Benarkah bulan dahulu sangat dekat dengan bumi?

Pertanyaan: Saya pernah mengikuti acara TV tentang tata surya yang menyatakan bahwa dulu bulan mengitari bumi  sangat dekat dengan bumi, semakin lama semakin menjauh. Bagaimana pendapat anda?
Jawaban: Itu analisa ilmiah atas dasar data-data yang dikumpulkan selama beberapa dekade lewat pengamatan astronomi modern disamping pemanfaatan sistem informasi dari massa lampau misalnya dari prasasti, sejarah, tulisan para cendekiawan masa lalu dll. Data itu diolah secara fisika dan matematika dan diperoleh kesimpulan bahwa putaran bulan mengelingi bumi semakin cepat, sehingga menimbulkan gaya sentrifugal lebih besar, untuk mengimbanginya agar bulan tak terlepas dari bumi haruslah jaraknya semakin jauh. Sebaliknya jika ternyata putaran bumi mengelilingi bumi lebih lambat  lalu disimpulkan bulan berputar lebih lambat karena massa kedua benda itu semakin besar maka untuk mengatasi gaya gravitasi  bulan menjauh dari bumi. Jadi ini analisa ilmiah menggunakan logika fikiran.  Anehnya mareka tak pernah mempertanyakan mengapa fenomena itu dapat terjadi, artinya mengapa karena putarannya lebih tinggi lalu secara automatis bulan menjauhi bumi, atau kalau putaran bulan lebih lambat itudikatakan sebagai akibat dari pertambahan massa kedua benda maka secara automatis bulan menjauhi bumi. Semua itu dianggap karena  alam semesta (termasuk bumi dan bulan) sangat patuh pada hukum fisika. Lain halnya agama yang memanfaatkan logika keyakinan akan menyatakan semua itu atas kehendak Tuhan YME. Agama tak memerlukan kaitan antara argumentasi dan pengambilan kesimpulan sebab sepenuhnya berlaku atas kehendak Tuhan YME.
Jika anda meminta pendapat saya: Menurut saya Tuhan YME  bukan setiap saat mengtur/ mengendalikannya dan semua harus  selalu patuh atas kehendak Nya hingga terkesan setiap saat Dia dapat berbuat sesuai dengan yang sedang dikehendak Nya. Itulah sebabnya Einstein menyatakan Tuhan  YME tidak sekedar  bermain dadu,……. lalu saya lanjutkan  Dia  bukan asal mencipta dan memperlakukan ciptaan Nya sekehendak hati Nya, melainkan telah merencanakan dengan seksama sebelum menciptakan Alam Semesta dan menyertakan hukum untuk mengaturnya yaitu hukum Ekologi Universe untuk mengatur seluruh alam semesta dan hukum lain-lainnya untuk mengatur Sub Alam, misalnya mengatur Sub Alam Fisika lewat hukum Fisika. Jadi hukum Fisika adalah bagian dari hukum Ekologi Universe harus sesuai dan tak bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi, yaitu hukum Ekologi Univers.
Putaran bumi lebih cepat seharusnya  dapat dianalisa lebih mendetil, misalnya karena massa bumi dan massa bulan semakin besar hingga  gaya gravitasi bumi atau gaya tarik menarik bumi dan bulan semakin besar akibat pertambahan massa benda itu? Untuk itu telah direncanakan oleh penciptanya bulan harus berputar lebih cepat agar tetap terjadi keseimbangan antara gaya gravitasi dengan gaya sentrifugal.putaran bulan, atau bulan menjauh dari bumi sebagai akibat mengembang alam semesta sesuai dengan kenyataan alam semesta mengalami pengembangan hingga jarak antara bintang, antara planet dan antara bumi dan bulan semakin besar.
Adalah sangat ironis jika dikatakan manusia dimuliakan oleh Tuhan YME karena dianugerahi hati nurani lewat keyakinan, dianugerahi akal lewat fikiran dan dianugrahi panca indra untuk menyaksikan kenyataaan tetapi  tak digunakan secara proporsional  bahkan digunakan secara terpisah sebagai halnya memisahkan antara logika keyakinan (misalnya agama) dan logika fikir(misalnya fisika) atau menafsirkan fenomena nyata hanya dengan logika nyata tanpa mengikut sertakan atau bahkan mengesampingkan logika keyakinan dan logika fikir hingga terjadi benturan  karena perebut kepentingan.Pertanyaan: Saya pernah mengikuti acara TV tentang tata surya yang menyatakan bahwa dulu bulan mengitari bumi  sangat dekat dengan bumi, semakin lama semakin menjauh. Bagaimana pendapat anda?
