Jangan percaya teori paralogika yang sesat

Pertanyaan: Membaca tulisan anda yang menyatakan bahwa manusia sanggup menghidupkan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang telah punah adalah sangat konyol dan tak mungkin terjadi, sebab hanya Allah yang sanggup melakukannya. Menurut anda teori minimalis dan teori paralogika tujuannya mengagungkan Tuhan YME dan membuat manusia tidak takabur, kenyataannya semakin lama anda semakin takabur dan  tak menghormati hak prerogatip Allah.
Yang berhak dan sanggup mengmatikan atau menghidupkan hanyalah Allah, jadi omong kosong jika manusia sanggup menghidupkan yang telah mati, apalagi yang telah punah.
Jawaban: Terima kasih atas kritik anda. Yang perlu anda ketahui yang saya tulis adalah sekedar gagasan saya yang bersifat sekedar informasi yang masih harus dicek dan dibuktikan kebenarannya.
Sebagai seorang yang beriman kepada Allah memang sudah seharusnya anda menggunakan logika keyakinan yang tidak mengkaitkan antara argumen dengan pengambilan kesimpulan. Adalah hak anda untuk menyatakan bahwa yang sanggup mematikan dan menghidupkan adalah Allah, tetapi cobalah lihat kenyataan: dibumi ini saja terjadi saling membunuh. Apakah itu tak menghormati hak prerogatif Allah? Apakah yang membunuh itu tak menghormati Allah? Dihutan rimba binatang saling membunuh, manusia juga membunuh binatang sering kali malah saling membunuh untuk berbagai alasan. Dalam logika kenyataan masing-masing menggunakan argumen sesuai dengan motivasinya. Ada yang membunuh untuk tetap dapat hidup, contohnya: harimau membunuh mangsanya, manusia membunuh binatang untuk dikonsumsi dagingnya, hukum menerapkan hukuman mati bagi penjahat yang menghancurkan peradaban manuisia  (pedagang ganja dan obat-obatan terlarang.).
Coba baca tulisan saya: Dapatkah menghidupkan yang mati. Dalam tulisan itu saya mengupas difinisi mati yang bnerubah sesuai dengan kemajuan rekayasa tehnologi dan rekayasa genetika, Saya katakan: yang telah mati total tak mungkin dihidupkan karena organismenya telah rusak. Yang dapat dihidupkan adalah organisme yang masih sehat dan yang menghidupkan bukannya manusia melainkan Tuhan YME yang telah merencanakan adanya spirit disamping soul. Spirit berbeda dengan soul. Dalam agama diyakini adanya setan dan iblis yang tak patuh kepada Tuhan, atas dasar inilah saya menyatakan adanya spirit. Bedanya: Setan itu musuh manusia (maaf saya menyangkal jika setan merupakan musuh Allah, sebab ini berarti mensejajarkan Allah dengan setan). Spirit terdiri dari berbagai sifat, ada yang baik ada yang jahat.  Setan termasuk yang jahat.
Spirit saya ibaratkan user yang membutuhkan komputer yang dapat menunjang aktivitasnya. Organisme saya ibaratkan komputer yang kemampuannya berbeda-beda. Saya menggunakan komputer sebagai organisme dan spirit sebagai user justru untuk menyederhanakan manusia yang sangat kompleks dan spirit yang belum terdeteksi oleh hasil tehnologi, dengan demikian mudah dimengerti oleh manusia saat ini yang telah terbiasa menghadapi komputer. Saya tak menggunakan robot yang lebih kompleks sebab saat ini robot masih tergolong langka.
