Sambungan Sedikit Tentang Pengalaman Hidupku (14)

KIAMAT PASTI TERJADI

Tanggal 19 Juli 2012 anakku, Sigit Setia Prabawa, kembali ke Yogya lewat Bandara Adisumarmo, Solo.  Istrinya, Yuningtias Elok Satiti, menantuku,  yang telah datang sebelumnya bersama dua anaknya, Wicaksana dan Adis, tinggal dirumah keluarga Ibu/bapak Munawar di Komplek Perumahabn Pertamina di Purwomartani yang  jaraknya sangat jauh dari Mesan, rumah kami.
Kami telah menyiapkan kendaraan roda empat, Starlet  sebagai alat transportasi selama keluarga Sigit di Yogya. Rencananya Yuningtias akan menjemput suaminya dengan Starlet ke Solo, tetapi  tanpa diduga kakak pak Munawar kritis sehingga Yuning menengok pakdenya ke Semarang. Aku  khawatir, jika perjalanan jarak jauh itu menggunakan Starlet kami yang sudah usur. Ternyata kendaraan tua itu ngadat sehingga mereka menggunakan kendaraan adiknya Yuning, Agung.
Sigit menelponku mengabarkan telah ada di Puromartani dan memberitahukan Starlet kami tak mau di stater. Aku bersyukur karena kejadian itu bukan terjadi dalam perjalanan. Aku berjanji akan mengajak Parjono ke Puromartani untuk “memperbaiki” Starlet yang telah sangat dikenal perilakunya. Par sedang bekerja dirumah orang lain dan baru pulang pukul enam sore.
Aku menduga ada ketidak beresan pada akumulator, sebab kendaraan itu jarang sekali kami pakai dan tak pernah kuhidupkan mesinnya. Aku menyiapkan accu charger dan tang amper lalu  pergi sendiri ke Purwomartani.
Ternyata keluarga bapak Munawar pergi ke Semarang karena kakak  bapak Munawar wafat. Keluarga Sigit ada di rumah, sebab Yuning telah ke Semarang saat pakdenya dalam kondisi kritis,  disamping itu  Sigit baru saja melakukan perjalanan jauh, datang dari Amerika.
Kedatanganku seorang diri “mengejutkan” Sigit dan Yuning, dia sangat khawatir akan kesehatan dan keselamatanku, kukatakan aku baik-baik saja. Kemarin aku pergi melayat ke Bantul dengan Mio, sebab aku “dilarang” mengendarai roda empat  (seharusnya juga dilarang mengendarai roda dua). Endang tak mau menggonceng Mio, sehingga aku melayat sendirian.
Terjadi keanehan pada accu, indikatornya  berwarna biru yang berarti aku dalam kondisi terisi penuh, tetapi pada pengetesan, klakson tak berbunyi, nyala lampu sangat kecil. Ini artinya kemungkinan ada sambungan yang kurang baik.
Terminal accu  akan kulepas, tetapi peralatan yang biasanya tersedia di bagase tak terdapat ditempatnya sebab baru saja kukeluarkan untuk keperluan lain.  Aku akan mencari tang dan kunci pas ke toko, tetapi saat itu aku benar-benar sedang krisih, uang yang tersisa dalam bagase Mio hanya recehan, kurang dari lima ribu rupiah. Aku meminta uang pada menantuku ,tetapi Yuning malah akan membelikannya sebab dia mengkhawatirkanku pergi sendiri, sebaliknya aku juga khawatir barang yang dibeli bukan seperti yang kumaksudkan. Sebagai kompromi aku terpaksa digoncengkang Yning. Rasanya sangat ngeri sebab aku mempercayakan keselamatanku pada orang lain.
Dengan peralatan yang kami beli dari toko accu dapat kami lepas untuk diisi didekat stop kontak PLN. Lagi-lagi terjadi kejanggalan, arus pengisian sangat kecil, tetapi semakin lama semakin membesar, namun dibawah 5 ampere.
Aku akan pulang, Yuning akan menggoncengkanku, tetapi kutolak. Kutawarkan: Aku yang menggoncengkan atau aku akan pulang sendiri. Yuning memilih mengendarai roda dua sendiri mengikuti aku dibelakang. Ternyata Sigit menggonceng istrinya.
Selamat sampai ke Mesan, aku baik-baik saja, sebaliknya Sigit langsung merebahkan diri di sofa dan mengeluh pinggangnya sakit..
“Wah, bapak masih tetap seperti cowboy.” cemooh Sigit.
“Makanya ibu tak mau menggonceng bapak,” sambut Yuing.
“Aku merasa nyaman dilarang mengendarai roda empat, sebab jalanan padat, parkir susah. Dengan roda dua aku bebas mendahului kendaraan lainnya.
Keesokan harinya Sigit menelponku, mengabarkan bahwa setelah diisi selama satu malam accu dapat digunakan untuk menghidupkan mesin mobil, tetapi hanya sekali untuk kemudian tak sanggup menghidupkan mesin.

