untuk mendatangkan divisa yang dapat menghidupi rakyatnya.”

“Pemujaan terhadap dewa-dewa dan pengeramatan tempat tertentu itu masih tetap relevan untuk tetap dipertahankan?”

“Sudah jelas, itulah yang dapat menjadikan Bali tetap eksist diabad ketiga puluh ini. Tanpa dewa-dewa dan tempat-tempat yang dikeramatkah Bali akan ditelan oleh peradaban modern, sebaliknya tanpa peradaban modern Bali tak akan ada pengunjungnya. Anda perlu tahu Keyakinan Hindu  bukan politheisme, mekainkan monotheisme karena memuliakan Satu Tuhan,yaitu yang Widiwase. Dewa-dewa ada dibawah Hyang Widiwase, sebagaimana malaekat  dalam Kristen. Jika anda mengikuti saresehan Theosofi orang yang beragama Hindu dapat menjelaskan kedudukan dewa, orang Kristen dapat menjelaskan apa itu malaekat, roh kudus, Hyang Rama da Hyang Putra. Percaya atau tidak itu urusan masing-masing,namun setidaknya kita tahu yang dimaksudkan dalam keyakinan dan agama orang lain sehingga dapat melakukan komunikasi tanpa timbul kesalah fahaman.Bukanlah hal tabu atau aib mengetahui yang dianggap benar oleh orang lain, sepanjang kita tetap yakin akan kebenaran keyakinan masing-masing.

Terima kasih atas perhatian kalian, saya cukupkan penjelasan saya, jika terdapat sesuatu yang menyinggung perasaan anda saya mohon maaf sebesar-besarnya.”

Bob Gate menutup pertemuan itu dan mempersilakan tamu serta seluruh hadirin menuju kendaraan yang telah tersedia untuk bersama-sama makan siang disebuah rumah makan yang telah dipersiapkan. Selesai makan siang masing-masing kembali ketempat tinggalnya, sedangkan Ayu ditemani dua orang wanita setengah baya menuju mess yang biasa digunakan untuk tamu projek Microcosmos.

Bob Gate ternyata sangat  memperhatikan semua kebutuhan tamunya, malaupun dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Sebalinya yang lain seakan tak peduli terhadap Ayu.

Bab XIX:  Obat Kecewa.

Seminggu bergaul, masing-masing saling mengenal, sehingga dapat menentukan sikap.

Ayu menilai Bob merupakan seorang pria yang sangat simpatik dan penuh perhatian, berbeda sekali dengan yang lain yang acuh tak acuh. dan tidak bersikap akrab. Bob sangat kagum pada Ayu karena wajahnya lebih cantik dan muda dibanding Elisa yang diabadikan sebagai robot Evita. Namun Bob lebih kagum pada kepribadian Ayu yang sangat percaya diri dan cerdas. Ayu berani berkata tidak kepada siapupan jika dia tidak sependapat, sebaliknya bila dia berkata ya, dia akan mensuport pendapat orang lain, bahkan sanggup mengerjakannya.

Ayu menilai Max sebagai pria yang misterius dan mengerikan, sebaliknya Max menilai Ayu sebagai perempuan sombong dan banyak ngomong, tidak jauh dari sikap Xia,sehingga sama sekali tidak layak untuk diajak berteman. Sebagai seorang psicholog dia menilai sifat Ayu sangat berbeda dengan Elisa, bahkan sangat berlawanan. Elisa yang berbintang Gemini bersikap menyejukkan,bersedia mendengar omongan orang hingga menjadi tempat mencurahkan kesulitan hidup. Ayu yang berbintang Sagitarius bersikap agresip,selalu berikap menentang dan sok pintar.

Xia mengagumi kecerdasan Ayu yang dianggap setara dengan Young, tetapi Ayu sangat berbeda dengan Elisa yang dapat bergaul dengan siapa saja, sedangkan Ayu memilih-milih sehingga menimbulkan perasaan tidak enak bagi yang diperlalukan berbeda. Ayu menilai Xia sebagai lelaki yang kasar, tak peduli terhadap perasaan orang lain.

