Alam Semesta ini semu alias nihil?

Pertanyaan: Menurut Teori Anti Matter jika matter berinteraksi dengan anti mater akan terjadi fenomena annihilis, sedangkan menurut Teori Minimalis E=0 + E#0 = E#0 atau energi nyata + energi semu menghasilkan energi semu. Dialam semesta terdapat matter dan anti matter atau energi nyata dan energi semu yang berbaur sehingga memungkinkan terjadi interaksi antara kedua energi tersebut sehingga semua akan menjadi nihil atau semu. Kenyataannya alam semesta bukanlah semu melainkan nyata (riel). Kesimpulan: Kedua teori tersebut Omong Kosong!
Jawaban: Aduklah minyak dan air hingga berbaur jadi satu, biarkan untuk sementara, maka minyak akan terapung kembali diatas air karena minyak berat jenisnya lebih kecil dari air dan masing masing memiliki norma (hukum)/sifat yang berlainan.
Menurut Teori Minimalis isi alam memesta terdiri dari dark energy, bright energy, trans energy, clear energy dan bio energy yang masing-masing mematuhi norma/hukum masing-masing alamnya.  Bright Energy  mematuhi norma Sub Alam Gaib, Dark Energy mematuhi hukum Sub Alam Metafisika dan  Trans Energy mematuhi hukum Sub Alam Transien . Ketiga nya termasuk dalam alam semu.Dilain fihak energi fisika mematuhi hukum fisika dan bio energi taat pada Sub Alam Biologi (hingga hanya mungkin terjadi dibagian alam nyata yang memiliki biosfera.). Masing-masing alam memiliki norma yang berbeda satu dengan yang lain, bahkan satu alampun dapat memiliki norma berbeda,  misalnya benda padat, cair dan gas sifat-sifatnya berbeda dan patuh pada hukum masing-masing. Agar dapat meleleh benda padat membutuhkan energi panas. Untuk dapat nihil quantum membutuhkan anti quantum dan kondisi khusus. Atas dasar tersebut walau semua energi berbaur menjadi satu bukan berarti akan dapat melakukan interaksi dengan sendirinya. Untuk dapat memahami suatu fenomena kita harus membuat sebuah teori atau model hingga dapat mudah kita fahami/mengerti.
Mekanika quantum hanya sanggup menjelaskan fenomena sub atomic sedangkan teori relativitas hanya sanggup menjelaskan fenomena makro.
Sejalan dengan itu: norma yang berlaku pada matter berbeda dengan norma yang berlaku pada anti matter, norma pada energi semu berbeda dengan normat energi nyata. Untuk dapat berinteraksi antar norma dibutuhkan link (keterkaitan) dan kondisi khusus, jadi tak semudah yang anda kira.
Dalam Fisika dikenal adanya interaksi kuat, interaksi  lemah, peluluhan radio aktif dan interaksi  elektro magnet. Dalam  Teori Minimalis  dikenal adanya: internal energy, external energy, relative energy, absolute energy.
Air dan minyak yang sama memiliki massa saja tak mudah untuk disatukan apa lagi bersatu dengan sendirinya, apalagi  energy semu yang tak memiliki massa dengan energi nyata yang bermassa atau menyatukan matter dengan anti matter.
Pada akhirnya semua hanya mungkin terjadi jika Tuhan YME telah mengizinkan. Walau demikian manusia diberi kesempatan untuk mengungkap rahasia alam semesta dengan berbagai cara dan upaya. Manusia berusaha mencari tahu bagaimana alam semesta dapat ada (pasti dari tak ada),bagaimana alam semesta mengatur dirinya dan mengapa harus demikian. Agar semua dapat difahami maka dibutuhkan suatu teori dan model.
Alam semesta menurut fisika hanya terisi oleh energi nyata sedangkan menurut Teori Minimalis  alam semesta terisi oleh energi  nyata dan  energi semu. Ada keyakinan yang menyatakan bahwa alam semesta adalah semu. Ada yang beranggapan alam semesta hanyalah rekayasa manusia (tanpa manusia alam semesta ini tak ada). Ada keyakinan bahwa alam semesta ada dengan sendirinya (secara kebetulan). Ada keyakinan alam semesta diciptakan oleh Tuhan YME.
Jadi: anda boleh saja menganggap alam semesta ini nihil dan  atau sebaliknya alam semesta nyata dan tak mungkin menjadi nihil atau tak mungkin berubah dari nihil menjadi nyata,  tetapi jangan menggunakan Teori Anti Matter atau Teori Minimalis sebagai argumen nya, sebab anda belum memahami kedua teori itu secara proporsional.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 15
Fisika konvensional menyatakan adanya ruang kosong, karena tak terisi oleh materi. TM menginformasikan tak ada ruang kosong,ruangan yang belum terisi oleh materi (quantum) terisi oleh eter atau paket eteric. Teori Quantum Eteric dapat menjelaskan “terjadinya” lompatan gaya diruangan hampa materi. Dahulu hal ini dijelaskan oleh Teori Eter, tetapi karena eter tak dapat terdeteksi oleh pancaindra dan peralatan fisika, maka eter dianggap sekedar hipotesa. Fisika yang monolistik tak mungkin digunakan untuk membeuktikan adanya eter, sebab eter bukanlah energi fisika.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 13, ’10
Fisika dimulai dari matter dan membagi-bagi hingga ke quantum. Bigbang dinyatakan sebagi nongolnya matter dari ketiadaan (titik singular yang tak dijelaskan dari mana asalnya.
TM dimulai dari dipisahkannya alam semesta dengan alam abadi dan diberikan dimensi waktu. TM menganggab Bigbang adalah kelahiran Sub Alam fisika saat Tuhan YME meniadakan bayangan super simetri sehingga unsur premordial (000) dalam seketika berubah menjadi matter (0qq). Bigbang tak berpengaruh pada Sub Alam Semesta yang lain. Dalam Sub Alam Transien yang berubah menjadi matter hanyalah unsur premordial yang memang telah direncahakan dan dipersiapkan oleh Sang Maha Perencana dan Sang Maha Pencipta untuk “terpencar” keseluruh penjuru Alam Semesta.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 13, ’10
Teori antimatter versi fisika menyatakan bahwa sebagian besar isi alam semesta adalah matter, sedangkan anti matter sangat sedikit. Keduanya memiliki massa. Teori antimatter versi TM menyatakan bahwa matter yang dapat diubah menjadi energi fisika karena memiliki massa diam dan kinetic energy hanyalah menempati bagian yang telah terisi matter sedangkan eter yang bertindak sebagai anti matter (menurut versi TM) terdapat diseluruh alam semesta.