Sigit berkesimpulan atau terpengaruh oleh bengkel yang “sangat dipercaya” bahwa accu telah “bosok” sehingga ditukarkan dengan yang baru, tentu saja harus mengeluarkan uang tukar tambah, atau accu bekas itu diberikan secara cuma-cuma;

Aku sangat kecewa dengan “dibuangnya” accu lama, sebab aku mengoleksi accu bekas yang sudah tak dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan mesin mobil, namun dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan lampu. Kerusakan accu disebabkan berbagai faktor dan pada umumnya dapat diatasi sehingga masih dapat dimanfaatkan untuk menyalakan lampu penerangan saat pemadaman aliran listrik dari PLN.

Siang hari Sigit datang ke Mesan dengan Starlet yang sudah dilengkapi dengan accu baru. Aku tak mempermasalahkan soal aku melainkan berdikusi untuk mengisi waktu berbuka puasa.

Sigit mengkritisi teoriku yang menginformasikan bahwa alam semesta akan mengembang jika terbentuknya quantum di alam semesta lebih banyak dari terbentuknya ateric, sebaliknya alam semesta akan menyusut jika terjadinya eteric lebih banyak ketimbang terjadinya quantum. Dikatakan bahwa teori itu pernah ada tetapi kini telah dibuang di keranjang sampah. Secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa semakin lama mengembangnya alam semesta semakin cepat sehingga tak terimbangi oleh yang menghambatnya. Artinya suatu saat alam semesta akan lenyap. Ada kemungkinan lain, jika alam semesta menyusut akan kembali menjadi titik sengular sebagai asalnya..

Aku mengkritisi: Boleh saja alam semesta terus mengembang, ini bukti bahwa alam semesta tetap ada, sebaliknya jika alam semesta mengecil hingga kembali menjadi sebuah titik singular, artnya alam semesta tetap ada. Kalau alam semesta “lenyap.” kemana perginya?

“Itulah sebabnya kita harus yakin akan kebesaran Alah, yang sanggup mengadakan dan melenyapkan alam semesta hanyalah Allah”

“Menurutku, difinisi kiamat menurut Islam berdasar ketakwan peda Allah, namun “mungkin berbeda” dengan difinisi ilmu pengetahuan yang tak mengakui keberadaan Allah sehingga menjadikan mereka Atheis. Kalau sicampur adukkan akan menjadi runyam.”

“Lho sudah terbukti berkat kebenaran Islam kaum atheis tak dapat menyangkalnya bahwa Allah memang ada, sehingga mereka tak dapat menyangkal bahwa KIAMAT PASTI TERJADI. Bahkan mereka sanggup menghitungnya kapan kiamat akan terjadi, bahkan sanggup memprediksikan sampai hitungan detik.”

Kau percaya?”

“Ya.
“Jika begitu kau percaya akan ramalan maupun prediksi terjadinya kiamat. Aku tak percaya.”

Sigit terhenyak dan meminta pertanggungan jawaban atas ketidak percayaannya terhada adanya hari kiamat.”

“Aku bukannya tak percaya tentang adanya hari kiamat atau tak adanya hari kiamat, yang tak kupercaya adalah ramalan apalagi prediksi, kapan akan terjadi kiamat. Kemampuan manusia ini sangat terbatas sehingga tak mungkin mengetahui rencana Tuhan YME.”

Katanya dari teori paling mutakhir dan hasil percobaan projek “Alam Semesta Tiruan CERN” dan atas dasar pengamatan astranomi dan analisa ilmiah mengenai kecepatan pengembangan alam semesta yang semakin lama semakin cepat sehingga tak terkendaikan oleh gaya gravitasi. Disamping itu sebagai pemeluk agama Islam yang taat sudah seharusnya dia menyakini bahwa Kiamat Pasti Terjadi.

Aku tak menyangkal bahwa kiamat suatu saat akan terjadi, tetapi tak percaya jika para ilmuwan sanggup memprediksikan kapan akan terjadi kiamat. Mereka hanya mungkin memprediksikan “kemungkinan” terjadinya bencana alam atau mala petaka yang diakibatkan oleh ulah ciptaan Nya, termasuk Alam Semesta dan penghuninya..

Mengenai pengembangan alam semesta aku membuat teori Minimlis atas dasar “filosofi dualistik”, yang menginformasikan Alam Semesta terisi oleh sepasang energi, enrgi x dan energi y sehingga terjadi lima jenis energi dasar yang membaur diseluruh/sebagian Alam Semesta, namun berbeda-beda kesadarannya. Kelima energi dasar itu adalah:
a. Bright Energy atau Energi Gaib: E=-x karena y=0,
b. Dark Energy atau Energi Metafika: E = y karena x=0,
c. Trans Energy atau Energi Transien: E = – x + y dengan nilai x>0 dan y>0. d. Clear Energy atau Energi Nyata: E =0 karena x=y=q, dan
e. Bio Energy atau Energi Organisme yang merupakan interaksi “mekanistik” (bedakan dengan interaksi mekanik antara sesama clear energy) antara clear energy dengan Symmetrical Trans Wave. (ECW), STW adalah Gelombang Transien yang membangkitkan photon, quantum maupun sejenis neutrinno yang dapat bergerak melebihi kecepatan photon.