Rama Christiansen merasa ngeri dengan sikap Ayu yang dinilai sebagai seorang yang berfikiran semau gua atau Free thinker. Rama justru merasa sangat kasihan dan ingin membimbingnya kejalan Jesus yang sudah terpetakan. Ayu menilai rama Christiansen sebagai seorang reaksioner yang sulit diajak berfikir maju.

Dokter Brian menganggap ayu sebagai orang muda yang kebablasan, sulit untuk dikendalikan. Suatu ketika Brian ingin membuktikan ucapan-ucapan Ayu yang sangat menantang, yaiu Doing the best for alls mean doing the best for Him, dengan menawarkan sebagai donor organ tubuh jika kelak meninggal.

Young yang bekerja disebuah pembangkit tenaga nuklir di Negara Bagian lain, yang letaknya sangat jauh belum sempat bertemu. Ayu dua tahun lebih tua  dari Young namun memiliki bintang yang sama, yaitu Sagitarius. Ayu tidak tertarik dengan Young , disamping usia Young lebih muda, menurut nalurinya pemuda ini seorang maniak kerja yang tak akan peduli terhadap siapapun.

Bob adalah bujangan tua namun bersikap hangat, sehingga bagi Ayu lelaki jenis inilah yang sangat didambakan. Namun setelah Bob sibuk dengan pekerjaannya Ayupun segera sadar bahwa Bob juga seorang maniak kerja. Bob juga tidak memenuhi janji untuk membuat film dokumenter tentang Elisa.

Ketika Ayu dalam kesepian dan kekecewaan rama Christiansen mendekat dan mengajak berbicara:

“Jika anda ingin bertemu dengan komunitas Theosofi di negara ini saya bersedia mengantar.”

””O ya?” Ayu menyambut dengan antusias “Tetapi saya takut mengganggu tugas rama, jadi berikan saja nomor teleponnya saya akan menghubunginya.”

“Saya sendiri ingin bertamu ke komunitas anda, jadi jika anda tidak berkeberatan kita dapat pergi bersama.”

“Itu bagus sekali, mereka pasti akan menerima dengan senang hati. Tetapi lebih baik kita hubungi agar kita dapat mengetahui kapan mereka dapat menerima kita.”

“Inilah alamat E.mail dan Wibe Site mereka.”

Ayu membuka  www.us.theos.so.org. dan menemukan beberapa alamat diberbagai negara bagian Amerika, hingga dapat berkomunikasi lewat internet.

Rama Christiansen dan Ayu berkunjung disebuah Sanggar Theosofi terdekat dan diterima oleh Kelompok Profesi yang terdiri dari budayawan,penulis dan seniman. Jika di gereja rama sangat dihormati, disini tak seorangpun diistimewakan, termasuk tamu.

Saresehan dipimpin oleh seorang wanita muda, dibuka dengan meditasi lalu dibacakan topik yang akan dibicarakan. Saat itu akan dibicarakan perkawinan dan hidup bersama, pembicaranya seorang homosex. Menurut pembicara, negara berhak melarang sesama jenis kelamin menikah, sebab pernikahan adalah sesuatu yang sakral dengan tujuan membentuk suatu keluarga berdasar agama, sedangkan hidup bersama sesama jenis tak ada yang berhak melarangnya., yang dilarang justru hidup bersama lelaki dan perempuan tanpa pernikahan. Jadi menurut dia tak ada gunanya menentang  larangan perkawinan sesama jenis. Yang menjadi masalah adalah apakah hidup bersama dilindungi oleh hukum sebagaimana perkawinan? Inilah yang mereka perjuangkan. Dibeberapa Negara Bagian hidup bersama sesama jenis telah terlindungi oleh hukum,namun sebagian besar tetap menganggap sebagai perbuatan ilegal baik dengan istilah hidup bersama apalagi perkawinan sesama jenis. Dikatakan pelacuran lebih berbahaya dari hidup bersama, sebab pelacuran menyebarkan berbagai jenis penyakit, kejahatan seksual terhadap anak dan meresahkan keluarga baik-baik.