Jika anda baca secara jujur dan tak atas dasar syakwa sangka, saya berusaha untuk “mendahului” anggapan bahwa manusia sanggup menciptakan makluk hidup, dengan memperkenalkan spirit yang sanggup mengendalikan organisme, sehingga jika manusia benar sanggup menciptakan organisme, jangan lalu beranggapan dapat menciptakan makhluk hiudp. Manusia hanya sanggup menciptakan organisme, membuat sel tiruan, membuat sperma dan sel telor, membuat biji-bijian…………. dan tak mungkin menciptakan makhluk hidup.  Formula Supernatural Modern E = – x + y menjelaskan bahwa kemampuan manusia sangatlah terbatas, saat ini manusia hanya berkutat pada kondisi E= 0 hingga hanya sanggup berjaya di Sub Alam Fisika.. Teori Minimalis mengajak agar manusia melangkah pada fenomena Transien yaitu pada E # 0.yang jauh lebih hebat dari Sub Alam Fisika dan Sub Alam Biologi. Spirit termasuk dalam Sub Alam Transien, hingga belum memiliki massa. Spirit membutuhkan organisme agar dapat memanfaatkan berbagai jenis energi, bukan hanya butuh trans energi. Spirit sanggup melanglang kesegala penjuru alam semesta untuk memperoleh organisme. Menurut Teori Paralogika, living organisme hanya mungkin “hidup” dalam lingkungan biosfera, diantaranya bumi. Spirit memiliki astral body hingga memiliki energi untuk mengendalikan organisme.
Saat ini sebenarnya manusia telah sanggup membuat telor ayam tiruan berkat kerjasama rekayasa tehnologi dan rekayasa genetika. Jika ditetaskan telor buatan itu akan menetas menjadi ayam. Jika manusia tak mengetahui adanya spirit mereka akan beranggapan dapat menciptakan makhluk hidup, padahal sebenarnya yang diciptakan adalah sekedar telor tiruan yang sesuai dengan kebutuhan spirit ayam yang mengendalikan telor hingga menjadi individu seekor ayam.
Mungkin anda katakan itu bohong,itu tak mungkin. Kalau memang benar mengapa tak dipublikasikan. Kalau hal itu dipublikasikan pasti akan ditentang dan dianggap penistaan terhadap Allah seperti pandangan anda. Itu baru ayam, belum manusia.
Mengapa manusia sangup menciptakan organisme? Kalau membuat robot, maka semua harus dikerjakan oleh manusia dengan tehnologi mutakhir  dan peralatan/mesin yang canggih untuk menghasilkan system body, system energy, system control dll,  kalau menciptakan telor atau zigote cukup “meniru” struktur telor dan zigote secara teliti sehingga memenuhi kebutuhan spirit ayam. Syarat utama dari living organisme adalah organisme yang membutuhkan biosfera dan spirit yang tersedia melimpah di alam transien.
Dalam hal “menghidupkan” tumbuh-tumbuhan dan binatang yang punah, yang dibutuhkan adalah data-data organisme binatang yang punah itu. Untuk ini dibutuhkan penelitian yang rumit. Diantaranya mengumpulkan fosil, bangkai dan ditolong oleh systematika biologi. Menurut TP organisme terbentuk dari materi dan cahaya yang semuanya tersedia dibumi ini. Jadi jelas mabnusia pasti dan telah sanggup menciptakan organisme, sehingga saya khawatirkan manusia akan menjadi takabur karena merasa dapat menciptakan makluk hidup (living organisme)., padahal tidak demikian menurut analisa Teori Paralogika.
Teori Paralogika menggunakan formula Som Wyn: z # – x + y yang menjelaskan bahwa soul merupakan rahasia Tuhan YME yang tak mungkin diketahui oleh kemampuan manusia lewat pancaindra, fikiran bahkan keyakinan.