Teoriku ini dipandang oleh Sigit sebagai “sekedar khayalan” , tiada ubahnya sebuah puisi” yang disajikan dalam bentuk essy. Banyak yang menyatakan mbah somo omda (omong doang), nato (no action talk only).

Teori Minimalis menginformasikan Alam Semesta merupakan sebuah sistem tertutup dimana jumlah energinya tetap yang berubah adalah kesadarannya /sifatnya atau dimensinya.
Menurut Teori Minimalis Tuhan YME telah merencanakan dengan seksama sebelum menciptakan Alam Semesta beserta isinya dan menyertakan hukum untuk mengaturnya, yaitu “Hukum Ekologi Alam Semesta.”
Hukum ini merupakan interaksi mekanistik antara Alam Semesta sebagai “rumah” (Eko) , dengan energi yang merupakan “penghuni Alam Semesta”
Atas dasar hukum ini dapat diinformasikan mengapa Alam Semesta mengembang dan menyusut.

Inilah analisa minimalis dari fenomena itu:
Eteric merupakan energi penghuni Alam Semesta yang “belum membutuhkan ruangan nyata” sedangkan quantum merupakan energi penghuni Alam Semesta yang “telah membutuhkan ruangan nyata”. Jika penghuni yang membutuhkan ruangan nyata bertambah sementara yang belum membutuhkan ruang nyata berkurang, sehingga, maka tekanan dalam dari dalam Alam Semesta (internal pressure) akan bertambah besar, sehingga rumahnya harus membesar, agar tetap terjadi keseimbangan antara rumah dan penghuninya, sebaliknya jika penghuni rumah yang membutuhkan ruangan nyata berkurang, sementara yang tak membutuhkan ruangan nyata bertambah, maka secara automatis rumah akan mengecil. Ini sesuai dengan hukum fisika, bedanya dalam fisika menyusutnya sebuah benda bukan hanya akibat berkurangnya internal energy sistem, melainkan dapat disebabkan oleh energi diluar sistem. Mengembang dan menyusutnya Alam Semesta dapat disebabkan berkurangnya tekanan dalam Alam Semesta yang masih mungkin dimengerti oleh kemampuan manusia atau Atas Kehendak dan Rencana Tuhan YME, sebab manusia tak mungkin tahu adanya energi diluar Alam Semesta yang sepenuhnya menjadi rahasia Tuhan YME.

Teori Som Wyn menginformasikan adanya energi dan non energi di Alam Semesta. Energi masih mungkin dimengerti oleh manusia sedangkan yang non energi merupakan rahasia Tuhan YME. Untuk lebih mudah dimengerti TSW menginformasikan tiga perspektif “tuhan”.

1. tuhan menurut “perspektif manusia yang materialistik”, sesuatu yang dapat memberikan kenikmatan hidup walau hanya sementara.

2. Tuhan menurut “perspektif agama”, yang membimbing umatnya dengan cara percaya dan mematuhi Nya agar memperoleh kebaikan hidup disamping menjanjikan kebahagiaan hidup abadi bagi yang patuh/taat pada Nya dan menjauhi larangan Nya.

3 Tuhan YME menurut perspektif Teori Som Wyn.
a. Tuhan YME menyediakan segalanya.
b. Tuhan YME memberikan kesadaran kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannnya.
c.Tuhan YME memberikan “kebebasan untuk memilih”, patuh kepada Tuhan (bedakan dengan Tuhan YME) atau menuruti keinginan sendiri,
d.Segala yang terjadi di Alam Semesta adalah ulah dari ciptaan Nya, namun pasti telah mendapatkan izin Nya.
f.Izin itu hanya akan diberikan kepada ciptaan Nya yang “sanggup memanfaatkan apa yang tersedia di Alam Semesta dan berani menanggung risikonya”.

Manusia memiliki “keterbatasan” sehingga tak mungkin mengetahui sesuatu yang invalid (tak memenuhi FSM), namun sebagai makluk cerdas manusia akan “selalu berusaha” untuk belajar dari alam agar sanggup mengimbangi kekuatan Alam, sebab Alam hanyalah ciptaan Tuhan YME sebagai halnya isinya. Alam adalah Mahaguru yang tak menyandang gelar akademik, sedangkan manusia sangat membanggakan gelar akademiknya.

Aku tak peduli dari mana Sigit memperoleh “keyakinan” bahwa KIAMAT PASTI TERJADI”, sebab bagiku yang penting adalah bagaimana perilaku Sigit, anakku, yang termasuk ” anak cerdas.” Menurut pengamatanku dia suka “ngeyel” seperti aku. Dia kutu buku seperti eyang Wiryo Atmojo. Anehnya dia sangat “penakut” terhadap hantu dan sejenisnya.
Mengapa? Mungkin karena sudah bawaannya, tetapi mungkin dari pengaruh lingkungan atau dari pengalaman hidupnya.
Siapa dia? Dia adalah anakku, jadi aku berkewajiban untuk membawa keluar dari rasa ketakutan yang akan sangat berpengaruh pada cucu-cucuku.

