Teori evolusi Darwin vs teori revolusi Som Wyn.

Pertanyaan: Anda menyatakan bahwa manusia bukanlah turunan kera, tetapi menyatakan bahwa teori Darwin masih relevan. Ketika ditanya oleh seseorang apakah anda percaya teori Darwin, anda menyatakan agar membaca tulisan dan teori anda, dari situ orang dapat tahu bagaimana sikap anda terhadap teori evolusi Darwin.  Saya telah membaca teori dan tulisam anda, dari situ terkesan anda plin plan atau bersikap ragu-ragu. Saya ingin ketegasan anda, anda percaya atau tidak terhadap teori evolusi Darwin.?

Jawaban: Sepengetahuan saya teori Darwin adalah teori evolusi biologi, bukan hanya mengenai asal usul manusia. Tubuh manusia termasuk dalam organisme sehingga mungkin saja mengalami evolusi sebagai organisme lainnya. Teori Darwin termasuk dalam saint sehingga menuntut bukti, lain dengan keyakinan tentang Nabi Adam dan Hawa, tak perlu dibuktikan, tinggal yakin atau tidak. Darwin berusaha meneliti fosil, ini perlu dihargai, sebab sangat penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan (khususnya biologi). Jika ada bukti-bukti yang dimanipulasi/dipaksakan/dipalsukan itu adalah wajar agar teori itu diterima oleh ilmu pengetahuan. Tetapi yang harus membuktikan kebenaran fosil itu bukanlah ahli spiritual atau ahli agama melainkan ahli dibidangnya. Mereka seharusnya tak menggunakan ayat suci dan logika keyakinan, melainkan logika fikir dan logika nyata.
Dalam logika nyata untuk menyimpulkan sesuatu digunakan argumen yang sesuai dengan target yang akan dicapai. Logika seorang dokter, ahli hukum, pencuri, pedagang berbeda sesuai dengan motivasi penggunaan logika. Seorang ahli biologi yang atheis akan berbeda logikanya dengan yang religis.
Saya bukan seorang atheis dan juga bukan seorang religgius, namun saya menolak jika dianggap turunan kera, tetapi juga menolak jika dianggap turunan Adan dan Hawa karena menurut ilmu genetika perkawinan sedarah akan menyebabkan degradasi dan ini dapat dibuktikan secara nyata. Itulah sebabnya saya menggagas teori Paralogika untuk menginformasikan bahwa manusia bukanlah keturunan kera dengan menyatakan bahwa manusia sejak diciptakan adalah manusia, ini merupakan revolusi quanta sekaligua revolusi organisme, bukan evolusi seperti living organisme lainnya.
Sejak diciptakan oleh Tuhan YME manusia bukan hanya satu pasang (Adam dan Hawa) melainkan berpasang-pasang, dan pasangan itu tercipta secara terpisah, tidak sama DNA nya,  sehingga tak terjadi perkawinan sedarah melainkan perkawinan silang. Dengan demikian manusia dapat berkembang sehingga berbeda dengan living organisme lainnya (yang melakukan perkawinan sedarah/inset), sehingga manusia  tak mengalami degradasi melainkan melakukan gradasi gradasi, semakin lama semakin sempurna.

Inilah penjelasan/argumen saya:
Penurut Teori Paralogika manusia terdiri dari organisme dan soul atau spirit.
Organisme merupakan interaksi mekanistik antara materi (E=0) dengan dE/dt (cahaya). Soul hanya sanggup berinteraksi membentuk living organisme  hanya  dengan body /energi semu(E#0) lewat cahaya (dE/dt), bukan lewat partikel (E=0) atau quantum / quanta.
Setiap ciptaan Tuhan YME melakukan perubahan/perkembangan melalui proses evolusi (lambat/berangsur) atau revolusi (cepat /spontan).