Jawaban: Itu analisa ilmiah atas dasar data-data yang dikumpulkan selama beberapa dekade lewat pengamatan astronomi modern disamping pemanfaatan sistem informasi dari massa lampau misalnya dari prasasti, sejar,  kalau diperoleh kesimpulan bahwa putaran bulan mengelingi bumi semakin cepat, artinya menjauhnya bulan dari bumi disebabkan oleh  gaya sentrifugalnya  lebih besar, sehingga semakin lama bulan akan semakin menjauhi bumi dan akhirnya terlepas dari cengkeraman bumi. Menurut TM untuk mengimbanginya agar bulan tak terlepas dari bumi haruslah massa kedua benda itu harus semakin besar, ini sesuai dengan TM bahwa massa bumi dan bulan semakin lama akan semakin besar akibat adanya limpahan sinar matahari hingga terjadi peningkatan quanta bumi dan bulan.
Sebaliknya jika ternyata putaran bumi mengelilingi bumi semakin  lambat maka gaya sentrifugalnya akan mengecil hingga bulan akan ditarik oleh bumi hingga menyatu atau menghantam bumi. Menurut Fisika (konvensional) agar tetap seimbang haruslah massa kedua benda itu harus semakin mengecil, hal ini bertentangan dengan TM. Kenyataannya tetap terjadi keseimbangan alamiah, jadi menurut TM haruslah putaran bulan mengitari bumi semakin cepat sebab tak mungkin massa bumi dan bulan semakin berkurang. Hal ini bertentangan dengan TM yang menyatakan bahwa massa bulan dan bumi semakin besar karena tergradasi oleh cahaya matahari.
Kenyataan tetap terjadi keseimbangan antara bulan dan bumi secara alamiah. Jadi analisa ilmiah yang menggunakan logika fikiran akan berkesimpulan kalau bumi semakin menjauh dari bumi pasti disebabkan oleh pertambahan kecepatan bumi mengelilingi bumi. Apakah ini sesuai dengan kenyataan bahwa kecepatan bumi mengitari bumi semakin cepat dari pengamatan dan perhitungan ilmiah? Jika memang demikian maka logika fikiran atas dasar hukum fisika sesuai dengan kenyataan berdasar pengumlulan data ilmiah.
Anehnya kita  tak pernah mempertanyakan mengapa fenomena itu dapat terjadi, artinya mengapa secara automatis bulan berputar lebih cepat atau menjauh dari bumi agar dapat mengatasi gaya tarik bumi dan bulan yang semakin besar? Mengapa kita tak pernah bertanya mengapa gaya tarik bumi dan bulan semakin besar? Cendekiawan Fisika sekaliber Hawking nenyatakan bahwa itu disebabkan  alam semesta (termasuk bumi dan bulan) sangat patuh pada hukum fisika. Lain halnya agama menyatakan semua itu atas kehendak Tuhan YME.
Jika anda meminta pendapat saya: Menurut saya Tuhan YME  bukan setiap saat mengtur/ mengendalikannya hingga setiap saat semua harus  selalu patuh pada  kehendak Nya hingga terkesan setiap saat Dia dapat berbuat sesuai dengan yang sedang dikehendak Nya. Itulah sebabnya Einstein menyatakan Tuhan  YME tidak sekedar  bermain dadu,……. lalu saya lanjutkan  Dia  bukan asal mencipta dan sanggup memperlakukan ciptaan Nya sekehendak hati Nya, melainkan Tuhan YME telah merencanakan dengan seksama sebelum menciptakan Alam Semesta dan menyertakan hukum untuk mengaturnya yaitu hukum Ekologi Universe untuk mengatur seluruh alam semesta dan hukum lain-lainnya untuk mengatur Sub Alam, misalnya mengatur Sub Alam Fisika lewat hukum Fisika. Jadi hukum Fisika adalah bagian dari hukum Ekologi Universe harus sesuai dan tak bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi, yaitu hukum Ekologi Univers. Walaupun Tuhan YME sanggup melakukan apa saja namun Dia sangat konsisten dan tak akan melanggar hukum yang telah dibuat Nya sendiri.
