Kaitan Antara Formula Einstein dengan Formula Supernatural Modern

1. Pertanyaa: Menurut saya formula Eintein sangat flexible, menyatakan kaitan antara massa dan energi, jangkauannya neliputi  m sedikit diatas 0 hingga sedikit dibawah tak berhingga atau 0< m<* (tak berhingga),  Dalam saint dikenal adanya “matter dan antimater” yang jika beriteraksi akan menyebabkan hilangnya massa, sedangkan FSM menyatakan massa terjadi saat x=y=q.
Dapatkah anda menjelaskan apakah itu matter dan antimatter, apakah itu identik dengan  variable x (variable irrational) dan variable y (variable rational)?
Jawaban: Teori Fisika dan TM ibaratnya menuju suatu titik dari dua arah yang berlawanan. Fisika bertolak dari benda (zat padat, zat cair dan gas), memecah menjadi molekul,atom.inti atom, elektron dan seterusnya yang akhirnya kearah gelombang elektro magnetik ( hasil dari dipole yang berosilasi) dan akhirnya ke monopole. Ini artinya berangkat dari yang bermassa hingga yang tak bermassa. Untuk menjelaskan  dari yang bermassa menjadi tak bermassa dibutuhkan konsep/teori fisika modern yang menyatakan adanya antimatter disamping matter (materi bermassa)..
Teori Minimalis bertolak dari monopole  yang berupa kutub selatan (x) dan kutub utara (y) yang berinteraksi membentuk dipole (E.x.y). Dipole yang belum mengalami keseimbangan prima ( E# 0 ) tidak bermassa, pada saat  mendekati keseimbangan prima akan berosilasi dan menimbulkan gelombang electro magnetik (termasuk cahaya), semakin dekat dengan keseimbangan prima frekwensi osilasinya semakin tinggi dan setelah benar-benar mengalami keseimbangan prima terjadilah massa dan hilanglah cahaya yang dipancarkan bagian yang telah mengalami keseimbangan prima.
Karena sudut pandangnya berbeda antara Saint dan TM maka proses yang dilewati juga berbeda, misalkan dua orang datang di  Yogya yang datang dari barat tempat yang dilewati adalah Kebumen,Kutoarjo, Wates, yang datang dari timur melewati Klaten, Prambanan, Kalasan. Informasi yang didapat akan berbeda.
Perbedaan  harus disukuri dan biarlah  yang berbeda tetap berbeda sebab justru dapat saling melengkapi.
Saint tak mengakui adanya energi semu hingga bersifat monolistik, sedangkan TM membedakan antara yang belum bermassa (semu) dan yang bermassa (nyata) hingga bersifat dualistik.
Formula Einstein E=mc2 berlaku saat m#0, FSM menginformasikan  terjadinya massa:  E= – x + y akan menghasilkan massa saat E= 0 kartena x = y = q. Keduanya berbeda namun saling melengkapi.
Dengan konsep matter dan antimeter dapat dijelaskan bahwa m dapat menjadi 0 jika matter berintegrasi dengan antimatter.Jadi saint mengakui adanya sesuatu yang tak bermassa, diantaranya cahaya.Saint  juga mengakui bahwa cahaya tak bermassa namun tak mengakui adanya alam semu,  saint menganggap ruang yang tak terisi matter sebagai ruang hampa (kosong).Saint  tetap beranggapan tak  ada yang  semu, semua dianggap nyata walau tak bermassa.
Saya akan mencoba menginformasikan  kaitan Formula Einstein  E=mc2 dan Formula Supernatural Modernb E= -x + y sebagai berikut.
E=mc2 menyatakan hubungan antara energi dengan massa serta kecepatan cahaya.
E mewakili energi, m = massa dan c adalah kecepatan cahaya.
E= – x + y menyatakan hubungan antara “nilai keseimbangan” dengan variable energi semu dan energi nyata:  x mewakili energi gaib ( energi irrational ) atau kutub selatan monopole weber sedangkan y mewakili energi metafisik (energi rational) atau kutub utara monopole .
weber. E mewakili nilai keseimbangan yang merupakan selisih dari variable x dan y.
Agar kedua formula  E= – x + y  dapat dikaitkan dengan E=mc2 maka kita siasati dengan:
Kita “anggap”  E juga mewakili energi, sedangkan (- x) saya anggap energi negatip, disingkat n,  (y ) saya namakan energi positip, disingkat p.
FSM dapat saya tuliskan menjadi E = n + y, dimana E = Energi total dari suatu sistem atau individu, sedangkan n = energi negatip dan p = energi positip.
Statementnya menjadi:  Jika  E total sembuah system (indivisu) = 0, maka system menjadi nyata hingga bermassa dan memerlukan ruangan (nyata).
Ini dapat untuk menjelaskan bahwa Universe berbeda dengan Sub Alam Fisika.: Sub Alam Fisika haruslah jumlah energinya nol sejak dilahirkan/terwujud hingga saat ini, sebab jika jumlah energinya tidak nol Sub Alam Fisika akan kehilangan massa, atau m=0 hingga tak membutuhkan ruang nyata atau menurut Saint ruangan akan menjadi kosong (vacum). Menurut TM Sub Alam Fisika yang merupakan bagian dari alam nyata akan berubah menjadi Sub Alam transien  jika E#0.  Sub Alam Fisika yang merupakan bagian alam nyata yang  E nya  = 0  akan menjadi Sub Alam transien  yang E nya  # 0 yang merupakan bagian dari alam semu.