Ternyata  Ayu telah mencatatkan diri sebagai pembicra:

“Seharusnya anda bersyukur karena dibeberapa Negara Bagian telah melindungi hidup bersama sesama jenis, hingga anda dapat pindah ke Negara Bagian yang dapat memberikan perlindungan hukum kepada anda.  Dinegara kami dulu berlaku undang undang yang melarang perkawinan campuran.”

“Hei, itu rasis. ”

“Bukan rasis,yang dimaksud bukan perkawinan antar bangsa atau suku bangsa, melainkan perkawinan antara lelaki dan perempuan yang berbeda agama.”

“Jadi…….sepasang kekasih yang saling mencintai tetapi berlainan agama tidak boleh menikah?”

“Salah satu harus berganti agama, menurut undang-undang yang perempuan harus mengikuti agama calon suaminya.”

“Agama kok dijadikan permainan.”

” Pengorbanan demi cinta dan pendidikan anaknya. Jika ayah dan ibunya berbeda agama, anaknya akan bingung dan cenderung menjadi tidak beragama.”

“Hu, itu melanggar hak azasi manusia.”

“Itu konsekensi menjadi warga negara Indonesia yang menginginkan setiap warga negaranya beragama bahkan negara menentukan agama apa yang boleh dianut. Sekali lagi kejadian ini terjadi pada abad ke 20.  yang hampir saja menjadikan Indonesia terpecah belah . Jadi bukan sekarang, tetapi perlu saya catat dalam sejarah agar  Tuhan Yang Maha Esa tidak perlu memperingatkan lagi dengan bencana yang berlangsung bertubi-tubi saat itu.”

“Kalau saya….. tak usah menikah saja.”

“Hidup bersama diluar pernikahan sangat berat sangsinya, akan dihakimi  langsung oleh masyarakat. Anak-anak dari hubungan diluar pernikahan tidak terlindungi oleh hukum.”

“Keluar saja dari Indonesia. Disini perkawinan antar agama dan keyakinan diisinkan dan dilindungi oleh hukum.

“Oh, sekali lagi itu terjadi diabad ke 20, bukan sekarang. Tetapi seandainya saya hidup pada saat itu saya tidak akan meninggalkan Indonesia, sebab saya sangat mencintai bangsa dan negara saya, jadi saya akan  siasati saja dengan memilih tidak beragama dulu, hingga saya dapat dengan mudah mengikuti agama suami saya  tanpa mengorbankan agama dan keyakinan saya.”

Mendengar argumen Ayu, Rama Christiansen terbelalak, dia tahu ucapan itu ditujukan kepadanya, maka diapun bertanya: “Anda  berpura-pura tidak beragama atau memang tidak beragama?”

“Saat ini saya benar-benar belum beragama, tetapi saya sedang mempelajari agama.”

“Agama itu bukan ilmu pengetahuan  yang cukup dipelajari, melainkan merupakan norma, tatanan dan tuntunan ibadah yang harus diterapkan dalam kehidupan. Anda tak tahu sampai kapan diberi hidup, jadi anda akan menyesal bila saat itu tiba sedangkan anda belum mempunyai bekal untuk hidup dihari kemudian.Agama memberikan jalan yang pasti untuk mencapai kehidupan abadi, kearah sorga atau neraka/”

Hadirin menjadi gaduh karena tidak sependapat dengan khotbah rama Christiansen.Pimpinan  saresehan meminta semua tenang dan memberi kesempatan pada dua pembicara yang sedang beradu argumen.

” Hari depan itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu yang dapat diprediksikan dan yang merupakan rahasia ilahi yang tak mungkin diketahui oleh siapapun.Belajar, bekerja,berusaha dan setiap kegiatan nyata itu dapat diprediksikan hasilnya, namun masalah kematian dan kehidupan di hari kemudian sepenuhnya ditangan Tuhan Yang Maha Esa. Pokoknya sepanjang kita yakin telah berbuat baik bagi ciptaan Nya,dan dirasakan manfaatnya oleh sesama hidup dan lingkungan itulah kebahagiaan yang saya peroleh dalam kehidupamn ini, soal kehidupan abadi sepenuhnya menjadi wewenang Tuhan Yang Maha Esa.”

