Hukum Newton dan Teori Evolusi itu Sudah Hancur Berkeping-keping

Pertanyaan: Anda ini sangat konservatif dan  terbelenggu oleh teori dan hukum yang telah runtuh. Coba jelaskan apa yang akan terjadi jika bolda anda saling bertemu hingga jaraknya nol. Apakah dua bolda itu gaya tariknya tak berhingga hingga tak mungkin dipisahkan? Dapatkah anda jelaskan mengapa terjadi mutasi?

Jawaban: Anda bukan bertanya melainkan “menguji” kebenaran teori saya yang anda tuduh membela hukum Newton dan teori evolusi Darwin. Saya sangat berterima kasih atas perhatian anda terhadap teori saya, tetapi saya menyangkal bahwa Hukum Newton dan Teori Evolusi Darwin telah hancur berkeping-keping.
Sebuah teori atau hukum akan ditinggalkan jika tak ada manfaatnya, sebaliknya jika masih bermantaat dan dibutuhkan tak mungkin dihancurkan. Dari pada bernafsu menghancurkan suatu hukum atau teori yang masih dibutuhkan akan lebih baik mengkritisinya atau membuat teori atau hukum baru, sebab manfaat lebih penting dari pembuktian tentang kebenarannya,

Apa yang akan terjadi jika dua materi bermassa saling tarik menarik lalu mendekat hingga jaraknya nol dan menurut Hukum Newton  gaya tariknya menjadi tak berhingga hingga tak mungkin dipisahkan?
Harus dibedakan antara skala mikro dan skala makro. Teori Relativitaspun hanya dapat menjelaskan fenomena makro, sedangkan yang mikro dijelaskan oleh Mekanika Kuantum. Saya memang konservatif tetapi berusaha untuk mengikuti teori-teori mutakhir, namun karena pengetahuan saya sangat minimal/terbatas dan terbelenggu oleh teori lama maka saya hanya dapat mengagumi/keheranan , tetapi sulit untuk memahaminya.

Dalam skala mikro:
Massa sangatlah kecil sehingga perkaliannya juga kecil. Setiap massa membutuhkan ruangan sehingga tak mungkin titik pusat dua materi jaraknya nol. Jadi, tak benar jika dua bolda titik pusatnya berjarak nol satu dengan lainnya, massa bolda dalam skala mikro juga sangat kecil hingga perkaliannya juga kecil. Jadi hukum Newton masih berlaku, dapat dibuktikan bahwa memecahkan inti atom membutuhkan energi sangat besar.

Dalam skala makro:
Massa yang besar, umumnya volumenya juga besar, sehingga jarak titik pusatnya juga besar.
Benda yang massanya besar akan menerima gaya tarik bumi besar hingga dibutuhkan energi besar untuk memisahkan dari bumi.
Jadi hukum Newton berlaku pada skala mikro maupun makro. Hukum Newton dapat dibuktikan secara ekperimental. Hukum Newton sangat bermanfaat dalam segala bidang, bukan hanya dalam fisika.
Anda mungkin seorang ilmuwan sekaliber Hawking yang sanggup memahami  teori relativitas untuk membuat sensasi agar berbeda dengan orang-orang konservartif seperti saya  dengan menyepelekan  hukum  Newton.  Eintein  sendiri membuat paket teori relativitasnya  masih “menggunakan”  hukum Newton.

