Efek Rumah Kaca Versi Teori Minimalis

01.Pertanyaan: dapatkah TM dimanfaatkan untuk menjelaskan terjadinya efek rumah kaca dan bagaimana mengatasinya?
Jawaban: Saya akan menginformasikan terjadinya efek rumah kaca atas dasar adanya TM, yang mengasumsikan  adanya alam semu , alam nyata dan keagungan Nya.
Dalam TM dikenal adanya energi semu,diantaranya energi transien (#0#0#0) dan energi nyata, diantaranya materi/quanta (0qq).
Dalam merencanakan penciptaan alam semesta disamping hukum Ekologi Universe untuk mengaturnya Dia tetap mencampuri urusan Universe diantaranya dengan berbagai mujijad yang tak mungkin terakses oleh kemampuan manusia.
Manusia dianugrahi keyakinan, fikiran dan pancaindra sehingga selalu ingin mengerti semua yang terjadi disekitarnya. Itulah sebabnya manusia memiliki budaya, agama, ilmu pengetahuan, penafsiran, angan-angan dll. TM menafsirkan Alam Semesta terdiri dari alam semu dan alam nyata disamping mengakui adanya  alam abadi  yang tak berdimensi dan berada “diluar”/beyond Universe.
Secara tegas TM membedakan antara yang tak mungkin terjangkau oleh kemampuan manusia karena tak memenuhi Formula Supernatural Modern,diantaranya adalah soul (z),nothing (0#00) atau  (00#0), not anything (#000).Mengapa?  Fenomena ini dikatakan invalid karena tak mungkin 0= -0 + #0 , atau 0 = -#0 + 0, atau #0 = – 0 + 0.
Fenomena yang valid memenuhi FSM terdiri dari fenomena semu dan fenomena nyata. Cirinya fenomena ini adalah  ruas kiri harus sama dengan ruas kanan.  Fenomena semu terdiri dari fenomena rational , fenomena irrational dan interaksi kedua fenomena tersebut yang belum dalam keseimbangan prima atau x # y. Fenomena nyata terdiri dari fenomena benda, dimana x=y=q sehingga E=0, kode minimalisnya 0qq dan fenomena biologi yang merupakan interaksi antara fenomena nyata dan transie, yang kode minimalisnya 0qq.#0#0#0

