Apa beda sains dan saint?

Pertanyaan: Agar tak terkesan “kurang” teliti sebaiknya bapak mengoreksi istilah saint menjadi sains.
Jawaban: Terima kasih atas saran ananda, ini berarti anda sudi membaca tulisan dan gagasan saya.Jika ananda mengikuti  “semua” tulisan saya, maka ananda akan tahu mengapa saya menggunakan kata saint, bukan sains.
Saya mohon maaf karena tulisan dan gagasan saya tak tersusun secara rapi dan sistematis, sehingga sering menimbulkan “kebosanan” bagi pembacanya.
Ananda Sudarjanto telah memnta “izin” untuk membuat file bagi gagasan dan tulisan saya yang jauh lebih rapi dari yang saya sajikan. Untuk Itu saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Untuk itu ada baiknya ananda cari dengan mesin pencari google: Fiksi Blackhole dan cari judul Fiksi Black hole  I.
Sepintas saya juga pernah menjelaskan tentang penggunaan saint dalam tulisan saya, bukan sains.
Sains digunakan untuk “meng Indonesiakan” kata Science yang artinya ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari secara sistematis, sedangkan pengetahuan atau sekedar tahu dan belum tersistematikan dapat disebut sebagai knowlege atau know how.
Menurut”rasa bahasa saya”  Science merupakan ilmu pengetahuan yang telah tersusun secara sistematis, ambil contoh sistematika biologi,disiplin ilmu ekonomi, disiplin ilmu filsafat dll yang sifatnya dapat dipelajari diterapkan/diaplikasikan  secara konsisten karena  memenuhi tatanan/standard khusus  sehingga lebih mudah dipelajari,baik yang rasional dan yang irasionaldan mengikuti peraturan-peraturan tertentu. Ini sangat perbeda dengan sekedar  pengetahuan atau asal tahu (informasi),
Saint saya gunakan untuk menggantikan kata ilmu pengetahuan atau sekedar pengetahuan  yang sifatnya ilmiah karena rasional sehingga dapat diaplikasikan secara nyata. Jadi saint belum tentu memenuhi standard sains, namun bersifat rasional dan nyata.
Saint saya gunakan untuk menyatakan pemgetahuan yang rasional dan nyata sebagai imbangan dari yang bersifat irrasional atau hanya dapat terakses lewat bathin karena sifatnya yang semu.
Saya memprediksikan akan segera terjadi Scientific Spiritual Revolution atau Revolusi Spiritual Ilmiah. Pada era ini terjadilah sintesa antara yang ratonal dan irrasinal. Mengapa? Spiritual adalah kemampuan manusia untuk menyadari kekuatan yang melebihi kekuatan dan kemampuan manusia. Dahulu kala manusia menganggap alam jauh perkasa dari manusia, maka era itu dapat dipandang sebagai Era Spiritual alami. Kemampuan berfikir manusia belum semaju saat ini sehingga manusia mengakses lingkungannya sekedar dengan pancaindra dan batin kemudian diolah oleh otak manusia yang masih primitif untuk mensikapi kekuasaan lingkunganya, mula-mula alam/benda disekitarnya , makluk yang lebih kuat baik yang berwadag maupun yang tak berwadag, dewa-dewa, tuhan-tuhan (politheisme), manusia (raja-dan penguasa) hingga pengakuan satu kekuasaan tunggal yang disebut Tuhan YME.
Setelah fikiran manusia berkembang secara revolusi (cepat), manusia sanggup menghadapi lingkungannya dan  sanggup menundukkan bahkan memanfaatkan lingkungannya.
Manusia sanggup memanfaatkan “semua” yang tersedia dibumi yang dapat terakses lewat pancaindra secara langsung atau dengan bantuan alat fisik dan penggunaan fikiran. Tanpa disadari manusia menjadi materialistis sehingga menisbikan semua yang semu dan hanya terakses oleh kemampuanm batin.
Saat ini seakan manusia “mendewakan” saint yang rasional dan nyata dan menisbikan sesuatu yang irrasional.
Kesimpulan: Sains   belum tentu menisbikan sesuatu yang irrasional, sains  tersususn secara sistematis sedangkan saint menisbilakan yang irrasional dan belum tentu sistematis.
Pada saatnya saint akan bersintesa dengan sesuatu yang irrasional menghasilkan spiritual ilmiah.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s