a. Proses evolusi: Misalnya mengembang dan menyusutnya alam semesta, evolusi biolog, evolusi material.
Materi (quanta)  merupakan keseimbangan prima dari trans energi melalui proses evolusi. Proses ini melalui terbentuknya photon dari STW hingga dapat menaikkan energi maupun quanta partikel. Itulah sebabnya secara teori kita dapat membuat emas dari timah melalui proses mekanika quantum. Proses ini patuh pada hukum fisika.

b. Proses revolusi: Misalnya terjadinya Big bang, bencana alam yang memusnahkan seluruh atau suatau species yang pernah ada, terbentuknya materi baru dari bersatunya dua body semu yang komplementer.
Menurut TM dua energi semu sanggup berenteraksi membentuk energi nyata tanpa melalui proses evolusi melainkan proses revolusi, hal ini dapat dijelaskan dengan matematika minimalis:
E1 # 0 energi semu
E2  #0 energi semu
Maka E3 = E1 + E2 = 0 jika E1 = – E2, jadi E3 adalah energi nyata yang terjadi dari dua energi semu.
Dikatakan E1 merupakan komplemen dari E2 dalam membentuk E3
Atas dasar ini materi dengan quanta tinggi mungkin sekali terjadi dari dua energi semu yang ber variable tinggi, dengan syarat keduanya merupakan komplemennya. Fenomena ini merupakan proses revolusi terjadinya materi berquanta tinggi bukan melalui evolusi charging dan gradasi dari partikel berquanta rendah atau quantum menjadi materi  berquanta tinggi.
Kesimpulan :Quanta pembentuk organisme manusia merupakan proses revolusi Som Wyn, bukan melalui proses evolusi Darwin. Jadi jelas manusia bukan turunan kera, manusia sejak terciptanya adalah manusia tetapi bukan hanya dari sepasang manusia melainkan dari banyak  banyak pasangan.
Menurut TM Tuhan YME merencanakan ciptaannya berpasang-pasangan agar isi  alam semesta dapat mengatur dirinya sendiri.  Tuhan YME tak butuh  pasangan, itulah bedanya dengan ciptaan Nya yang butuh  berpasangan.
Ketegasan saya: Teori Darwin masih dibutuhkan dalam ilmu  biologi, tetapi tak dapat membuktikan bahwa manusia turunan kera. Sebaliknya ilmu genetika  dapat membuktikan bahwa perkawinan sedarah akan menimbulkan degradasi. Itulah sebabnya saya berkesimpulan manusia bukan turunan kera melainkan turunan manusia tetapi tidak dari satu pasangan, melainkan banyak pasangan sehingga tak terjadi perkawinan sedarah sebagai yang dilakukan oleh living organisme lainnya.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 27, ’10
Setuju sekali ! Yang sombong dan merasa pintar/benar sendiri cenderung tak mau belajar sesuatu yang baru/belum diketahui, hingga tak akan bertambah ilmunya.

tough2slf
tough2slf wrote on May 21, ’10

mungkinkah manusia mengakses 

Jawabannya —-> Dapat ….Syaratnya mau belajar (tidak puas diri/sombong) dan mengembangkan pengetahuan serta membuat teori/konsep menjadi suatu kenyataan …bukan impian

