TM naif, semua energi tak butuh ruangan, yang butuh ruangan adlah partikel

Pertanyaan: Menurut Fisika energi memang tak butuh ruangan, yang butuh ruangan adalah parrtikel, jadi yang benar adalah Formula Einstein E= mc^2  atas dasar Teori Relativitas. Formula Supernatuiral Modern yang digunakan oleh Ibnusomowiyono untuk menjelaskan Teori Minimalis itu konyol, jangan dipercaya karena dapat  membawa manusia kearah ilmu klenik dan  kembali ke peradaban lama hingga percaya pada teori pencintaan.
Jawaban: Saya berterima kasih atas “kesetiaan anda”  mengikuti tulisan saya. Saya kagum atas “keyakinan” anda atas kebenaran Teori Relativitas, semoga bukan sekedar mengikuti tren melainkan benar-benar pakar dalam bidang ini.
Saya memang seorang Newtonian, yang sulit untuk memahami Teori Relativitas, namun sangat meyakini kebenaran Mekanika Quantum. Mekanika Quantum menyatakan bahwa quantum merupakan bagian terkecil dari materi sekaligus merupakan energi. Fisika berangkat dari membagi-bagi benda, menjadi bagian-bagian yang lebih kecil hingga akhirnya sampai ke quantum.
Saya ibaratkan membagi bilangan dengan bilangan lain hingga terjadi pecahan, semakin lama semakin kecil hingga mendekati tak berhingga kecilnya mendekati nilai nol, tetapi tak mungkin menjadi nol. Menurut cucu saya tak ada nol dalam matematika dan fisika modernm , lalu dia mengatakan gagasan saya naif seperti yang anda katakan. Jadi saya tak “terkejut” dengan pernyataan anda, sebab sudah sering kali saya dengar dari mereka yang terlibat diskusi dengan saya.
Saya yakin  atas dasar logika fikiran dan kenyataan , bukan hanya atas dasar fikiran saja, bahwa nol itu ada, tetapi bukan didapat dari membagi bilangan dengan bilangan lain, melainkan menjumlahkan suatu bilangan dengan bilangan lain yang sama besarnya namun berbeda tanda matematikanya, yaitu minus dan plus. Satu contoh: Kalu kita menabung akan bernilai positip, kalau diambil bernilai negatif, jika semua tabungan l yang  jumlahnya sama dengan tabungan  beserta bunga dan beaya administrasinya, maka sisanya adalah nol. Dalam kehidupan nyata dari yang primitip hingga yang modern nilai nol sangat penting, sangat berbeda dengan nilai tak berhingga. Tak ada yang bernilai tak berhingga kecuali kebesaran dan keagungan Tuhan YME.
Saya heran jika semua energi itu tak membutuhkan ruangan atau tak memiliki massa atau sebaliknya semua energi memiliki massa. Energi panas dinyatakan dalam gram atau kg kalori, jadi energi panas dianggap setara dengan massa, hubungan antara energi panas dan massa dinyatakan oleh formula E = mc^2. Setiap benda yang menerima energi panas akan memuai, ini bukti energi panas membutuhkan ruangan.Lain halnya Cahaya dinyatakan tak memiliki massa, kenyataannya sanggup bergerak dengan kecepatan luar biasa, ini membuktikan bahwa cahaya yang tak bermassa memiliki energi. Cahayan menimbulkan photon (menurut TM) yang memiliki massa betapapun kecilnya dan membutuhkan ruangan. (Baca Wikipedia: Photon). Bagaimana caranya menjelaskan mengapa cahaya yang memilikli sifat mendua (ambigu)?. Cahaya disatu sisi dinyatakan gelombang elektro magnet, disisi lain berupa”aliran” photon.
Einstein menghabiskan sisa-sisa hidupnya untuk menguak rahasia graviton yang diduga menjadi biang kerok terjadinya gravitasi. Dia meninggal sebelum sanggup menemukan graviton.
Semoga Einstein  diberi kesempatan untuk “hidup” kembali atau bereincarnasi untuk melanjutkan projek gravitonnya, hingga graviton dapat ditemukan secara ekperimen, bukan sekedar bukti secara matematis.
Menurut pendapat saya kegagalan Einstein adalah karena tak pernah mempertimbangkan adanya energi semu disamping energi nyata, dia menganggap  alam semesta hanya terisi energi nyata dan partikel.
Anda, cucu saya dan mereka yang menganggap tak ada nilai nol, boleh saja menganggap TM naif sebab kalian tak pernah peduli dengan fenomena gravitasi dan fenomena cahaya yang bersifat mendua. Saya yakin jika Einstein diisinkan ber reincarnasi dia kan “menghakimi”  Teori Minimalis dan Formula Supernatural Moderon, menentukan salah atau benar.
Saya jelas bukan reincarnasi Einstein, sebab saya tak dapat membuktikan kebenaran Teori Minimalis. Mungkin justru anda merupakan Reincarnasi Einstein hingga sanggup menghakimi dan menyatakan TM dan FSM salah.

tough2slf
tough2slf wrote on May 1, ’10
he…he..mas ibnu masih banyak yang belum kita ketahui ….yang pasti Alam Semesta=Energi…tidak ada bagian dari Alam Semesta yang hampa Energi

Cahaya = Akibat ….harus dicari lebih dahulu gerangan apakah atau SOURCE yang membuat Cahaya tersebut….biasanya ada kembaran dari Cahaya tersebut yaitu ENERGI….dimana ada Cahaya akan ada Energi…
Dalam Cahaya ada Partikel…. gerangan apakah ada dalam Energi…..Energiton….he…he..????