Dalam Saint jika matter berinteraksi dengan antimater akan lenyap (nihil), kehilangan massa dan tak membutuhkan ruangan nyata. Konsep ini dapat menjelaskan terjadinya sesuatu yang nyata menjadi sesuatu yang nihil..
Saint tak mengenal alam semu, sehingga sulit untuk menjelaskan kemana “perginya” hasil interaksi antara matter dengan antimatter yang dinyatakan sebagi nihil. TM menginformasikan bahwa hasil interaksi itu masih berada di Universe, namun bukan lagi merupakan  fenomenan Sub Alam Fisika dan dikatakan sebagai non matter (bukan materi) Ruang yang belum terisi materi bukannya kosong melompong melainkan terisi fenomena non materi atau semu.
Setiap materi yang merupakan  bagian dari Sub Alam Fisika dapat juga mengalami fenomena sebagai yang dialami oleh Sub Alam Fisika, jika suatu system yang bermasa (E=0) yang dinamakan matter  berinteraksi dengan antimeter (E#0) maka system tsb akan kehilangan massa karena E menjadi  bukan lagi nol.
TM menginfomasikan hasil interaksi matter dan antimatter tersebut akan memasuki alam transien yang sandinya #-0#0#0 karena bukan lagi merupakan fenomena fisika yang sandinya  (0qq).
Dari analisa tersebut dapat diinformasikan apa yang dinamakan antimeter tak lain adalah x,  atau y (monopole) atau x dan y yang belum mengalami keseimbangan prima (assymetrical dipole). Sebuah dipole yang variable kutubnya seimbang  hingga Enya = 0 hingga memiliki massa  dab dusebut perfect symetrical dipole jika berinteraksi  dengan sebuah monopole  atau assymetrical dipole  akan kehilangan keseimbangan primanya hingga kehilangan massanya
Kesimpulan: “matter” adalah “perfect symetrical dipole” atau clear body yang bermassa sedangkan “anti matter”adalah asymetrical dipole atau monopole weber baik kutub selatan maupun kutub utara.02.Pertanyaan:
1.Dalam TP anda menyatakan bahwa bio body merupakan interaksi antara clear body  yang bermassa (A) dan trans body yang tak bermasa(B), atau A + B = C.
2.Dalam kupasan matter dan antimatter anda menyatakan matter yang bermassa (A)  jika berinteraksi dengan antimatter yang tak bermassa (B) akan mengasilkan sesuatu yang tak bermassa, atau A + B = D.
Karena A + B = A + B, maka akan menghasilkan C = D
Ini artinya C (biobody yang bermassa) = D (sesuatu yang tak bermassa). Ini sangat tak logis bertentangan dengan TM yang menyatakan dengan tegas perbedaan antara yang bermassa (nyata) dan yang tak bermassa (semu).
Mana yang benar pernyataan no 1 atau pernyataan no 2.
Jawaban: Kedua-duanya benar yang salah adalah : anda menggunakan logika fikir sedangkan saya menggunakan logika nyata. Logika fikir termasuk dalam logika semu yang hanya mengandalkan fikiran, bukan berdasar kenyataan.
Marilah kita analisa dengan logika nyata yang membedakan B yang terdiri dari a s/d e (tak termasuk f ) dan dalam logika fikir yang menganggap B sebagai satu faktor saja tak memperhatikan bahwa B terdiri dari berbagai kondisi)
Body (system atau individu) itu terdiri dari berbagai  jenis body yang  merupakan interaksi antara x (irrational) dan y (irrational) maka harus dianalisa dengan FSM, E= – x + y.
a. Jika x > y transbody berada diwilayah irrational.
b. Jika y > x transbody berada diwilayah rational.
c. Karena x # y keduanya  merupakan asymetrical trans body.
d. Jika x = y maka  merupakan symetrical trans body yang teridiri dari
e.   x = y namun belum mengalami keseimbangan prima atau dalam kondisi transisi maka           belum memiliki massa, terdiri dari pra clear body (bayangan transsymetri) dan pra clear       wave (symetrical trans wave).
f.  x = y dan telah mengalami keseimbangan prima atau perfect symetrical equilibrium (keseimbangan prima), maka terjadilah massa dan hilanglah            symetrica trans wave, terjadilah clear body (matter atau materi yang bermassa dan membutuhkan ruangan nyata).
“Biobody” adalah interaksi dari e dan f, sedangkan “interaksi antara matter dan antimatter” adalah interaksi antara  c dan f
Karena e #  c , maka hasil interaksinya juga berbeda, yang satu nyata (bio body) yang satu semu atau nihil (hasil interaiksi matter dan antimatter dan disebut non matter atau non materi)
Disamping itu dalam ulasan saya mengenai matter dan antimatter juga memasukkan body gaib (#0#00) dan body metafisik (#00#0) dalam “antimatter” yang justru sangat efektif dalam “menihilkan” matter.  Materi yang terakses oleh pancaindra dan peralatan hasil rekayasa manusia jika  berinteraksi dengan bodyi gaib  (monopole selatan) atau atau body metafisika (monopole utara) akan nenjadi “nihil”/semu dan terakses oleh pancaindra.
Dalam MM: 0qq . #0#-00 = #0#0#0 atau  0qq . #00#0 = #0#0#0.