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 21, ’10
Ilmu yang belum dapat dibuktikan kebenarannya belum tentu irrationil atau omong doang. Banyak ilmu rationil yang belum dapat dibuktikan, maksudnya dicari sebabnya, contohnya banyak sekali: adanya anti matter, hasil interaksi matter dan anti matter kemana larinya, keberadaan dan kekuasaan Tuhan YME, adanya planit mirip bumi, adanya air dibulan ,anomali air, paradok dalam fisika.
Banyak fenomena “kebetulan” dibiarkan begitu saja berlalu, misalnya hal yang saya alami. Dalam Matematika dikenal adanya probabilitas, misalnya saat kematian pak Tri yang kebetulan bersamaan dengan berbunganya pohon kopi, arah angin keseletan/tenggaran dilihat dari probabilitasnya juga kecil karena angin dapat berhembus kemana saja. Secara fisika bau (harum atau busuk) dapat tercium oleh banyak orang (kecuali mereka yang influenza), bukan hanya tercium oleh satu orang saja.
Justru saya berusaha untuk mencari sebabnya sesuatu yang saya anggap menyalahi hukum fisika dan matematika, seperti yang dilakukan “mereka yang suka omong doang” saat bumi dianggap datar atau merupakan pusat alam semesta. Jika saya dapat mencari sebabnya maka akan dapat dimanfaatkan, jika belum dapat saya cari saya yakin suatu saat orang lain atau generasi setelah saya akan sanggup membuktikannya jika itu memang benar. Jika ternyata invalid, tak memenuhi matematika (minimalis), misalnya 5 = -2 + 500 , 5 + 5 = 0 ………………. pasti karena ada sesuatu yang salah/kurang, misalnya satuannya atau sistemnya ( dalam vektor 5 + 5 dapat bernilai berapa antara 0 s/d 10.
Saat ini indra penciuman hanya mampu mendetekai gas lewat hidung, gambar hanya dapat terdeteksi oleh mata………….
Suatu saat orang yang influensa berat/ hidungnya kurang peka, pendengarannya kurang peka, retinanya rusak dapat ditolong dengan peralatan fisik sehingga dapat mencium bau yang tadinya tak tercium, mendengar suara yang tadinya tak terdengar, melihat lewat camera yang memberikan pulsa langsung kesyaraf penglihatan. Semua itu saat ini dapat dikatakan Oda seperti saat belum ditemukan mikroskup, kuman tak mungkin kuman terlihat oleh kemampuan mata manusia.
Saya ingin bertanya: mungkinkah manusia mengakses sesuatu diluar materi (yang memenuhi hukum fisika). Mungkinkan manusia memikirkan sesuatu diluar masukan lewat pancaindra? Mungkinkah mata mengakses cahaya diluar ban frequensi yang sanggup terakses oleh mata manusia?
Saat ini klenik dianggap sesat sebab tak dapat dibuktikan, padahal banyak yang belum dapat dibuktikan justru menginspirasi mansuia untuk membuktikannya, bukan untuk disia-siakan, Aja gumunan lan gampang percaya, ning aja gampang maido sing awake dewe ora ngerti. Ingat: kemampuan manusia sangatlah terbatas, tetapi diberikan kesempatan untuk melebarkan batas kemampuan itu.

tough2slf
tough2slf wrote on May 18, ’10

saya “buta” masalah “ilmu irrasional”. 

Mas Ibnu apa yang anda maksud dengan ilmu irrasional itu..?

Menurut saya ilmu irrasional=ilmu yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya —> OMDO ..Klenik

tough2slf
tough2slf wrote on May 18, ’10

Mengapa yang mencium bau harum itu hanya saya, yang lain tidak? 

Ke-1 Mas Ibnu anda sendiri mengatakan “banyak kejadian yang tak terjawab oleh matematika dan fisika…”

Ibaratnya Alam Semesta atau ruangan besar hanya diterangi lampu 10Watt…..bagaimana kalau dipasang lampu 1000Watt…pasti anda dapat melihat lebih banyak benda benda yang berada diruangan tersebut —-> tingkatkan ilmu pengetahuan disegala bidang

Ke-2 Adalah YME yang memilih…..rupanya anda terpilih…..besar kemungkinan hubungan anda dan Almarhum pak Tri dekat sehingga dapat tercipta hubungan telepati jarak jauh tanpa anda sadari —-> anda sudah memiliki benih benih kemampuan telepati …tingkatkan

Di Alam Semesta kita semua terhubung satu sama lain secara tidak kasat mata ….layaknya hubungan Blue Tooth dan WiFi antara device yang satu dengan device lain…..dan wajib harus dipasang device connection …bila tidak iya tak tersambung…teman teman yang lain besar kemungkinan tidak memasang koneksi dgn Almarhum atau sedang mengalami “bad connection atau low bat” pada saat itu