“Tetapi Allah telah memberikan jalan terbaik dengan memberikan  juru selamat, yaitu roh kudus dan Jesus. Itu jangan disia-siakan.”

“Allah juga mengutus juru selamat lain untuk menjadikan manusia terhindar dari malapetaka.”

“Ya, itu benar sekali,mereka semua memberikan petunjuk dan peringatan bahwa hidup didunia ini sangat pendek dibandingkan dengan kehidupan abadi nanti; mengapa anda sia-siakan kasih Allah yang sedemikian besar?”

” Saya sependapat kasih Allah sangat besar dan harus dirakan  dalam kehidupan ini, semua tidak akan menginginkan  sebelum mati terlebih dulu telah masuk neraka. Jika kita merasa benar sendiri dan memaksakan kehendak kepada orang lain, dunia ini tak ubahnya sebagi neraka bagi yang tertindas dan yang menindas juga tidak akan merasa aman sebab dunia ini tidak abadi. Jadi hidup yang pendek ini harus dimanfaatkan untuk berjuang melawan penindasan oleh yang kuat dan berkuasa terhadap yang lemah dan tak berdaya. Didunia ini berlaku hukum : sithik eding, genti genten atau tiji-tibeh.

“Apa yang anda maksudkan?”

“Hebatnya hidup ini justru ketidak abadian yang harus disiasati: ke satu: jika yang berkuasa ingin bertahan lama maka harus berlaku adil, tidak serakah, tidak sewenang-wenang, jika tidak demikian maka akan berlaku ke dua: pergantian kekuasaan,sebab yang ditindas akan bersatu dan bersama-sama melawan sang penindas. Bagi yang tertidas  hidup bagaikan dineraka jadi baginya tak akan takut mati, apalagi jika kematian itu justru membawanya ke sorga; ke tiga: yang kuat tetap bertahan  dan tak bersedia digantikan yang lain, yang lemah tak takut mati, maka …………. akan saling menhancurkan…. itu telah terbukti pada sejarah bangsa Indonesia. Bom Hydrogen mengakhiri kesewang-wenangan Jepang,tetapi Belanda ingin kembali menindas bangsa Indonesia, bangsa Indonesia berani melawan tank,senjata automatis dengan  bambu runcing, semboyannya merdeka atau mati. Jika Belanda tetap ngotot: rawe-rawe rantas,malang-malang putung tak akan ada yang menang,dua-duanya hancur. Kemerdekaan dan keadilan memang harus diperjuangan tidak datang sebagai hadiah atau jatuh dari langit.”

“Anda jangan melantur. Apa hubungannya perjuangan bangsa Indonesia dengan kehidupan abadi?”

“Seharusnya agama itu dapat membawa kedamaian dan menyatukan seluruh umat manusia,dan tidak malah memecah belah sebuah bangsa. Kemerdekaan Indonesia itu diperjuangkan  dengan pengorbanan, betapa sia-sianya pengorbanan para pahlawan jika Indonesia terpecah belah hanya karena memperebutkan jalan menuju ke abadian.

Orang beragama bukan karena  ketidak berdayaan terhadap paksaan penguasa,sehingga berusaha memisahkan diri atau membuat kekacauan.Beragama merupakan  kebutuhan masing-masing individu, sehingga negara harus melindungi yang lemah dari kesewenang-wenangan yang kuat.Jika yang berhak menikah hanya orang yang beragama, dan jenis agama yang boleh dianut telah ditentukan oleh penguasa dan seseorang yang berlainan agama harus berganti agama demi untuk dapat menikah, apakah ini bukan merupakan kesewenangan-wenangan penguasa?”

Semua bertepuk tangan menyetujui pendapat Ayu.

