PARA LOGIKA (Tanya Jawab Teori Minimalis 10)

282.Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan paralogika? Kata-kata apa. yang ada kaitannya dengan kata tersebut, Dari mana anda dapat kan kata itu.
Jawaban: Saya tak tahu dari mana asalnya, tetapi saya gunakan dengan mengacu pada kata para dan logika. Para dalam istilah umum (bukan asli Indonesia seperti para hadirin, para pemuda yang artinya lebih dari satu atau banyak) berkonotasi hampir sama dengan, atau menyerupai: misalnya:
a. parabola  artinya menyerupai bagian dari bola tetapi agak terbuka sedikit hingga semakin lama semakin melebar dan tak pernah tersambung lagi, jika sangat terbuka disebut hyperbola.
b. paranormal: sedikit normal atau sedikit tidak normal atau hampir normal namun belum termasuk normal. Harus dibedakan dengan tidak normat alias sinthing.
c. paramedik: perawat, bukan dokter atau ahli pengobatan, namun tugasnya mirip dengan dokter.
d. paralayang: mirip dengan layang-layang, “terbang” tanpa menggunakan mesin tetapi menggunakan kekuatan angin. Harus dibedakan dengan terbang layang yang dapat menggunakan mesin.
e. para logika: mendekati logika  tetapi masih dapat menerima hal yang tak logis. Logika tak menerima hal yang tak logis, tetapi para logika memberikan tempat pada sesuatu yang tak logis, misalnya sesuatu yang gaib.
Sesuatu yang irrasional hanya dapat terakses oleh keyakinan, sesuatu yang rasional hanya terakses oleh fikiran/logika, sesuatu yang merupakan interaksi antara rational dan irrational hanya dapat terakses oleh paralogika atau logika bawah sadar.
Kondisi bawah sadar memungkinkan seseorang menerima hal-hal yang rasional maupun yang tak rasional, misalnya dalam keadaan tidur, pingsan, melamun, mabok, trance, meditasi, kesurupan dll.
Para logika erat kaitannya dengan Sub Alam Transien. Logika erat kaitannya dengan sub Alam Metafisika , bathin erat kaitannya dengan Sub Alam Gaib, Panca indra erat kaitannya dengan Sub Alam Fisika, sedangkan Sub Alam Biolog/biosfera dapat terakses berkat kerjasama antara: Pancaindra, logika, bathin dan para logika.

283.Pertanyaan: Seseorang yang dalam keadaan sadar tetapi dapat menyaksikan sesuatu yang irrasional, misalnya hantu, meramalkan sesuatu yang akan terjadi, termasuk para logika atau bukan?
Jawaban: Kemampuan manusia untuk mengakses fenomena transien itu menurut TM (dan dijelaskan dengan Matematika Minimalis berdasar Formula Supernatural Modern) sangat luas dibanding dengan kemampuan mengakses Sub Alam lainnya.
Para logika erat sekali hubungannya dengan Sub Alam Transien. Tingkat kesadaran manusia itu erat kaitannya dengan kesadaran logika dan kesadaran bathin. Jadi sebenarnya manusia memiliki kemampuan Super natural disamping natural.  Paralogika berada dalam wilayah supernatural karena menjelaskan masalah  Sub Alam Transien yang merupakan bagian dari Alam Semu. Paranormal memiliki kemampuan mengakses Sun Alam Semu (supernatural) dan Alam Nyata (natural).
Orang yang seperti anda maksudkan memiliki kemampuan overlap atau tumpang tindih hingga sanggup mengakses Sub Alam lainnya dalam kondisi sadar. Pada umumnya dalam kondisi sadar manusia hanya sanggup mengakses Sub Alam Fisika dan Sub Alam Biologi. Namun ada yang dalam keadaan sadar sanggup mengakses seluruh universe misalnya para nabi, ahli olah bathin dan olah fikir, paranormal, dan orang yang seperti anda sebutkan tsb. Kemampuan itu akibat overlap, tumpang tindih dan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, tidak sembarangan orang. Kemampuan itu dapat dinilai positip tetapi juga dapat dianggap negatip tergantung penerapannya dan orang lain yang menilainya.
Berbeda dengan standard khusus:
Orang yang memiliki kecerdasan tinggi bawaan atau dari belajar sanggup mengakses Sub Alam Metafisika, mereka adalah para cendekiawan olah fikir yang sanggup menterjemahkan Sub Alam Metafisik kedalan Sub Alam Fisik.Contohnya: orang-orang genius seperti Newton, Eintein,Hawking dan lain-lainnya yang ikut mengembangkan Fisika,Mathematika, kemudian diaplikasikan dalam bentuk Tehnologi dan kemudian menjadi  Rekayasa Genetika. Mereka biasanya monolistik dan “terbelunggu” dalam hukum mekanistik (termasuk mekaika quantum)  dan tak mempercayai hal yang irrational., lebih-lebih yang gaib.
Banyak paranormal yang dalam keadaan sadar sanggup mengakses Sub Alam Transien, bahkan dapat mengakses Sub Alam Gaib disamping mengakses Sub Alam Nyata.. Rangga Warsito dapat memprediksikan sesuatu yang akan terjadi. Mereka termasuk dalam golongan dualsitik dan memiliki kemampuan vitalistik (supernatural)) disamping mekanistik (natural). Mereka meyakini adanya Alam Semu disamping Alam Nyata.
Jika mau jujur binatang justru memiliki kemampuan paralogika yang masih alami hingga sanggup mendeteksi sesuatu fenomena transien dengan instinknya, bukan yang hanya terdeteksi lewat pancaindranya, namun mereka  tak memiliki kemampuan berfikir.
Adalah tak berlebihan jika manusia harus belajar kemampuan ini dari binatang agar manusia dapat memanfaatkan untuk memecahkan  masalah yang tak dapat terselesaikan lewat tehnologi, misalnya mendeteksi awal terjadinya bencana alam yang belum mungkin terdeteksi dengan peralatan tehnologi canggih.

284.Pertanyaan: Menurut anda suatu fenomena dikatakan valid jika E = -x + y dan jika E # – x + y dikatakan invalid, Bagaimana jika E > = x + y atau E < – x + y ?
Jawaban:  Yang saya “dapatkan” secara paralogis hanyalah FSM yang formulanya E = -x + y; formula ini saya manfaatkan untuk menjelaskan  TM.  Jadi TM hanya dapat menjelaskan fenomena valid, yaitu sesuatu yang mampu diakses oleh kemampuan manusia. Kenyataannya ada hal yang tak mungkin terakses oleh kemampuan manusia yang disebut invalid. Maka saya buat TM Plus yang formulanya z # -x + y yang dapat menjelaskan adanya soul yang membedakan body dan live body. Ini berdasar realita manusia sanggup membedakan makluk hidup dan bangkai atau fosil.
TM plus tetap dalam koridor  wewenang yang diberikan Tuhan YME kepada manusia karena tak mempersoalkan apa itu soul yang sepenuhnya menjadi rahasia yang hanya diketahui oleh Nya. TM plus hanya sanggup membedakan yang masih hidup  dan yang telah mati, tak mempersoalkan nyawa itu apa.
Saya sangat berterima kasih atas masukan anda yang menanyakan fenomena dimana E > -x + y dan E < – x + y yang terus terang hingga saat ini belum terpikirkan oleh saya.
Berulang kali saya katakan bahwa TM merupakann teori baru yang masih dalam pertumbuhan. Yang harus selalu diingat adalah TM bukanlah agama yang harus diyakini dan  diamalkan untuk mencapai kehidupan abadi. TM sekedar informasi, jika berfanfaat dipakai, jika tidak dimasukkan dalam keranjang sampah. Suatu teori akan bermanfaat jika disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tetap dapat digunakan untuk “menjelaskan” sesuatu.  Bedanya TM dengan Saint ialah: TM sekedar memberikan informasi termasuk inspirasi, jadi tak perlu bukti (yang harus membuktikan adalah Saint). Setiap saat TM dapat disempurnakan sehingga  selalu up to date.
“Soal”/ pertanyaan anda sangat bermanfaat dan akan saya jawab dengan teori TM plus “buatan” saya secara sadar (bukan berdasar fenomena paralogis).
Yang anda tanyakan sudah termasuk dalam fenomena invalid, karena lebih besar (>) dan lebih kecil (<) termasuk dalam wilayah tak sama (#).
Saya ganti bertanya: bagaimana kalau tanda itu lebih besar atau sama dan lebih kecil atau sama, apakah termasuk wilayah valid atau invalid?