Untuk mengukurnya …bagaimana kalau kita undang aktor Numbe3rs di siaran TV AXN yang jago matematika

bahan renungan

“Note that in General Relativity, gravity is caused not by mass, but by the stress-energy tensor. Thus, saying that a moving particle has “more gravity” does not imply that the particle has “more mass”. It only implies that the moving particle has “more energy”.

Unfortunately, it is not clear how to measure the “gravitational field” of a single relativistically moving object. It is clear that it is possible to view gravity as a force when one has a stationary metric – but the metric associated with a moving mass is not stationary.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 30, ’10
Fisika sendiri mengakui adanya ruang hampa, ialah ruangan yang belum atau dibuat tak terisi oleh partikel. Cahanya sanggup melalui ruang hampa, yang semula dikira terisi eter dan Einstein tak sanggup membuktikan adanya ether. Eintsein dan ilmuwan tak sanggup membuktikan adanya eter, lalu dianggap eter tak ada.
TM tak mengkaitkan eter dengan energi semu, TM menyatakan bahwa ruangan hampa ialah ruangan yang belum terisi partikel, ruangan yang telah terisi partikel menjadi ruangan nyata, jadi dengan adanya ruang hampa berarti saint mengakui bahwa tak seluruh ruang dialam semesta terisi partikel, ada ruang hampa, sebaliknya TM justru menyatakan seluruh ruang alam semesta terisi energi,tak ada yang kosong melompong, namun itu bukan partikel, melainkan energi, energi itu dinamakan energi semu dan tak mungkin dibuktikan tentang keberadaannya melewati fisika yang memang hanya sanggup dan hanya mempercayai adanya energi nyata dan menisbikan adanya energi semu. Padahal menurut TM energi semu justru yang terdapat diseluruh ruangan alam semesta termasuk yang telah ditempati oleh partike tanpa mendapatkan reaksi dari partikel itu,
Cahaya merupakan bagian dari energi semu sedangkan Synmetrical Trans Wave (STM) bagian dari spektrum cahaya yang menghasilkan photon (jadi ada bagian yang tak menghasilkan photon) . Saint telah dapat membuktikan adanya photon yang dulu dikira tak bermasa tetapi menurut hasil research terakhir telah terbukti mempunyai massa. (Baca Wikipedia mengenai photon. Baca sampai habis pada akhir tulisan itu dicantumkan dimensi /massa photon. Namun dimensinya diluar yang ditetepkan dalam saint saat ini). Apakah dimensi partikel dalam fisika perlu diubah sehingga memasukkan bagian dari eneergi semu yang selama ini tak dipedulikan oleh saint?
Sekarang manusia baru sanggup mengakses dan memanfaatkan cahaya dalam spektrum terbatas, belum seluruh spectrum frekuensi gelombang elektromagnet, inipun yang kekuatan medan listrik dan medan kerkuatan magnitnya samaa (simetri).. Bahkan yang terakses oleh panca indra jauh lebih sempit dari gelombang elektro magnet yang dapat dimanfaatkan oleh manusia saat ini.
Semoga saint tak puas dengan materi/ partikel dan energi yang butuh ruangan dan berusaha memanfaatkan seluruh energi yang terdapat diseluruh alam semesta termasuk yang selama ini dianggap kosong (tiada terdapat energi).
Saya akui saya hanya sanggup menggagas dan omong kosong, tak sanggup membuktikan tentang keberadaan energi semu menurut disiplin fisika modern saat in, tetapi saya menyambut dengan penuh harapan bahwa Teori Dawai yang kini telah memperluas dimensi fisika dengan dimensi baru, akan sampai pada kesimpulan adanya energi semu, mungkin namanya lain dari yang saya berikan. Saya anggap Teori Dawai bukanlah teori omong kosong, walau tak dapat diekperimenkan. Jika saint menganggap omong kosong segala sesuatu yang tak dapat diekperimenkan, maka nasib Teori Dawai yang telah sanggup membuktikan adanya “energi yang tak diketahui oleh manusia hingga saat ini “lewat perhitungan matematika yang sangat rumit akan dikalahkan oleh teori baku yang sanggup mengekperimenkan adanya graviton.
Semoga Tuhan YME mengizinkan saya ber-reincarnasi sehingga saya ikut menjadi saksi adanya energi yang selama ini dianggap tak mungkin ada.

tough2slf
tough2slf wrote on Apr 30, ’10

Einstein adalah karena tak pernah mempertimbangkan adanya energi semu disamping energi nyata, dia menganggap alam semesta hanya terisi energi nyata dan partikel. 

Menurut Einstein maka E=MC2 —-> energi nyata
Kalau E=(-M) xC2 —-> energi tak nyata = tidak ada?

Energi tak nyata menurut saya hanya merupakan ungkapan saja
Partikel sekecil apapun mempunyai masa ….Bila tak mempunyai masa …bukan partikel lagi
Ruang Semesta Alam mencakup segala partikel —> setiap partikel selalu berada dalam ruangan
Ruang Semesta Alam = nyata

Kalau E diterjemahkan =Tujuan dan M=pengetahuan maka hasilnya adalah IMPIAN atau NoActionTalkOnly…baru apabila M=positip ada, maka hasilnya Sesuatu yang nyata…

Ibnu Somowiyono

Your father-in-law
Yogyakarta, DIY , Indonesia

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s