tough2slf
tough2slf wrote on Jun 7, ’10

Undang-undang buatan manusia untuk dapat patuh atau tidak patuh dapat berlaku karena diberikan sangsi bagi yang melanggar dan perlindungan hukum bagi yang mematuhinya. 

Bagi Manusia maka apabila memakai teori kesempatan maka hal itu bisa dan juga tidak bisa berlaku 🙂

Bagi YME hanya berlaku hukum KARMA yang berlaku mutlak tidak perduli pangkat

Contoh dasar “reasoning” sehingga sesuai dengan ucapan Sidartha ” right thought – right act”

IF ……..kelakuan anda dianggap menyesatkan
Then ..akan ada yang memberi petunjuk atau memaki anda
Else.. anda tidak melanjutkan kelakuan tersebut

IF………. pak Wardi nekat makan emping
Then … penyakit Asam Urat akan kambuh
Else…. pak Wardi tidak melahapnya lagi

Kenapa pusing2 ngurusin urusan Surgawi yang notabene tidak ada seorang manusiapun yang menguasai secara benar…….sedangkan urusan Duniawi banyak yang belum kita ketahui

Silahkan mengunjungi lagi http://www.tough2slf.net78.net/index.php?p=1_105_Agama dan http://www.tough2slf.net78.net/index.php?p=1_103_Meditasi

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 7, ’10
Anda menggunakan logika keyakinan sehingga tak melihat keyataan atas dasar logika nyata.
Ini diskusi saya dengan pak Wardi Utomo: Dia menyatakan bahwa Tuhan selalu memberikan pilihan, misalnya dia menderita asam urat sehingga tak mau mengkomsumsi emping. Mula-mula dia merasa sangat “sedih” karena makanan itu dirasa sedap. Dia boleh memilih: enaknya emping yang diikuti rasa sakit, atau tak makan emping agar tak kambuh asam uratnya. Kemudia dia sadar bahwa masih banyak makanan lain yang juga sedap dan tak menyebabkan asam uratnya kambuh. Pembicaraan berlanjut pada soal mati dan hidup. Manusia berusaha berobat agar dapat sembuh dari penyakitnya, kalau dia tak berobat atau tak berikhtiar untuk dapat sembuh, maka berarti sudah bosan hidup. Apakah dia akan segera mati? Belum tentu, sebab soal mati dan hidup ada ditangan Tuhan YME.
Jika kita gunakan teori kesempatan, maka seorang yang rajin belajar kesempatan untuk lulus ujian lebih besar dari yang malas. Apakah yang malas tak mungkin lulus? Belum tentu. Menurut teori paralogika ada tiga faktor: x yang berada diluar diri seseorang, jadi ditentukan oleh lingkungan dan sistem yang berlaku untuk menentukan kelulusan; y yang berada dalam diri seseorang hingga ditentukan oleh usaha dan kemampuan orang tersebut secara individudan; z yang sepenuhnya menjadi hak mutlak Tuhan YME.
Ketiga faktor ini boleh dipilih dalam mencapai kelulusan: a. menyerah pada lingkungan dan sistem yang berlaku, jika lingkungannya mendukung (semua malas dan bodoh, jatah kelulusan ditentukan berdasar prosentase), maka kesempatan lulus lebih banyak dari jika lainnya rajin dan pandai, namun inipun masih ditentukan oleh sistem penentuan kelulusan (yang berada diluar orang yang bersangkutan). b. bertusaha (rajin belajar) agar kemungkinan lulus lebih besar, atau c. Menyerahkan pada kehendak Tuhan YME dengan mengharapkan mujikjat Nya.
Untuk dapat bereincarnasi dibutuhkan kemauan/idelisme/cita-cita dan keyakinan, fikiran untuk mengatur strategi mencapai cita-cita, dan usaha dengan perbuatan nyata. Namun pada akhirnya Tuhan YME yang menentukan.
Kewenangan Tuhan YME untuk menentukan diizinkan bereinkarnasi atau tidak bukanlah hak prerogatif Tuhan YME, sebab hak prerogatif didapat dari luar (misalnya rakyat), hingga dapat dicabut.. Kewenangan Tuhan YME adalah hak mutlak yang dimiliki oleh Nya hingga tak ada yang dapat mencabutnya.
Undang-undang buatan manusia untuk dapat patuh atau tidak patuh dapat berlaku karena diberikan sangsi bagi yang melanggar dan perlindungan hukum bagi yang mematuhinya.