285. Pertanyaan: Mengapa hantu,saitan, iblis, dan makluk halus takut pada cahaya? Bagaimana caranya agar kita tak takut pada hantu dan sejenisnya, apakah kita selalu berusaha mencari tempat terang dan membawa senter ditempat gelap?
Jawaban: Menurut TM  makluk halus sebagai yang anda sebutkan semuanya  termasuk dalam spirit yang merupakan hasil interaksi antara trans body dan soul. Mereka itu mirip dengan live bio body, bedanya spirit belum memiliki massa sehingga tidak memerlukan ruangan (nyata).
Virus flu burung  dan sejenisnya itu massanya sangat kecil, namun merupakan live bio body hingga memerlukan ruang dan bio energy. Itulah sebabnya virus jenis ini menyerang biobody untuk memperoleh bioenergy demi kelangsungan hidupnya. Spirit hanya membutuhkan trans energy sedangkan virus flu burung, flu babi dll memerlukan bio energy. Virus komputer merupakan trans body  hasil rekayasa manusia (atau akibat/ekses dari rekayasa manusia) sehingga membutuhkan clear energy  untuk menunjang aktivitasnya. (bandingkan mobil  dan kuda membutuhkan jenis energy yang berbeda, mobil butuh bahan bakar  bensin karena  tak punya nyawa sedangkan kuda butuh bahan makan rumput/tumbuh-tumbuhan karena punya nyawa).
Spirit juga terdiri dari berbagai jenis makluk hidup yang belum memiliki bio body sebagai halnya live bio body juga terdiri dari berbagai jenis. Paling tidak live bio body dapat dibedakan menjadi tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Bio body manusia berlainan dengan hewan atau tumbuh-tumbuhan, demikian juga live trans body atau spirit terdiri dari berbagai jenis misalnyai hantu berbeda dengan saitan, iblis dan lainnya.(Maaf saya meminjam istilah religi agar mudah anda mengerti).
Karakter atau soul yang ada dalam masing-masing jenis individu juga berbeda, ada yang mulia, baik, buruk, jahat dan sangat jahat.
Menurut TM Spirit tak takut pada trans energy (cahaya) sebab mereka justru sangat memerlukan untuk menunjang kehidupan dan aktivitasnya. Bio body manusia terdiri dari clear body dan trans body.  Trans body lah yang menyebabkan manusia dapat dipengaruhi  oleh spirirt karena keduanya memiliki kompoten trasn energy #0#0#0 valid  disamping itu manusia yang masih hidup juga “dihuni” oleh spirit., keduanya memerlukan trans energy  (spirit bebas maupun  spirit yang ada dalam biobosdy). Trans energy itu dapat berupa gelombang electro magnetik dari berbagai frekwensi, cahaya (symetrical trans wave) atau  asymmetrical transwave (diantaranya gelombang cosmic, gelombang bathin dan gelimbang fikiran.)
Kelebihan Spirit ialah dapat memanfaatkan biobody ( termasuk biobody manusia, sebagai mana user memanfaatkan komputer), itulah sebabnya saitan dan iblis dapat memasuki tubuh manusia sehingga perbuatan manusia menjadi sangat jahat. Sebaliknya spirit mulia juga dapat memasuki bio body manusia sehingga manusia menjadi sangat mulia.
Cahaya adalah symetrical trans energy yang sangat dibutuhkan oleh live bio body maupun spirit. Dalam kondisi remang-remang  hanya tersedia sedikit cayaha hingga terjadilah perebutan trans energi antara yang memerlukan sebagaimana dalam kehidupan nyata, jika kebutuhan melebihi persediaan maka akan terjadilah saling memperebutkan.
Manusia terdiri dari bio-body hingga  sanggup memanfaatkan bio energy ( bio body merupakan interaksi antara clear body dan trans body hingga dapat memanfaat clear energy dan trans energy).Spirit yang menghuni  biobody manusia  maupun yang bebas memerlukan trans energy saja. Spirit tak dapat memanfaatkan bio energy apa lagi clear energy. Itulah sebabnya spirit berusaha untuk dapat “memiliki” biobody agar dapat  memanfaatkan bioenergy dan clear energy.
Dalam keadaan remang-remang manusia masih tetap dapat memanfaatkan cadangan trans energy pembentuk bio energy , bahkan sanggup memanfaatkan  clear energy sedangkan spirit yang tak memiliki bio body tak sanggup bertahan tanpa trans energy, maka akan  semakin agresif  untuk mendapatkan dan menguasai bio body baik yang masih berpenghuni (hidup) atau yang telah tak berpenghuni (mayat) atau yang belum berpenghuni (zigote).  Jika mereka akan merebut bio body yang masih berpenghuni maka akan terjadilah perebutan bio body, inilah yang menyebabkan rasa kurang nyaman dalam bio body jika berada dalam kondisi remang-remang ditempat yang angker.
Dalam keadaan terang spirit bebas “merasa” tak terlalu membutuhkan bio body sebab tersedia trans energy melimpah.
Tak logis jika spirit takut cahaya sebab justru  mereka sangat memerlukan cahaya untuk melakukan aktivitasnya, yang benar manusia akan menjadi tak nyaman jika berada di ditempat remang-remang dan disekitarnya ada spirit bebas yang sedang “sekarat” untuk mendapatkan biobody agar dapat tetap hidup, disamping itu spirit yang ada dalam biobody juga butuh trans energy (cahaya).
Dalam kondisi trans energy cukup sebagian spirit tak begitu memerlukan bio body kecuali spirit tertentu yang sangat ingin mendapatkan bio body untuk  menjadikan dirinya  reincarnated body dan  juga spirit jahat yang ingin menyesatkan manusi (saitan dan iblis bergentayangan justru ditempat terang atau remang-remang, ditempat gelap gulita mereka justru tak berdaya dan mudah dikuasai oleh manusia.
Fenomena  gelap gulita ini dimanfaatkan oleh manusia untuk melakukan tapa pati geni untuk memperoleh kesaktian atau petunjuk dalam mencapai cita-citanya. Tempat maksiat umumnya remang-remang. Dalam keadaan terang mata manusia merupakan “pintu masuk” spirit jahat (saitan dan iblis).
Spirit umumnya  memilih bio body yang belum terisi spirit  lain  (zygote) sebab biobody yang masih kosong dan segar  ini masih memungkinkan dibentuk sesuai dengan keinginan spirititu. Lain halnya spirit jahat mereka masih tetap agresif dalam keadaan terang dan remang-remang, mereka tak peduli apakah menyusup dan menguasai zygote, mayat, atau manusia hidup.  Spirit jahat ini diantaranya adalah jenis hantu,setan dan iblis sebagai yang anda sebutkan (lainnya masih banyak sekali jenisnya).  Hantu sekedar usil dan menakuti/ menteror, setan membujuk sedangkan iblis membujuk dan menteror.
Sekedar catatan TM dan TM plus tak akan mengupas sesuatu diluar wilayahnya, misalnya apa itu soul, roh,hantu,setan iblis dsb secara rinci. Semua itu dalam TM digolongkan dalam Zeros (z) yang  cenderung irrational bahkan invalid, namun TM mengakui bahwa semua itu bukan isapan jempol. Keterangan ini sekedar informasi untuk menjawab pertanyaan anda.
Bagaimana menghindari hantu,saitan dan iblis?
Sebagai saya katakan spirit itu beraneka jenisnya, jadi dalam menghadapi mereka terlebih dulu harus kita kenali karakter mereka, kita ketahui kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing.
Agama: memberi bimbingan dalam menghadapi mereka, namun pada umumnya kurang rasional. Sebaliknya saint menisbikan keberadaan mereka. TM mengakui existensi spirit, namun berusaha menghadapinya secara rational.
Menurut TM: Dalam keadaan terang kita tak perlu takut pada hantu, namun tetap waspada terhadap setan dan iblis. Detempat remang-remang kita perlu mewaspadai keberadaan semua jenis spirit karena mereka akan sangat bernafsu untuk menyusup ke biobady  kita dengan segala cara. Ditempat gelap gulita kita harus bernyali tinggi sebab didalam diri kitapun ada spirit yang butuh trans energy.

286. Pertanyaan: Mungkinkah benda dihilangkan massanya? Jika yang hilang massanya itu makluk hidup apakah dia akan mati dan dapat dihidupkan lagi jika wadagnya dikembalikan keasalnya sebagi dalam fiksi startreck?
Jawaban: Menurut  Saint semua adalah sekedar materi yang terdiri dari quantum karena  Saint termasuk dalam faham monolistik. Saint menisbikan alam semu,  apalagi hal yang irrationil seperti soul atau keberadaan Tuhan YME. Benda dan makluk hidup dipandang sekedar terjadi dari quantum. Pelajari mekanika quantum! Dalam mekanika quantum tak pernah disinggung adanya soul dan conciousness (kesadaran akan keberadaan);  semua fenomena merupakan lingkar pergantian ujud materi dari yang sangat halus :quark, leptom, guon, inti atom, electron, atom, molekul,  gas, cair, padat dan yang memiliki kepadatan massa sangat tinggi sekelas Blackhole. Dilain fihak  Teori Relatifitas Einstein dengan  formulanya E=mc2 bahkan tak mempermasalahkan kondisi  saat m=0 yang menghasilkan E=0, dan bertentangan dengan kehadiran foton yang “tak bermassa namun memiliki energy” sebab telah “mempercayakan” fenomena microskopis ini  kepada mekanika quantum  sedangkan “tugas” teori relatifitas sekedar menjelaskan fenomena makroskopis.  Saint tak pernah mempermasalah adanya  Sub Alam hingga menganggap Sub Alam Fisika sebagai Universe.
Lain halnya Teori Minimalis yang menginformasikan adanya lima Sub Alam sehingga dapat menjelaskan berbagai masalah diluar materi, yang belum  dapat dijelaskan dengan mekanika quantum maupun teori relativitas, atau dinisbikan.
Pertanyaan anda tersebut harus saya jawab dengan terlebih dulu memperkenalkan berbagai disiplin   ilmu pengetahuan menurut  sudut pandang Teori Minimalis.
a. Agama lebih menfokuskan pada Sun Alam Gaib untuk  pencaipaian kebahagiaan kekal  di Alam Abadi yang tak berdimensi..
b. Metafisika mempelajari Sub Alam Metafisik yang mempelajari latar belakang keberadaan sesuatu. Metafisika  melatar belakangi ilmu fisika yang mengajarkan pemanfaat materi untuk kenikmatan duniawi. Akses Metafisika lewat mesin pencarai google, disitu dapat anda baca apa itu metafisika konvensional (harus dibedakan dengan metafisika minimalis.
c. Paralogika mempelajari Sub Alam Transien yang bertujuan pencapaian kehidupan berkesinambungan baik secara informatika (secara jenis) maupun reincarnasi (secara individual).Paralogika akan berkembang menjadi Spiritual Ilmiah (harus dibedakan dengan Spiritual Alamiah yang lahir sebelum agama)..
d.Fisika mempelajari Sub Alam Fisika yang menghasilkan tehnologi  yang bermanfaat untuk memberikan kenikmatan kehidupan duniawi yang dibatasi oleh dimensi waktu, massa dan ruang (nyata). Fisika melahirkan berbagai disiplin: misalnya kimia, mathematika,astronomi, tehnik informatika dll ilmu yang rasional.
e.Biologi: mempelajari Sub Alam Biologi yang mengklasifikasikan/ menssistematikan  berbagai live biobody. Biologi berkembang menjadi ilmu kedokteran, ilmu pertanian, psychologi, psychiatri, dll disuiplin ilmu pengatahuan mengenai bio body.
Dalam kenyataan semua ilmu saling menunjang dan “berbaur” hingga  melahirkan ilmu pengetahuan lainnya, misalnya ilmu sosial, ekonomi, budaya, piolitik dll. Ilmu ini akan berkembang ke Rekayasa Genetika.