03.Pertanyaan: FE: E1=mc2 FSM: E2= n + p   Karena E1 = E2  maka n + p = mc2.
atau  c2 =( n + p ) / m.  Untuk nilai n + p = 0 nilai m = 0 akan menghasilkan 0/0 = c2 bernilai sembarangan, artinya c juga dapat bernilai sembarangan, padahal menurut Eintein c memiliki nilai tertentu, tak sembarangan. Dapatkah anda menjelaskannya?
Jawaban: Sudah saya katakan Formula Einstein  E=mc2 hanya berlaku saat m # 0, jika m = 0,maka FE tak berlaku,  Fenomena m = 0  bukan termasuk dalam fenomena fisika melainkan fenomena transien. Dalam fenomena transien memang nilai c dapat sembarangan, artinya  trans body dapat bergerak dari kecepatan nol hingga  berhingga. Yang harus dianalisa ialah jika m > 0 misalkan m =1.
Kalau memang benar suatu materi haruslah n + p = 0 , maka akan didapatkan nilai c = 0, artinya materi tak mungkin bergerak. Apakah  Formula Eintein tak valid?
Jelas valid,  sebab memang materi  sebagai suatu system (satu individu yang berada diantara lingkungannya) tak mungkin bergerak. Materi itu dapat bergerak karena adanya gaya dari luar (lingkungan). Untuk menggerakkan materi yang bermassa dibutuhkan Energi dari luar (external energy). External yang dibutuhkan untuk menggerakkannya besarnya harus melebihi “kelembama”  massa individu itu. E= mc2 adalah energi minimum untuk “memindahkan” atau ” memacah” suatu individu massa hingga dapat diperoleh internal inerginya. Semakin besar massa semakin dibutuhkan external energy besar untuk menggerakkan atau “memecahkan” nya hingga materi  dapat terdegradasi menjadi massa yang lebih sederhana dan sejumlah energi. Contoh : benturan antara dua buah benda hingga pecah  hingga reaksi nuklir fisi,
Harus diperhatikan c adalah kecepatan cahaya  (bukan kecepatan materi bermassa 1 atau lebih).  Cahaya hampir tak bermassa dan belum mengalami keseimbangan prima jadi  (n + p belum sepenuhnya bernilai 0 ). Karena massanya mendekati nilai nol (namun tetap diatas nol  karena symetrical transwave “menghasilkan photon” yang memiliki massa betapun kecilnya ) sedangkan jumlah n + p belum sepenuhnya nol maka kecepatannya pada ruang semu adalah c sedangkan pada ruang nyata tergantung dari media yang dilalui dan frekwensi cahaya. Ini dapat diamati pada medium transparan dan diformulakan pada hukum Snellius.
Harus dibedakan antara energi dengan gaya. Energi memiliki quantitas saja hingga termasuk  besaran skalar sedangkan gaya disamping quantitas memiliki arah sehingga merupakan besaran vektor.
Hukum Newton menyatakan hubungan antara gaya , massa dan percepatan, formulanya F = ma. Dimana F= besarnya gaya  (satuannya dyne atau Newton), m = massa dan a = percepatan (cm/det2 atau m/detik2).
Formula itu datai diubah menjadi a = F/m.
Jika m = 0, maka F yang bernilai sangat kecilpun dapat mengasilkan percepatan (a) sangat besar, ini dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan mengapa non materi dapat memiliki kecepatan sangat tinggi dalam sekejap (instant).  Kecepatan cahaya c karena cahaya merupakan symetrical transwave (berosilasi disekitar E=0) menghasilkan photon yang memilki massa betapapun kecilnya. Dalam ruang hampa timbulnya photon tak mendapatkan reaksi mekanistik sedangkan diruangan yang telah terisi materi akan mendapatkan reaksi mekanistik. Kecepatan dalam ruang hampa adalah c bukannya tak berhingga karena sebenarnya tak ada ruangan hampa yang ada adalah ruang yang terisi non materi.

04. Pertanyaan: Menurut anda formula Eintein hanya berlaku di Sub Alam Fisika sedangkan FSM berlaku diseluruh Universe. Dapatkah anda sebutkan Formula yang berlaku di Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika dan Sub Alam Transien?
Jawaban:
1. Formula yang berlaku di Sub Alam Gaib adalag Keyakinan/ religi yang memberikan bimbingan untuk mencapai kebahagiaan abadi dengan mematuhi perintah Nya dan menghindari larangan Nya. Formulanya: Dosa berakibat neraka. Pahala berakibat sorga.
2. Formula yang berlaku di Sub Alam Metafisika adalah pemanfaatan fikiran untuk memperoleh kenikmatan kehidupan sementara dengan memanfaatkan  berbagai ilmu pengetahuan, filosofi ,hukum buatan manusia  sebagai hasil kesepakatan untuk mengatur kehidupan bermasyarakat. Formulanya: Tuhan YME memberikan kesempatan tiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri dan lingkungannya, untuk ini tiap kelompok membuat kesepakatan bersama agar tak timbul anarkisme.
3. Formula yang berlaku di Sub Alam Transien adalah
a. untuk symetrical trans wave formulanya   adalah formula fisika gelombang cahaya, dan  “gelombang electro magnetik” yang memiliki frekwensi hingga sanggup melakukan resonansi, interferensi,modulasi, superposisi dll.  Formulanya: Resonansi menghemat energi untuk “mempengaruhi” syatem lain, desonansi penghematan energi untuk melawan pengaruh system lain.
b.untuk asymetrical  transwave yang termasuk  wilayah irrational menggunakan formula Supernatural.
4. Formula di Sub Alam Biologi:
a. untuk biobody (sesuai dengan saint yang monolistik)  menggunakan logika nyata  dan  teori evolusi  bio body.
b. untuk live biobody (sesuai dengan Teori Minimalis yang dualistik) menggunakan paralogika dan logika nyata.
5. Formula  yang berlaku dalam Hasil Rekayasa Mansusia.
a. Pemanfaatan  Clear body adalah Tehnologi.
b. Pemanfaatan   Live Biobody adalah  Rekayasa Genetika.
Penjelasan ini berdasar Teori Minimalis, jadi sekedar informasi, bukan saint atau religi.

