Bagaimana membedakan akal-akalan dan sungguhan pada tayangan di TV dan internet?

Pertanyaan: Trima kasih atas informasi anda sehingga saya dapat mengikuti tayangan di Global TV setiap hari Senin sampai dengan hari Kamis pada pukul 22.00 s/d 23.00 mengenai trik (akal-akalan) pada pertunjukan Magic atau sulapan. Apakah setiap tayangan di TV merupakan trik atau akal-akalan sehingga tidak dapat dipercayai kebenarannya? Bagaimana caranya membedakan antara hasil akal-akalan dan yang memang sungguh-sungguh terjadi?
Jawaban: Ada berbagai jenis tayangan di TV:
1. Berita: harus dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya agar tak menyesatkan.
2. Hiburan: lebih ditekankan pada sisi menghibur, bukan malah membuat pemirsa ketakutan atau terimbas perasaan tak nyaman.
3. Pendidikan: harus memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan  memperluas wawasan dalam berbagai bidang: sosial, ekonomi,politik, kesehatan,moralitas dll.
4. Iklan/pariwara: memberikan informasi kepada publik tentang produk/ barang-barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dan tersedia dipasaran. Sesuatu yang diiklankan harus sesuai dengan kenyataan, jika tidak berarti “bunuh diri” karena tak dipercaya lagi.
5. Propaganda: mengajak penonton untuk mengikuti sesuatu yang dipropagandakan. Propaganda akan lebih sehat jika tak menjelekkan/merugikan/mencederai  fihak lain, jika memburukkan fihak lain dapat menimbulkan permasalahan terjadinya gugatan maupun permusuhan.
6. Penerangan, memberikan informasi kepada penonton dalam berbagai bidang hingga penonton yang semula tak mengerti atau tak faham menjadi mengerti dan memahami sesuatu yang dijelaskan.

Sedemikian luas fungsi dan isi dari tayangan di TV sehingga tak mungkin disebutkan satu persatu, namun pada dasarnya TV memberikan informasi melalui media elektronik.
Pemerintah yang otoriter akan membatasi konten dari siaran TV untuk mencegah media ini dimanfaatkan untuk kepentingan mempengaruhi opini masyarakat lebih-lebih yang “melawan” otoritas penguasa.
Dalam sistem demokrasi justru TV memegang peranan sangat penting dalam menegakkan keadilan, mencegah ke sewenang-wenangan disamping menghibur,mendidik dan sumber informasi disegala bidang.
Memang sangat sulit membedakan sesuatu yang benar/jujur  dan yang tipuan/ akal-akalan/menjerumuskan/menyesatkan , sehingga akan lebih sederhana jika masing-masing penonton memilih “yang dibutuhkan”  karena bermanfaat bagi diri,keluarga dan lingkungannya dan membuang “sampah” yang dapat membahayakan diri,keluarga dan lingkungannya.
Kebutuhan masing-masing pemirsa sangat beragam sehingga tayangan TV juga harus beragam, adalah kuwajiban sekaligus hak pemberi informasi dan penerima informasi agar tayakan TV menjadfi bermanfaat tidak sebaliknya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s