Fiksi Startreck berlatar belakang ilmu pengetahuan (saint) jadi tak membedakan antara  clear body dan live clear body. Sebuah fiksi adalah sekedar angan-angan penulisnya, jadi belum tentu terjadi pada saat fiksi itu ditulis, namun mungkin saja terjadi setelah sekian tahun kemudian. Fiksi Ilmu Pengetahuan dapat mengilhami ilmu pengetahuan. Fiksi Black hole yang saya tulis berlatar belakang abad ke 30, sehingga sulit diterima/dimengerti generasi saat ini. Untuk menjelaskannya saya menggagas Teori Minimalis.
Jika dalam Startreck digambarkan bahwa materi (termasuk nyawa) dapat dipindahkan dari suatu tempat ketempat yang lain, pada fiksi Time Machine digambarkan materi dapat dipindahkan dari waktu-kewaktu sesudah dan sebelumnya. Dalam fiksi terminator dan worm hole (lobang cacing) yang dipindahkan juga materi berdasar teori relativitas yang meyatukan dimensi ruang dan waktu. Dalam  Fiksi Blackhole yang dipindahkan bukan materi melainkan concioness in unconcioness (kesadaran dalam ketidak sadaran). Ini sangat berbeda dengan fiksi lainnya pada saat ini.
Menurut TM Sub Alam Transien tak berdimensi massa dan belum dikuasai oleh ruang(nyata). Fiksi ini dapat mengilhami ilmu pengetahuan bahwa memindahkan spirit (makluk hidup yang belum bermassa) jauh “hemat energy”  dari pada memindahkan makluk atau benda yang bermassa. Fiksi ini dilatar belakangi oleh Revolusi Tehnologi Informatika saat ini, dimana manusia dapat berkomunikasi dengan manusia yang berada jauh dalam waktu sangat pendek dan energi sangat minim (kecil).
Jika kita mempelajari Agama dan budaya, banyak terjadi hal-hal yang irrational hingga mengilhami fiksi bathin/rohani  manusia, seperti perjalanan nabi yang memiliki kemampuan supernatural,  kisah seribu satu malam,  kisah mahabarata, ramayana,  dll yang berdasarkan kemampuan manusia mengakses Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika dan Sub ASlam Transien.
Memang tak gampang menjawab pertanyaan anda apakah massa dapat dihilangkan, dipindahkan lalu dikembalikan sebagai asalnya, belum lagi masalah orang mati dapat dihidupkan lagi. Jawaban saya terkesan melingkar dan mungkin tak memuaskan, namun itulah kenyataan “kemampuan manusia sangat terbatas” lebih banyak yang belum/tak kita ketahui dari  pada yang dapat kita ketahui.

287. Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan consciousness in unconsciounes? Apa hubungannya dengan paralogika?
Jawaban: Manusia dan live biobody lainnya terdiri dari biobody dan spirit. Keduanya memiliki unsur transien. Clearbody telah mencapai keseimbangan prima hingga bersifat netral/pasiif, sedangkan trans body belum mencapai kesimbangan prima sehingga bersihat aktif ( bandingkan matahari dan planit,)  Lampu dapat menyala karena diberikan energi dari luar, sedangkan kunang-kunang dapat berpijar karena kerja bio body kunang-kunang itu.Spirit terdiri dari trans body, Trans body walaupun aktif namun tak terkontrol secara efektif, matahari yang besar justru lebih cepat kehilangan trans energy karena pancaran energinya tak terkontrol.  Soul memiliki kemampuan untuk mengontrol trans body.
Dalam keadaan tak sadarkan diri (unconsious) spirit untuk sementara terpisah dari biobody hingga bebas kemana saja untuk mengarungi universe. Jadi yang tak sadar adalah biobody sedangkan spirit tetap sadar hingga sanggup merespon segala yang dialami selama “mengembara”. Selama ditinggalkan spirit bio body menjadi tak terkontrol sehingga perlu dikontrol oleh pertolongan dari luar, misalnya dokter dan kerja sumsum tulang belakang untuk menerima masukan dari luar. Sementara tak sadar biobody harus dicukupi segala kebutuhan bio energynya. Jika kekurangan bio energy bio body dapat rusak dan tak berfungsi lagi. Jika pada saat spirit akan memanfaatkan kembali biobody dan ternyata biobody sudah tak berfungsi lagi, spirit tak akan memanfaatkannya lagi dan mencari gantinya.Itulah fenomena kematian dari live bio body hingga tinggal sekedar bio body saja.
Komputer dapat digunakan sebagi model fenomena ini. Saat komputer tak dimanfaatkan oleh user maka harus dalam keadaan terawat, jika lama tak terpakai dan tak terawat  akan terjadi kerusakan , misalnya komponen electrolit capasitornya deformasi.
Kesimpulan: Spirit memiliki consciosness sangat tinggi dan latent hingga sanggup mengarungi universe yang tak mungkin dilakukan selama dia “terkurung” dalam bio body. Bio body memiliki consciousnes sangat terbatas, ambil contoh ekor cicak saat terputus dari bandan masih memiliki consiousness untuk membantu menyelamatkan bagian lain yang lebih penting, yaitu tubuh cicak lainnya yang masih dibutuhkan oleh spirit cicak.Conciousness bio body walau sangat terbatas dan sensitif terhadap lingkungan sangat bermanfaat bagi ilmu kedokteran, hingga dapat dimanfaatkan untuk mengganti organ tubuh yang rusak.
Consciousness in unconsciosness mengandung makna dalam keadaan tak sadar (fisik) sebenarnya manusia masih tetap sadar, maka lebih cocok dikatakan kondisi bawah sadar, yang tak sadar penuh adalah bio body sedangkan spiritnya tetap dalam keadaan sadar penuh. Itulah sebabnya mengapa mimpi dapat diingat kembali.
Paralogika mempelajari/menjelaskan fenomena transien, spirit adalah bagian dari Sub Alam Transien, jadi jelas erat sekali kaitannya. Fiksi Blackhole sangat sulit dimengerti sebelum pembaca memahami Teori Minimalis khususnya mengenai Sub Alam Transien. TM juga menginformasikan bahwa informasi termasuk fenomena transien, lain halnya tehnologi informasi  merupakan penggabungan antara tehnologi yang nyata dengan informasi yang semu, sebagai hasilnya manusia dapat memasduki Dunia Maya.

288. Pertanyaan: Apakah orang mabuk, orang gila  orang kesurupan termasuk dalam katagori consciousness in unconsciousness?
Jawaban: Fenomena itu merupakan kebalikannya: dapat dikatakan sebagai uncosciousness in consciousness, ketidak sadaran dalam keadaan sadar. Biobody dalam keadaan aktif (sadar) hingga dapat melakukan aktivitas sebagai live biobody, namun kehilangan control normatif. Biobodynya manusia tetapi spiritnya mungkin bukan  standard manusia. Dapat juga karena ketidak beresan biobody hingga spirit tak sanggup mengontrolnya.
Kondisi demikian dapat bersifat temporer atau permanen. Mabuk dan kesurupan dapat digolongkan temporer, sedangkan gila dapat permanen atau temporer. Karakter,watak yang dimanifestasikan dalam perbuatan biasanya bersifat permanen, misalnya jahil, jahat, perangai tak manusiawi hingga berlaku menyimpang dari norma manusia, bertindak bagaikan binatang bahkan iblis. Karakter sangat erat dengan spirit yang menggunakan biobody sebagai aktivitas user dalam memanfaatkan komputer.
289. Pertanyaan: Apakah itu consciousness. Apakah hanya manusia yang consciousness. Bagaimana akibatnya kehilangan consiousness apakah hanya menjadi unconsius saja lainnya?
Jawaban: Menurut TM semua ciptaan Tuhan YME dibekali dengan consciousness. Consciousness adalah kemampuan individu (suatu system) untuk menyadari keberadaannya dalam suatu lingkungan. Dalam keadaan conscious setiap body/individu sadar akan keberadaannya disuatu lingkungan hingga siap/waspada untuk mempertahankan keberadaannya dan memanfaatkan yang tersedia disekitarnya. Hilangnya consciusness menyebabkan suatu system/individu “terlena” hingga mudah dikuasai dan dimanfaatkan oleh individu/system lainnya atau “hancur dengan sendirinya” berbaur menjadi bagian dari system lain atau “terkubur” dalam lingkungannya.
Suatu body akan stabil atau dalam kondisi conscious jika memiliki fackor (nilai tetap suatu variable) bulat dan pecahan, jika kehilangan pecahan maka body tersebut akan menjadi tak stabil atau unconscious hingga mudah pecah atau dimanfaatkan oleh body lain.
Contoh : Seekor kelinci dalam keadaan sadar akan lari dan menyembunykan diri jika melihat seekor harimau agar dirinya tetap exist, jika dia kehilangan kesadaran maka dengan mudah akan menjadi mangsa harimau. Sebuah benda jika kehilangan internal energynya akan mudah pecah menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana dan energy yang dapat dimanfaatkan oleh benda lain.
Tingkat kesadaran tiap individu berbeda, ada yang latent (misalnya spirit). Spirit tak mungkin “dihancurkan” oleh spirit lain atau lingkungannya, namun spirit dapat terurai menjadi trans body dan soul  hanya atas kehendak Tuhan YME. Live biobody sangat rentan terhadap lingkungan (suhu,tekanan), karena mudah “terlena” hingga mudah  dikuasai oleh individu lain dan  lingkungan; biobody juga rentan terhadap dimensi waktu, ruang dan massa. Kerentanan ini disebabkan oleh komponen biobodynya sedangkan spirit tetap laten. Sebagian dari biobody dapat lebih tahan terhadap waktu, misalnya fosil, rambut, tulang dibanding dengan daging darah  dan  organ sensetive lainnya.(otak). Hal ini disebabkan karena biobody terdiri dari sel yang terbentuk dari clear body dan trans body. Tingkat kesadaran akan keberadaannya (consciousness) clear body lebih kuat dari transbody.Karakter inilah yang menyebabkan clear body tak mungkin dikuasai oleh soul, sebaliknya trans body sangat mudah berinteraksi atau dikuasai oleh soul.
Benda yang memilki internal energy besar  memiliki tingkat kesadaran keberadaannya sangat tinggi dan kontinu  karena tak mengenasl bioritmis. Setiap live biobody diatur oleh biortimik hingga setiap saat mengalami kondisi unconscious (misalnya tidur), benda tak perna tertidur.
Biobody lebih parah dari live biobody karena tak ada yang mengontrolnya (karena tak dihuni oleh spirit.
Kesimpulan: Semua ciptaan Tuhan YME dibekali consciousness, kehilangan consiousness akibatnya sangat banyak hingga sangat merugikan suatu individu. Spirit memiliki conscioueness latent hingga dinamakan vitalistik (tak mungkin dihancurkan kecuali atas kehendak Nya), sedangkan benda memiliki consciouness kuat namun rapuh atau mekanistik (membutuhkan clear energy besar untuk menghancurkannya atau menyatukan, baik dari luar atau dalam system/individu benda. Semakin tinggi quantanya semakin besar energy untuk bertahan atau menghancurkan. Benda sepenuhnya mematuhi hukum fisika sedangkan spirit mematuhi hukum paralogika, kecuali existentinya sepenuhnya berada ditangan Nya.

