Lanjutan Blackhole (Fiksi Ilmiah)

Bab XVI. Formula Som Xiang.

Sesuai dengan janji Bob Gate, maka diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mewawancarai Profesor Xiang. Karena sebagian besar ahli fisika menganggap remeh gagasan ahli Metafisika itu, sedangkan bagi masyarakat menganggap fikiran Xiang tidak waras, maka yang hadir dalam pertemuan itu hanya sedikit. Diantara hadirin adalah Dotor Baron Brian,Rama Christiansen dan Young Kopernikus. Bob Gate langsung memberikan kesempatan kepada Xia untuk berbicara: “Percayakah you omongan Max Freud bahwa I sanggup membuat formula pra clearenergy yang dapat diterapkan dalam Fisika?” Tak seorangpun memberikan opini, kecuali Bob dan Young yang mengatakan percaya.

Xia menuding kearah dua orang itu sambil mengejek:”You ini sudah tersihir oleh omongan psicholog sesat itu.”

Hadirin:”Huuuu”

“Guru ini seorang pakar Metafisik, saya sangat tahu kemampuan guru.”

“Max itu memojokkan I. Andaikata I mampu membuat formula itu I tak sanggup mengaplikasikan, karena I hanyalah seorang teoritisian.”

“Saya akan mengaplikasikan.”

“You ini sombong sekali, belum tahu formulanya sudah mengatakan sanggup mengaplikasikan.”

“Itu kuajiban saya sebagai murid.”

” O ya,mengapa Max memojokkan anda?”

“Semua harus tahu, team Brain Ball itu dibentuk untuk melepaskan ketergantungan kedokteran dari kekuatan supernatural. Dia malah menyelewengkan dengan lapisan triloginya. Dia menggunakan Young untuk melakukan pengujian lapisan anti iblis itu. I menentangnya.”

“Saya rasa lapisan trilogi itu tidak kalah penting dari pembebasan kedokteran dari pengaruh supernatural.” rama Christiansen mengemukakan pendapatnya.

“Itu menyesatkan. Lapisan trilogi itu tak dapat diaplikasikan dalam kehidupan kita. Lebih baik kita kembangkan energi nuclear untuk melindungi manusia dari serangan makluk lain yang akan mengancam keselamatan manusia.”

Hadirim menginterupsi :”Doktor Brian, sanggupkah team anda membebaskan kedokteran dari ketergantungan terhadap kekuatan supernatural?”

“Itu sedang kami coba.”

Hadirin:”Kelihatannya anda ragu.”

“I yakin, pasti dapat. Sekarang sudah terbukti, dengan peralatan yang dibuat dengan fikiran yang lebih maju dan tehnologi mutakhir,team kami telah sanggup merangsang jaringan tubuh untuk tumbuh dan menata diri sebagai di Era Fisika.” kata Xia dengan penuh keyakinan.

Hadirin:” Itu sama saja, tergantung dari peralatan, tidak alamiah.”

“Jelas berbeda. Hasil kerjasama fisika dan metafisika itu nyata dan dapat diaplikasikan dengan clearenergy, sedangkan kekuatan supernatural itu hanya dapat dilakukan oleh tukang sihir dengan brightenergy.”

“Jangan berputar-putar guru. Berikan formula itu, saya akan aplikasikan.” desak Young.

“You ini bodoh sekali. Einstein sudah memberikan formula itu.Kita semua telah menikmati hasilnya. Tugas kita bukan untuk membuat lapisan trilogi, tugas kita bagaimana kita dapat memanfaatkan energi yang tersimpan dalam inti atom dengan membenturkannya satu dengan yang lain hingga pecah dalam reakti nuklir fisi. Kita juga dapat memperoleh energi dari menyatukan atom hidrogen menjadi atom helium dan memanfaatkan energi yang diperoleh lewat reaksi nuklir fusi.”