03. Pertamyaam: Apakah FSM E = = -x + y tak sebaiknya digantikan dengan formula  jumlah energi E = n +  p hingga menjadi ilmiah?
Jawaban: TM tak perlu di ilmiahkan, sebab TM bersifat dualistis, sedangkan saint monolistik.
Formula E = n + p  hanyalah dapat menjelaskan sesuatu yang nyata saat E = 0 dan  tak  menjelaskan sesuatu yang semu dimana E # 0. Karena saint tak mengakui adanya sesuatu yang semu. FSM dapat digunakan untuk menginformasikan sesuatu yang nyata maupun semu, sehingga berlaku pada saat E = 0 maupun E # 0. Dalam hal fenomena transien FSM dapat menginformasikan terjadinya cahaya (gelombang electro magnetik)  karena saat x mendekati y terjadilah goyangan disekitar E = 0  jadi saat itu E belum  sama dengan nol melainkan berubah-ubah diatas dan dibawah nol. Formula jumlah energi   0 = n + p tak mungkin menjelaskan fenomena cahaya,  karena saint tak mengakui adanya E # 0.
1. Marilah kita telaah nilai c2 = (n + p)/ m.   Jika nilai n + p = 0 dan m = 0 maka c nilainya sembarangan termasuk 0. Jika n + p = 0 dan m # 0 maka C2 = 0. Ini tak dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena cahaya termasuk kecepatan cahaya.
2. Jika kita gunakan c2=(- x + y)/ m maka sebelum mengalami keseimbangan prima  nilai -x + y bukanlah nol melain berubah-ubah disekitar E = 0. Hanya pada saat E = 0 maka  terjadilah foton yang memiliki massa,  diruangan semu munculnya foton ini hanya berlangsung sesaat kemudian hilang, sedang diruang nyata  nyata foton akan berinteraksi dengan bayngan trans simitrinya. Foton bersifat netral.
Karena foton memiliki massa maka butuh ruangan dan memenuhi fenomena Sub Alam Fisika. Formula Eintein dapat menjelaskan hubungan massa dan energi foton dan kecepatan cahaya diruang hampa:  c2 = Energy foton/ massa foton.  Jika massa foton dapat diukur dan energy foton juga dapat diukur maka akan didapatkan nilai c.