TM menyatakan Tuhan YME sanggup melakukan apa saja termasuk menjadikan Nothing  langsung menjadi something, namun ini termasuk pada fenomena mujijad yang tak dapat ditelusuri hubungan sebab dan akibatnya atau tak mungkin  terakses oleh kemampuan manusia.
Anehnya: Saint yang jelas tak mengakui adanya penciptaan malah membuat teori Bigbang yang menyatakan terjadinya something (materi atau alam semesta) dari nothing (titik singularitas yang tiba-tiba nongol ). Fenomena ini termasuk mujijad yang hanya mungkin dilakukan oleh Tuhan YME. Ini sangat kontradiksi, disatu sisi tak mengakui keberadaan Nya, disisi lain mengakui adanya mujijad. Lebih celaka lagi  lagi para agamawan malah  mengakui juga “kebenaran” teori ini dengan mengumpulkan ilmuwan dan melarang para ilmuwan mengungkapkan sesuatu sebelum Big Bang. Padahal justru jika para ilmuwan diberikan kesempatan untuk mengungkapkannya hingga mentog (tuntas) mereka justru akan menjadi sadar bahwa Dia memang benar-benar ada sekaligus mengakui keagungan Nya.
Itulah sebabnya TM mengkritisi teori Bigbang yang sangat kontroversial itu dan menyatakan bahwa Bigbang bukanlah permulaan dari Universe melainkan kelahiran dari Sub Alam Fisika.TM menyatakan bahwa Tuhan YME menciptakan Universe jauh sebelum Bigbang dan  menginformasikan bahwa Dia bukan sekedar pencipta melainkan  perencanaan agung, sebab semuanya telah direncanakan dengan cermat serta telah disiapkan hukum untuk mengaturnya, yaitu hukum Ekologi Universe, sehingga cukup dengan sentuhan awal segalanya akan berjalan sesuai dengan rencananya.
Hal tsb diatas perlu saya ulangi/sebutkan lagi dalam tulisan ini agar pembaca tahu bahwa TM bukanlah saint atau keyakinan, melainkan informasi yang jika dibutuhkan sialakn pakai, kalau tak bermanfaat silakan masukkan kekeranjang sampah.
TM berusaha menginformassikan sesuatu fenomena berdasarkan fenomena jagad Cilik yang masih mungkin ditelusuri hubungan antara sebab dan akibat. Ini bukan mengurangi keagungan Nya, melainkan justru membedakan antara yang boleh dimengerti dan yang tak mungkin dimengerti oleh manusia. Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih, menerima saja tanpa mengerti atau mengerti dulu baru menerima. Manusia menjadi cerdas karena berusaha dulu untuk mengerti, jika memang tak mungkin mengerti barulah menerima apa adanya, mensukuri dan menikmatinya.
Saint menyatakan bahwa universe sekedar berisi materi/quantum,walau Einstein pernah “mengatakan” bahwa Universe terisi oleh energiunik yang jauh lebih rumit/hebat  dari sekedar quantum.
Faham materialistik inilah yang menjadikan manusia cenderung atheis, tak mengakui keberadaan dan kekuasaan Tuhan YME. Belakangan bahkan Paus Bernidikus “memperingatkan”Hawking yang menyatakan bahwa Allah tak mencampuri urusan universe.
Peringatan itu bukan tak beralasan sebab banyak sekali terjadi “penyimpangan” atau sesuatu yang tak memenuhi hukum fisika di Universe ini. Saint dengan mudah mengatakan:penyimpangan, misalnya anomali air, sifat mendua cahaya, kemiringan poros bumi terhadap gaya gravitasi matahari,  hidrogin yang sangat ringan tak melarikan diri dari bumi dll sebagai  yang  anda tanyakan adanya efek rumah kaca, yang seakan telah terjawab dengan mengkambing hitamkan CO2. (Untuk topik ini silakan akses lewat google: ibnusomowiyono, disana dapat anda temui tulisan saya mengenai “penyimpangan hukum
fisika”  yang membuktikan bahwa Tuhan YME tetap mencampuri urusan Universe.

Kita kembali ke masalah Efek Rumah Kaca:
Coba fikirkan: jika universe ini hanya terisi materi, maka cahaya matahari juga termasuk materi yang datang kebumi melalui jalan yang sama sperti ketika akan pergi lagi meninggalkan bumi. Andaikata cahaya sekedar materi (yang bermassa) maka akan tertarik olehgaya gravitasi bumi dan tak akan dilepas lagi, akan bersatu/berinteraksi dengan bumi (yang sama-sama materi) hingga tak dipancarkan lagi. Jjika terpancar maka merupakan elementer clear wave yang menimbulkan gaya gravitasi bukannya energi  panas, dengan demikian  tak akan terjadi pemanasan dibumi sebab bumi telah dalam keseimbangan prima.
Gampangnya:kalau yang datang materi yang pergi juga materi, jalan yang dilewati juga sama rintangannya juga sama. Mengapa waktu datang lancar saat akan pergi terhalang?