Tidak benar jika saya pendukung atau terbelenggu  teori evolusi Darwin, yang benar saya “memperluas” teori evolusi makluk hidup dengan teori evolusi alam semesta. Saya juga menyatakan bahwa disamping evolusi juga ada revolusi. Sebagai contoh: Bigbang saya anggap sebagai revolusi alam semesta, demikian halnya mutasi juga merupakan revolusi makluk hidup (walau banyak yang menyatakan  mutasi merupakan penyimpangan dari hukum evolusib dan selalu merugikan).
Dengan Formula Supernatural Modern bahkan saya dapat menjelaskan bahwa makhluk yang sempurna belum tentu harus berasal dari makluk yang lebih sederhana lewat proses evolusi biologi. Dengan teori minimalis justru saya mengoreksi teori Darwin yang “diselewengkan” hingga menganggap manusia sebagai turunan kera. Organisme manusia dapat terjadi dari quanta tinggi, bukan harus melewati quanta rendah. Dari quanta tinggi dapat langsung terbentuk organisme kompleks tak melewati proses evolusi biologi. Menurut Teori Paralogika, organisme merupakan interaksi antara quanta dengan symetrikal trans wave. Interaksi ini dapat terjadi saat quanta rendah menjadi mikro organisme maupun kuanta tinggi, dan menghasilkan tumbuh-tumbuhan dan hewan mamalia. Manusia dapat terujud dari interaksi semi vitalistik antara quanta tinggi dengan spirit, hingga tak melalui evolusi biologis. Saya tak menyangkal kebenaran teori evolusi Darwin melainkan mengkritisi agar teori  evolusi Darmin ini tak melukai martabat manusia hingga diusahan untuk dihancurkan. Teori ini sangat bermanfaat dalam berbagai bidang, tetapi dapat disalah gunakan hingga melukai martabat manusia.
Teori Paralogika membedakan living organisme menjadi White blank body dan Reincarnated body, sehingga evolusi tak hanya terjadi pada organisme atau living body lainnya, melainkan setiap ciptaan Nyqa. termasuk spirit yang hanya memiliki astral body.
Apakah Tuhan YME tak sanggup menciptakan sesuatu yang sempurna? Jelas sanggup, tetapi Dia bukanlah sekedar pencipta melainkan perencana agung. Dia tak perlu mengerjakan suatu karya dari awal hingga selesainya karya itu. Sebelum menciptakan Dia telah merencanakan dengan seksama serta menyertakan hukum yang akan mengaturnya, maka Dia cukup memberikan sentuhan awal, maka semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana Nya. Setiap ciptaannya diberikan kesadaran tentang keberadaannya  hingga sanggup mengurusi diri sendiri,jenis dan lingkungannya. Kelebihan manusia adalah dianugrahi bathin (feeling) fikiran (akal) dan pancaindra hingga tahu esensi dari keberadaannya dalam suatu lingkungan.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

2 Balasan ke Hukum Newton dan Teori Evolusi itu Sudah Hancur Berkeping-keping

  1. Akung Ibnu berkata:

    Massa tak akan berubah tanpa ditambah atau dikurangi. TM dapat menjelaskan penambahan dan pengurangan massa berdasar Hukum Keseimbangan Energi dengan Formula Supernatural Modern E = – x + y, dimana x > 0 dan y>0. dan Matematika Minimalis. Saat E berubah dari E#0 menjadi E=0 akan terbentuk quantum minimalis, sedangkan saat E # 0 berubah menjadi E= 0 karena x=y=q (quantum minimalis) maka akan terbentuk eter atau eteric.
    Dengan Teori Quantum Eteric dan Teori Anti Matter Minimalis dapat dijelaskan: Saat pusat rantai tertutup quantum berimpit dengan rantai tertutup eteric, sehingga (qm) menyatu dengan (e) terjadilah multi axes matter yang merupakan fenomena fisika dalam pembentukan massa yang berupa inti atom atau elektron. Multi axes matter memiliki E=0 sehingga merupakan fenomena Sub Alam Fisika, jika kedua intinya tak menyatu melainkan sekedar bergabung yang terbentuk adalah anti matter atau mono axes matter yang memiliki E#0 yang merupakan fenomena Sub Alam Transien.

    • Akung Ibnu berkata:

      ralat pada tulisan:
      Saat E berubah dari E#0 menjadi E=0 akan terbentuk quantum minimalis, sedangkan saat E # 0 berubah menjadi E= 0 karena x=y=q (quantum minimalis) maka akan terbentuk eter atau eteric.
      Seharusnya sbb: Saat E berubah dari E#0 menjadi E=0 akan terbentuk quantum minimalis karena x=y=q sedangkan saat E =0 berubah menjadi E# 0 karena x#y, sehingga tak ada lagi nilai q maka akan terbentuk eter atau eteric.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s