tough2slf
tough2slf wrote on Jun 8, ’10

Ruangan kosong 

Apakah ada ruangan yang kosong…?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 8, ’10
Dalam ruangan terdapat energi semu dan energi nyata. Ruangan kosong (menurut Fisika) menurut TM terisi energi semu, tetapi belum terisi energi nyata (energi fisika) yang berbentuk energi fisika, quantum, partikel hingga berujud materi. Ruangan nyata ialah ruangan yang telah terisi energi nyata,partikel dan materi.
Cahaya dapat menjalar diruangan hampa(menurut fisika), menurut TM cahaya sanggup menjalar diruangan hampa karena cahaya merupakan fenomena transien (gelombang transien) yang tak menyebabkan ruangan hampa menjadi berisi materi. Photon hanya “muncul” sesaat diruangan hampa, tetapi akan berinteraksi dengan energi nyata akan meningkatkan quanta energi nyata. Ini dapat dibuktikan bahwa photon sanggup memberikan energinya pada electron hingga mempengaruhi orbit elektron.

tough2slf
tough2slf wrote on Jun 2, ’10

Karena belum membutuhkan ruangan, maka dalam satu titik dapat terisi billiunan UP. 

Dengan beradanya “satu titik” dalam “ruangan” maka ibaratnya sama dengan 0=1byte —> ADA …tidak Semu..tetap memerlukan ruang untuk eksis…??
Seperti mana duluan Ayam atau Telur —-> menurut hemat saya ruang dan partikel terjadi bersamaan ….begitu ada ruang maka partikel terbentuk