Saya ingin menginformasikan fenomena Rumah Kaca berdasar TM. Saat memasuki bumi cahaya bukanlah materi melainkan symetrical trans wave, yang sanggup melewati ruang semu maupun nyata setelah memasuki wilayah bumi cahaya berinteraksi dengan banyangan trans simitrinya, membenrtuk clear energi dan bio energi,diantaranya energi panas.  Energi panas berbeda dengan energi sinar sehingga lebih sulit meninggalkan bumi apalagi melewati ruang hampa materi atau terhalangi oleh CO2, medium itu  bagi cahaya (symetrical trans wave) bukan merupakan halangan tetapi lain halnya bagi “panas” yang merupakan  clear energy yang sepenuhnya memenuhi hukum fisika. Jadi pemanasan bumi itu disebabkan oleh perubahan symetrical transvae menjadi clear wave dan clear energi akibat dibumi banyak terdapat bayangan supersimitri dari symetrical transvawe.

Apakah itu bayangan super simitri?
Sesuai dengan TM  photon  diruang hampa kondisinya tak stabil, jika bertemu dengan bayangan trans simitrinya akan membentuk quanta yang stabil.
Dalam fisika dikenal adanya kotak hitam sempurna yang sanggup mengisap cahaya dan mengubahnya menjadi energi panas yang dipancarkan kesekitarnya. Dibumi ini terdapat kotak hitam  (blackbox),misalnya tanah gersang, tanah gundul, padang pasir yang sanggup mengubah cahaya menjadi energi panas. Untung dibumi juga terdapat : kotak hijau: tumbuh-tum-buhan, hutan belantara yang mengubah cahaya/photon menjadi carbohidrad, cel kayu, daun dll yang ngimbangi kerja kotak hitam. Air merupakan kotak biru yang memanfaatkannya untuk penguapan yang justru mermbutuhkan panas hingga menimbulkan kesejukan.
Kaca dan medium tembus pandang meneruskan cahaya tetapi tak sanggup ditembus oleh materi. Ruangan dalam kaca tak akan menjadi panas jika tak terdapat kotak hitam, cahaya hanya sekedar lewat dan tak diubah menjadi panas, sebalinya jika terdapat kotak biru atau kotak hijau keadaannya akan berbeda sekali dengan kehadiran kotak hitam.
Dengan penjelasan itu saya harap anda dapat mengerti apa yang dimaksud dengan bayangan trans simitri yang sanggup mengubah energi transien/cahaya  menjadi energi nyata, baik berupa panas,  penguapan, pembentukan carbohidrad dll.
Jadi: pemanasan bumi oleh sinar matahari secara alami terjadi sepanjang masa, namun sebagian cahaya dimanfaatkan oleh bumi dan penghuninya secukupnya sekedar untuk memenuhi kebutuhan, lainnya dipancarkan kesekitarnya. Ini dapat dirasa, semakin jauh dari bumi akan terasa semakin  sejuk padahal lebih dekat dari matahari.
Pemansan itu juga disebabkan oleh berbagai hal, misalnya
Pembakaran BBM,BBG, fosil. kayu,hutan, kerja pendingin udara yang sebenarnya merupakan produk dari “penyerapan simetrical trans wave oleh bayangan trans simitrinya hingga berujud bioenergi yang terakumulasi dibumi ini yang saat ini diubah oleh manusia menjadi energi panas.
Jadi: Efek Rumah Kaca dapat dikurangi jika manusia dengan berbagai hal dapat mengurangi dominasi kotak hitam dengan cara memperbanyak kotak hijaun , menanam tubuhuh-tumbuhan,memulihkan fungsi hutan, menjaga kemurnian air,atau menggunakan kotak tiruan yang sanggup mengubah  energi cahaya menjadi energi listrik yang sangat dibutuhkan tanpa menambah emisi panas.Mengurangi pembakaran dengan memanfaatkan energi lain yang tak membangkitkan panas terlalu banyak juga teramat penting untuk mencegah pelepasan panas yang berlebihan.
Kita harus ingat CO2 sangat  diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan dalam kehidupannya dan  menyiapkan makanan yang menjadi sumber kehidupan bagi live biobody lainnnya., jadi janganlah menjadikan emisi CO2 sebagai kambing hitam Efek Rumah Kaca, banyak cara untuk mengurangi pemanasan dunia.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s