Suatu saat Sigit mengajak Wicak tidur di Mesan. Ketika akan ibadah Solat Magrib kami telah sediakan tempat ibadah berdekatan dengan ruang keluarga sekaligus ruang makan. Mereka menolak dan akan solat diruangan tamu yang luas dan terang benderang. Saat itu ruang ibadah yang sempit remang-remang karena lampu utamanya belum kunyalakan. Setelah lampu kunyalakan keduanya baru bersedia masuk dan melakukan solat..
“Lho kok cepat sekali, ” tegur Endang.
“Habis, tempatnya tak nyaman.”
” He,takut hantu, ya?”” cetusku., “Kalian percaya adanya hantu dan makluk halus?”
Mereka saling berpandangan, kemudian yang menjawab Sigit: “Ya, karena kami meyakini adanya alam goib.”
“Kalian seharusnya tak perlu takut karena telah berlindung pada Allah dari godaan saitan dan sejenisnya.”
“Tapi ada ayat yang menyatakan kami harus menjaga keselamatan kami. Kalau ada rasa tak nyaman ya harus disingkiri.”
“Menurutku bukan harus disingkiri melainkan dicari sebabnya dan berusaha untuk mencari solisi untuk mengatasi rasa tak nyaman itu. Kalian sudah dibekali agamamu untuk tak takut kepada siapa dan apa saja kecuakli kepada Allah swt.”
“Ya,tetapi…… susah menghilangkan rasa tak nyaman.” Wicak membela diri.
“Menurut teoriku, hantu dan makluk halus itu termasuk dalam spirit. Mereka hanya sanggup memanfaatkan energi transien, sedangkan manusia sanggup memanfaatkan berbagai energi, diantaranya cahaya. Dalam kondisi sadar dan percaya diri tak mungkin spirit mengganggu kita. Mereka hanya sanggup mengganggu living organisme yang dalam kondisi unconsciounes, misalnya sedang tidur atau ngelamun.”
“Ya,ya………….saat tidur atau ngelamun aku sering mereka ganggu.” Wicak mengiyakan.
“Agar tak dapat diganggu spirit kita harus selalu sadar dan percaya diri.”
“Kalau begitu kita tak boleh tidur.”
“Bukannya tak boleh tidur melainkan hanya tidur seperlunya, tak berlebihan. Justru tidur sangat diperlukan agar tubuh tetap sehat sehingga tetap sehat jasmani dan rohaninya. Makan juga tak boleh berlebihan……………. apa saja kalau berlebihan tak baik.”
“Akung tak takut pada hantu?”
“Terus terang, waktu masih anak-anak akung sangat takut pada hantu, ini akibat teror yang dilakukan oleh lingkungan akung. Maksud mereka agar akung mudah dikendalikan, tak keloyoran disembarang tempat sebab banyak tempat berbahaya bagi anak kecil, misalnya kolam pembuangan limbah batik.”
“Jadi akung juga percaya adanya hantu?”
“Hantu itu merupakan spesies dari spirit sebagai halnya binatang adalah spesies living organisme. Tak semua spirit jahat, banyak juga yang baik. Tubuh Reincarnated body juga dikendalikan oleh spirit.”
“Stop, stop……………… jangan mengajari Wicak dengan sesuatu yang tak rasional.”
“O, begitu………………. apakah dogma agama itu rasional?”
“Wah, sudah kung jangan ngelantur, jangan bawa-bawa agama kung.”
“Ya sudahlah, aku akan nongkrong didepan komputer, sebab biasanya saat buka puasa lalu lntas sepi, termasuk jalur internet.”

Endang telah menyiapkan tiga kamar tidur dilantai 2 dan meminta Sigit dan Wicak tidur dilantai dua, tetapi mereka memilih akan tidur disofa yang tersedia di ruang keluarga di lantai satu.
Kukatakan pada Sigit sikapnya itu tak menghargai jerih payah ibunya. Jika tak mau menempati kamar yang telah disediakan oleh ibunya di lantai dua kuminta mereka tidur di kamar tidurku, tidak tidur di sofa. Aku naik ke lantai dua sambil menyalakan semua lampu yang tersedia: lampu trap, lampu kolam dan taman di lantai dua, lampu teras, lampu tempat mencuci dan jemuran, lampu kamar tidur, pokoknya semua lampu dilantai dua kunyalakan hingga terang benderang bagaikan siang hari.
Aku tidur di kamar tidur di dekat gang menuju kamar lainnya.
Malam hari terasa sangat dingin sehingga kuambil selimut pada almari diruang seterika, ternyata Sigit dan Wicak telah tidur diruang didekat kamar bekas kamar Sigit yang kini kugunakan sebagi “bengkel” electronika.
Aku turun ke lantai satu tanpa mematikan satu lampupun di lantai atas dan trap, aku menuju ke kamar tidurku yang lebih hangat dibanding kamar di lantai dua.
Sigit memperingatkan aku agar tak memicarakan Teori Minimalis dengan Wicak dan Adis, dia berjanji akan berusaha memahami gagasanku yang sangat sulit dimengerti terlebih dulu.
Inilah diskusi antara aku dan Sigit yang tak boleh didengar oleh cucu-cucuku.
” Coba jelaskan selangkah demi selangkah teori bapak kepada Sigit. Pertama mengenai Formula Supernatural Modern E = – x + y. Apakah yang bapak maksud E pada FSM sama dengn E = mc^2.”
“Sebenarnya bapak sudah menjelaskan pada tulisan bapak kepada yang mengkritisi teori bapak.”
“Ya, tetapi dengan berdiskusi bapak dapat menjelaskan secara step by step.”
“O.K. Kebetulan keduanya mengunakan notasi sama yaitu huruf E kapital. Aku sendiri hanya “mendapatkan” formula itu dilayar monitor komputer saat aku dalam kondisi setengah sadar atau bahkan dalam kondisi bawah sadar.