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 18, ’10
Kebetulan saya belajar matematika dan fisika, disisi lain saya “buta” masalah “ilmu irrasional”.Saya belajar dari fenomena disekeliling saya lewat pancaindra menurut alur nyata, menurut pengalaman saya (baca stph) banyak kejadian yang tak terjawab oleh matematika dan fisika. Mula-mula saya anggap semua itu terjadi karena kebetulan, saya ambil contoh:.
Suatu malam saya mencium bau harum, pagi harinya saya diberi tahu kalau tetangga saya, bapak Triyono, meninggal dunia. Saya tanyakan kepada “mas Gunung”,putra pak Tri, apakah malam itu dia menabur bunga atau parfum untuk menghilangkan bau tak sedap, ternyata tak dilakukan hal itu selain mensucikan jenasah dengan air dan memindahkan jenasah ke ruang lain. Ini banyak saksinya, tetapi tak seorangpun mencium bau harum itu.
Beberapa hari kemudian saya mencium bau harum lagi, tetapi tak terjadi sesuatu yang “mistirius”. Ketika kami keliling (ronda) tercium lagi bau harum, saya ceriterakan kejadian saat meninggalnya pak Tri. Semua mentertawakan, tetapi mereka mengiyakan menciyum bau harum. Pak Marto mengajak menelusuri bau harum itu dan ternyata berasal dari halaman rumah didekat kuburan Mesan yang letaknya disebelah utara rumah saya dan almarhum pak Tri. Kami menemukan tanaman kopi yang sedang berbunga yang memancarkan bau harum.
Sementara saya merasa lega karena “misteri bau harum itu” telah terjawab. Tetapi: Mengapa secara “kebetulan” kopi sedang berbunga dan angin bertiup keselatan/tenggara saat pak Tri meninggal dunia? Mengapa yang mencium bau harum itu hanya saya, yang lain tidak?

tough2slf
tough2slf wrote on May 14, ’10
Ada 2 kalimat yang bertentangan yaitu “….tak berubah….dan …ketika yang dikatakan lelaki itu benar, uangnya cukup…”

Itu kan menurut kata Pak Wardi …..besar kemungkinan beliau palupi atau salah hitung saking bingungnya (lagi stress mungkin) ….atau secara tak sadar sebelumnya telah menambah uangnya ke dompet atau mungkin dilakukan oleh istri/anak/kerabat secara diam diam….

Yang penting jangan “blind faith” atau menerima pernyataan tanpa menyelidiki kebenarannya…..semua kejadian di dunia mengikuti “alur nyata” yang logis seperti dalam ilmu matimatika

