Mengapa Blackhole dapat menyerap cahaya?

Pertanyaan: Saya banyak membaca tulisan anda dalam berbagai blog, diantaranya Asian Blog yang membicarakan soal Blackhole.  Tulisan anda sangat berbeda dengan yang lain yang mengupas Blackhole secara ilmiah maupun religius. Anda mengupas secara “nyleneh” atas dasar Teori Minimalis. Dapatkah anda jelaskan mengapa Blackhole sanggup mengisap cahaya yang melintas didekatnya?
Jawaban:  Bukan hanya blackhole yang sanggup menyerap cahaya, setiap materi yang bermassa sanggup menyerap cahaya. Menurut TM cahaya tertentu (symetrical trans wave) menghasilkan photon, photon memiliki massa betapapun kecilnya (Baca wikipedia mengenai photon, tetapi jangan setengah-setengah, baca sampai habis mengenai photon)  Menurut penemuan terakhir photon mempunyai massa. Cahaya memiliki energi sangat besar karena telah terbukti dapat mengarungi jarak yang sangat jauh dengan kecepatan tetap pada ruangan hampa materi (c) dan jika memasuki ruangan berisi materi photon akan berinteraksi dengan massa hingga menambah energi  fisika partikel. Menurut TM photon diruang hampa hanya muncul sesaat dan dalam setiap panjang gelombang muncul dua kali, saat medan magnit besarnya sama dengan medan listrik.
Jadi: yang sangat  mengherankan bukan fenomena blackhole sanggup menyerap sinar melainkan blackhole sanggup membelokan arah sinar yang kecepatannya sangat tinggi, untuk kemudian diserapnya.
Menurut TM Blackhole hanya sanggup membelokkan symetrical trans wave dan tak mungkin membelokkan asymetrical transawave yang tak membangkitkan photon. Jadi yang dibelokkan bukannya cahaya melainkan photon. Blachole juga takakan sanggup membelokkan cahaya dengan frequensi sangat tinggi, karena cahaya yang demikian tak memberi kesempatan munculnya photon. Ingat: ini adalah analisa atas dasar Teori Minimalis, bukan saint maupun religi, jadi sekedar informasi yang  masih harus diuji kebenarannya. Menurut TM cahaya yang memiliki frekuensi sangat tinggi mengalami paradox atau anomali.
Blackhole memiliki massa dan kepadatan massa sangat tinggi hingga sanggup memancarkan ECW sangat kuat yang menyebabkan gaya gravitasi sangat besar, Menurut Hukum Newon gaya tarik menarik dua buah benda (yang bermassa)  besarnya sebagai hasil perkalian dua massa itu dibagi dengan kwadrad jaraknya.  Massa photon sangat kecil (tetapi bukan nol), sehingga untuk menghasilkan gaya tarik dengan benda lain, maka massa benda yang menarik (membelokkan) haruslah sangat besar dan caraknya cukup kecil. Inilah sebabnya hanya benda yang memiliki massa sangat besar dan kepadatan massanya sangat tinggi seperti Blackhole sanggup membelokkan cahaya.  Kekuatan Blackhole bukan bersifat intrinsik melainkan extrinsik, artinya bukan hanya ditentukan oleh Blackhole melainkan juga tergantung objek yang berada diluarnya. Itulah sebabnya menurut TM Blackhole hanya sanggup membelokkan cahaya yang menimbulkan photon dan berada dalam jangkauan gravitasi yang masih cukup kuat. Semakin besar massa benda yang berada disekitar Blakhole  semakin kuat gaya tarik antara blackhole dengan benda yang massanya cukup besar, misalnya matahari. Blackhole tak mungkin menarik bumi atau planit dalam tatasurya lainnya secara langsung. Mataharilah yang dapat “dikuasai oleh Blackhole” karena gaya tarik antara blackhole dengan matahari cukup besar, karena kedua-duanya memiliki massa besar.
Penjelasan ibni sesuai dengan hukum Newton, bukan atas dasar Teori Relativitas Einstein.
   

