Apakah ada alam semesta yang lain. Apakah Tuhannya sama dengan Tuhan kita?

Pertanyaan: Ada teori yang menyatakan bahwa jika matter berinteraksi dengan anti matter, partikel dengan anti paertikel atau hydrogen berinteraksi dengan anti hydrogen akan terjadi fenomena “annihil” atau lenyap. Kemana “larinya” hasil interaksi tersebut? Apakah “terlempar” ke alam semesta yang lain seperti teori  Stephen Hawking (sebelum dikoreksi oleh penggagasnya) ? Kalau memang ada alam semesta lain apakah diciptakan oleh Tuhan YME atau tanpa ada yang menciptakan?
Jawaban:
1. Agama menyatakan disamping alam fana yang selalu berubah terdapat alam baka yang abadi.
Jadi: jika anda yakin hasil interaksi antara matter dan anti matter “keluar” dari alam semesta pastilah ke alam abadi, sebab selama ini yang disebutkan oleh agama hanya alam fana dan alam baka. Lucunya: teori matter dan anti matter adalah bukan berdasar agama, melain saint yang tak menyebut adanya alam abadi.
Teori Minimalis dapat menjawab kontradiksi antara mekanika quantum yang menyatakan quantum tak mungkin pecah menjadi bagian yang lebih kecil apalagi lenyap dengan teori anti matter, anti partikel yang dapat melenyapkan yang ada menjadi annihil (tak ada). Teori Minimalis bersifat dualistik, menyatakan bahwa alam semesta terisi oleh energi nyata dan energi semu. Dengan konsep dualistik ini banyak yang dapat dijawab fenomena alam semesta yang sangat sulit dijawab oleh saint yang monolistik yang menisbikan adanya energi semu. Teori Minimalis tak menyatakan adanya alam abadi bagi energi, apalagi alam abadi bagi materi, namun tak menyangkal adanya alam abadi bagi sesuatu yang bukan energi (sebab menurut TM energi dinyatakan tak mungkin kerluar dari universe.) Soul sanggup keluar masuk universe dan anggup mencapai ke abadian karena soul bukanlah energi.
2. Stephen Hawking membuat teori “Blackl hole” yang menyatakan bahwa Black hole memiliki massa dan kepadatan massanya  sangat tinggi hingga sanggup menyedot apa saja yang berada dalam jangkauan gaya gravitasinya, Semua yang ada dalam alam semesta akhirnya akan “masuk” kedalam black hole yang semakin lama semakin mengecil hingga berukuran titik. Teori ini berdasar teori Big bang yang menyatakan bahwa alam semesta berasal dari satu titik singular yang sangat padat hingga memuai karena suhunya sangat tinggi hingga meledak. Inilah nongolnya alam semesta menurut versi teori Big bang.
Kedua teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari satu titik dan akan kembali kesatu titik dan tak pernah menyebutkan dari mana asalnya titik itu dan kemana “perginya titik itu. Saint seakan tabu untuk mengakui adanya Tuhan YME yang menciptakan alam semesta.
3. Teori Minimalis menyatakan bahwa alam semesta terisi oleh energi semu yang tergantung dari dimensi waktu namun belum memiliki massa sehingga belum membutuhkan ruangan dan energi nyata yang juga tergantung dari dimensi waktu dan telah memiliki massa sehingga memerlukan ruangan,
Menurut Teori Minimalis fenomena Bigbang bukanlah nongolnya alam semesta tanpa ada yang menciptakan melainkan merupakan kelahiran Sub Alam Fisika melewati proses evolusi, kemudian terjadi proses revolusi (Big bang) dan dilanjutkan oleh proses evolusi hingga terbentuk alam semesta (termasuk) solar siystem dan bumi. Big bang terjadi karena. Menurut TM  Big bang terjadi karena  Tuhan YME mengilangkan bayangan super simetri sehingga unsur premordial  yang belum membutuhkan ruangan menjadi quantum/ quanta yang memerlukan ruangan. Proses ini berolansung seketika sehingga menimbulkan ledakan dahsyat yang disebut Big bang.