tough2slf
tough2slf wrote on Apr 27, ’10
ke-1 Menurut hemat saya adalah hak prerogatip YMK untuk memutuskan dan bukan manusia perihal apakah “soul” masih harus melakukan inkarnasi atau tidak
ke-2 Patuh dan tidak patuh merupakan undang2 yang dibuat manusia…apakah sejalan dengan kemauan YMK …entahlah…

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 25, ’10
Benar sekali, tak mungkin manusia mencipta/membuat sesuatu tanpa mmenggunakan materi citaan Tuhan YME. Semua hasil rekayasa tehnologi menggunakan materi yang telah tersdia dibumi (ciptaan Tuhan YME) Manusia dapat membuat mobil, kendaraan ruang angka dll, tetapi manusia tak mungkin menciptakan/membuat living organisme, sebab disamping materi ada faktor lain yang sepenuhnya murupakan hak yang tak diberikan kepada ciptan Nya, termasuk manusia, yaitu soul.
Alam semesta dan isinya diciptakan sebagai satu kesatuan, tetapi tak termasuk soul. Soul inilah yang membedakan benda dan body dengan living organisme. Manusia tak mungkin membuat living organisme seperti membuat mesin, mobil sampai dengan robot. Tetapi manusia masih mungkin membuat sel dari molekul dengan rekayasa tehnologi. Dengan meniru proses alamiah manusia sanggup membuat organisme tiruan yang sangat mirip dengan aslinya sebab materinya tersedia dibumi ini, yaitu clear body dan clear energy ditunjang dengan gelombang electro magnet sebagai proses yang terjadi secara alamiah. Jika Tuhan YME mengizinkan maka organisme tiruan itu akan dimanfaatkan oleh spirit untuk melakukan reincarnasi.
Telor adalah suatu system yang akan tumbuh menjadi organisme jika telah dikendalikan oleh spirit. Jika mesin dan robot harus dibuat dari bagian-baian dan dirangkai bagian demi bagian karena materi yang digunakan tak memiliki kesanggupan untuk berkembang sendiri, maka telor dapat berkembang sendiri berkat adanya spirit yang mengendalikan. Secara teoritis membuat telor tiruan jauh lebih efisien dari membuat ayam tiruan atau daging ayam tiruan. Bagi living organisme yang belum punah mungkin membuat telor tiruan belum semudah beternak atau bertani, tetapi bagi living organisme yang telah punah maka membuat telor tiruan menjadi sangat penting agar manusia dapat menebus dosanya karena telah membuat punahnya suatu spesies yang pernah ada dan punah akibat ulah manusia.
Apakah itu spirit:
Energi diciptakan bersama penciptaan alam semesta, tetapi soul tak termasuk didalamnya. Menurut agama, soul “dihembuskan” kedalam “individu” setiap makluk yang akan menerima kehidupan. Menurut Teori Paralogika soul dihembuskan ke alam semesta untuk mengendalikan energi agar dapat bermanfaat. Menurut TP ada tujuh jenis kehidupan : holly body (yang immortal), living brigt body,talent body(yang immortal), living dark body,spirit yang memiliki astral body, soul bebas yang sanggup kembali/keluar dari alam semesta, living organisme yang dikendalikan oleh soul maupun spirit.
Pada saat “dihembus/dilepaskan” ke alam semesta soul yang masih putih bersih diberi kebebasan untuk tetap taat pada perintah Nya dan menjauhi larangan Nya sehingga dapat memperoleh kebahagiaan abadi, atau menuruti kehendaknya sendiri hingga dapat terbujuk oleh nafsu duniawi. Setan adalah spirit yang tak patuh pada Tuhan YME dan berusaha menjerumuskan manusia pada kenikmatan duniawi yang sangat pendek. Soul yang belum puas menikmati kenikmatan duniawi berusaha untuk melakukan reincarnasi. Jika organisme tak mungkin dimanfaatkan lagi maka baik soul maupun spirit akan meninggalkan organisme. Soul yang patuh pada perintah Nya tak akan bereincarnasi dan sabar sampai mendapatkan kebahagiaan abadi sedangkan soul yang belum puas pada kenikmatan duniawi akan tetap bersekutu dengan astral body membentuk spirit. Spirit akan berusaha mendapatkqan organisme segar yang dapat dikendalikannya agar dapat melakukan reincarnasi.
Sebagai yang dianalisa oleh TP bahwa soul dan spirit jumlahnya melimbah dibanding organisme, maka setiap organisme akan menjadi perebutan spirit, jadi bukan musthil jika “spirit” bersedia memanfaatkan organisme tiruan karena sedemikian nafsunya untuk dapat bereincarnasi.