290: Pertamyaan: Apakah itu Hukum Paralogika? Apa manfaatnya?
Jawaban: Semua pasti mengenal fisika, karena fisika menjadi dasar saint diasamping mathematika. Hukum fisika saat ini terdiri dari mekanika kwantum dan teori relativitas. Saint menghasilkan tehnologi yang dapat memberikan kenikmatan hidup sesaat,tanpa peduli atas hidup kekal atau hidup berkesinambunga.
Anda pasti masih asing dengan kata paralogika sebab paralogika memang kata baru dalam Teori Minimalis. Paralogika berkaitan dengan Sub Alam Transien, hingga tak ada kaitannya dengan Saint.
Hukum paralogika menjelaskan fenomena Sub Alam Transien, sebagaimana halnya hukum fisika menjelaskan Sub Alam Fisika. Mathematika Minimalis menunjang hukum paralogika sebagai halnya Mathematika mendukum Fisika.
Hukum paralogika diantaranya menyatakan bahwa Sub Alam Transien tak mengenal dimensi massa dan ruang nyata namun tetap patuh pada dimensi waktu.Formula dasar dari hukum paralogika ialah  Formula Supernatural Modern: E = – x + y.  Formula ini dijelaskan dengan Mathematika Minimalis.
Jika dalam Sub Alam Fisika dikenal gelombang electro magnetik  (termasuk cahaya) yang kecepatan maksimumnya  c, maka di Sub Alam Transien diperkenalkan adanya
asymetrical transwave yang kecepatannya melebihi c. Gelombang electro magnetik sebenarnya termasuk fenomena transien, namun dapat menimbulkan foton karena memiliki titik keseimbangan prima saat komponen medan listriknya persis sama dengan komponen medan. magnitnya. Oleh karena itu gelombang ini disebut  juga sebagai symetrical traswave.

Saat ini belum terasa manfaat dari Sub Alam Transien karena Saint hanya mengakui adanya materi hingga menganut faham monolistik. Sebenarnya sudah terbukti bahwa disamping materi yang bermassa ada “sesuatu” yang tak bermassa, misalnya cahaya dan foton. Fisika berusaha menggabungkan mekanika kwantum dan teori relatifitas yang diharapkan dapat mengungkapkan rahasia universe (versi Saint yang dalam TM dianggap sekedar Sub Alam Fisika).
Paralogika menganut faham dualistik, disamping Alam Nyata  juga mengakui adanya Alam Semu, sedangkan  Saint. tak mengakui adanya Sub Alam Semu. Paralogika membatasi diri dalam Sub Alam Transien,  sebab Sub Alam Gaib  dan Alam Abadi sudah dijelaskan oleh Agama, Sedangkan Sub Alam Metafisika telah dikembangkan oleh Fisika dan Mathematika  menjadi Sub Alam Fisika yang menghasilkan Saint.
Saint tak pernah mempermasalahkan soul karena soul dianggap bagian dari mekanisme  fisika. Saint menganut faham monolistik dan sanggup menghasilkan tehnologi.
TM hanya menjelaskan masalah energi,body dan wave,  dalam lingkup Universe, jadi tak mempernasalahkan apa itu soul. TM plus mengakui adanya soul berdasar perbedaan live bio body dan biobody, jadi soul bukan merupakan bagian dari body,energy atau wave. Soul merupakan rahasia Tuhan dan sepenuhnya “diatur oleh” nya.
Menurut TM plus soul dapat langsung berinteraksi dengan bio body menjadi live bio body, dalam Sub Alam Biologi atau biosfera, menjadi Whitebanc body,  atau berinteraksi dengan trans body menjadi live trans body atau spirit dalam Sub Alam Transien. Jadi baik spirit atau whiteblank body bukan sekedar hasil mekanisme Fisika atau serkedar interaksi antra bright body dan dark body yang dinyatakan oleh TM, melainkan memiliki unsur lain yang sangat penting ( vital) dalam terjadinya kehidupan, maka TM plus disamping menganut faham dualistik juga menganuk faham vitalistik. Paralogika  dalam TM plus menganut faham dualistik,  sekaligus juga vitalistik dalam menjelaskan spirit yang merupakan penghuni Sub Alam Transien maupun Biosfera. Lain halnya informasi dan cahaya yang hanya merupakan trans body, walaupun dualistik tetapi bukan vitalistik dan dijelaskan oleh TM.
Suatu saat jika manusia telah sanggup mendeteksi spirit, maka Hukum paralogika akan menjadi sangat penting untuk melengkapi hukum fisika. Ilmunya bukan lagi sekedar Saint melainkan Scientific Spiritual (ScS = EsceEs= baca Esci:s), dalam bahasa Indonesianya disebut  Spiritual Ilmiah (Spil).
Manfaat Spil diantaranya memungkinkan manusia  sanggup melanglang keseluruh universe tak menggunaakan kendaraan bermassa yang memerlukan banyak energi melainkan melakukan perjalan spiritual tanpa kendaraan atau menggunakan kendaraan tak berbobot sebagai halnya yang dilakukan oleh para nabi dan orang-orang sakti masa lalu. Kendaraan tak berbobot itu diilhami oleh Cispin (CSPN=ceespeen), seperti dalam fiksi Blackhole. Ceritera ini berlatar belakang abad ke 30, namun mungkin saja datangnya lebih cepat dari yang diprediksikan oleh fiksi controversial itu.
Manfaat paralogika ialah untuk menjelaskan kehidupan yang berkesinambungan baik secara jenis akibat adanya sistem informasi atau secara individu karena adanya spirit yang laten.
Manfaat dari Spil dalam bidang informasi dan telekomunikasi dengan memanfaatkan asymetrical trans wave akan jauh lebih cepat dari pada menggunakan symetrical transwave.
Diharapkan dengan penguasaan Spil atau ScS manusia tak tertinggal dari makluk cerdas lainnya yang jelas ada di universe.
Pesan saya: Aja gumunan lan gampang percaya ning ya aja gampang maido lan nggeguyu barang sing ora lucu. Jangan mudah  terheran dan lekas mempercayai suatu gagasan baru yang aneh (sinthing), namun jangan mentertawakannya,  sebab kita dapat ikut menjadi sinthing.

291. Pertanyaan: Semakin lama saya semakin tertarik pada Teori Minimalis sebab dapat menambah wawasan pengetahuan saya, namun menurut saya teori ini belum tersusun secara systematik hingga sulit untuk diruntut, terkesan amburadul dan menimbulkan kerancuan dengan saint dan religi. Dapatkah anda menjelaskan disiplin ilmu pengetahuan atau religi yang dianut TM atau  dimanakah posisi TM dalam Saint atau religi?
Jawaban: TM bukan Saint maupun religi, posisi TM adalah bagian dari System Informatika. Saat ini Informatika seakan menjadi bagian dari Saint, namun sebenarnya Informatika datang/lahir lebih awal dari Saint, sebaliknya TM memang baru saja lahir, anehnya justru TM
memposisikan diri sebagai “juru bicara” informatika.
Harus dibedakan antara Tehnologi Informatika, Informatika Tehnologi, Tehnologi dan Informatika,  dll. TM berusaha menjelaskan sesuai dengan Rasa Bahasa.
a.Tehnologi Informatika adalah tehnologi yang bermanfaat untuk menunjang System Informatika.
b. Informatika Tehnologi ialah Penjelasan tentang tehnologi, diantaranya adalah Saint.
c. Tehnologi dan Informatika atau Informatika dan Tehnologi: dua disiplin ilmu pengetahuan yang saling menunjang:
Tehnologi mempelajari pemanfaatan materi untuk kenikmatan kehidupan duniawi.
Informatika merupakan penghubung antar ruang dan antar waktu hingga secara jenis manusia dapat hidup berkesinambungan antar generasi dan antar ruang/lokasi. (Harus dibedakan dengan spirit yang menyebabkan hidup manusia secara individual berkesinambungan).
Menurut TM informatika termasuk dalam Sub Alam Transien yang merupakan bagian dari Alam Semu (Supernatural), sedangkan Tehnologi termasuk dalam Sub Alam Fisika bagian dari  Alam Nyata  ( Natural).
Benar kata anda bahwa TM belum/tidak  tersusun secara runtut dan sistematis sehingga terkesan amburadul. Hal ini disebabkan karena TM masih terlalu muda dan dalam tarap pertumbuhan, hal yang lain Informatika bersifat temporer, suatu saat muncul karena  dibutuhkan suatu saat masuk kekeranjang sampah karena sedang tak dibutuhkan. TM tak mungkin dibakukan seperti agama maupun saint. Itulah sebabnya saya sajikan TM secara tanyajawab atau dialog, bukan secara sistematik.
Namun saya memang berniat membuat TM tersusun secara sistematik tanpa mengurangi kebebasan untuk terus berkembang dan berubah setiap saat. Agar tak terjadi kerancuan maka saya bedakan antara TM dengan TM plus, juga tiap kali dibedakan menurut versinya sehingga ada TM versi 1, TM versi 2, TM versi 3…… dan seterusnya yang masing-masing belum tentu sama. Saya bahkan memberikan kesempatan kepada siapapun untuk membuat membuat TM menjadi runtut, sepanjang tak bertentangan dengan gagasan saya dan tak menyimpang dari  tujuan utamanya ” Mengagungkan Tuhan YME”.
Agar dapat dipertanggung jawabkan harus disebut siapa yang menyusunnya, hingga mungkin saja ada TM  Suta v.1,  TM  Naya v.2 dll.  Dalam bahasa Inggris Suta’s Minimalism Theory v1, Naya’s MT v2.
Jika anda berminat anda boleh menyusun   Naya’ s MT v1 berdasar TM v1.  dimana Naya di ganti dengan nama anda. Sekali lagi TM bukanlah Saint yang harus memenuhi suatu standard Saint, atau agama yang harus menurut buku suci tertentu. Saya justru akan berterimakasih kepada siapapun yang ikut mengembangkan TM, namun tanggung jawab bukan pada saya, melainkan kepada si penyusun/penulisnya.