04. Pertanyaan: Tolong jelaskan arti: a. Formula. b. Valid. c. Logika d. Rational f. Equilibrium dall istilah yang anda gunakan dan dari mana asalnya.
Jawaban: Sebenarnya saya telah menyediakahn Blog khusus untuk menjelaskan kata dan istilah yang saya gunakan dalam TM dan TP yang saya namakan Kedai Kata dan Rasa Bahasa, namun masih banyak yang belum terdapat didalam Blog itu tetapi sudah saya gunakan dalam memberikan informasi dalam TM dan TP. Maafkan, sebab setiap saat timbul gagasan baru yang harus saya jelaskan sehingga saya sering kali “meminjam” istilah yang telah ada agar saya tak usah membuat istilah/kata-kata baru yang sama sekali belum dikenal dalam sistem informatika yang memanfaatkan bahasa/kata dalam :”menjelaskan” gagasan saya.
Saya mendapat teguran dari anak saya Ir Sigit Setia Prabawa agar saya tak memakai kata-kata yang telah digunakan dalam ilmu pengetahuan, juga dari beberapa Bloger yang beranggapan saya membajak kata-kata yang telah dibakukan dan dimanfaatkan oleh suatu disiplin ilmu pengetahuan atau keyakinan.
Anda dapat memperoleh penjelasan dari Wikipediaa bahwa banyak kata yang bersifat ambigus atau memilik arti banyak, sehingga untuk mengartikannya harus dikaitkan dengan kata-kata lain dalam hubungan kalimat dan dalam kaitan apa kata tersebut digunakan. Itulah sebabnya saya membuka blog khusus untuk menjelaskan arti kata dan difinisi suatu kata yang digunakan dalam TM dan TP.
Saya akan menjelaskan beberapa kata yang mungkin belum ada dalam Kedai Kata dan Rasa Bahasa:
1. Formula: dapat berarti rumus yang bermanfaat untuk menghitung atau menjelaskan suatu akibat dari suatu sebab. Dalam Fisika kita kenal Formula Einstein E= mc2 yang menyatakan hubungan antara energi, massa dan kecepatan cahaya. Formula Newton F=ma yang menyatakan hubungan antara Gaya, massa dan percepatan. Dalam Teori Minimalis dikenal adanya Formyula Supernatural Modern  E = – x + y yang menyatakan hubungan antara variable kutub selatan dan kutub utara dipole dan menjelaskan apakah suatu jenis energy dan body telah memiliki massa atau belum memiliki massa.
2.  Valid: hasil perhitungan sesuai dengan formula yang digunakan, misalnya  kita menggunakan Formula penjumlahan besaran skalar 2 + 7  menghasilkan 9, berarti valid. Sedangkan 2 + 7 mengasilkan 6 jelas tak valid,  jika kita gunakan  Formula penjumlahan skalar, tetapi mungkin valid jika digunakan Formula vektor. Untuk penjumlahan skalar disamping quantitas dibutuhkan ketentuan perbedaan sudut (arah kerja gaya ) dan titik tangkap gaya harus sama. Jika titik tangkapnya tak sama akan menghasilkan resultante gaya dan momen putar.
Hubungan antara sebab dan akibat atau argumentasi dan  pengambilan kesimpulan dan tindakan. Seorang yang etos kerjanya tinggi, jujur, cermat, dedikasinya tinggi sehingga  prestasinya tinggi  akan mendapatkan pujian dan kenaikan pangkat adalah valid, tetapi…………… dapat saja dinilai oleh pimpinan membahayakan kedudukan sebagai atasan hingga dipecat dari pekerjaannya, ini sesuatu yang invalid. Formula yang digunakan berbeda: Yang satu demi kemajuan perusahaan yang lain demi keselamatan pribadi.
2. Logika: hubungan antara argumentasi dan pengambilan kesimpulan/tindakan. Contonya seperti diatas Logika pimpinan yang ingin memajukan perusahaan berbeda dengan pimpinan yang hanya memikirkan kepentingannya. Logika koruptor berbeda dengan logika pengusaha.
Atas dasar inilah istilah logika digunakan dalam TM, sehingga dibedakan antara logika Semu dan logika nyata. Logika Semu terdiri dari a.logika keyakinan yang tak mengkaitkan antara sebab dan akibat. b. Logika fikiran yeng tersusun secara sistematis hingga dalam pengambilan kesimpulan “mengeliminir” sesuatu yang menghambat/merintangi pengambilan kesimpulan hingga “seakan-akan benar, walau sebenarnya sering bertentangan dengan kenyataan. Logika nyata: pengambilan kesimpulan dengan memasukkan berbagai fakor dan motivasi pengambilan kesimpulan. Logika pedagang berlainan dengan logika konsumen.
Ada yang selama ini tak pernah disebutkan, yaitu para logika, atau logika bawah sadar. Logika ini merupakan sebuah spektrum, antara logis dan atak logis, rational dan irrational atau logika nyata dan semu. Satu contoh yang saat ini sedang dikembangkan adalah intuisi.
2.Equilibrium: atau keseimbangan, adalah suatu penjumlahan antara dua variable yang berlawanan (misalnya variable negatip dan variable positip) yang saling mengimbangi untuk mencapai nilai nihil (0). Hanya keseimbangan prima (Prime Qquilibrium) dapat menghasilkan nilai nol (E-0). Pada saat mendekati nilai nol benyimpangan nilai dari nol  tak boleh diabaikan lebih-lebih jika variablenya memang kecil. Untuk variable yang bernilai kecil pergeseran nilai positip dan negatip sangat berpengaruh pada Prime Equilibrium. Kondisi ini dinamakan transisi, dan jika perodik dinamakan osilasi.