Sebenarnya dalam fiksi Black hole yang berlatar belakang abad ke 30 secara fiktif telah disebut-sebut mengenai Formula Supernatural Modern yang berupa tulisan misterius yang “belum” dikenal dalam peradaban manusia sebelumnya, itulah mengapa kunamakan formula itu Formula Supernatural Modern yang pada abad ke 30 saja masih merupakan sesuatu yang misterius, apalagi peradaban manusia saat ini.
Walau demikian aku berusaha menganalisanya dan ternyata FSM dapat menjelaskan TM.
E pada FSM adalah singkatan dari “Equality”, merupakan selisih dari energi x dengan eneri y pada kesadaran transien dimana: energi x akan saling tolak menolak dengan sesama energi x, demikian halnya energi y akan saling tolak menolak dengan sesama energy y. Kesadaran ini sangat berbeda dengan saat keduanya berujut energi gaib dan energi metafisika. Saat itu energi x dapat bergabung bahkan menyatu dengan sesama energi x. demikian juga energi y dapat bergabung bahkan menyatu dengan energi y.
Matematika Minimalis menjelaskan apa yang dimaksud bergabung dan bersatu. Operator minimalis untuk bergabung adalah tanda + (tambah), sedangkan operator bersatu (menyatu) adalah tanda perkalian . ( titik).
Sifat dan kesadaran x dan y sebagai energi transien sangat mirip dengan sifat kutub magnet. Dua kurtub magnet yang berbeda saling tarik menarik sedangkan yang sama saling tolak menolak. Dua kutub magnet yang berbeda dapat membentuk dipoile magnet.
“Jangan ngelantur pak, jelaskan dulu FSM.
“Sorry,” kita kembali pada FSM:
Axioma energi: energi x dan y selalu positif, tak dikenal adanya energi negatif, jika nilainya nol maka artinya energinya nihil.Perhatikan: tanda minus didepan x dan tanda plus didepan y. Letak x dan y serta tanda didepannya tak boleh dipertukarkan atau dibolak-balikkan. Atas dasar ini E dapat bernilai positip maupun negatif, ini sangat berbeda dengan nilai E pada formula E=mc^2 yang selalu positif. Inilah penjelasannya:
1. Saat x=y pasti E=0. Menurut teori Weber, jika sebuah magnet dipotong-potong atau dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil pada akhirnya akan didapatkan manikul yang dapat terakses oleh panca indra dengan atau tanpa bantuan peralatan fisika. Jadi energi yang memiliki E=0 “dapat terakses” oleh pancaindra dan peralatan fisika. Catatan: “dapat terakses” berbeda dengan “hanya dapat terakses”.
2. Saat x=0 pasti E= y atau E>0 “hanya dapat teraksres” lewat fikiran (bedakan otak dengan fikiran).
3. Saat y =0 pasti E= x atau E<0 “hanya dapat terakses” oleh batin.
4. Saat x > 0 dan y > 0, tetapi x#y ada dua kemungkinan:
a. Jika y > x maka E merupakan spektrum energi yang didominasi oleh y sehingga dinamakan spektrum energi rasional yang lebih mudah terakses oleh fikiran.
b. Sebalikanya jika x > y, maka E merupakan spektrum energi yang didominasi oleh x sehingga dinamakan spektrum energi irrasinal yang lebih mudah terakses oleh batin. “Seluruh spektrum” energi transien “hanya dapat terakses” oleh kemampuan bawah sadar, namun masih mungkin terakses secara batiniah maupun fikiran dalam lebar bidang tertentu yang berdekatan dengan E=x dan E=y, namun “tak terakses oleh pancaindra”, kecuali dalam kondisi berosilasi disekitar E=0, misalnya dalan bentuk STW. (Bandingkan dengan spectrum cahaya).
5. Saat x = 0 dan y =0, pasti E = 0. Kondisi ini memenuhi FSM sehingga valid walau masing komponen energinya nihil. Inilah yang dinamakan Unsur Premordial, yang dipandang sebagi perwujudan/bukti Kekuasaan Tuhan YME, bukan energi namun sanggup terakses oleh kemampuan manusia dengan berbagai:
E=0 dapat terakses oleh pancainda.
x=0 dapat terakses oleh fikiran
y=0 dapat terakses oleh batin.
Kemampuan paralogika atau bawah sadar yang tak terkendalikan oleh otak “dipandang tak akan mampu mengakses unsur premordia” (kekuasaan Tuhan YME), inilah sebabnya kemampuan bawah sadar dinisbikan oleh ilmu pengetahuan maupun agama. Teori paralogika menginformasikan bahwa living organisme, termasuk manusia merupakan interaksi vitalistik antara organisme dengan soul atau interaksi semi fitalistik antara organisme dengan spirit.
Organisme hanya mungkin terbentuk diwilayah biosfera, sehingga mengalami bioretmis, mengalami kondisi sadar dan bawah sadar. Saat sadar manusia sanggup mengerti tentang adanya dan kekuasaan Tuhan YME, Kode Minimalisnya (000) lewat keberadaan ciptaan Nya yang berupa energi, sedangkan saat tak sadar yang dapat terakses seluruh spektrum transien dimana seluruh nilai x, y dan E bukan bernilai nihil, Kode Minimalisnya (#0#0#0).
Catatan energi transien Kode Minimalisnya (#0#0#0) , E#0, x#0 dan y#0. Unsur premordial Kode Minimalisnya (000) E=0, y=0 dan x=0

