Benarkah alam semesta akan menyusut lagi, mengapa demikian, kapan terjadinya?

Pertanyaan: Atas dasar apa bapak menyatakan tak akan terjadi kiamat akibat alam semesta mengembang terus menerus dan semakin cepat. Apakah bapak tak percaya adanya hari kiamat?
Jawaban: Kiamat adalah rahasia Tuhan YME dan dapat terjadi kapan saja jika dikehendakti Nya. Tetapi menurut keyakinan saya atas dasar pemikiran, sebelum menciptakan alam semesta Tuhan YME telah merencanakannya dengan saksama serta menyertakan hukum untuk mengaturnya, yaitu hukum Ekologi Universe. Tuhan YME tak asal mencipta dan mengendalikannya sesuka hatinya melainkan sangat konsisten dengan rencana Nya serta tak pernah menyimpang dari hukum yang telah diciptakan Nya. Saya bukannya tak percaya tentang hari kiamat, melainkan saya tak mengerti difinisi kiamat, apakah itu hanya meliputi bumi, sistem tata surya, galaksi Bimasakti atau seluruh alam semesta. Mohon dijelaskan kepada saya agar saya dapat menyakininya.
Saya yakin atas dasar pemikiran (bukan dogma) dan latar belakang pendidikan saya (Fisika konvensional, matematika konvensional dan ilmu tehnik kelistrikan) bahwa alam semesta merupakan sebuah sistem tertutup yang jumlah energinya tetap, yang berubah hanyalah jenisnya. Pemikiran ini atas dasar hukum kekekalan energi dalam fisika. Fisika menurut saya tak dapat menjawab setiap pertanyaan saya, misalnya fenomena cahaya yang bersifat ambigu, anomali air, kemiringan poros bumi terhadap gravitasi matahari, rahasia gravitasi, dan pengalaman saya dalam kejadian yang saya alami yang tak terjelaskan oleh hukum fisika.
Saya akui bahwa saya “terbelenggu oleh” hukum fisika konvensional, misalnya hukum Newton, Hitopesa Weber, hingga sulit untuk memahami konsep baru. Ini bukan berarti saya tak percaya pada Fisika dan Matematika modern, melainkan saya berusaha memahaminya menurut cara saya sendiri dengan berbekal ilmu saya yang sangat terbatas/minimalis.
Formula Supernatural Modern (FSM) E = – x + y bukan hasil pemikiran saya, melainkan saya dapatkan ketika saya dalam kondisi mengantuk. Bagi orang lain mungkin persamaan yang sangat sepele itu akan dibiarkan berlalu begitu saja, tetapi saat itu saya sedang mencari Formula Supernatural Midern seperti yang saya tuliskan dalam fiksi saya berjudul Black hole yang berlatar belakang abad ke 30. Itu sebabkan persamaan/fungsi atau rumus itu saya namakan Formula Supernatural Modern sesuai dengan nama Formula yang sedang dicari oleh ilmuwan abad ke 30.
Formula itu saya kotak katik (istilah ananda Sudarjanto), ternyata formula itu dapat saya manfaatkan untuk menjelaskan Teori Minimalis. Teori Minimalis itu mula-mula saya maksud untuk menjelaskan fiksi saya yang sangat kontrosersial dan sangat bertentangan dengan teori Blackhole gagasan Ilmuwan Fisika abad 20 – 21 (Stephen Hawking) yang mengilhami para penulis fiksi ilmiah.
Atas dasar FSM saya menyimpulkan bahwa isi alam semesta bukan hanya materi jang jika dibagi-bagi akan menghasilkan quantum. FSM dapat menjelaskan apa itu quantum. Menurut teori cosmologi sejak terciptanya, alam semesta jumlah energinya nol. Jika nilai nol saya masukkan dalam harga E = – x + y akan menghasilkan x = y = q = quantum. Menurut fisika quantum merupakan energi sekaligus materi terkecil pembentuk partikel dan benda. Jika saya masukkan E # 0, maka hasilnya x pasti # y. Jadi kalau x # y maka alam semesta akan lenyap (menghilang). Lalu kemana hilangnya alam semesta? Menurut Teori Minimalis alam semesta merupakan sistem tertutup hingga tak mungkin energi keluar masuk alam semesta. Atas dasar argumentasi inilah saya pastikan semua energi (quantum) tetap berada dalam alam semesta. Kalau benar alam semesta jumlah energinya nol, demikian juga quantum jumlah energinya nol, maka pastilah quantum merupakan keseimangan antara dua energi yang sama besarnya dan berlainan tandanya Memang benar bahwa quantum merupakan hasil pembagian dari quanta tetapi tak pernah menghasilkan nilai nol (massa nol).
Jika fisika bertolah dari quanta (materi) yang dibagi-bagi hingga menghasilkan quantum (energi dasar fisika), maka TM bertolak dari monopole Weber x (kutub selatan) dan monopole Weber y (kutub utara) yang berinteraksi membentuk dipole. Dalam kondisi seimbang nilai x harus sama dengan nilai y dan membentuk quanta (materi bermassa) ) atau quantum (energi dasar fisika).
Saint tak mengakui adanya energi semu (E#0) dan hanya mengakui adanya energi fisika (E=0) sedangkan TM memperkenalkan adanya energi semu disamping energi nyata (fisika).
Anehnya fisika mengakui adanya anti matter yang jika berinteraksi dengan mater akan lenyap. Kemana perginya hasil interaksi itu tak dijelaskan.
Singkatnya Teori Minimalis menyatakan bahwa photon adalah media transisi memasuki keseimbangan prima sedangkan graviton merupakan media transisi keluar dari keseimbangan prima.
Photon menjadi sebabnya terjadinya materi bermassa atau menjadikan energi nyata dari energi semu sedangkan graviton menjadikan energi nyata menjadi energi semu atau mengurangi materi yang memerlukan ruang.
Alam semesta mengembang akibat energi semu berubah menjadi energi nyata dan dikendalikan oleh terjadinya graviton yang merubah energi nyata menjadi energi semu. Energi semu dialam semesta jumlahnya terbatas, jika sebagian besar berubah menjadi energi nyata maka menipislah persediaan energi semu, sebaliknya energi nyata berlimbah. Dalam kedaan demikian garviton menjadi domenan terhadap photon akibatnya gaya gravitasi sangat kuat sehingga materi saling menyatu, termasuk blackhole yang merupakan pusat suatu galaksi hingga pancaran ECW nya “menguras” energi fisika dari bolda (bola dawai) untuk diubah jadi energi semu yang tak memerlukan ruangan. Akibatnya alam semesta akan menyusut karena “penghuninya yang memerlukan ruang berkurang”.
Jadi saat terjadi titik keseimbangan antara banyaknya energi semu yang berubah menjadi energi nyata dan banyaknya energi nyata menjadi energi semu, maka alam semesta untuk sementara tak akan mengembang atau menyempit, namun saat kehilangan energi nyata melebihi terjadinya energi nyata alam semesta akan mulai menyusut, hingga menjapai titik terendah, kemudian akan kembali mengembang hingga titik tertinggi.
Menurut saya fenomena mengembang dan menyusutnya alam semesta tak ada kaitannya dengan hari kiamat karena itu merupakan renfcana Tuhan YME.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s