udelpot
udelpot wrote on Apr 14, ’10
tertarik! langsung lanjut bacanya .. ^^

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 14, ’10, edited on Apr 16, ’10
Belum ada kendaraan bermassa yang sanggup membawa manusia mendekati Blackhole yang paling dekat, yang merupakan pusat galaksi Bimasakti.
Ada beberapa tahapan untuk keluar dari bumi menuju kesana: melepaskan diri dari cengkeraman gaya gravitasi bumi, melepaskan diri dari sistem tata surya kita, menghindarkan diri dari mengaruh “kekuasaan tatasurya” lain yang berada lebih dekat dengan pusat galaksi Bimasakti.
Perjalanan dari bumi ke pusat galaksi Bimasakti sangat jauh karena sistem tata surya kita terletak dibagian paling luar dari galaksi Bimasakti sehingga harus melewati beberapa sistim matahari yang lain dalam galaksi Bimasakti.. Silakan baca fiksi saya Blackhole, anda akan dapat melihat posisi bumi dalam sistem tata surya kita, dapat mengetahui letak sistem tata surya kita dalam galaksi Bimasakti. Melalui Wikipedia anda dapat memperoleh informasi dan data jarak antara bumi dengan matahari, dan jarak antara batahari dengan blackhole terdekat, pusat galaksi Bimasakti.
Kalau kita berangkat pada saat kita dilahirkan, maka akan sampai kesana saat kita sudah berusia ratusan tahun.
Itulah sebabnya fiksi saya itu sangat kontroversial. Dalam fiksi saya John Kopernikus sanggup mendarat dipusat galaksi Bimasakti yang kemudian diberi nama Blackhole John Kopernikus. Itu terjadi pada abad ke 30. Kendaraan yang digunakan bernama Cispin (CSPN) yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya. Tertarik? Baca Fiksi Blackhole, atau sinoskupnya.
Fiksi saya berbeda dengan startrek. Kendaraan startrek memiliki massa dan dimuati oleh manusia (living organisme), sehingga tak mungkin kecepatannya melebihi kecepatan cahaya.
Startreck berdasar Teori Relativitas yang menyatakan bahwa waktu dapat diperpanjang atau diperpendek bahkan diputar balikkan, sedangkan Blackhole berdasar Teori Minimalis yang menyatakan bahwa waktu terus berjalan dan tak dapat diputar balikkan, yang dapat diputar kembali adalah rekaman peristiwa berdasar urutan waktu.

udelpot
udelpot wrote on Apr 14, ’10
kereeen .. =)

jadi bertanya2, Blackhole terdekat dari sistem tatasurya, ada dimana? apa yg terjadi jika kita mendekat, dan kemudian diserap juga olehnya? apa seperti yg diperlihatkan oleh ‘ilmu startrek’, yg akan menghempaskan kita ke dunia dengan dimensi lain, dengan waktu yg tak terduga?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 14, ’10, edited on Apr 14, ’10
Tulisan ini juga dapat digunakan menjelaskan herarki dan tatanan alam semesta : bulan mengelilingi bumi, bumi dan planet dalam sistem tata surya mengelilingi matahari, matahari mengelilingi Blackhole pusat galaksi Bimasakti, Black hole mengelingi…………. pusat alam semesta. Disamping yang patuh pada hukum fisika tersebut, terbukti ada yang tak mematuhinya, misalnya komit, namun benda/fenomena yang tak patuh pada hukum fisika pasti masih patuh pada hukum Ekologi Universe. Tak mungkin benda,materi,energi fisika bahkan energi semu keluar masuk dari alam semesta. Menurut Teori Paralogika, yang sanggup keluar masuk alam semesta menuju alam abadi hanyalah soul yang dinyatakan dalam fosmula Som Wyn sebagai z # – x + y. (Baca Teori Paralogika).

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s