05.Pertanyaan : anda seorang Newtonian, tolong jelaskan teori anda dengan Formula Newton!
Jawaban: Harus dibedakan antara Newtonian yang sekedar menerima dan memanfaatkan Formula Newton dan  yang “mengkritisi” Formula Newton untuk menjadikan teori ini lebih dipercaya.. Newton menganggap massa adalah tetap, tetapi tak pernah menjelaskan dari mana dan bagimana terjadinya massa, sedangkan Einstein menganggap massa berubah dan yang tetap adalah kecepatan cahaya.
Saya termasuk yang mengkritisi kedua  teori fisik, itu baik itu teori Newon maupun teori Einstein. Silakan saja anda anggap saya seorang Newtonian, namun perlu saya tegaskan bahwa saya mengakui kebenaran dua teori fisika itu.
Namun ada yang perlu dipertanyakan.Keduanya beranggapan bahwa universe  hanya terisi oleh materi (matter) dan yang tak  terisi matter dianggap “kosong” atau vacum. Jadi yang saya pertanyakan adalah dari mana dan bagaimana terjadinya matter.
Ternyata yang mempertanyakan bukan hanya saya yang pengetahuan fisikanya sangat minim, para fisikawan  ulung  setiap saat  berikhtar untuk “membuat suatu teori yang dapat difanfaatkan untuk menguak rahasia Universe. Ada dua teori yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menguak rahasia Universe, yaitu Teori Baku dan Teori Dawai. Saya berusaha tahu tentang kedua teori tersebut, namun saya merasa sebagai seekor kera yang terlepas dikeramaian kota, sangat kebingungan dan “belum”sanggup memahaminya.
Itulah sebabnya saya menggagas Teori Paralogika yang “menharapkan” Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih berbagai idealisme/keyakinan. Terus terang: saya ingin mendapat kesempatan bereincarnasi agar saya mendapatkan biobody yang segar untuk mewarisi ilmu pengengetahuan yang telah dirintis oleh para ilmuwan dan hingga kini belum dapat terselesaikan.
Teori gagasan saya: TM dan TS hanyalah sekedar informasi yang bermanfaat untuk “memuaskan hati saya” yang selalu haus ilmu pengetahuan, karena tak terpuaskan oleh teori fisika yang mendekati kulminasi dan tak terjangkau oleh kemampuan saya pada kehidupan yang teramat singkat ini. Jika Tuhan YME mengizinkan saya berharap dapat menyaksikan keberhasilan manusia dalam menguak rahasia universe. Itu hanya akan terujud jika Tuhan YME mengizinkan.
Kembali pada masalah kaitan antara E = mc2 dan E = – x + y sudah saya jelaskan, keduanya adalah formula hubungan antara energi dan massa  untuk sebuah system sedangkan F = ma adalah formula yang menyatakan antara gaya luar yang dikenakan pada sebuah sistem (massa tertentu) dengan percepatan yang dialami oleh sistem tersebut, sehinga tak secara langsung terkait namun E = – x + y dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan berlakunya F = ma untuk kondisi m # 0 maupun m = 0.
a.  m # 0 berlakulah F = ma  dan F#0  akan menghasilkan a = F/m =merupakan bilangan  yang nilainya 0<a<tak berhingga..
b. m = 0 dan F#0 akan menghasilkan a = tak berhingga.
c. m = 0 dan F = 0 hasilnya  a= sembarangan nilai.
Formula ini dapat menjelaskan  hubungan antara Gaya luar yang bekerja pada suatu system dengan percepatan yang menghasilkan kecepatan.
Untuk m#0 dapat dijelaskan menurut formula fisika, F = ma, F = 0 menghasilkan a = 0
Untuk m= 0 dapat dijelaskan oleh  Formula Supernatural sebagai berikut.. Dalam alam semu belum dikenal adanya ruangan maupun gaya karena m = 0 dan F = 0 hingga nilai a sembarangan, a = 0/0=sembarang harga.
Untuk m = 0 dan F # 0 dapat diojelaskan dengan Formula paralogika. Symetrical transvave yang  berubah-ubah diantara nol dan berharga sangat kecil.
F hanya timbul pada saat t=0, hingga  cahaya /foton bagaikan sebuah peluru balistik yang ditembakkan dengan gaya sesaat pada sumbernya, kemudian bergerak dengan kecepatan tetap diruangan “hampa” atau ruangan yang belum terisi oleh materi bermassa. Menurut TM di Universe tak ada ruang kosong, yang ada adalah ruangan yang terisi monopole, asymetrical dipole dan symetrical dipole.  Symetrical dipole akan teresonansi oleh symetrical transwave yang dipancarkan oleh sebuah sistem yang dalam keadaan mendekati keseimbangan prima sesuai dengan frewensi tertentu sehingga menjalar tegak urus pada bidang osilasinya. Pada saat E = 0 terjadilah foton yang memiliki massa sangat kecil, dan “mengilang” saat E#0.

06. Pertanyaan: Apa maksud anda menggunakan nama-nama ilmuwan sperti: Max Freud Weber, Faraday, Kopernikus, Galileo, Bob Gate dll dalam fiksi Blackhole anda? Apakah anda mengkultuskan mereka?
Jawaban: Itu sekedar penghormatan atas jasa mereka, namun juga harapan saya semoga mereka  diberikan kesempatan oleh Tuhan YME bereincarnasi untuk melanjutkan karya mereka dalam bidang  masing-masing yang  belum terselesaikan (misalnya Einstein yang belum dapat menyatukan teorinya dengan teori mekanika kuantum)  atau  untuk  mengkoreksi kesalahannya serta “menyempurnakan” hasil pemikiran serta ekperimennya.
Saya juga menyarankan agar bagian-bagian penting dari organ tubuh mereka (misalnya otak dan sumsum tulang belakang) diteliti, gen mereka “dimanfaatkan” dalam rekayasa genetika yang saya yakini dapat ” me-resonan” spirit mereka sehingga mereka lebih mudah ber-reincarnasi dalam biobody yang mampu dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