292. Pertanyaan: Mengapa kendaraan tak bermassa dalam fiksi Blackhole itu disebut CSPN merupakan singkatan dari Capsule Sub Pra Nanural bukan  dinamakan Capsule Supernatural? Apa bedanya Sub Pra Natural dengan Supernatural?
Jawaban: Fenomena  Supernatural artinya fenomena melebihi  fenomena  beyon natural, erat hubungannnya dengan Alam Semu, jadi terdiri dari interaksi antara Sub  Alam Gaib, Sub Alam Metafisika dan Sub Alam Transien.
Fenomena Pra Natural artinya  fenomena sebelum fenomena natural jadi hanya terdiri dari Sub Alam Transien, Fenomena Sub Pra Natural  dapat  terakses oleh kemampuan paralogika. Alam Semu hanya dapat terakses oleh kemampuan Supernatural.
CSPN itu adalah kendaraan di Sub Alam Tansien, bukan di seluruh Alam Semu. CSPN tak sanggup memasuki Sub Alam Gaib maupun Sub Alam Fikiran. Kecepatan CSPN melebih kecepatan cahaya namun masih berhingga, dibawah kecepatan Wahyu (Nur) dan Gelombang Fikiran.
CSPN terdiri dari  lapisan bright energy, dark energy dan pra clear energy dan memenuhi Formula Supernnatural Moderndimana (atau valid), namun  ada bagian yang hampir bermassa, yaitu unsur pra clear energy sejenis cahaya , namun belum  menimbulkan foton hingga kecepatannya dapat melebihii c.

293. Pertanyaan: Omong kosong jika teori keranjangsampah ada manfaatnya, apalagi dapat mengagungkan Tuhan YME, sebab teori ini sekedar angan-angan, tak bermanfaat untuk menjadikan kehidupan menjadi nikmat dan tak memberikan petunjuk bagaimana mencapai kebahagiaan abadi/
Jawaban: Terima kasih atas “pukulan telak anda”. Saya tak akan menjawab, sebab anda tak bertanya melainkan memberi opini. Saya sekedar memberi penjelasan:
1. Selama ini keranjang sampah dianggap tak ada manfaatnya, namun tanpa keranjang sampah dunia ini akan sangat berantakan, karena sudah terbukti manusia menghasilkaan sampah terbanyak, akibatnya manusia akan menjadi bagian dari sampah, hidu0p tak akan nyaman.
2. Jika setiap saat apa yang tak terpakai/sedang tak dibutuhkan segera dimusnahkan, maka dapat terjadi missing ling, ketidak sambungan dalam kehidupan didunia.  Ambil contoh: jika situs (peninggalan purba) dimusnahkan maka generasi yang datang kemudian akan kehilangan informasi masa lalu yang berakibat terputusnya mata rantai peradaban manusia.Belum lagi jika ilmu pengetahuan dan teori yang sedang tak dibutuhkan segera dimusnahkan,  ibaratnya kita cabuti tonggak yang dapat memberikan petunjuk sampai dimana perjalanan hidup manusia, ini dapat menyebabkan kita kemabali kearah semula tanpa disadari.
3. Dalam keranjang sampah dapat kita temukan berbagai “benda” dan informasi yang tak mungkin kita temukan ditempat terhormat dan di “muliakan”. Dalam keranjang sampah kita dapat menemukan sesuatu untuk pembanding dengan yang sedang berlaku atau memberikan inspirasi untuk menemukan yang benar-benar baru, atau menggunakan sesuatu yang sudah terbuang untuk disempurnakan.
4. Saya tulis wsanjak gombal yang diilhami oleh Pujangga Besar Rabindranat Tagore, begini bunyinya :
Junjunganku,
Kau  hadir bukan hanya di tempat “suci” dan mulia, namun juga di temat “kotor”,
saat petani berkubang dalam lumpur, kuli berlumurkan keringat yang…….. dan disegenap Alam Semesta.
Beginilah masing-masing mengagungkan Nya.
Manusia  dibekali dengan sadar bathin dan sadar fikir.
Pancaindra sekedar jendela, bathin dan fikir adalah pintu penghubung,
menghubungkan yang nyata dan semu,
dalam alam semu manusia berolah bathin dan fikir,
dialam nyata manusia berkarya.

dikau boleh menghina siapa saja dan memaksakan kehendakmu,
itu berarti……… dikau menghina Nya.
daku  boleh memanfaatkan perbedaan untuk saling menghormati
itu berarti daku mengagungkan Nya.

Dari sanjak  itu jelas saya merasa berhak mengagungkan Nya dengan cara saya yang mungkin dianggap orang lain sia-sia.
Dalam teori TM saya memberikan informasi bahwa Alam Semesta bukan sekedar Dunia yang terjadi dari materi saja, melainkan terjadi dari  dua alam.. Di Alam Nyata berlaku hukum fisika (mekanistik) dan  di Alam Semu hukum Fisika tak berlaku, karena di alam semu hanya berlaku dimensi waktu, belum mengenal dimensi massa dan ruang.
Saat ini manusia terbelenggu dalam materialisme, sehingga menjurus kepada atheisme         (menisbikan keberadaan dan keagungan Tuhan YME). Sudah terbukti semakin lama saint semakin mendominasi kehidupan manusia karena dapat membuktikan manfaatnya untuk memberikan kenikmatan duniawi tanpa peduli adanya kehidupan abadi dan kehidupan berkesinambungan.
TM tak memberikan bimbingan untuk menjapai kehidupan abadi karena itu sudah diberikan oleh agama. TM tak memberikan solusi untuk mendapatkan kenikmatan duniawi karena itu telah dicapai lewat saint lewat tehnologi.
Lalu apa “tujuan” TM? Sudah jelas: mengagungkan Tuhan YME lewat informasi tentang keseimbangan jalan yang rasional, irrational dan realistik. Manusia memiliki kemampuan Supernatural  lewat kemampuan meyakini (bathin), berfikir (logika)  dan berangan-angan/ berobsessi (para logika). Manusia juga memiliki pancaindra untuk mengakses Alam Nyata (fenomena natural).
Karena menurut saya yang belum dipelajari manusia secara sungguh-sungguh adalah Sub Alam Transien yang keberadaannya jelas tak bertentangan dengan agama maupun saint. Agar tak terjadi tumpang tindih maka TM memanfaatkan hukum paralogika lewat kemampuan paralogis (berangan angan) untuk menguak/mempelajari Sub Alam Transien.
TM menjelaskan bahwa Sub Alam Transien justru merupakan bagian terbesar/terluas yang dapat terakses oleh kemampuan manusia dibanding Sub Alam Gaibm ( lewat keyakinan/bathin ), Sub Alam Metafisika ( lewat kemampuan berfikir ), Sub Alam Fisika ( lewat pancaindra ) dan Sub Alam  Biolog ( lewat seluruh kemampuan manusia, termasuk paralogika ). Ini dijelaskan dengan Matematika Minimalis.
Saya akui TM belum “bermanfaat” untuk saat ini, namun memiliki hak yang sama untuk tetap hidup diantara agama, karena tak bertentangan dengan agama ( misalnya dengan diyakini adanya alam pangrantunan/alam barsah ) dan  juga tak bertentangan dengan saint, karena saintpun mulai merambah ke fenomena  yang tak bermassa dan tidak memerlukan ruang ( mislnya cahaya ).
Saya akan bertanya kepada anda, tetapi saya akan menjawabnya  sendiri menurut TM:
Apakah perbedaan antara angan-angan dan cita-cita?
Menurut TM ada alam nyata dan alam semu yang masing-masing memiliki norma yang berbeda.
a..Angan-angan adalah fenomena alam semu hingga dapat irrationil, rationil dan kombinasi dari rationil dan irrationil, namun tak mungkin atau kemungkinan untuk diujudkan dalam bentuk nyata/rieel probabilitasnya sangat rendah.
Agama cenderung irratinal tetapi apa yang terdapat dalam kitab suci bukanlah omong kosong, karena jelas memberi bimbingan untuk mencapai kebahagiaan abadi.TM justru menganggapagama termasuk dalam cita-cita untuk mencapai kebahagiaan abadi.
Saint sepenuhnya rationil hingga tak memberikan tempat pada hal yang irrational.
Paralogika memberikan tempat pada yang rational dan irrational  namun juga bukan omong kosong karena  merupakan kenyataan, coba saja kita baca buku atau kita telaah kejadian disekitar kita. Paralogika hingga saat ini masih terabaikan tak diulas secara khusus oleh agama maupun saint. Psychologi jika mau jujur telah merambah penggunaan paralogika, namun masih dibatasi oleh konsep monolistik karena “jiwa” (harus dibedakan dengan soul atau spirit) dipandang sekedar bagian dari fenomena Sub Alam Fisika. Dunia Maya juga telah merambah alam semu dengan memanfaatkan tehnologi. Saat ini angan-angan manusia, bukan cita, dapat disaksikan lewat dunia maya. Kenyataannya: sangat bermanfaat bagi kenikmatan hidup duniawi.
b. Cita-cita: adalah fenomena sub alam nyata sehingga harus rasional. Cita-cita yang irrational tiada bedanya dengan sekedar angan-angan. Dalam TM agama dipandang sebagai cita-cita, bukan sekedar angan-angan, targetnya kebahagiaan abadi. Cita-cita akan menjadi kenyataan jika setiap saat diupayakan untuk mewujudkan. Citacita harus diperjuangkan, bukan sekedar diharapkan utnuk jatuh dari langit. Cita-cita yang tak diperjuangkan tiada ubahnya sekedar angan-angan.
c.Obsessi:  angan-angan yang berusaha untuk diujudkan. Sebelum dapat terbang manusia telah berobsessi untuk dapat terbang. Menurut TM urutannya adalah : angan-angan memberikan inspirasi, cita-cita untuk dicapai dengan suatu usaha dan obsessi kemauan untuk mencapai/mewujudkan angan-angan maupun cita-cita.
TM secara rinci membedakan alam semu dan alam nyata yang selama ini rancu.