Saat aku sedang menjatakan bahwa otak berlainan dengan fikiran Endang datang dari kerja, melewati tempat kami berdiskusi. Saat itu aku menyatakan otak adalah organ tubuh yang fungsinya mirip CPU pada komputer, Endang melanjutkannya fikiran adalah soft ware sedangkan otak adalah hardware.
“Itu pernyataan ibumu, bukan pernyataanku. Menurutku fikiran berfungsi mengakses data yang dibawa oleh energi metafisika. Batin berfungsi mengakses data yang dibawa oleh energi gaib. Pancaindra berfungsi mengakses data yang dibawa oleh energi fisika. Harus dibedakan antara peralatan pancaindra, misalnya mata,telinga.hidung,lidah dan kulit dengan kemampuan mengindra.
Tak semudah menunjuk peralatan pancaindra saat harus menunjukkan dimana letak batin dan fikiran sehingga letak batin dianggap ada didalam dada, sedangkan fikiran ada dalam kepala. Akibatnya otak dan fikiran dicampur adukkan karena dipandang keduanya terletak dikepala.
“Stop, stop jangan ngelantur!”
Saat seluruh keluarga Sigit tidur di Mesan mereka menempati kamar yang lebih luas dimana terdapat dipan kayu tua berukuran1,8 x 2 m2 lengkap dengan kasur busanya dan sebuah spring bed juga berukuran sama sehingga cukup untuk tidur berempat dalam satu kamar yang sama. Malam hari aku terbiasa bangun untuk “nongkrong” didepan komputer di kamar lantai 2 yang terletak pada ujung trap.
Untuk sampai kedua kamar tidur yang ditempati oleh keluarga Sigit aku harus melalui tempat mensterika, kolam dan jemuran yang beratapkan seng. Saat itu semua lampu dilantai dua dinyalakan, sehingga terang benderang.
Diruang sterika kudapatkan kotoran keluang, seekor keluang besar bergantung diatas kotoran itu. Kuambil sapu untuk menghantam binatang malam yang “mengganggu” itu, tetapi meleset. Binatang itu terbang menuju kamar yang ditempati keluarga Sigit. Ternyata lampu neon besar dalam ruangan itu dimatikan, yang menyala hanya lampu tidur sebesar 5 watt. Untung pintu kamar tertutup, sehingga binatang itu tak dapat memasuki ruangan.
Bagian dalam ruangan yang luas dan beratap tinggi itu dalam keadaan remang-remang terkesan seram. Ruangan itu sebenarnya sebuah home theatre keluarga yang kini difungsikan sebagai kamar tidur yang sekarang ditempati oleh keluarga Sigit.
Aku heran. Mengapa ruangan tidur itu dimatikan lampu besarnya, sementara itu seluruh lampu dilantai dua lainnya dihidupkan.
Pagi hari kutanyakan kepada kedua cucuku mengapa ada binatang yang mencari makan siang hari, tetapi ada yang mencari makan pada malam hari?
Yang menjawab Yuningtias:”Yang penglihatannya rabun siang mencari makan malam hari, yang butuh terang cari makan malam hari.”
“Lho, mengapa tadi malam ada seekor keluang mencari makan ditempat ini, padahal seluruh ruangan terang benderang?”
“Hayo….. jangan mistis.” Sigit memperingatkan.
“Kok mistis, ini ilmiah! Codot alias keluang alias bat-an masuk kesini untuk numpang tidur sambil berak. Tempat yang terang ini dijadikan tempat buang air besar dan buang air kecil oleh si bat-an. Kurang ajar sekali to si bat-an ini? Akan kuhantam dengan satu tapi dia sangat peka pada getaran udara. Seandainya yang kuhantam itu Bat-man pasti sudah terkapar atau akung yang sudah terkapar kena pukulan Bat-man. Ilmiah kan?”
Sehabis buka puasa keluarga Sigit meninggalkan Mesan. Aku mematikan semua lampu lantai dua, kecuali satu lampu panjar di teras yang letaknya strategis hingga dapat menerangi hampir seluruh bagian lantai dua.
Sebagai biasa aku bangun pukul setengah tiga malam dan nonkrong didepan komputer.
Saat jam dinding menunjukkan pukul tiga dini hari kudengar pintu garage dibuka, Sigit memasukkan Starlet lalu terdengar langkah-langkahnya menaiki trap ke lantai dua. Sigit menemani ibunya saur lalu naik ke lantai dua seorang diri, sebab istri dan kedua anaknya ditinggalkan di Purwomartani.
Ternyata Sigit menyalakan lampu-lampu dilantai dua dan tidur dikamar bersebelahan dengan ruang home theatre.
Ini satu langkah maju!