Teori Minimalis tak berurusan dengan alam abadi sebab hanya menginformasikan masalah energi dan partikel, Teori Paralogika yang menginformasikan masalah adanya soul yang sanggup mencapai keabadian di alam baka.
Teori Minimaliss sejalan dengan mekanika quantum, namun menyatakan bahwa quantum dapat lenyap (seperti yang dinyatakan oleh teori anti matter)  dari Sub Alam Fisika memasuki Sub Alam Transien dan tetap berupa energi. Kedua Sub alam ini merupakan bagian dari alam semesta. Jadi tak bertentangan dengan dengan hukum kekekalan energi. Walau agak berbeda antara anti matter dengan Teori Minimalis, juga berbeda antara Teori Minimalis dengan  mekanika quantum, tetapi tak bertentangan satu dengan lainnya bahkan saling melengkapi.
Akan lebih gamblang  penjelasan saya tentang lenyapnya materi atau hilangnya quantum /quanta  jika anda baca dan pelajari Teori Minimalis.
Saya tak mampu  menjawab pertanyaan anda : Apakah ada alam semesta yang lain dan siapakah yang menciptakan alam semesta lain itu, namun jika memang ada alam semesta lain dan ada kaitan (link) antara kedua alam itu pastilah yang menciptakan sama, sebab Dia bukan sekedar mencipta melainkan telah merencanakan sebelumnya  dan selalu mengendalikannya.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 28, ’11
TM tak menyangkal adanya alam semesta yang lain, tetapi hanya menyatakan bahwa alam semesta yang kita huni merupakan sebuah system yang terisolasi dari lingkungannya, yaitu alam abadi sehingga jumlah energinya tetap karena energi tak mungkin menembus isolasi. Pengembangan alam semesta telah sanggup dimengerti dan terdeteksi oleh manusia atas dasar ilmu pengetahuan dan hasil kemajuan IT.
Menurut logika fikiran dan logika nyata sesuatu dapat dikatakan mengembang atau mengecil jika memiliki batas. Sesuatu yang tak memiliki batas dapat berubah ukurannya dengan bebas.
Menurut TM alam semesta terisi oleh energi semu yang tak bermassa m = 0 atau E#0 sehingga tak membutuhkan ruang nyata dan energi nyata yang memiliki massa m#0 atau E=0.
Dengan “mengasumsikan” ada dua jenis energi dasar itu (quantum dan eteric), maka dengan mudah dapat diinformadsikan mengapa alam semesta mengembang ( mungkin juga suatu saat tetap atau mengecil) atas dasar Hukum Elokogi Universe yang disertakan oleh Tuhan YME saat merencanakan dan menciptakan alam semesta. Alam Semesta bagaikan rumah sedangkan energy merupakan penghuninya. Perubahan eteric menjadi quantum menyebabkan penghuni yang membutuhkan tempat semakin banyak sehingga secara automatis rumah akan “memuai”, sebaliknya jika keseimbangan telah tercapai untuk sementara akan tak mengembang lagi, namun bila lebih dominan quantum berubah menjadi eteric, alam semesta akan menyusut.
Alam semesta dikuasai oleh dimensi waktu sehingga setiap saat berubah, perubahan itu dapat berangsur atau evolusi, maupun secara instant/sangat cepat dan disebut revolusi. Photon yang dibangkitkan eleh STW merupakan fenomena transisi eteric menjadi quantum secara evolusi, sedangkan garviton yang menyebabkan graya gravitasi adalah transisi quantum eteric (E=0, atau m#0) menjadi eteric (E#0 atau m=0) secara evolusi. Bigbang merupakan kelahiran Sub Alam Fisika merupakan revolusi alam semesta sedangkan manusia dan spisies baru adalah kelahiran makluk cerdas dan living organisme baru di bumi adalah revolusi living organisme. Komplementasi eteric menghasilkan quanta baru dari pasangan etercic yang komplementer.