294.Pertanyaan: Saya ikut bangga ada anak bangsa ini yang berani membuat teori yang sangat murni, artinya benar-benar baru dan tak ikut-ikutan dengan teori yang telah ada. buatan bangsa lain, bahkan berani menyangkal teori lama. Saya sangat tertarik dengan
paralogika yang dapat dimanfaatkan untuk menguak rahasia Sub Alam Transien. Dapatkah anda menjelaskan bagaimana kisahnya  hingga anda sangat yakin bahwa sub alam transien itu benar-benar ada dan bagaimana keadaan alam transien.Apa bedanya dan apa persamaannya dengan alam nyata.

Jawaban: Terima kasih atas pujian anda semoga saya tak menjadi takabur atau justru “mati” sebagai aksara Jawa jika “dipangku”.
TM sebenarnya bukan teori murni, melainkan teorikeranjangsampah yang diperoleh dari mengkorek sesuatu yang telah lama terbuang di keranjangsampah untuk dicari yang ternyata masih dapat dimanfaatkan dengan “disesuaikan” dengan kebutuhan saat ini atau hari kemudian. Sebaliknya jika ternyata tak bermanfaat silakan membuang/mengembalikan  ke keranjangsampah.
Sejak dulu manusia telah mengenal  adanya fenomena gaib, dan fenomena  nyata, bahkan telah dinyatakan dalam kitab suci dari berbagai agama dan  dipelajari  dalam berbagai ilmu pengetahuan.
Menurut pendapat saya  agama dan sait sama-sama pentingnya namun dalam kenyataan sering dicampur adukkan atau sebaliknya sangat dipertentangkan. Ada yang berpandangan bahwa saint dan agama bagaikan sekeping mata uang yang jika dilihat sisi  A maka sisi B tak mungkin terlihat. Ada yang berpandangan saint adalah bagian dari agama, atau sebaliknya. Menurut saya keduanya saling berdampingan dan saling  melengkapi: Agama memberikan bimbingan untuk mencapai kehidupan/kebahagiaan abadi sedangkan saint memberikan kenikmatan dalam kehidupan sesaat.
Dalam kenyataan ada manusia yang hidup nikmat dan  ada yang hidup sengsara, namun setiap orang ingin menikmati kebahagiaan  bahkan  jika mungkin kebahagiaan itu abadi. Hidup didunia dibatasi oleh umur, dimulai dari kelahiran dan diakhiri oleh kematian. Setiap orang takut pada kematian, bukan  hanya yang menikmati kenikmatan hidup saja yang takut kehilangan kenikmatannya, melainkan yang sengsara juga takut mati. Mengapa? Tuhan YME membekali  kesadaran pada setiap ciptaan Nya untuk tetap ada  dan mempertahankan keberadannya terhadap “gempuran” lingkungan. Manusia juga tak tahu apa yang terjadi setelah kematian. Saint beranggapan kematian sekedar proses mekanistik, sedangkan agama/keyakinan meyakini adanya kehidupan abadi dan membimbing untuk memasuki kebahagiaan abadi. Namun  Agama tak hanya menjanjikan kebahagiaan abadi melainkan juga  menyediakan kesengsaraan yang lebih mengerikan dari yang dapat disaksikan dalam hidup ini. Tak seorangpun tahu dimana mereka akan sampai pada tujuan terakhir itu.

Inilah latar belakang hingga saya sangat menyakini adanya Sub Alam Transien:
Sejak kecil saya tak dapat menerima “dogma” yang menyatakan hidup ini hanya sekali seperti yang dituntunkan oleh agama Yahudi, Kristen maupun Yahudi. Dogma itu menurut saya bertentangan dengan keyakinan saya tentang keagungan Tuhan YME yang sangat adil dan bijaksana. Kenyataan dalam hidup ada orang menderita dan ada yang  bahagia, ada yang hidup nikmat dan hidup teraniaya, bukan hanya sekedar kaya dan miskin materi, tetapi juga yang bukan materi. Agama menjajikan kebahagiaan abadi disamping siksaan tiada tara, saint menganggap semuanya itu kebohongan belaka.Saya menjadi  bingung dan berusaha mencari apakah ada kehidupan lain yang tidak final, hingga masih memungkinkan memperbaiki kesalahan dalam hidup ini.

Inilah pengalaman hidup saya yang bagaikan aliran sungai dari gunung menuju kelembah:
Sangat sulit dimengerti, namun ini benar saya alami: Saya “dijodohkan ” oleh teman-teman sekelas di SD Netral Yogya dengan Endang, berkat rekayasa Widodo  karena saya lebih mengagumi gadis cerdas ketimbang gadis cantik. (Widodo kini menjadi rohaniawan Katholik).
Antara saya dan Endang bagaikan bumi dan langit dalam hal status  sosial, ekonomi, hoby, interest dll. Silakan baca stph (sedikit tentang pengalaman hidupku). Ayahnya, rama Wirjo Atmodjo dan istri kakak tertua saya (Ny Ibnoe Soejachman PA) berusaha keras untuk memisahkan kami, tetapi cinta kami memang “gaib” sehingga pada akhirnya kami dapat menikah dan menjadi suami isteri.
Ayah mertua saya,bapak Wirjo Atmodjo adalah seorang sesepuh Perhimpunan Theosofie Indonesia. Kami tinggal digarage milik perkumpulan ini yang gedung induknya, Loge Dharma Yogya, digunakan untuk kegiatan saresehan warga Theosofi. Saya tak menjadi anggota perkumpulan itu, tetapi saya bergaul dengan mereka hingga saya tahu apa itu Theosofi.
Theosofi adalah persahatan dan persaudaraan antar berbagai umat ber keyakinan dan ber agama tanpa meninggalkan keyakinan dan agama masing-masing. Yang sangat menarik bagi saya ialah: Theosofi ternyata dapat memberikan jawaban pada saya  apa yang selama ini saya cari. Dalam Theosofi dikenal azas: Sangkan paraning dumadi, Reincarnasi dan hukum Kharma. Inilah yang menjadikan saya semakin meyakini habwa Tuhan YME memang maha adil, pemurah  dan bijaksana.

Inilah penjabaran azas itu  menurut saya: (mungkin saja berbeda dengan yang sebenarnya)
1. Sangkan paraning dumadi:
a.Sangkan/asal muasal: Semua yang ada pasti ada asal muasalnya dan pertama kali keberadaan itu pasti ada yang  mengadakan/menciptakan. Dialah yang saya sebut sebagai Tuhan YME.
b.Paraning/ tujuannya : Sesuatu yang telah ada dan tergantung dari dimensi waktu (berubah) pasti memilik tujuan terakhir, ini sesuai dengan sifat universe yang tak statis ( bergantung dari dimensi waktu.) Disini belum saya temukan apakah ada tujuan sementara disamping tujuan akhir.
c.Dumadi/keberadaan/ekxistensi. Setiap ciptaan Tuhan YME diberi kesadaran/ consciousness tentang keberadaannya.
2.Reincarnasi: mengalami kehidupan kembali. Setelah kematian roh atau spirit memasuki Sub Alam Transien (bukan Alam Abadi) jadi dalam Sub Alam TRansien masih ada kemungkinan untuk hidup kemabali di Sub Alam Nyata atau melanjutkan tujuan terakhir yaitu Alam Abadi. Inilah yang telah lama saya cari hingga lebih meyakinkan saya bahwa kesempatan hidup tidak hanya sekali, suatu bukti kemurahan dan keadilan dan kebijaksanaan  Tuhan YME. Tuhan tidak memaksakan kehendak Nya melainkan  memberikan kesempatan untuk memilih.
Pilihan itu adalah:
a. Menuruti segala perintah Nya  dan menjauhi setiap  larangan Nya  sesuai dengan yang diajarkan oleh agama hingga terhindar dari dosa atau harus menebus dosa itu  dalam kehidupan ini juga  agar dapat merncapai kebahagiaan abadi, bukan mendapat siksaan yang sangat mengerikan.
b. Memilih jalan hidup sesuai dengan pilihan masing-masing: Memanfaatkan hidup sebagai suatu kesempatan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat (atau tak bermanfaat) guna diwariskan kepada generasi berikutnya  yang berupa informasi bahkan dapat dirasakan  sendiri secara individual pada kehidupan kemudian karena adanya spirit yang memungkinkan hidup kembali dengan menggunakan biobody baru. Inilah yang saya sebut sebagai hidup berkesinambungan. Bagi yang memilih jalan hidup sendiri yang mungkin sesuai dengan kehendak Nya atau tak sesuai dengan kehendak Nya risiko ditanggung yang bersangkutan, ini erat kaitanya dengan hukum karma.
3. Hukum karma: hukum sebab akibat yang terjadi pada kehidupan yang berbeda berkat adanya kesempatan ber-reincarnasi. Menurut TM jika sebab dan akibat terjadi pada kehidupan yang sama dinamakan Hukum Karna. (karena)

Saya lanjutkan sedikit tentang pengalaman hidup saya:
PTI (Pesaudaraan Theosofi Indonesia) dilarang  dengan dalih PTI tak mencantumkan azas Pancasila. Padahal masalahnya hanya  gara-gara sengketa dalam pertandingan bulu tangkis. antara Indonesia lawan India, celakanya pusat  PTI ada di India.
Kesempatan ini memang telah dinanti oleh mereka yang ingin mengikis habis aliran keyakinan yang dianggap “sesat” dan menjadikan agama sebagai satu-satunya yang boleh dianut oleh rakyat Indonesia. Semua harta kekayaan PTI  ditaruh dibawah pengawasan Kejati.
Warga Theosofi mendirikan Perwatin (Perhimpunan Warga Theosofi Indonesia yang memuat azas Pancasila dalam Anggaran Dasarnya), tetapi gedung tempat ibadahnya  dan seluruh harta peninggalan PTI sudah diperebutkan oleh berbagai fihak dan Perwatin tak diakui sebagai ahli waris PTI.
Beberapa orang kesepuhan menggunakan rumah kami (garage loge Dharma Yogya) untuk kegiatan saresehan. Saya sering diminta untuk ikut berdiskusi dengan para manula sehingga terbukalah wawasan saya tentang kehidupan. Mereka umumnya sedang mencari sorga karena massa mudanya dihabiskan untuk memikirkan/kegiatan duniawi lewat disiplin ilmu yang dimiliki.