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 5, ’10, edited on May 5, ’10
Ini pengalaman teman ronda saya, namanya bapak Wardi Utomo. Boleh percaya atau tidak, May belierve or not.
Suatu saat dia sangat risau karena putranya telah sembuh dari operasi berat yang menurut “perkiraan” petugas administrasi menghabiskan beaya sangat banyak dan tak terpikul oleh kemampuan finansialnya.
Ketika menunggu di luar sal, tanpa diduga ditegur oleh seorang lelakli tak dikenal yang menanyakan sesuatu yang sedang dialaminya. Pak Wardi menceriterakan secara jujur kesulitan yang sedang dialami. Orang itu mengatakan: “Bapak tak usah gelisah, uang yang ada didompet bapak cukup untuk membayar seluruh beaya yang diminta rumah sakit”.
Pak Wardi mengeluarkan dombel dan menghitung isinya…………………….tak berubah. Karena asyik menghitung uang pak Wardi baru sadar kalau lelaki itu sudah pergi.
Pak Wardi sangat heran ketika yang dikatakan lelaki itu benar, uangnya cukup untuk membayar kekurangan beaya pengobatan putranya.
Pak Wardi yakin hal itu suatu mujijat yang dilakukan oleh Malaekat. Teman ronda lainnya, kebanyakan anak muda “menjadikan ceriera itu sebagai” sesuatu yang tak masuk akal. Ada yang bertanya: Apakah orang itu tak memperkenalkan diri? Apakah pak Wardi berjabatan tangan dengan malaekat itu? Apakah kaki malaekat berpijak pada lantai?,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Saya menimpali pembicaraan itu. Menurut dugaan saya lelaki itu manusia, bukan malaekat, tetapi manusia berjiwa ” malaekat”. Yang lain menyangkal bahwa saat ini tak ada manusia sebagai itu. Saya menyangkal: Bukan tak ada, tetapi langka.
Saya menjelaskan: Menurut teori saya Malaekat itu holly body yang tak mungkin terakses oleh pancaindra, tetapi dapat “mengendalikan” perilaku manusia. Sebagian manusia dikendalikan setan hingga perbuatannya bagaikan setan, yang lain dikendalikan oleh “spirit” binatang hingga kelakuannya seperti bintang. Manusia yang ditemui pak Wardi itu
dikendalikan oleh Malaekat karena terbiasa melakukan perbuatan mulia.
Saya yakin atas dasar berfikir dan pengalaman hidup.
Tuhan YME bukanlah hasil pemikiran manusia, tapna kehadiran manusia Tuhan YME tetap ada, Tuhan YME dibutuhkan oleh setiap ciptaan Nya. Lain sekali akal budaya dan peradaban dan keyakinan hanya dibutuhkan oleh manusia. Justru hasil pemikiran manusia merupakan bagian kecil dari hasil ciptaan Nya. Manusia ada karena ada Tuhan YME, bukan Tuhan YME ada karena ada manusia.
Malaekat, setan, soul,energi semu …………….bukan hasil rekayasa manusia melainkan diciptakan oleh Tuhan YME, sebagai halnya benda,bumi…….. dan seluruh isi alam semesta.
Saya yakin atas dasar fikiran bahwa: Tuhan YME tak akan merubah rencana Nya, atau melanggar hukum Ekologi Universe ciptaan Nya, hanya kita tak mungkin tahu rencana itu.
Menurut matematika, matematikawan hanya sanggup menguraikan fungsi yang kontinyu (berkesinambungan) dan memiliki syarat batas menjadi fungsi dasar (kedalam fungsi dasar sesuai deret Fourier) tetapi diluar batas itu masih dapat “diperkirakan” sepanjang fungsi itu berkesinambukan (tak terputus) dan konsisten. Dengan belajar dari massa lalu dan saat ini manusia dapat “memprediksikan” massa akan datang, walau belum tentu 100 persen benar.

Kembali ke kisah pak Wardi, menurut analisa saya: orang itu adalah manusia yang telah “terbiasa” berbuat mulia sehingga dapat dengan mudah “dikendalikan” untuk berbuat baik. Itu bukan ilusi pak Wardiatau atau kekuatan sihir orang itu, sebab kenyataannya hingga sekarang pak Wardi tak pernah “ditagih” oleh RS. Itu bukti bahwa RS memang telah dibayar dengan uang sungguhan (bukan uang palsu atau uang semu).
Yang perlu dipertanyakan: mengapa orang yang “dikendalikan” oleh Malaekat itu berada disitu dan yang mengalami hal aneh itu hanya pak Wardi, bukan orang lainnya yang mungkin mengalami nasib seperti pak Wardi.? Jika saya sempat menelusuri mungkin saya dapat menemukan lelaki misterius itu, Orang lain boleh tak percaya pada kisah anaeh paka Wardi, tetapi saya mengenal dia, jadi saya mempercayai. Disamping itu banyak hal yang saya alami dalam hidup yang mendekati tiga perabad ini, banyak hal yang sepintas aneh, namun jika ditelusuri masih dapat dijelaskan lewat kemampuan paralogika piositif hingga dapat membedakan antara wilayah nyata yang dapat terakses oleh pancaindera, ada yang harus dengan fikiran, ada yang harus diyakini saja. Jika anda membaca stph (sedikit tentang pengalaman hidupku), maka anda akan tahu, mengapa saya yang tak menganut sesuatu agama meyakini keberadaan dan kebesarannya.

tough2slf
tough2slf wrote on May 4, ’10

Tinggal bagaimana selera YME.. 