07. Pertanyaan: Anda sering menggunakan quantum dan quanta. Apa bedanya?
Jawaban: Pada awalnya saya gunakan istilah pada keseimbangan prima E = 0 jika x=y=q, dimana q adalah quanta. Quanta adalah kata jamak dari quantum. Jadi quanta memiliki berbagai nilai,tergantung faktor x dan y yang mencapai keseimbangan prma, tidak hanya satu nilai. Kemudian setelah dikaitkan dengan mekanika quantum saya anggap quantum merupakan bagian tercecil dari massa, misalnya foton. Jadi quantum merupakan nilai terkecil dari quanta. Quantum dapat bergabung menjadi partikel yang memiliki massa lebih besar. Quanta dapat dipecah-pecah hingga menghasilkan bagian terkecil yang disebut quantum.
Namun sebenarnya dalam Teori Minmalis quanta adalah alamat file pada sistematika  partikel dan benda, semakin tinggi quanta berarti partikel/massa semakin rumit, misalnya atom quantanya lebih tinggi dari inti atom atau elektron, jadi tak ada kaitannya dengan quantum pada fisika.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 28, ’09, edited on Oct 28, ’09
Kita tak boleh mencampur adukkan religi dengan saint.
1.Keberadaan Adam dan Hawa harus didekati dengan logika keyakinan, bukan dengan logika fikir, logika nyata maupun paralogika.
2.Yang dimaksud dualisme adalah pembedaan antara yang belum bermassa (semu) dengan yang telah bermassa (nyata).
3.Thesis dan anti thesis merupakan norma saint. Dulu sebuah teori dinyatakan invalid jika dapat dibuktikan kesalahannya. Sekarang sebuah teori dinyatakan valid jika dapat dibuktikan kebenarannya.
4.Religi tak membutuhkan thesis dan antithesis demikian juga informasi, yang dibutuhkan adalah yakin atau tak yakin, percaya atau tidak.
5.Sebuah atom terdiri dari inti atom yang dikelilingi oleh elektron yang ber revolusi (berputar) mengelilingi inti atom melalui orbitnya. Jika atom dalam kondisi netral maka tak memiliki gaya tarik muatan listik statis, namun tetap memiliki gaya tarik gravitasi betapun kecilnya. Hanya electron yang dapat meninggalkan atom, kecuali jika dilakukan paksaan dari luar yang kekuatannya melebihi gaya ikat ini atom, maka inti atom juga dapat pecah menjadui bagian yang lebih kecil atau lebih sederhana.
Electron bebas dapat “mengalir melalui sebuah conduktor atau semi konduktor.
6.Arah electron dalam conduktor dapat searah dan disebut Direct Curret (DC) dan bolak balik dan disebut Alternative Curren (AC), hal ini tergantung dari medan listrik yang menggerakkannya.
6.Jika conduktor memiliki tahanan listrik (R) , maka akan terjadi panas. Panas ini dapat menimbulkan keanaikan suhu sehingga terjadilah osilasi dari atom penghantar dan menimbulkan ketidak seimbangan dipole ( setiap atom dapat dibandang sebagai dipole). Sesuai dengan saint dan TM osilasi sebuah dipole (magnit) akan menghasilkan gelombang electro magnetik diantaranya cahaya.
7.Gelombang electro magnetik juga dapat dihasilkan dengan mengalirkan arus listrik pada sebuah lilitan conduktor. Lilitan yang dialiri electron akan mengasilkan medan magnit. Jika yang mengalir DC maka medan magnit itu tak berubah intensitasnya, sehingga tak menimbulkan gelombang electro magnetik, tetapi jika yang mengalir adalah AC, maka medan magnitnya juga berubah ubah. Frekweinsi medan magnit dan medan listri adalah sama,
8. Menurut TM dipole yang dalam keadaan keseimbangan prima tak akan memancarkan gelombang electro magnetik, hanya dipole yang dalam keadaan goyah (berosilasi) memungkinkan timbulnya gelombang electro magnetik.Ini sesuai dengan penjelasan saint.
9.Benar sekali: sesuatu yang masih dalam angan-angan, imaginasi, ilusi, bahkan fikiran termasuk dalam fenomena semu, baru setelah “diujudkan” menjadi sesuatu (something) barulah menjadi kenyataan.Kenyataan dapat terakses oleh indra atau peralatan fisik buatan/ hasil rekayasa manusia. 10.Fenomena semu dapat terakses lewat kemampuan supernatural, khusus untuk fenomena transien ( yang merupakan bagian fenomena semu) dapat diakses lewat kemampuan bawah sadar.
11.Dalam TM dibedakan antara Fenomena Jagad Cilik dan Jagad Gede. Fenomena Jagad Cilik dapat ditelusuri hubungan antara sebab dan akibat, disini dapat diterapkan hukum probabilitas, sedangkan fenomena Jagad Gede tak mungkin ditelusuri antara sebab dan akibat semua yang menjadi kehendak Nya dapat terjadi tanpa sebab yang dapat dimengerti oleh kemampuan manusia.

tough2slf
tough2slf wrote on Oct 26, ’09
Menurut hemat saya maka “segala sesuatu yang masih berada di-angan2 atau mimpi yang belum berbentuk” merupakan materi semu…tak bermasa”….kan ada yang namanya partikel cahaya…yang mempunyai kandungan materi…sekecil apapun…
Sama dengan dunia makro demikian pula di dunia mikro akan selalu ketemu dengan “atom” bila dicari asal usulnya dan demikian seterusnyaInteraksi apakah yang membentuk Atom….?

1) Atom bila dibelah akan ketemu energi & cahaya….induknya atom adalah “dark matter”…..segala sesuatu yang berada di lingkungan “dark matter” atau “alam semesta” sulit untuk tidak ada unsur matter

2) Semua yang ada di Alam Semesta adalah “Akibat” …..anda adalah akibat interaksi orang tua…pertemuan sel telur dan sperma…apakah asal usul anda adalah dari sisi bapak atau ibu saja…..jawabannya adalah tidak..maaf ada mahluk tertentu yang dapat berkembang biak secara individu…

Apakah demikian mudah untuk mencari asa usul manusia…adam & hawa juga merupakan hasil interaksi…?