Putaran bumi lebih cepat seharusnya  dapat dianalisa lebih mendetil, misalnya karena massa bumi dan massa bulan semakin besar hingga  gaya gravitasi bumi atau gaya tarik menarik bumi dan bulan semakin besar akibat pertambahan massa benda itu. Untuk itu telah direncanakan oleh penciptanya bulan harus berputar lebih cepat agar tetap terjadi keseimbangan antara gaya gravitasi dengan gaya sentrifugal putaran bulan mengelilingi bumi atau bulan menjauh dari bumi sebagai akibat mengembang alam semesta sesuai dengan kenyataan alam semesta mengalami pengembangan hingga jarak antara bintang, antara planet dan antara bumi dan bulan semakin besar. Pengembangan alam semesta sesuai dengan hukujm Ekologi Universe, alam semesta mengembang akibat isinya semakin membutuhkan ruangan. Ruangan harus diperbesar agar sanggup memberikan tempat pada materi yang bermassa yang semakin banyak jumlahnya. Akhirnya kita bertanya: dari manakah datangnya “penghuni” baru itu? TM menyatakan bahwa alam semesta merupakan sistem tertutup sehingga jumlah energinya tetap yang berubah hanyalah jenisnya. Kalau  alam semesta hanya terisi  materi bermassa yang masing-masing telah membutuhkan ruangan, tak akan terjadi pertambahan massa yang artinya tak dibutuhkan perluasan ruangan. Kesimpulannya: pasti dialam semesta terdapat materi yang belum bermassa dan suatu saat menjadi bermassa sehingga memerlukan ruangan. Bagaimana terjadinya sesuatu yang nyata dari yang semu? Rahasia ini berusaha diungkapkan dengan berbagai teori fisika dan semoga akan dapat terjawab. Sementara fisika belum sanggup menjawab, saya menggagas teori minimalis untuk menjawabnya. Teori minimalis sekedar informatika harus dicek kebenarannya.
Adalah sangat ironis jika dikatakan manusia dimuliakan oleh Tuhan YME karena dianugerahi hati nurani lewat keyakinan, dianugerahi akal lewat fikiran dan dianugrahi panca indra untuk menyaksikan kenyataaan tetapi  kenyataannya  tak digunakan secara proporsional  bahkan digunakan secara terpisah sebagai halnya memisahkan antara logika keyakinan (misalnya agama) dan logika fikir(misalnya fisika) atau menafsirkan fenomena nyata hanya dengan logika nyata tanpa mengikut sertakan atau bahkan mengesampingkan logika keyakinan dan logika fikir hingga terjadi benturan  karena perebut kepentingan.

udelpot
udelpot wrote on Apr 9, ’10
wah penjelasannya menarik dan mudah banget dimengerti, makasih banyak ya om

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 9, ’10, edited on Apr 9, ’10
Harus dibedakan antara rotasi bumi pada porosnya (selama 24 jam untuk kembali pada posisi semula) hingga menimbulkan siang dan malam dan revolusi bumi mengelilingi matahari (selama satu tahun.) yang menyebabkan pergeseran matahari ke selatan dan ke utara. Juga harus dibedakan dengan rotasi bumi pada porosnya dengan revolusi bulan mengelilingi bumi. (selama satu bulan) yang menyebabkan bulan purnama dan bulan sabit.
Menurut saya mungkin sekali perubahan struktur bumi (misalnya terjadinya gempa tektonik akibat pergeseran lempeng bumi)
mempengaruhi rotasi bumi hingga menyebabkan perubahan waktu dalam hitungan detik, namun terlampau kecil akibatnya terhadap rotasi bulan mengelilingi bumi, apalagi dalam mempengaruhi revolusi bumi mengelilingi matahari.
Perubahan waktu dalam skala kecil dalam hitungan detik dapat disebabkan oleh perubahan rotasi bumi akibat intern bumi, tetapi dalam hitungan jam harus disebabkan oleh perubahan kecepatan bulan mengelilingibumi sebagai akibat hubungan antara bulan dan bumi (penyesuaian antara gaya tarik menarik bumi dan bulan dengan jarak antara bulan dan bumi). Perubahan waktu dalam hitungan bulan harus disebabkan oleh revolusi bumi bersama bulan mengelingi matahari akibat penyesuaian gaya tarik menarik matahari dan bumi dan jarak bumi dengan matahari akibat perubahan revolusi bumi mengelilingi matahari.
Semua itu dapat terjadi akibat patuhnya matahari,bumi dan bulan pada hukum fisika selama tidak bertentangan dengan hukum Ekologi Universe.

udelpot
udelpot wrote on Apr 8, ’10
kalo seandainya, seperti yg ditulis di surat kabar beberapa waktu lalu, yg mengatakan gempa yg terjadi di suatu daerah tersebut mengakibatkan berkurangnya jam sepersekian detik .. ada pengaruhnya ndak sama percepatan dan kecepatan bumi? itu seperti apa sih maksudnya?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 8, ’10
Saya mengedit tulisan ini agar tak menimbulkan salah pengertian seakan saya hanya menyatakan satu kemungkinan, menjauhnya bumi akibat putaran bumi semakin cepat, padahal mungkin saja putaran bumi semakin lambat namun tetap terjadi keseimbangan antara gravitasi dengan gaya sentrifugal.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s