“Sebenarnya larangan itu tidak ada,agama hanya menyarankan sebaiknya sebuah keluarga dibangun atas kesamaan keyakinan, betapapun itu berbeda ras,suku bangsa namun  kesamaan iman adalah sangat penting dalam sebuah keluarga. Sudah terbukti: saudara adalah produk perkawinan antara suami isteri yang berbeda agama, hasilnya bagaimana? Anda bingung menentukam agama mana yang akan anda ikuti.”

“Anda salah, jika saya harus memilih:saya akan ikut pada ayah atau ibu yang lebih mencintai saya, dapat mengerti tentang diri saya dan bukan yang memaksakan kehendaknya .”

“Jadi anda akan mengikuti agama  orang tua karena pribadi orang yang beragama itu?”

“Ya,saya memilih bukan berdasarkan siapa dia,melainkan bagaimana dia, kemudian saya tidak begitu saja percaya, saya akan mencari sebabnya mengapa dia baik, apakah dia baik karena agamanya atau baik karena sebab yang lain. Jika semua  menjadi baik sebagai hasil ajaran agama tertentu itulah agama yang akan saya anut. Saya akan memilih agama yang dapat menjadikan penganutnya menjadi baik, bukan sebaliknya.”

Hadirin bertepuk tangan, hingga menyebabkan rama kehilangan kesabaran.:  “Saya rasa tak ada gunanya saya berbicara dengan kelompok yang dikuasai oleh darkenergy.”

Semua menjadi gusar karena terjadi kesalah fahaman dengan istilah darkenergy, yang diterimanya sebagai energi gelap, atau  energi sesat. Ayu cepat-cepat menjelaskan bahwa yang dimaksud darkenergy adalah kemampuan berfikir,emaginasi dan creativitas sedangkan  brightenergy  adalah cahaya ilahi yang tidak terjangkau oleh akal manusia dan hanya dapat diyakini, namun dapat membimbing manusia dalam kehidupan abadi nanti. Clearenergy adalah energi fisika yang  dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas , misalnya energi panas,energi listrik,bioenergi dan sebagainya, yang hanya dapat dinikmati  selama kehidupan manusia didunia yang hanya bersifat sesaat, padahal ada kehidupan yang abadi yang ditunjukkan oleh berbagai Kitab Suci.

Kesimpulan dari saresehan: Tidak ada yang menyangkal adanya kehidupan abadi, namun dalam kehidupan yang sangat pendek ini justru manusia harus memanfaatkannya untuk berusaha menegakkan keadilan versi manusia hingga dapat dinikmasi dalam hidup yang sangat pendek ini. Manusia harus berani menentang kesewenang-wenangan yang justru telah menjadikan hidup di dunia ini sebagai  di neraka.

Rama merasa tak mampu menghadapi komunitas Theosofi, namun dia belum menyerah untuk mengarahkan Ayu agar tidak berfikiran semau gue, maka dia tidak menjauhinya, melainkan semakin dekat walaupun kadang-kadang pereupuan muda ini sangat kurang ajar  dengan mengatakan:

“Rama saya merasa tidak nyaman terlalu dekat dengan rama.”

“Mengapa?”

“Rama seorang bujangan sedangkan saya seorang gadis, jika kita terlalu dekat saya khawatir akan disorot oleh teman-teman dan umat rama.”

“You khawatir Bob cemburu?”

“Ah, Bob itu berjiwa malaekat, dia tak akan berfikir senaif itu. Saya heran beberapa kali saya merasa telah melukai hati rama,mengapa rama tidak membenci saya?”

“Jika you memukul pipi kiri saya, akan saya sediakan pipi kanan saya.”

“Untuk apa? Untuk dicium?” Ayu mecemooh.

“Ya terserah you, pokoknya agar you puas. Dipukulpun, silakan.”

“Rama tidak marah?”

“Saya ini seorang Katholik yang berasas kasih sayang dan damai.”

“Rama kok berbeda dengan ayah saya yang juga seorang Katholik.”

“Jadi…….ayahmu sering marah?”

“Bukan sekedar marah, bahkan tega meninggalkan ibu saya dan kembali kenegerinya.”