Setuju…. kalau sang SEMU ada ketika tidak ada ruang atau titik ….kontradiksinya adalah bahwa Semu = ADA
Begitu dipikirkan/diucapkan maka berada dalam keadaan ADA ….SEMU = keadaan tak terpikirkan/tak terucapkan… tetapi tetap ADA karena Alam Semesta sudah ADA…?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 2, ’10, edited on Jun 2, ’10
Untuk mendapatkan nilai nol tak mungkin diperoleh dengan pembagian, ini sesuai dengan mekanika quantum yang menyatakan bahwa quantum merupakan nilai terkecil tetapi bukannya nol (nihil). Nilai nol (nihil) dapat diperoleh dengan menjumlahkan dua nilai yang sama besarnya tetapi berlawanan tandanya, ini sesuai dengan penjumlahan dua vektor yang sama magnitudenya tetapi berlawanan arahnya, ini sesuai dengan Formula Supernatural Modern dimana variable x bernilai sama dengan variable y. Jika nilai x dan y masing-masing nihil akan diperoleh 0 = – 0 + 0 yang kode minimalisnya 000.
Teori Minimalis menamakan 000 sebagai unsur premordial yang terjadi sebagai penjumlahan quanta dengan bayangan super simitrinya.
Apakah itu bayangan suiper simetri?
Jika E = -x + y dan E* = y – x maka (E + E*) = – (x-y) + (y-x)) = – x* + y* = UP.
Berapapun nilai x atau y akan menghasilkan UP = 0 pada saat terbentukkan suatu quanta q sebagai akibat x = y. Ini artinya berapa pun nilai quantum (q) jika dijumlahkan dengan bayangan super simetrinya akan menghasilkan Unsur Premordial 0 = -0 + 0.
Unsur premordial akan menjadi quanta jika dihilangkan bayangan super simetrinya.
Sifat Unsur Premordial:
Memiliki energi nyata tetapi seakan belum memiliki massa ( karena massanya dinihilkan oleh bayangan super asimetrinya) sehingga belum membutuhkan ruangan.
Karena belum membutuhkan ruangan, maka dalam satu titik dapat terisi billiunan UP.
Pada saat Tuhan YME menghilangkan bayangan super simetri, maka secara mendadak tiap quanta dalam titik singular itu membutuhkan ruangan; sesuai dengan Hukum Ekologi Universe maka titik tunggal itu akan mengembang dengan sangat cepat, maka terjadilah “ledakan dahyat” atau Big bang. Itulah kelahiran Sub Alam Fisika, bukan permulaan nongolnya alam semesta tanpa suatu sebab atau alasan.
Ledakan dahsyat ini dibutuhkan agar quanta dapat “terlempar jauh” membentuk ruangan luas dan tak terkumpul dalam ruang tertentu saja disaping menghasilkan energi fisika yang sangat besar untuk mengatur Sub Alam Fisika.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 1, ’10
Teori Minimalis bagaikan jendela untuk “meneropong” alam semesta sedangkan saint adalah pintu untuk memasuki alam semesta untuk melakukan explorasi dan kemudian mengexploitasi segala yang tersedia di alam semesta. Saint berangkat dari benda (matter), membagi-gagi menjadikan bagian-bagian yang lebih mendasar hingga menjurus kebagian paling dasar yaitu quantum. Suatu pembagian dapat menghasilkan nilai yang mendekati nol, tetapi tak mungkin sama dengan nol. Artinya yang ada tak mungkin menjadi tak ada atau sebaliknya yang ada tak mungkin berasal dari yang tak ada. Lalu dibuat Teori Big bang untuk menjelaskan permulaan yang tak ada menjadi ada dan teori Black hole yang menjelaskan dari yang ada menjadi tak ada. Karena alam semesta terisi materi, maka materipun pasti berasal dari tak ada (nihil) dan dapat kembali menjadi nihil, maka dibuatlah teori anti matter. Karena saint tak mengakui adanya penciptaan, maka saint tak mengakui adanya energi semu, sebab keberadaan energi semu berarti pengakuan terhadap adanya yang semu yang pada ujungnya pengakuan keberadaan Tuhan YME yang tak terjangkau oleh kemampuan manusia.
Teori Minimalis berangkat dari nothing menuju ke something, dari suatu yang tak terakses oleh kemampuan manusia menjadi sesuatu yang dapat terdeteksi oleh panca indra. Prosesnya dapat secara evolusi maupun revolusi, dimulai dari yang tak berdimensi, menjadi berdimensi watu kemudian memiliki massa yang memerlukan ruangan. Ruangan akan berkembang atau menyusut sesuai dengan isinya. Alam Semesta menyediakan ruangan bagi isinya,yaitu energi. Konsep adanya energi semu menjadikan berbagai fenomena alam semesta dapat dijelaskan dengan lebih mudah. Namun masih banyak yang tak mungkin terjelaskan (karena invalid) barulah kita serahkan segalanya kepada Sang Maha Perencana sekaligus Sang Maha Pencipta. Formula Supernatural Modern E = – x + y sanggup menjelaskan mana yang valid dan dapat dimengerti oleh manusia dan yang invalid yang merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan YME.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s