tough2slf
tough2slf wrote on Jun 9, ’10
Pada saat ini kita beranggap alam semesta yang kita huni adalah satu2nya alam semesta seperti ketika manusia beranggapan bahwa bumi adalah datar dan bahwa bumi pusat tata surya …sebagai benar selama berabad abad…yang ternyata tidak benar …?
Menurut hemat saya maka alam semesta berada dalam sebuah ruangan yang lebih besar lagi…dan bukan satu2nya….ibaratnya Keberadaan kita adalah ditengah tengah Alam Macro maupun Alam Micro yang ke-2nya menyerupai kotak dalam kotak dalam kotak dst…

Dunia Macro
^
|
|
Keberadaan Kita
|
|
v
Dunia Micro

Secara umum maka cahaya berkurang kekuatannya semakin jauh dia berselancar dan photon akan lenyap setelah beberapa saat…itu menimbulkan pertanyaan apakah benar alam semesta berkembang….ataukah ibaratnya seperti baru menyalakan lampu 10W diruangan yang besar sehingga tidak tampak batas2 ruangan…?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 9, ’10
1.Manusia “mengukur” sesuatu atas dasar perspektif manusia, jadi ukuran “sesuka hati” juga berdasar perspektif manusia. Seorang penguasa yang bertindak sesuka hati akan menyebabkan chaos (kacau) bukan cosmos (tertata). Karena Tuhan YME adalah perencana,pencipta sekaligua penguasa alam semesta dan apa yang “dikehendaki Nya pasti terlaksana” maka keadaan alam semesta sepenuhnya berada ditangan Nya. Kenyataan alam semeta bukannya chaos, melainkan cosmos, sehingga saya sebagai manusia merasakan dan meyakini bahwa Dia tidak bertindak sesuka hati.
2.Makanya agar tak dengan mudah hukum dilaqnggar maka diperlukan sangsi dan kepastian terlindung bagi yang mentaatinya.
Jika sangsi tak dilaksanakan secara konsisten dan kepastian perlindungan bagi yang mematuhi tak dilakukan, maka hukum cenderung untuk dilanggar.
3.Galaksi adalah benda yang merupakan fenomena nyata yang juga memiliki energi nyata. Apa saja yang berupa benda membutuhkan tempat karena memiliki massa dan dapat terakses oleh pancaindera secara langsung atau dengan alat bantu fisik, jadi tak mengherankan jika benda silih berganti “hilang” dan muncul yang baru, Karena benda memiliki energi fisik dan menurut mekanika quantum setiap energi tak mungkin hilang,hanya berganti ujud, maka saya bertanya: kemana larinya yang hilang (dari pengamatan panca indra) dan dari mana asalnya yang muncul itu? Yang beranggapan adanya alam semesta yang lain tempat pelarian dan gudang bagi alam semesta yang kita huni ini, atau meyakini ada alam semesta paralel, saya bertanya” Alam semesta yang lain itu direncanakan,diciptakan dan dalam tangan Tuhan YME atau Tuhan yang lain? Bagi saya yang monotheis akan menyatakan semua adalah direncanakan, diciptakan dan didalam genggaman Tuhan YME. Jika tidak, maka semua alam itu akan chaos.
Menurut TM energi tak mungkin keluar masuk universe dan menurut TP yang sanggup keluar masuk universe hanyalah soul yang bukan energi.
4.Agaknya anda mencampur adukkan antara alam semesta dengan “bagian” dari alam semesta.
Jika anda mencermati TM, dan mekanika quantum, maka “hilang” dan munculnya matter mungkin sekali terjadi, tetapi bukan keluar dari alam semesta melainkan berubah ujudnya. TM yang dualistik menginformasikan adanya energi semu yang tak terakses oleh pancaindra dan alat fisik disamping energi nyata, sehingga dapat menjelaskan massalah rumit yang dihadapi oleh fisika yang monolistik yang dipecahkan dengan teori anti matter tanpa “mereka yasa” adanya alam semesta yang lain.Teori dawai juga berusaha menjelaskan fenomena yang tak terakses oleh pancaindra dan alat fisik dengan menambahkan dimensi lain disamping dimensi fisika.
5.Fikiran saya tak sampai memahami fenomena kiamat, lebih mudah memahami adanya bencana (alam) dan musibah besar.
Menurut saint dan TM saat ini alam semesta sedang memuai sehingga terjadi penambahan jarak antara benda-benda dalam alam semesta termasuk jarak bumi dan bulan.
6. TM menginformasikan Big Bang sebagai kelahiran Sub Alam Fisika, bukan awal nongolnya titik singular yang tak dijelaskan dari mana datangnya dan berkembang kemudian meledak menjadi alam semesta. TM juga menginformasikan bahwa alam semesta saat ini sedang mengembang, suatu saat akan menyusut, demikian seterusnya karena adanya energi nyata yang belum membutuhkan ruangan (nyata) dan energi semu yang tak bermassa sehingga belum membutuhkan ruang nyata.
Gaya tarik dua buah massa ditentukan oleh massa kedua objek, bukan hanya oleh massa yang besar secara intrinksig.
Black hole yang merupakan pusat suatu galaksi memang memiliki gaya gravitasi sangat besar, tetapi hanya benda disekitarnya yang memiliki massa cujup besar dapat “tertarik” secara langsung oleh blackhole, sedangkan benda yang massanya kecil lebih dipengaruhi oleh benda yang massanya tak sebesar Blackhole tetapi jaraknya sangat dekat. Hal ini dapat dijelaskan dengan rumus gaya tarik massa F= k*(m1*m2)/ r^2, dimana F= gaya tarik massa, m = massa benda yang saling tarik menarik dan r = jarak dua pusat benda. Betapapun besarnya massa suatu benda hanya sanggup menarik benda lain jika massa benda yang ditarik cukup besar disamping jaraknya dekat (dalam jangkauan gaya grafitasi suatu massa yang ada didekatnya). Gaya gravitasi memiliki keterbatasan, yang membatasi gravitasi adalah massa dan jarak.

