Penyamun di Sarang Perawan

Ketika aku akan berangkat ke Plemburan, empat orang anak kost melapor kalau ada lelaki yang bermalam dikamar Fitri. Aku diminta sidak di kost Esna unit belakang.
“Kalian yakin lelaki itu belum pergi?”
“Tak mungkin pak, pintu keluar kami kunci”
Aku mengikuti mereka ke kost bagian belakang, pintu keluar unit  memang masih terkunci dan kuncinya dibawa Nana. Kami menuju kamar Fitri yang terletak disudut barat laut. Pintu kamar masih tertutup.
Kuketuk pintu, mula-mula lemah, karena tak ada jawaban ketukanku semakin keras, tetapi tetap tak dijawab.
“Kalian yakin ada lelaki menginap di kost ini? Mengapa baru sekarang lapor bapak?”
“Pesan bapak kami tak boleh ributan, mengganggu tetangga.”
“Mungkin dia tak menginap.”
“Kami menunggu dia pulang , tetapi sampai pukul sebelas malam belum juga keluar, kami mengunci pintu keluar.”
“Jangan-jangan dia punya kunci dublikat.”
“Tetapi Fitri melanggar tata tertib sebab menerima tamu melebihi pukul sembilan malam. Dia juga melanggar larangan . Pintu dan jendela harus dibuka jika menerima tamu.”
Aku menggebrak pintu :”Oi, siapa ada didalam? Fitri, buka pintunya!”
Aku berusaha mengintip kedalam kamar melalui lubang angin, tak terlihat seorangpun didalam kamar itu. Kuintip lobang kunci, ternyata lobang itu tertutup, terdapat kunci didalam. Aku yakin ada orang dalam kamar itu.
“Keluar kamu sebelum kupanggil tetangga untuk mendobrag pintu. Kau akan tertangkap basah. Tahu akibatnya? Kalian harus menikah!”
Tiba-tiba pintu dibuka, seorang lelaki nongol.
“He,mengapa harus diancam segala? Mana Fitri?”
“Dia sedang keluar kota, saya disuruh menunggui kamarnya.”
Kulihat isi kamar, tak kutemukan Fitri, tetapi ruangan itu terisi barang-barang berharga, diantaranya TV dan vcd dan kompouter.
“O, pantas listrik sering mati karena terlalu berat bebannya.” fikirku.
“Hei kamu siapa?”
“Kakak Fitri.”
“Bohong!” seru cewek-cewek disekitarnya.
“Tunjukkan kartu identitasmu!”
Karena dia tak sanggup menunjukkan identitasnya, maka kugertak:
“Kau telah melakukan banyak pelanggaran. Pilih: kuserahkan keamanan  kampung, polisi atau jujur kepadaku. Kau pacar Fitri ‘kan?”
Dia menganggukkan kepada dan nampak pasrah.
“Kau sering bertamu ke mari?”
Dia mengangguk.
“Pernah bermalam disini?”
Dia menggelengkan kepala, serantak disambut oleh cewek yang mengelingi kami dengan ucapan pendek : “Bohoooong!”
“Ikut aku kedepan!” perintahku sambil menuju pintu keluar.
“Nanti dia melarikan diri pak.” protes Nana.
“Jangan khawatir, bapak jaminannya.”
Kuajak pemuda itu ke ruangan tamu rumah induk,  beberapa orang cewek mengikuti dibelakang  kami. Yang kuizinkan masuk hanya Nana.
“Siapa namamu?”
“Choidir”
“Nana, dia berbohong?”
“Tidak. Dia teman kuliah kami.”
“O, jadi kalian telah saling mengenal?”
“Ya pak, dia itu play boy, suka mempermainkan cewek.”
“Kau pernah dipermainkan?”
Nana tak menjawab, aku mencium gelagat, ada masalah diantara dua anak muda itu.
“Sejak kapan kau jaga malam di kost putri ini?”
“Tiga hari”
“Bermalam?”
“Ya.”
“Sudah melapor ke RT untuk bermalam?”
Choidir menggelengkan kepala.
“Kau tahu, kost ini khusus untuk cewek. Andaikata kau meminta izin pasti tak akan diizinkan, jadi tindakanmu itu penar, tetapi tidak benar. Kalau tak ada polisi kau terus  melintas biar lampu merah. Kau kira tak ada polisi dikost ini?”
“Maaf pak, saya mengaku bersalah.”
“Bukan itu yang penting, tetapi jangan mengulangi perbuatan itu. Sementara jangan datang ke kost ini hingga pemiliknya datang.”
“Tetapi………. saya harus menjaga barang-barang Fitri.”
“Bawa saja barang-barang itu ke tempat kostmu, bukan kau yang nongkrong di kamar Fitri menunggui barang berharga itu. Itu bagaikan seorang penyamun  disarang perawan.”

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Pengalaman Hidup. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s