Mas Ibnu sebagai tambahan

jangan lupa YMK telah mencapai tingkat SEMPURNA jadi tentu seleranya dan hasil ciptaanNYA tidak dapat disamakan dengan hasil dari CiptaanNya (manusia) yang masih belum mencapai tingkat Sempurna ….

Bukankah segala kejadian di Alam Semesta mengikuti SELERANYA…Kalau perlu YMK dapat men VETO hukum Ekologi yang notabene adalah ciptaanNYA ….siapa yang dapat menghalangiNYA apabila menurutNYA keadaan tidak sesuai seleraNYA …apa gunanya era Dinosaurus dimusnahkan olehNYA dan diganti dengan HomoSapiens serta hewan yang kita kenal sekarang…
Manusia saja melakukan revolusi dari cara manual ke komputerisasi

Manusia dapat berichtiar akan tetapa YMK yang menentukan

ke-1 Ngomong2 apa pernah ketemu sesuatu mahluk yang mengaku adalah Mailakat…..bagaimana mas Ibnu tahu bahwa itu malaikat…apa dapat menunjukan KK atau KTP Surga yang ditandatangani oleh YMK….?
ke-2 Bagaimana mas Ibnu tahu bahwa itu adalah YMK..?

Merujuk kepada AKU adalah AKU maka boleh disimpulkan bahwa baik Malaikat atau YMK merupakan hasil pikiran pribadi masing masing —> belum tentu benar …silahkan menyimak kembali pembahasan di http://www.tough2slf.net78.net/index.php?p=1_105_Agama

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 4, ’10
Sdr Budhi, saya berterima kasih atas tanggapam anda, sekali lagi marilah kita gunakan berbedaan untuk saling melengkapi. Anda menyatakan……………… Tinggal bagaimana selera YME…………….. sehingga terkesan Tuhan YME seakan memiliki selera yang setiap saat dapat berubah hingga mungkin menyimpang dari hukum Ekologi Universitas yang diciptakan Nya sendiri, apa yang diinginkan terjadilah.Menurut saya Tuhan YME itu sangat bijaksana dan konsisten, sehingga walau segala kehendak Nya dapat terjadi namun Dia tidak berlaku sesuka Nya, Itulah bedanya Tuhan YME dengan ciptaan Nya, kata Einstein Tuhan YME tidak bermain dadu, saya tambahkan Dia juga tidak bertindak sesuka hati Nya, sebelum menciptakan alam semesta Dia telah merencanakan dengan saksama dan menyertakan hukum untuk mengaturnya, jadi semua yang terjadi baik secara evolusi maupun revolusi telah direncanakan sebelum nya.
Bentuk manusia juga sudah direncanakan, bukan asal-asalan agar memenuhi fungsinya sebagaimana benda-benda buatan manusia yang telah direncanakan selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan suatu saat dengan mengingat perkembangan waktu. Kita tak kan tahu rencana agung itu, tetapi atas dasar data-data massa lalu “diperitakan” setiap saat bentuk manusia dan apa saja dapat berubah baik secara evolusi maupun secara revolusi. Itulah sebabnya manusia perlu mendapatkan kesempatan hidup berkesinambungan lewat sistem informatika untuk pewarisan peradaban dan ilmu pengetahuan terhadap generasi berikutnya dan spirit (yang belum dapat terakses oleh kemampuan manusia) untuk memberikan kesempatan kepada individu yang berpotensi untuk “menyempurnakan” karya nya yang belum selesai.
Harus dibedakan antara malaekat dan cahaya. Malaekan menurut TM adalah Holly body yang invalid (tak dapat dimahami oleh kemampuan manusia, karena tak memunuhi FSM) sedangkan cahaya itu fenomena valid hingga masih mungkin difahami oleh manusia,
Tujuan saya menyatakan bahwa manusia adalah manusia bukan turunan kera atau turunan sepasang manusia, adalah untuk membuktikan bahwa fenomena evolusi dan fenomena revolusi itu merupakan rencana Tuhan YME. Saya tak menyangkal bahwa seekor kera jika dididik dapat mempunyai kemampuan seperti manusia, mungkin dalam kemampuan tertentu malah melebihi manusia (misalnya bergelantungan dipepohonan), tetapi organisme kera lain dengan organisme manusia, mungkin saja kera memiliki spirit manusia (karena pada kehidupan sebelumnya berperi laku sperti kera). tetapi karena organisme tak mampu menunjang, maka yang sanggup dilakukan oleh seekor kera tak mungkin menyamai kemampuan manusia, misalnya dalam kemampuan berbicara, kemampuan bathin dan kemampuan berfikir, bahkan mungkin sekali kemampuan pancainderanya juga berbeda.
Dengan jalan evolusi……. mungkin saja kemampuan organisme kera berkembang, tetapi dibutuhkan waktu sangat lama untuk dapat setara dengan manusia. Itulah sebabnya saya membuat teori revolusi untuk menjelaskan bahwa manusia adalah hasil revolusi dan sanggup melakukan revolusi dalam budaya dan ilmu pengetahuan.

