Apakah Radiasi Hawking sama dengan Elementer Clear Wave ?

Pertanyaan: Apakah Radiasi Hawking sama dengan Elementer Clear Wave? Dapatkah Radiasi Hawking digunakan unruk menjelaskan fenomena gravitasi secara ilmiah?
Jawaban: Hawking itu Ilmuwan besar  dibidang Fisika tetapi suka membuat teori yang fantastis diantaranya yang menyatakan bahwa Blackhole dapat menjadi lorong menuju ke alam semesta yang lain,hingga menjadi acuan para penulis fiksi ilmiah yang sangat laris. Sayang…… kemudian dia “meralatnya” dan menyatakan bahwa informasi yang tersedot oleh Blackhole akan dikembalikan ke alam semesta yang sama (karena menurut dia tak ada alam semesta yang lain) dalam bentuk yang tak dapat dimengerti/dilacak  lagi, yang disebut sebagai radiasi Hawking.
Menurut TM informasi tak memiliki massa  hingga E # 0,  atau energi semu, padahal Hawking tak mengakui adanya energi semu. Bagi saya radiasi Hawking menjadi ambigu, disatu sisi berupa informasi (menurut TM E # 0 ) disisi lain aliran quantum  ( menurut TM E= 0 ), karena Hawking seorang ilmuwan yang menyatakan bahwa isi alam semesta hanya materi (quantum) yang semuanya patuh pada hukum fisika hingga tak mengakui keberadaan dan kebesaran Tuhan YME.
Jadi: mungkin saja yang dimaksud radiasi Hawking tak lain adalah ECW seandainya Hawking dan para ilmuwan fisika  tak lagi atheis dan mengakui keberadaan dan kebesaran Tuhan YME dan menyadari bahwa isi alam semesta bukan hanya energi bermassa yang mematuhi hukum fisika, melainkan ada energi semu yang massanya nol yang tak mematuhi hukum fisika, melainkan mematuhi hukum Ekologi Universe.
Dengan demikian manusia tak hanya terbelenggu dalam materialisme dimana E = 0 melainkan berkembang ke Sub Alam Transien dimana E # 0 Menurut matematika minimalis Sub Alam Transien  memiliki banyak bidang koordinatnya.
a. Bidang E> 0 disebut wilayah rasional dan harus didekati dengan akal dan  logika fikiran b. Bidang  E < 0 disebut wilayah irrasional yang harus didekati oleh bathin dan logika  keyakinan.
E = 0 adalah keadaan khusus dan disebut wilayah nyata dimana menjadikan manusia menjadi materialistik, dimana manusia hanya terpuaskan oleh sesuatu yang dapat terakses oleh pancaindra hingga puas  merasakan kenikmatan duniawi. Logika nyata  menjadikan manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya,  hingga manusia menjadi terkotak-kotak dan berebut kepentingan.

Teori Quantum Eteric menginformasikan bahwa ECL adalah gelombang longitudinal quantum eteric yang merupakan penyatuan Quantum yang memiliki E=0 dan eteric yang E#0., sedangkan Radiasi Hawking pasti bukan Quantum eteric melainkan sekedar quantum, sebab dia tak mengakui adanya eteric.
Mungkin dengan memanfaatkan Theory Membrane (T-M) dapat dijelaskan bahwa quantum dapat menghasilkan gaya gavitasi, namun timbulnya gaya gravitasi dapat diinformasikan oleh Teori Quantum eteric secara sederhana, yaitu: Dua quantumeteric yang berinteraksi secara mekanistik (bedakan dengan interaksi mekanik) akan menjadi graviton yang tak lain anti meter (versi minimalis). Anti matter akan anihillis (lenyap menjadi) eteric atau gelombang eteric jika berinteraksi dengan quantum. Annihilis ini mengebabkan kekosongan ruang nyata. Inilah yang menyebabkan gaya tarik gravitasi. (Jadi tak mungkin ada gaya tolak gravitasi., sebagai halnya gaya tolak magnet atau gaya tolak electro statis..

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s