Pada usia mendekati tiga perempat abad saya menulis Fiksi Blackhole yang sangat bertentangan dengan teori Hawking dan fiksi  yang berlatar belakang teori Hawking. Menurut teori ini Blackhole dapat dimanfaatkan sebagai jalan menuju Alam Semesta yang lain (mungkin yang diamkud sorga dan bukan neraka). Jadi yang dapat keluar dari Alam Semesta ini dan pindah ke Alam Semesta yang lain bukan hanya soul/roh atau  spirit melainkan juga badan wadag/bio body . Ini sangat cocok bagi mereka yang materialistik.
Saya menggagas teori minimalis (TM) untuk menjelaskan fiksi saya itu. Teori Minimalis  sangat bertentangan dengan teori Hawking, karena TM menyatakan bahwa Alam Semesta merupakan system tertutup yang jumlah energinya tetap dan yang berubah hanya jenisnya. Jadi tak mungkin energy,body atau wave keluar dari Alam Semesta, satu-satunya yang mungkin mencapai Alam Abadi hanyalah Roh.
Secara “kebetulan” saya “mendapatkan” tulisan dilayar monitor E=-x + y. Saat itu saya dalam kondisi kurang sadar karena mengantuk. Sebelum kejadian itu saya menulis fiksi Blackhole yang sangat bertentangan dengan fiksi lainnya berdasar teori Hawking. Dalam fiksi itu saya gambarkan ada kendaraan yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya, namanya CSPN hingga menimbulkan polemik karena bertentangan dengan teori relativitas Einstein. Dalam perdebatan antara ahli metafisika (Som Xiang) dan seorang psycholog yang mendapatkan kekuatan supernatural (Max Freud), ada seorang pemuda genius ahli fisika modern (Young Kopernikus) yang menyatakan dia menemukan formla aneh yang oleh ahli sybermatika (Bob Gate) sebagai Formula Supernatural Miodern. Formula itu tertulis dalam huruf yang tak dikenali artinya.
Ketika saya lihat E= -x + y saya tertantang untuk menganalisa artinya. Saya memiliki background mathematika sehingga dengan kemampuan yang sangat terbatas persamaan itu saya coba mengartikannya. Ternyata formula itu dapat saya manfaatkan untuk menjelaskan TM. Tanpa ragu saya namakan formula itu sebagai Formula Supernatural Modern sebagai yang sedang dipermasalahkan dalam fiksi Blackhole saya.
Mula-mula TM hanya bertujuan untuk memberi penjelasan agar pembaca dapat mengikuti fiksi Blackhole, namun kemudian berkembang hingga menjadi bagian dari informastika, yang fungsinya menjadikan orang yang tak/belum  tahu menjadi tahu.
TM dapat dipandang sekedar jendela untuk “mengamati Universe,” dari sebuah ruangan hingga tubuh tak turut “terbang” mengarungi antariksa/Universe, cukup dengan kemampuan supernatural. Saint  merupakan pintu untuk mengexplorasi  Universe dengan kemampuan Metafisika dan tehnologi untuk mengexpoitasi Universe dengan membawa tubuh ikut terbang mengarungi ruang angkasa.
TM menjelaskan semua fenomena dalam Universe: Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika,Sub Alam Transien, Sub Alam Fisika dan Sub Alam Biologi, sedangkan saint hanya sebatas Sub Alam Fisika dan Sub Alam Biologi.
TM tak menyangkal kebenaran Saint melainkan menambah wawasan bahwa ciptaan Tuhan YME bukan sekedar materi dalam  Sub Alam Fisika, melainkan banyak yang jauh lebih hebat dan dapat terakses oleh kemampuan manusia.
TM membedakan antara Alam Nyata dan Alam Semu sehingga bersifat dualistik, sedangkan saint tak mengakui adanya Sub Alam Semu dan menyatakan Sub Alam Nyata sebagai Universe sehingga bersifat monolistik.
Dalam  sejarah perkembangan peradaban manusia sebenarnya telah dikenal adanya kemampuan supernatural manusia lewat keyakinan (bathin) dan fikiran (otak) disamping kemampuan natural lewat pancaindra.
Sub Alam Transien telah dikenal sejak dulu dengan sebutan alam pangrantunan, alam penantian, alam barsah, tetapi tak pernah disebutkan nama kemampuan manusia untuk mengakses Sub Alam Transien,  bahkan  sering dimasukkan sebagai bagian alam gaib. TM membedakan lima sub alam sehingga Sub Alam Transien berbeda dengan Sub Alam Gaib atau Sub Alam Metafisika. Ketiga Sub Alam ini disebut sebagai Alam Semu.
Dengan Matematika Minimalis saya dapat menjelaskan bahwa justru kemampuan manusia untuk mengakses Sub Alam Transien hampir tak terbatas, lain halnya kemampuan manusia untuk mengakses Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika, maupun Sub Alam Fisika. Inilah yang mengilhami saya untuk memperkenalkan kemampuan pralogika yang sanggup mengakses Sub Alam Transien. (harus dibedakan dengan paranormal yang dapat mengakses
Alam Nyata dan Alam Semu).

Mengapa saya yakin adanya  Sub Alam Transien?
Agama dan keyakinan  mengakui adanya alam ini dengan berbagai sebutan, sedangkan saint menisbikan adanya Sub Alam Transien. Saint “membatasi” diri pada hal-hal yang logis yang dapat dibuktikan dan diekperentkan.
Tetapi kenyataannya dalam saint juga ada hal yang tak logis:
a. Teori Bigbang.. Mana ada sebuah titik singular  (nothing) tiba-tiba menjadi alam semesta. Dari mana datangnya titik singular itu. Saint tak mengakui adanya Sang Maha Pencipta, jadi jika Bigbang dipandang sebagai “pinciptaan” Universe yang terciptanya melalui proses Jagad Gede hingga  tak dapat ditelusuri hubungan antara sebab dan akibat ini merupakan hal yang  tak konsisten bahkan kontroversial, sebaliknya jika titik singular dan proses menjadi Univers harus diterima secara dogmatis tanpa pembuktian itu bertentangan dengan hakekat saint.
b.Teori Relativitas  Einstein dengan  Formula  E=mc2  tidak realistis karena sudah terbukti terdapat sesuatu yang tak bermassa namun memiliki energi. Coba saja isikan m=0 akan menghasilkan E=0, itu artinya sesuatu yang tak bermassa tak mungkin memiliki energi. Kenyataannya cahaya dan informatikan tak bermassa tetapi memiliki energi.
Kesimpulan: Agama dan keyakinan  sering lebih konsisten dari saint..Diakui atau tidak oleh Saint  disamping Alam  Nyata diyakini adanya Alam Semu tanpa perlu dibuktikan. Banyak fenomena yang tak terjangkau oleh Saint, bukan karena kebodohan ilmuwan melainkan mereka telah puas dengan hasil karyanya yang dapat memberikan kenikmatan duniawi tanpa disadari dengan demikian telah  menisbikan fenomena lain yang jauh lebih hebat dari sekedar materi.
Saint sebenarnya telah mempelajar fenomena semu misalnya: cahaya, medan listrik,medan magnit, informasi, logika dan sesuatu yang tak bermassa namun terbukti memiliki energi dan sangat bermanfaat. Walaupun demikian tetap saja saint mempertahankan sifat monolistikanya, dengan  menganggap fenomena alam semu merupakani sesuatu yang tak perlu dipermasalahkan sebab dapat menimbulkan keraguan dalam berfikir.
Itulah sebabnya saya menginformasikan adanya Sub Alam Transien yang mungkin sekali terakses oleh kemampuan manusia lewat kemampuan para logika untuk kemudian  dapat dimanfaatkan guna  melengkapi saint hingga  manusia tak hanya terkukung dalam Sub Alam Fisika, melainkan sanggup memanfatkan  seluruh isi Universe, agar manusia tak tertinggal dari makluk cerdas lainnya, misalnya alien dengan UFO nya.