tough2slf
tough2slf wrote on May 3, ’10
Menurut penelitian maka seekor kera simpanse memiliki kecerdasan anak berumur 2 tahun……dengan kata lain maka boleh dikatakan manusia merupakan keturunan seekor mahluk …kera atau what so ever… yang belajar menggunakan otaknya agar membuat Alat
Untuk apa dipermasalahkan teori asal mula….pada akhirnya asal usul kehidupan adalah Cahaya dan Energi dari YMK
Bukankah manusia juga disebut setengah malaikat(cahaya) dan setengah binatang(energi yang go banana)

Tinggal bagaimana selera YMK untuk membentuk ke-2 unsur tersebut mengikuti lajur pola Lahir – Membesar – Mati (Lenyap) – Lahir – Membesar – Mati (lenyap) dan seterusnya yaitu tercapainya Kehidupan yang Abadi….Aneh tapi Nyata.

Alam Semesta pun akan mengalami pola tersebut…..pertanyaan apakah bentuk manusia dapat bertahan ..??

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 2, ’10
Perbedaan antara komplemen dan bayangan super simetri.
Komplemen: E1#0 dan E2#0 E3=E1 + E2 menghasilkan E3=0, misalnya E1 = 1 = -1 + 2 (x1 # y1) , E2= -1 = -1000 + 999 (x2 # y 2), maka E1 + E2 = 1 + (-1) =( – 1 + 2) + (-1000 + 999) = 0. Maka E1 merupakan komplemen E2 atau E2 adalah komplemen E1.
Kalau x1=x2 dan y1=y2 atau x1-x2 = 0 dan y1-y2 = 0 , maka E1 + E2 = E3 = -0 + 0 yang kode minimalisnya 000 yang tak lain adalah unsur premordial yang terjadi dari duabuah energi semu yang saling berkomplemen secara simetri. E1#0 dan E2#0 yang jika ditambahkan menghasilkan E3= -0 + 0 dinamakan proses komplementasi simetri.