Pagi hari kami bebas berdiskusi tantang Teori Minimalis tanpa khawatir didengar oleh kedua cucuku.
Sigit telah memahami FSM dan meneter kebenaran serta manfaatnya. Kukatakan untuk menjelaskan FSM lebih jauh dibutuhkan peta energi Alam Semesta.
Dari kondisi E=0, x=0 dan y=0 dapat dibuat koordinat kartesian:
1. Saat E=0 diperoleh persamaan y = x yang dapat dilukiskan pada bidang xy yang melewati E=0 sebagai sebuah garis lurus melewati titik 000 membentuk sudut sama terhadap sumbu x dan sumbu y, yaitu sudut 45 derajat. Setiap energi fisika E=0 terletak pada garis lurus y=x. Sub Alam Sisika dilukiskan oleh grafik y=x. Energi diluar garis ini tak termasuk energi fisika. Jadi seandainya Sub Alam Fisika bergeser sediki saja dari garis y=x, maka akan lenyap. Nah fenomena inilah yang boleh dianggap sebagai KIAMAT bagi Sub Alam Fisika, yang mungkin saja dapat diprediksikan oleh Ilmu Pengetahuan. Kemana “larinya” atau menghilangnya Sub Alam Fisika tak mungkin terjawab oleh Teori Fisika.
TM sanggup menjawabnya: Jika Sub Alam Fisika masih terletak dibidang E=0, maka artinya Sub Alam Fisika menjadi tak terakses oleh pancaindra dan peralatan fisik, dikatakannya energi fisika bergeser dari Sub Alam Fisika ke Sub Alam Transien, ke Sub Alam Fikiran atau ke Sub Alam Gaib atau ke Alam Lain yang tak mungkin diketahui oleh kemampuan manusia karena invalid, tak memenuhi FSM yaitu ke Alam Abadi.
KIAMAT berdasar ilmu pengetahuan materialistik berbeda dengan KIAMAT berdasar religi. Jadi boleh saja ilmu pengetahuan yang materialistik menyatakan kalau “Alam Semesta” (yang tak lain Sub Alam Fisika menurut TM) mengembang hingga “lenyap” atau menjadi sebuah titik singular kemudian lenyap dinamakan KIAMAT hingga dapat diprediksikan oleh para ilmuwan.
Ada agama yang menyatakan adanya tanda-tanda Kiamat (Baca KIAMAT versi religi), namun menurut aku tanda-tanda itu adalah tanda-tanda musibah, malapetaka bagi penghuni bumi, atau bencana alam. Kiamat adalah merupakan rahasia Tuhan YME dan dapat terjadi sewaktu-waktu jika dikehendaki Nya, sehingga tak mungkin diramalkan atau diprediksikan.
2. Saat x=0, diperoleh persamaan E=y yang dapat dilukiskan pada bidang Ex yang melalui x=0 sebuah garis lurus melewati titik 000 membentuk sudut sama terhadap sumbu E dan sumbu y,yaitu sudut 45 derajat. Energi diluar garis ini tak termasuk energi metafisika. Jadi seandaikan Sub Alam Metafisika bergeser sedikit saja dari garis E=y, maka akan “lenyap” dan tak mungkin terakses oleh fikiran. Ini dapat dianggap KIAMAT bagi mereka yang mengagungkan fikirannya.
Ini bukti bahwa kemampuan berfikir manusia sangatlah terbatas, tak mungkin memahami sesuatu yang tak mungkin difikirkan, misalnya sesuatu yang gaib, bahkan yang dapat terakses oleh pancaindra, apalagi yang invalid.
3. Saat y=0, diberoleh persamaan E=x yang dapat dilukiskan pada bidang Ex nimana nilai y=0 sebuah garis lurus melewati titi 000 membentuk sudut sama dengan sumbu E dan x atau sudut 45 derajat. Energi diluar garis E=x tak termasuk energi gaib. Jadi seandainya Sub Alam Gaib bergeser sedikit saja dari garis E=x, maka akan lenyap dan tak mungkin terakses oleh keyakinan. Ini dapat dianggap KIAMAT bagi mereka yang sepenuhnya yakin tentang adanya Hari Kiamat menurut dogma suatu agama.
4. Saat E#0,x#0 dan y#0 terdapat banyak sekali garis dan titik yang invalid saat E# -x + y , atau yang hanya terakses oleh kemampuan bawah sadar (kemampuan paralogika) saat E = – x + y, diantaranya fenomena mimpi dan angan-angan.
Ada tiga kemungkinan:
a.Mereka yang berkemampuan paralogika normal sanggup mengakses Sub Alam Transien, namun menisbikannya.
b. Mereka yang berkemampuan paralogika positif dapat memanfaatkan mimpi sebagai inspirasi untuk diujudkan menjadi kenyataan.
c Mereka yang memiliki kemampuan paralogika negatif tak dapat membedakan mimpi/angan-angan dengan kenyataan. Kondisi mereka yang tak sanggup membedakan antara mimpi/chayalan dengan kenyataan merupakan KIAMAT bagi individu yang bersangkutan, namanya sinting!