Catatan perbedaan antara Paranormal dan Paralogist:
Paranormal  saat ini ditafsirkan sebagi “orang” yang tak normal, atau sinthing, padahal sebenarnya (paling tidak menurut TM) paranormal memiliki kemampuan mengakses seluruh isi universe baik yang natural (normal)  atau  supernatural.
Paralogist mernurut TM hanya mampu mengakses  Fenomena Sub Alam Transien yang merupakan interaksi antara  fenomena Sub Alam Gaib yang irrational dan fenomena Sub Alam Metafisika yang sepenuhnya rational.
Sub Alam Transien merupakan wilayah pertemuan/persimpangan antara tiga Sub Alam, yaitu  Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika dan Sub Alam Fisika. Paralogika mempelajari fenomena  Transien saja dan  mempercayakan fenomena nyata  pada ilmu fisika yang telah berkembang pesat dan menghasilkan tehnologi, fenomena gaib telah dituntunkan lewat keyakinan dan agama, fenomena metafisika telah dipelajari oleh saint dan ilmu berfikir.
Dalam FSM E=-x + y. Para logika dapat menjelaskan fenomena saat x#0, y#0 dan E#0, yang dalam sandi minimalisnya #0#0#0 valid.Jika x=0 maka yang menjelaskan adalah metafisika berdasar logika , jika y = 0 maka yang menjelaskan keyakinan dan agama berdasar bathin, jika E=0 yang menjelaskan fisika. Tentu saja semuanya dalam kondisi valid.
TM plus  yang merupakan pengembangan TM mengungkapkan sedikit fenomena invalid yang berinteraksi dengan fenomena valid.  Formulanya:  z#  -x + y, dimana z adalah sesuatu yang invalid hingga  z,x dan y masing masing merupakan variable bebas, tak ada kaitannya antara yang satu dengan lainnya. Ini dapat divisualisasikan dalam sebuah kendaraan: x bertindak sebagai pedal rem sedangkan y bertindak sebagai pedal gas dan paralogika berlaku sebagai pedal  koplingnya yang mengatur keseimbangan antara gas dan rem.   Keseimbangan adalah fungsi  x dan y, atau E= f(x.y) yang valid (TM) sedangkan z adalah spirit maupun soul  yang dinyatakan sebagai z# -x + y.(TM plus)
TM menggunakan komputer atau robot sebagi model/penyederhanaan bagi manusia dan live biobody lainnya.
Pada saat E=0 maka terjadilah materi yang dapat dimanfaatkan sebagi kerangka, interaksi antara clearbody/materi dengan tarnsenergy menghasilkan biobody menjadi hardware sekaligua software (bandingkan dengan komputer/robot),  sedangkan z adalah pengemudinya
/usernya. Robot dan komputer merupakan hasil rekayasa tenhologi informatika  dan jauh lebih sederhana dari manusia.
Mempelajari paralogika tak semudah mempelajari fisika atau matematika karena paralogika tak mungkin dibuktikan secara keseluruhan, bagian yang rationil dapat dibuktikan dan diekmerimenkan, sedangkan  yang irrational tak mungkin dibuktikan dan hanya dapat diyakini.

Apa bedanya Sub Alam Transein dan Sub Alam Fisika dan apa pula persamaannya?

Bedanya menurut TM.
a. Sub Alam Transien hanya mengenal dimensi waktu sedangkan Sub Alam Fisika disamping dimensi waktu ada dimensi massa dan dimensi ruang nyata.
b. Sub Alam Transien terisi oleh Trans energy, trans body dan trans wave yang belum mengalami keseimbangan prima, belum bermassa, hingga belum membutuhkan ruangan nyata. Sub Alam Fisika terisi oleh energi yang telah mengalami keseimbangan prima, memiliki massa dan membutuhkan ruang nyata.
c. Sub Alam Transien dapat diakses lewat kemampuan paralogika yaitu keseimbangan antara keyakinan/bathin dan logika/fikiran, Sub Alam Fisika dapat terakses oleh pancaindra dan alat bantu fisik berkat kemampuan manusia mengakses Sub Alam Metafisika.
d. Sub Alam Transien perupakan titik pertemuan antara Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika dan Sub Alam Fisika, didalam Sub Alam Transien terdapat  trans energy, trans body dan trans wave, yang belum memiliki massa dan belum membutuhkan ruangan nyata,code minimalisnya adalah #0#0#0 valid sedangkan Sub Alam Fisika terdapat clear energy, clear body, clear body dan clear wave yang semuanya telah memiliki masa, hingga membutuhkan ruangan nyata.

Persamaannya:
Keduanya merupakan bagian dari Universe yang berbaur menjadi satu dengan lainnya, ini dapat dimungkinkan karena Sub Alam Fisika membutuhkan ruangan nyata sedangkan Sub Alam Transien belum memerlukan ruang nyata.  Keduanya memiliki energy, body dan wave hanya berbeda jenisnya, yang satu membutuhkan ruang nyata yang lain tak membutuhkan ruang nyata. Keduanya tidak abadi karena dikuasai oleh dimensi waktu. Keduanya mengenal adanya proses evolusi maupun proses revolusi. Keduanya merupakan ciptaan Tuhan YME.
Keduanya mengenal fenomena Jagad Gede  yang sepenuhnya merupakan hak Tuhan YME dan fenomena Jagad Cilik yang dipercayakan kepada masing-masing cviptaan Nya. Keduanya dapat dijelaskan oleh Teori Minimalis dengan Formula Supernatural.
Menurut TM plus  di setiap bagian universe disamping energy,body dan wave terjadi kehidupan yang merupakan interaksi antara fenomena valid dan fenomena invalid,  body berinteraksi dengan Soul atau spirit membentuk makluk hidup atau live body.
Dalam Alam Nyata terdapat   Live biobody  yang merupakan interaksi antara biobody dengan soul hingga terjadi Whiteblank body dan interaksi antara bio body dengan spirit yang membentuk Reincarnated body, didalam Sub Alam Transien terdapat Spirit yang merupakan interaksi antara trans body dengan soul.
Jadi didalam Sub Alam Transien terdapat trans body yang dapat disejajarkan dengan clear body karena tak memiliki kehidupan dan siprit yang dapat disejajarkan dengan live bio body yang merupakan makluk hidup. Biobody memiliki massa hingga membutuhkan ruang nyata dan membutuhkan bio energy, sedangkan spirit belum memiliki massa hingga tak memerlukan ruang nyata dan membutuhkan trans energy.

Kita semua tahu bahwa makluk hidup yang berwadag (live bio body) sangat rentan terhadap berbagai hal karena memiliki unsur transien disamping fisik yang kuat namun rapuh.Sebaliknya spirit walaupun punya unsur transien sangat laten karena  memiliki unsur soul dan hanya mungkin dipisahkan interaksinya antara trans body dengan soul oleh kekuasaan Tuhan semata.
Dengan membandingkan (mengetahui persamaan dan perbedaan antara Sub Alam Transien dan Sub Alam Fisika, kita akan sanggup mempelajari ilmu paralogika disamping metafisika, saint, fisika dan biologi. Paralogika dapat dikembangkan menjadi spiritual ilmiah jika suatu saat manusia sanggup mengakses spirit dengan kemampuan rekayasa tehnologi informatika dan rekayasa genetika. Ini bukan ramalan melainkan prediksi berdasar perkembangan kecerdasan manusia saat ini. Apakah dengan demikian keyakinan dan agama/religi akan terpinggirkan? Tentu saja tidak, justru akan semakin diyakini sebab agama/religi merupakan bimbingan menuju kebahagiaan abadi yang didambakan oleh setiap manusia dan tak mungkin dicapai dengan: metafisika, saint,fisika,tehnolohi informatika ,rekayasa genetika maupun paralogika.Yang harus diwaspadai adalah penyalah gunaan agama/religi oleh manusia yang sedang berkuasa untuk mempertahankan kekuasaannya hingga sering terjadi menyimpang dari tujuan utamanya: mencapai kebahagiaan abadi. Jika kita pelajari sejarah banyak penguasa yang menggunakan agama sebagai sarana untuk sekedar melampiaskan nafsu materialisme  membangun kemegahan duniawi dengan menggunakan budak dan menguras kekayaan bumi tanpa mengingat bahwa semuanya tak mungkin dibawa ke alam abadi.

Apa yang terdapat dalam Sub Alam Transien:
Dalam Sub Alam Fisika hanya berlaku keseimbangan E=0 sedangkan pada Sub Alam Transien nilai E adalah 0<E>*  (* – tak berhingga.). Jelas bahwa fenomena  transien yang dapat terakses oleh manusia jauh lebih beraneka ragam  (hampir tak terbatas karena berlaku dalam koordinat ruang). Fenomena fisika hanya terletak pada koordinat bidang. Ini dapat dibuktikan: apa yang terakses dalam mimpi, emaginasi,halulinasi,cita-cita,……………. jauh lebih banyak jenisnya dari yang dapat disaksikan lewat pancaindra.
Jauh sebelum perkembangan tehnologi manusia terlebih dulu bermimpi,berkhayal,berangan-angan, berfikir dan sejenisnya baru diujudkan dalam dengan perbuatan dalam Sub Alam Fisika. Saat inipun tetap berlaku: obsessi merupakan fenomena transien, demikian halnya ambisi dan sejenisnya. Tanpa inspirasi dari Sub Alam Transien  dan mewujudkan dalam Su Alam Fisika manusia tak ada bedanya dengan “manusia” primitif dan stagnatis.
Walau sangat beraneka ragam fenomena Transien namun dapat dibedakan antara dua:
a. Fenomena transien yang valid,memenuhi Formula Supernatural dimana  E= -x + y yang mungkin sekali terakses lewat paralogika bahkan dapat terakses oleh pancaindra melalui alat bantu fisika. Hal ini telah terbukti dengan pengguasaan tehnologi informatika dan komunikasi dengan gelombang elektro magnetik dan cahaya. Jika mau jujur saat inipun manusia telah memanfaatkan sebagian kecil dari fenomena transien, misalnya dalam mewujudkan Dunia Maya. Jadi Saint tak lagi menganut monolistik melainkan telah mulai dengan dualistik. Mempelajari dan memanfaatkan sesuatu yang telah bermassa (quantum) dan sesuatu yang belum bermasa. Yang masih dipertanyakan bagaimana massa dapat terjadi (dari yang tak bermassa).
b.Fenomena Transien yang merupakan interaksi antara yang valid dan yang invalid z# -x + y.  Mereka adalah makluk hidup yang tak memiliki massa, dan dinamakan  spirit.
Z tak mungkin terakses oleh kemampuan manusia dan merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan YME, tetapi karena z (soul) bergabung menjadi satu kesatuan dengan
trans energy, maka suatu saat manusia akan sanggup mengakses spirit dengan bantuan tehnologi informatika. Bandingkan: manusia dapat membedakan benda (clear body) dengan makluk hidup (live bio body), sehingga  walaupun manusia tak mungkin mendeteksi soul, namun secara tak langsung soul dapat diyakini keberadaannya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s