Hadirin: “Ou itu……….. kami semua sudah tahu. Itu formula Einstein, bukan formula anda”

” Formula itu sudah cukup, tinggal mengaplikasikan agar hasilnya lebih efisien dan aman. Tapi kalau you masih juga penasaran pada I punya Formula. Pecahkan dulu soal ini”

Xia menulis dan ditampilkan papan display: M tidak samadengan F dan bukan pecahan ; F+M = FM.

Acara belum ditutup,Xia meninggalkan ruangan tanpa mempedulikan orang-orang yang akan mengajukan pertanyaan. Hadirin menjadi gaduh karena tak puas dengan sikap Xiang. Bob Gate menenangkan mereka dengan mengatakan Young pasti dapat mengartikan formula itu.

Young berkilah:” Itu bukan formula, itu soal matematika, dua variable dengan dua persamaan, jadi Bob yang harus memecahkan.

Bob:”Jika itu soal matematika,aku harus dapat memecahkannya.”

“Coba, pecahkan sekarang juga!”

Bob Gate berfikir sejenak dan dengan cepat memberikan jawabannya: “Tak berhingga tidak sama dengan sembarang angka. Tak berhingga ditambah sembarang angka sama dengan tak berhingga. Tak berhingga dikalikan sembarang angka sama dengan tak berhingga. Karena tak berhingga sama dengan tak berhingga maka berarti tak berhingga ditambah sembarang angka sama dengan tak berhingga kali sembarang angka.”

Hadirin yang kritis serentak menyangkal:” Huuuuuuu itu konyol, perkalian kok sama dengan penjumlahan.”

“O,ya……   Kalau F=M itu mudah, 0+0 = 0x0 , 2+2= 2×2 .Kalau boleh pecahan itu  juga mudah jawabannya.”

“O,ya ? Pecahan berapa?”

“Satu setengah dan satu duapertiga, Satu seperempat dan  dua duapertiga”

“Masa hiya.”

“Coba hitung saja.”

“Syaratnya tidak sama dan bukan pecahan, jadi bukan itu yang dimaksud guru.”

“Bagaimana menurut kamu?”

“Karena guru ahli Metafisika yang dimaksud M adalah Metafisika, sedangkan yang dimaksud dengan F adalah Fisika, Metafisika tidak sama dengan Fisika dan bukan pecahan karena masing-masing merupakan disiplin ilmu pengetahuan sendiri.Jika Metafisika ditambah Fisika hasilnya Fisika Modern. F + M = F.M ”

“Itu bukan soal matematika, itu teka teki.”

” Kata guru teka-teki dapat mengasah otak dan emaginasi.”

” Coba kita tanyakan pada guru, kalau itu teka-teki, namanya melecehkan kita.”

Tanpa ditutup hadirin sudah bubar, pulang dengan sangat kecewa.

Sore harinya Young dan Bob ke Perguruan Olah Fikir menemui Xia untuk menyampaikan hasil pemecahan masing-masing.

Xia mengacungkan jempol pada Young, sebaliknya mengejek Bob yang bingung karena sering membuat yang nyata jadi maya, dan yang maya seperti nyata.

“Apakah tak berhingga itu termasuk bilangan matematika?” Tanya Xia.

“Benar.”

Kalau begitu dapat dibuktikan penambahan sama dengan perkalian. Itu bedanya Matematika dan Metafisika: Metafisika menjadikan yang semu menjadi kenyataan, misalnya perjalanan antariksa, sedangkan matematika menjadikan yang nyata menjadi semu., misalnya penambahan kok sama dengan perkalian.”

“Tetapi sudah terbukti matematika banyak sekali manfaatnya.” Bob Gate mempertahankan keunggulan disiplin ilmunya.

” Tanpa matematika orang tetap dapat berfikir, sebaliknya tanpa berfikir orang tak mungkin menyelesaikan soal matematika. Jadi berfikir harus lebih didahulukan dari sekedar penggunaan rumus-rumus matematika.”

“Sudahlah Bob kau tak akan menang debat lawan guru.”

“Xia itu ingin menang sendiri, debat kusir.”

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Fiksi Ilmiah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s