“Jika begitu ayahmu itu mengaku seorang Katholik,tetapi sebenarnya dia itu murtad dan telah mengingkari ajaran Jesus.Tetapi harus dicari sebabnya mengapa dia meninggalkan ibumu.”

“Karena ibu tak mau mengikuti keyakinannya.”

“Menurut kamu di Indonesia berlaku hukum yang mengharusnya seorang isteri mengikuti agama suaminya ”

“Itu berlaku pada abad 20,  Sesuai dengan dasar negara Pancasila :saat ini setiap warga negara bebas memeluk agama atau keyakian masing-masing sepanjang tidak melanggar hukum yang ditetapkan berdasarkan Pncasila.”

“Apakah ibumu tidak menikah lagi?”

“Ibu sangat taat pada agamanya, tetapi dia tak akan berbuat bodoh dengan ikut membakar diri andaikata ayah meninggal dan dibakar. Jika dia menikah lagi, saya yang akan membakar diri saya.”

“Jadi you  memaksakan kehendakmu.”

“Itu sekedar gertakan, tapi sayapun tidak sebodoh itu.”

“You ini cerdas, tetapi keterlaluan.”

“Hidup ini sangat pendek  dan selalu berubah,jadi harus disiasati.”

“Bagaimana dengan ayahmu?”

“Saya tak akan melukai hati ibu, jadi saya hilangkan saja masa lalu itu. Ibu sanggup membesarkan saya dan saya tidak merasa kehilangan ayah sebab didunia ini saya dapatkan ayah-ayah lain yang menyayangi diri saya tanpa melibatkan ibu yang hatinya telah terluka oleh kesewenang-wenangan seorang lelaki.”

“Semoga you tidak membenci lelaki.”

“Mengapa saya harus membeci lelaki, banyak lelaki yang baik kok, misalnya: rama,Bob Gate dan teman-teman komunitas saya.”

“Apakah you tidak ingin menikah?”

“Pertanyaan rama kok aneh. Apakah rama menaksir saya?”

“Andaikata menaksir, saya tidak akan menjadikan you isteri atau simpanan saya, saya anggap you ini anak saya atau bahkan cucu saya. Saya hanya menghawatirkan jika you menaksir seorang lelaki dan ternyata lelaki itu menganggap you sebagai sekedar teman atau saudara apakah you tidak akan kecewa?”

“Saya tahu yang anda maksud…… pasti Bob.”

“Ya,you harus tahu dia itu baik terhadap siapa saja, dia memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk maju, dia memberikan beasiswa kepada Young, kepada John, kepada banyak orang yang memerlukan biaya untuk mencapai cita-citanya. Andaikata dia memberikan kesempatan itu kepada you, bagaimana?”

“Tentu akan saya terima dengan senang hati, sebagai balas jasa setelah selesai studi saya saya bersedia deberi tugas apa saja, ibaratnya sebagai pelayanpun saya akan lakukan dengan gembira.”

“Saya mendapat titipan dari dokter Brian yang menawarkan kesempatan menjadi donor organ an tubuh.”

“Lho,organ tubuh saya ini masih saya butuhkan.”

“Bukan sekarang, nanti setelah you meninggal.”

“Jika saya tidak membutuhkan lagi silakan saja memanfaatkan bagi yang memerlukan.”

Secara tak sadar rama memeluk Ayu dan menangis terisak hingga menjadikan Ayu bingung.

“Apakah rama tersinggung atas ucapan saya?”

“Ternyata saya salah menilai you sebagai seorang yang ekoistis dan tidak peduli kepada yang lain.”

“Rama jangan memuji, sebab semuanya harus dibuktikan. Kapan saya harus menanda tangani penyerahan itu? Penyerahan organ tubuh saya tidak ada kaitannya dengan kebaikan yang telah dan akan saya terima. Ini didasari oleh keyakian saya: Doing the best for alls mean doing the best for Him.”

“You luar biasa, you tahu doktor Brian sebenarnya ingin membuktikan ucapan you itu.”

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Fiksi Ilmiah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s