tough2slf
tough2slf wrote on May 31, ’10

Tuhan YME bukan bertindak sesuka hati Nya 

Jangan disamakan dengan “sesuka hati” yang dilakukan manusia—–> artinya semena mena

Secara bergurau maka Hukum juga disebut “Sesuatu yang perlu dilanggar semau yang punya gerai” …siapa yang dapat melarang apabila YME mau mengubah yang anda sebut Hukum Ekoligi Universe…sesuai ucapan Firaun …it’s written by me… it’s to be done

Kalau alam semesta (secara toalitas…..termasuk milyaran galaksi dsb) yang dimaksud….menurut saya koq tidak logis…sekarang saja sudah berjuta juta galaksi ditelan Black Hole dan ternyata alam semesta tetap eksis…hari ini seseorang meninggal…hari ini pula ada bayi yang dilahirkan…tidak ada ujung dan tidak ada pangkal..dan menurut anda apa yang berada diujung Black Hole….bukan sebuah titik..tetapi alam semesta lain…

Menurut hemat saya bentuk alam semesta seperti “double helix DNA” yang terdiri dari milyaran rangkaian atom/molekul…tanpa batas
Boleh saja alam semesta yang kita huni kiamat…..masih ada milaran alam semesta lainnya

Perihal Big Bang juga kontroversial bila dibandingkan dengan pernyataan kuno yang berbunyi “tidak dilahirkan ..tidak mati”

Yang menjadi pertanyaan….kenapa Bulan menjauhi Bumi…?
Menurut Hukum gravitasi maka benda yang bermasa lebih besar akan menarik/mengendalikan benda yang lebih kecil masanya…..apakah ada sebuah Black Hole yang menarik Bulan tersebut kearahnya

Hitung hitung kita ini ibaratnya sebagai “anti body” yang gentayangan di saluran YME 🙂

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 30, ’10
Teori Minimalis menginformasikan bahwa:
1. Photon merupakan media transisi memasuki keseimbangan prima melalui Symmatrical Tarnswave (STW).
2. Graviton (yang belum dapat diuangkap oleh saint) merupakan media transisi keluar dari keseimbangan prima melalui Elementer Clear Wave (ECW).
Dengan konsep ini dapat dijelaskan mengapa alam semesta saat ini mengembang dan suatu saat akan menyusut lagi. Alam semesta hanya akan “lenyap” jika dikehendaki oleh Tuhan YME, dan itu dapat terjadi kapan saja. Tetapi Tuhan YME bukan bertindak sesuka hati Nya melainkan konsisten pada rencana Nya sebelum menciptakqan Alam Semesta beserta isinya dan hukum yang telah disertakan yaitu Hukum Ekologi Universe.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s