Mengapa meteor terbakar pada saat memasuki wilayah bumi?

Pertanyaan: Menurut anda gaya gavitasi disebabkan “kekosongan” diantara dua benda, jadi  ruang diantara bumi dan meteor  kosong ? Menurut Fisika panas timbul akibat terjadinya gesekan antara materi yang bergerak. Jika teori anda benar pastilah meteor tak akan terbakar saat memasuki wilayah bumi, sebab yang dilalui adalah wilayah kosong.
Jawaban: Saya tak pernah menyatakan wilayah diantara dua massa itu kosong. Saya menyatakan bahwa daerah muncul dan lenyapnya graviton menjadi kosong atau  memiliki tekanan negatip yang mengakibatkan terjadinya gravitasi. Graviton hanya terjadi didaerah pertemuan antara ECW, bukan diseluruh bagian ECW.
Gambarkan sebagai benang layang-layang yang terdapat satu sambungan, yang menghubungkan antara bagian menuju kelayang-layang (meteor) dan bagian yang menuju bumi. Sambungan itu setiap saat lenyap akibat terjadinya graviton, benang akan bertambah pendek menyebabkan sambungan bergeser kebawah/kearah bumi.
Bagian diatas sambungan tak ikut lenyap seperti yang anda katakan, tetap terisi dengan materi, yang terjadi kekosongan hanyalah wilayah timbulnya graviton. Wilayah ini jaraknya dari dua benda adalah sebagai perbandingan massa kedua benda. Ambil conton: Masasa A = 1kg massa, massa B = 999 kg massa. Jarak kedua benda  10^3 km. Maka lapisan graviton (C)  berada [1/(1+ 999)] * 10^3km dari A (meteor). Antara A dan C tetap terisi oleh materi. Jika meteor bergerak dengan kecepatan v kearah bumi, maka lapis graviton juga akan bergerak mendekati v kearah bumi.
Ini berarti meteor tak melewati daerah kosong seperti yang anda perkirakan. Sesuai dengan Fisika meteor akan mengalami gesekan dengan partikel disekitar bumi hingga meteor  terbakar hingga massanya berkurang..Akibat berkurangnya massa, kecepatannya bertambah, sementara massanya berkurang (karena terbakar), sehingga energi kenetik tak banyak bertambah akibat berkurangnya massa. Gesekan meteor dengan partikel juga mengurangi kecepatan meteor. Andaikata massanya tetap (tak terbakar) pastilah hantamannya jauh lebih hebat.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on May 5, ’10
Benda angkasa yang memiliki kecepatan balistik maupun yang memiliki gaya dorong sendiri mungkin tak akan jatuh kebumi jika gaya itu tak menuju kebumi karena semakin jauh dari bumi gaya tarik gravitasi bumi terhadap benda tak sanggup menarik benda itu memasuki wilayah bumi. Benda yang menuju ke bumi belum tentu dapat sampai kebumi karena telah habis terbakar dalam perjalanan.
Disamping lapisan atmosfer dan partikel bermassa, bumi juga memiliki medan magnet bumi yang sanggup membelokkan benda yang bermuatan listrik (misalnya hamburan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari), taufan magnet dari matahari. Lapisan ozon juga melindungi bumi dari gelombang electro magnet yang dapat menimbulkan kerusakan bumi.
Semua tak terjadi begitu saja melainkan sesuai dengan rencana Tuhan YME.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s