tough2slf
tough2slf wrote on Apr 23, ’10

membuat telor ayam tiruan 

Mas Ibnu perlu ditambahkan bahwa telor ayam tiruan tersebut dibuat dengan menggunakan unsur2 yang telah ada …yaitu unsur2 ciptaan sang Maha Kuasa…dengan demikian tidak dapat disebut bahwa manusia sanggup membuat telur….Apabila ingin disebut mampu menciptakan telur…gunakanlah unsur2 yang bukan ciptaan YMK…hal itu tidaklah mungkin karena segala materi yang ada di Tata Surya adalah ciptaanNYA..

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 22, ’10
Dengan menggunakan teori probabilitas atau mencoba-coba memasukkan variable x dan y pada FSM dan FSW anda akan dapat menyimpulkan bahwa banyaknya soul (z) ,melebihi bintang diangkasa, bahkan lebih banyak dari atom, proton dan electron. Ini sekedar gambaran bahwa kemampuan manusia untuk mengakses ciptaan Nya sangatlah terbatas, jauh lebih banyak yang tak terjangkau (misalnya z) dari yang terjangkau (misalnya materi atau energi).
Ambil contoh menggunakan angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9, yang memenuhi syarat E = – x + y tak sebanyak yang memenuhi persyaratan z # – x + y, apalagi yang memenuhi syarat x = y atau E=0 hanya 0 = -1 + 1 , 0 = -2 + 2, 0 = -3 + 3 ………..sampai 0 = – 9 + 9. Berapa yang memenuhi z # – x + y dalam sampel 1 s/d 9 ? Variable z ada sembilan, variable x juga sembilan, variable y juga sembilan. Padahal ruas kanan dan ruas kiri bebas, boleh diisi sembarang angka dari 1 s/d 9 asal tak menghasilkan ruas kiri dan ruas kanan sama, sebab jika ruas kiri sama dengan ruas kanan maka terjadi energi (E = – x + y ) yang bukan soul.
Maaf bagi yang kurang memahami matematika dan fisika mungkin sulit untuk mengikuti penjelasan saya, maka sebaiknya anda percaya saja atau tak percaya saja, tak usah dipikirin, bahwa soul yang tak terjangkau oleh kemampuan manusia jauh lebih banyak dari energi yang masih mungkin dimengerti oleh manusia. Penjelasan saya ini saya tujukan kepada mereka yang membanggakan fikiran dan yang menisbikan keberadaan dan kebesaran Tuhan YME.
Penjelasan ini juga perlu bagi mereka yang berprasangka buruk pada teori saya dan menyatakan bahwa saya semakin takabu
Pada permulaan teori minimalis saya menyatakan bahwa manusia hanya sanggup mengisikan nilai/variable matematis, yang sanggup memberikan nilai sesungguhnya hanyalah Tuhan YME sesuai dengan rencana agung Nya. Kata Einwstein: Tuhan bukan sedang bermain dadu, semua yang dikehendaki Nya pasti terjadi betapun kecil probabilitasnya, sebab segalanya telah direncanakan dengan saksama sebelum menciptakan alam semesta dan telah menyertakan hukum untuk mengaturnya, yaitu hukum Ekologi Universe. Dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan pada teka-teki, karena manusia tak mungkin tahu rencana Tuhan YME yang merupakan hak mutlak Nya, itulah sebabnya teori probabilitas sangat penting bagi manusia sebelum melakukan aktivitasnya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s