“Stop, masalah grafis dan matematika aku sudah tahu, yang ingin kuketahui: manfaat dari pemetaan energi di Alam Semesta.”
“Lho, itu penting untuk menganalisa masalah KIAMAT menurut teori mutakhir yang pernah kau baca/kau dengar atau mungkin teorimu sendiri, yang menurutmu sanggup memprediksikan sampai hitungan detik, sihingga dapat dibedakan antara KIAMAT versi ilmu pengetahuan mutakhir atau versimu, dan KIAMAT versi keyakinan/religi” Jangan dicampur adukkan.

Sigit sejak kecil kukenal sebagai seorang anak yang sangat cerdas, tetapi “perasaannya” sangat halus, sehingga cenderung menjadi sangat sensitive/perasa hingga menjadi penakut, mudah “terpengaruh” pada yang dilihat dan didengarnya.
Eyang nya, rama Wirjo Atmodjo, memperingatkanku agar aku mendidiknya secara “lembut” agar dia tumbuh sebagai seorang anak yang patuh pada orang tuanya dan disukai oleh teman-temannya, namun aku malah berusaha untuk mengkompensasinya dengan pendidikan yang “keras” agar menjadi seorang yang kritis, berani menghadapi keyataan hidup dalam budaya Indonesia yang majemuk. Jika dia “terlalu” perasa akan sangat merugikan dirinya dalam menghadapi kenyataan hidup dalam masyarakat yang majemuk.
Hasil pendidikanku ternyata berhasil menjadikan dia sangat kritis dan kreatif. Saat di SMP Sigit pernah merencanakan kendaraan yang dapat berjalan tanpa menggunakan bahan bakar, prinsipnya sangan sederhana, yaitu dengan energi yang tersimpan dalam sebatang magnet.
Disekolah dia “ogah” mengikuti pelajaran formal, memilih tidur dari pada “mengganggu” teman yang sedang asyik mengikuti pelajaran. Pak Darto, kepada sekolah SD Bopkri B mendatangi rumahku, meminta agar Sigit tak usah di sekolahkan, diajar sendiri saja, sebab anak ini “menyepelekan” guru karena katanya apa yang diajarkan di sekolah sudah diketahuinya dari membaca dan mendengar dari kakak-kakaknya. Kutanyakan pada pak Darto : Apakah dia harus kularang membaca dan mendengar dari kakak-kakaknya? Pak Darto tak dapat memberikan jawaban.
Yang sangat menyakitkan adalah Pak Darto menyatakan bahwa sebenarnya Sigit adalah juara klas, tetapi karena kesombongannya dia “dilorot” ke peringkat kedua. Aku memprotesnya, tetapi bagi Sigit tak ada masalah.
Sigit ternyata saat ini “menyadari” manfaat dan kerugiannya berperilaku kritis hasil didikanku.
Saat aku akan melanjutkan diskusi mengenai adanya berbagai Sub Alam Semesta dia berusaha
“memahami” terlebih dulu sebelum mengkritisinya, sebab dia khawatir akan menjadi bumerang baginya.
Bidang E=0 adalah bidang xy dimana terletak garis lurus y = x.
Bidang x=0 adalah bidang Ey dimana terletak garis lurus y = E
Bidang y=0 adalah bidang Ex dimana terletak garis lurus x = E
Bidang E = – x + y dapat dijabarkan menjadi bermacam garis lurus y = x + E atau garis lurus y = x + a dimana a merupakan sebuah constanta yang bernilai sedikirt diatasminus tak berhingga hingga sedikit dibawah tak berhingga. Jika a diskrit yang dihasilkan garis- garis lurus sejajar dengan garis y = x yang terletak pada sebuah bidang datar, jika a malar maka berupa bidang datar. yang melalui garis lurus y = x + a, misalnya y = x + 1 dan y = x + 2..

Bagus sekali, sekarang dapat dibuktikan bahwa garis y = x hanya satu buah, garis y = E juga hanya sebuah, garis x = E juga hanya satu buah, sedangkan garis E = – x + y jumlahnya hampir tak berhingga. Semua garis-garis tersebut menempati bidang-bidang tertentu, diluar bidang itu terdapat titik-titik atau garis-garis yang tak memenuhi E = – x + y. Dapatkah kau membuktikan secara matenatis bahwa titik-titik dan garis-garis yang tak memenuhi formula E = -x + y jauh lebih banyak dibanding yang terletak pada garis y = x, y = E, x=y dan bidang E = – x + y, formula garis diluar energi adalah Formula Som Wyn z # -x + y atau E # – x + y.
Jika kau dapat membuktikannya maka kau akan menyadari bahwa yang dapat dimengerti oleh manusia adalah sangat terbatas, jauh lebih banyak yang tak dapat dimengerti manusia atau dalam istilah minimalis adalah invalid karena tak memenuhi FSM.

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Pengalaman Hidup. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s