Lain halnya jika: E1= 0 dan E2 = 0, Jika E3 = E1 + E2 = – (x1 – x2 ) + (y1 – y2) dimana x1=x2 dan y1=y2 E3 = -0 + 0 yang minimalisnya juga 000 yang tak lain adalah unsur premordial yang terjadi akibat penggabungan energi nyata dengan bayangan super simetrinya.
Sebelum bigbang Tuhan YME menciptakan energi nyata yang belum memiliki masa hingga belum butuh ruangan dengan cara menciptakan komplemen simetri bagi energi semu dan bayangan super semitri bagi energi nyata hingga terbentuknya unsur premordial yang kode minimalisnya 000.
000 atau unsur premordial ini sebenarnya merupakan energi nyata karena E = 0, kode minimalisnya 0qq, tetapi belum memiliki massa, karena adanya proses koplementasi simetri dan adanya bayangan supersimetri sehingga dalam ruangan lebih kecil dari sebuah titik dapat termuati unsur premordial yang sangat banyak.
Setelah tercipta unsur premordial cukup banyak, maka diubahlah simetri x dan y hingga x1 dan x 2 menjadi tak sama juga y1 dan y2 menjadi tak sama, dengan kata lain Tuhan YME menghilangkan bayangan super simetri dan komplementasi semitri. Unsur premordial akan berubah menjadi energi nyata dengan berbagai quanta.
Sesuai dengan Hukum Ekologi Universe maka rumah akan mengembang untuk memberi tempat bagi penghuninya, maka titik singular itu mengembang secara revolusioner sehingga meledak, Itulah fenomena Big bang versi Teori Minimalis, sehingga menurut TM Big bang bukanlah munculnya alam semesta tanpa ada yang menciptakan, melainkan kelahiran Sub Alam Fisika sesuai dengan rencana Tuhan YME dalam penciptaan alam semesta.
TM dan TP bukanlah saint maupun religi melainkan sekedar informasi, jika bermanfaat silakan pakai, jika tak bermanfaat atau meruguikan buang saja kekeranjang sampah.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 2, ’10, edited on May 2, ’10
Teori Revolusi Som Wyn bukan dimaksud untuk menyangkal kebenaran apalagi “meruntuhkan” Teori Evolusi Darwin melainkan untuk “melengkapi” sehingga dapat menjawab fenomena yang belum terjawab oleh teori biologis ini. Teori Revolusi Som Wyn (TRSW) tak hanya berlaku pada fenomena Sub Alam Biologi tetapi juga fenomena alam semesta sebagai mana Teori Minimalis bukan hanya berlaku pada fenomena Sub Alam Fisika melainkan juga berlaku uintuk fenopmena Alam Semesta.
TRSW juga merupakan pengembangan TM dan TP yang belum menganalisa perbedaan antara fenomena evolusi, misalnya pengembangan dan menyusutan alam semesta akibat perubahan energi semu dan nyata secara berangsur dengan fenomena Big bang yang termasuk dalam fenomena revolusi, menjelaskan perbedaan antara evolusi biologis yang dijelaskan oleh teori evolusi Darwin dan revolusi biologis misalnya terjadinya spicies baru yang sama sekali berbeda dengan spisies yang lama atau telah punah akibat bencana alam atau ulah manusia.
Teori Darwin tak menjelaskan terjadinya living organisme yang kemudian berevolusi, Teori Som Wyn menjelaskan terjadinya
living organisme yang merupakan interaksi vitalistik antara astral body dengan soul atau antara organisme dengan soul maupun spirit dalam membentuk living organisme.
Lain kali saya akan menjelaskan Formula Supernatural Som Wyn (FSSW): dE = – f1(t)dt + f2(t)dt dimana masing-masing (E,x dan y) merupakan fungsi faktu. Untuk energi nyata dimana E= 0 berlaku persamaan f1(t)dt = f2(t)dt
Persamaan ini menunjukkan hubungan antara energi gaib dengan energi metafisika yang terkandung didalam suatu partikel. Jadi baik enegi gaib maupun energi metafisika dapat berubah sesuai dengan perubahan waktu namun integralnya dalam setiap periode tertentu harus seimbang atau sama.

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s