Interaksi apakah yang membentuk MATTER atau Dark Matter….?

Jangan lupa bahwa adanya “Dualisme” yaitu ada Positip & Negatip atau ada Nyata & Semu atau IM & Yang

Yang saya perhatikan adalah bahwa dunia Timur cepat puas dan tidak melakukan penelitian lebih lanjut atas hasil yang dicapai…suka gde rumongso …he….he….hasilnya adalah “Klenik” ….

Dianjurkan pengolahan pikiran melalui metoda Thesis-Anti Thesis untuk menghasilan Thesis baru seperti yang dilakukan para saintis

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 24, ’09, edited on Oct 26, ’09
Ada perbedaan mendasar antara saint dan TM. Saint menganggap Universe hanya terisi materi yang bermassa sedangkan TM membedakan antara bagian yang telah terisi oleh materi yang bermasa maupun yang belum bermasa dan bagian yang hanya terisisi yang belum bermassa.. Contoh konkritnya adalah fenomena cahaya. Saint mengakui bahwa cahaya tak bermassa tetapi tetap tak mengakui adanya alam semu. Ini berakibat fatal karena Formula Einsten menjadi “diragukan validitasnya”, sebab terbukti berlawanan dengan kenyataan bahwa walau tak bermassa cahaya memiliki energi. Hasil interaksi antara matter dengan anti matter yang menghasilkan sesuatu yang tak bermassa juga perlu dipertanyakan sebab saint menyatakan universe hanya terisi matter. Apakah anti matter juga bermassa ini perlu dipertanyakan.
TM menginformasikan Universe terdiri dari Alam Semu yang belum terisi dengan materi yang bermassa , namun bukannya kosong melompong melainkan terisi body/energi yang belum bermassa dan Alam Nyata yang telah terisi materi yang bermassa.. Keduanya berada dalam lingkup Universe. Jika memang benar ada anti matter maka TM menginformasikan anti matter juga ada di Universe namun bukan di Sub Alam Fisika, Saint berusaha untuk menuju kesesuatu yang semakin lama semakin kecil, halus hingga………………..yang tak terjangkau oleh dimensi ruang saja (Ingat Saint membatasi sampai dengan dimensi 10 pangkat minus 15 m, hingga perlu “memperkenalkan” adanya dimensi ruang waktu yang dapat mengasilkan massa. TM menganggap waktu merupakan dimensi dasar dan merupakan urutan kejadian (sekwen) sedangkan massa dan ruang sangat erat kaitannya.
TM tak mengenal dimensi ruang waktu, melainkan koordinat ruang dan waktu, yang dapat mempertemukan dua individu massa. Massa membutuhkan ruangan sehingga setiap benda yang bermassa akan mendapatkan reaksi mekanistik jika memasuki ruang yang telah terisi oleh massa lainnya, sebaliknya yang belum bermassa tak akan mendapatkan reaksi mekanisktik.
Jika dua individu massa bertemu dalam koordinat ruang yang sama dalam waktu yang sama akan terjadi interaksi atau jika menuju satu titik dari arah yang berbeda akan terjadi berbenturan karena masing-masing membutuhkan ruang yang sama. Hal ini tak akan terjadi jika salah satu koordinatnya berbeda. Dua mobil akan bertabrakan jika bertemu pada titik koordinat ruang yang sama dari arah berbeda dalam waktu bersamaan. Lain halnya yang semu, yang belum memiliki massa dapat berada dalam ruang yang sama dalam waktu yang sama (contohnya cahaya). Inilah perbedaan antara yang semu dan yang nyata, antara yang bermassa dan belum bermassa. Jadi bukan hanya berdasar dimensi ruang (besar kecilnya individu/system)

tough2slf
tough2slf wrote on Oct 24, ’09
Seperti di dunia komputer maka 0 tidaklah sama dengan tiada…..tetap merupakan 1 byte…..berarti segala sesuatu yang ada di alam semesta bermasa..Sebelum mikroskop dikenal…ada anggapan bahwa ada kehidupan yang muncul tiba2 dari keadaan tiada..Anti matterpun merupakan matter

Masih banyak benda mikro dan makro di alam semesta yang belum kita kenal.

Katanya “ruang alam semesta”…..berarti alam semesta berada didalam ruangan yang lebih besar dari “tak terhingga” dan demikian seterusnya…..seperti anda berada dalam ruangan..ruang tersebut berada didalam gedung….gedung tersebut berada di suatu tempat di bumi….bumi berada didalam ruang alam semesta…cape deh…

Apa ada yang lebih besar dari “tak terhingga”…?

Apakah yang kita sebut sebagai matter sesungguhnya hanya sebuah “sebutan” atau “state of mind” saja…?

Seperti “sang waktu”….”surga & neraka”….”Tuhan”….anda boleh pakai mikroskop nuclear…Hubell …..tetap tak akan ketemu…

Bayangkan apabila pada suatu saat seseorang/machuk memperkenalkan diri pada anda dengan berucap perkenalkan saya adalah sang waktu …..??

ivan0narsis
ivan0narsis wrote on Oct 23, ’09
mencoba mengerti. tapiku tak bisa. mengapa… begini…?

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s