Bagaimana memetakan energi di Alam Semesta?

Pertanyaan: Dalam tulisan anda yang berjudul: Basic Information of Universe ( Biou ) dikatakan bahwa Teori Minimalis sanggup memetakan energi yang mengisi Alam Semesta. Bagaimana caranya dan apa manfaatnya?
Jawaban: Teori Minimalis menginformasikan bahwa Alam Semesta merupakan suatu sistem tertutup sehingga jumlah energi didalamnya andalah tetap yang berubah adalah jenisnya. Untuk menjelaskan jenis energi apa saja yang terdapat di Alam Semesta, bagaimana hubungan satu dengan lainnya, bagaimana sifat masing-masing energi,……… dll,.
Teori Minimalis menggunakajn Formula Supernatural Modern  (FSM) E = – x + y, Matematika Minimalis (yang didalamnya memuat Koordinat Minimalis dan Code Minimalis dan  Grafik Minimalis).
Menurut Teori Minimalis energi dapat terkonsentrasi menjadi body dan  berubah-ubah variablenya menjadi wave (gelombang), maka pemetaan cukup dilakukan pada energi, karena dua fenomena lainnya merupkan kondisi khusus dari energi. Wave adalah energi yang berubah dengan cepat akibat perubahan waktu hingga dapat disebut sebagai fungsi dari waktu sedangkan body merupakan itergral (penjumlahan) dari wave dalam kurun waktu tertentu.
Sebuah fungsi yang kontinu dan memiliki batas dapat diuraikan menjadi fungsi dasar (sinusoidal) menurut Deret Fourrier, sehingga harus selalu diingat bahwa:
* wave = F(t),
*Body = Integral F(t)dt dalam kurun waktu tertentu ,
*Energi dasar  x = a1*sin (u1 + w1t) sedangkan energi dasar y = a2*sin (u2 +w2t).
MM menggunakan Koordinat Kartesian yang memiliki sumbu x,y dan e. Setiap energi diwakili oleh sebuah titik yang memiliki koordinat E. X.Y  atau e1.x1.y1.,e2.x2.y2, e3.x3.y3…………dan seterusnya. Agar lebih singkat tanda titik diantara EXY dapat dihilangkan sehingga setiap titik memiliki Code Minimalis Exy dimana masing-masing dinyatakan oleh angka atau bilangan berurutan (bit) tanpa memisahkan nilai masing-masing, mislnya  000 adalah kode minimalis unsur -premordial,  0qq adalah kode minimalis energi fisika, 178, -41211………… dan lain,lain.
Cara Pemetaan akan saya jelaskan secara bertahap. Ikuti tulisan saya setiap saya posted ulang.
Manfaat dari pemetaan ialah untuk “menjelaskan” suatu energi termasuk dalam wilayah mana: wilayah gaib, metafisika, transien, fisika atau biologi, sehingga kita dapat memahami mengapa energi itu bersifat demikian, misalnya  dapat terakses oleh pancaindra, hanya terakses oleh batin, hanya terakses oleh fikiran, hanya terakses lewat kerjasama antara batin,fikiran dan pancaindra. Dengan memahami koordinat masing-masing energi banyak hal dapat difahami, misalnya: berlakunya teori anti matter, quantum mekanik, teori dawai, fenomena gravitasi, adanya spirit (makluk halus, setan,iblis), bedanya virus dan spirit dll yang sulit dijelaskan dengan teori yang telah ada.
Yang perlu diingat TM  bukanlah agama atau saint melainkan termasuh dalam  Sistem Informatika yang tugasnya  hanya “menginformasikan” (sebagai jendela mengamati fenomena alam semesta) bukan sebagai pintu untuk memasuki Alam Semesta agar dapat mengexplorasi Alam Semesta apalagi untuk mengexloitasinya.
Mottonya: Aja gumunan lan gampang percaya ning ya aja gampang maido sing ora kok ngerteni!

10 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 14, ’10, edited on Jul 5, ’10
Koordinat Kartesian xyz ialah tiga garis lurus yang saling tegak lurus satu dengan yang lain.
Sumbu x mendatar (horizontal), sumbu y vertikal (tegak lurus sumbu x) dan sumbu z tegak lurus bidang xy.
Pertemuan ketiga garis sumbu dinamakan pusat koordinat yang merupan pusat pengukuran besarnya energi dan keseimbangan energi. Koordinat titik pusat koordinat adalah 0.0.0. Setiap titik lainnya memiliki koordinat XYZ atau x1.y1.z1. Ada tiga bidang saling tegak lurus yaitu bidang xy, yz dan xz yang berpotongan di titik 0.0.0 Masing-masing ruangan disebut kwadran.
1.Kwadran I terletak didepan bidang xy, diatas bidang xz. Setiap titik diruangan ini memiliki x>0 , y>0 dan z>0
2.Kwadran II terletak didepan bidang xy, dibawah bidang xy. Setiap titik diruangan ini memiliki x>0, y<0 dan z<0
3.Kwadran III terletak dibelakang bidang xy, dibawah bedang xz. Setiap titik diruangan ini memiliki x>0, y<0 dan z<0
4.Kwadran IV terletak dibelakang bidang xy, diatas bidang xz. Setia[ titik diruangan ini memiliki x>0, y>0 dan z<0
Dimulai dari 0 Sumbu x semakin kekanan nilainya semakin besar dan positip
Dimulai dari 0 Sumbu y semakin keatas nilainya semakin besar dan bernilai positip, sedangkan kebawah semakin besar tetapi negatip
Dimulai dari 0 Sumbu z semakin kedepan nilainya semakin besar dan positip sedangkan semakin kebelakang nilainnya semakin besar dan negatip.
Manfaat dari koordinat ini ialah untuk menentukan letak titik-titik dalam ruangan hingga dapat diketahui letaknya dengan pasti sehingga dapat ditentukan jarak titik yang satu dengan yang lain (posisi statis), adanya gerakan titik diruangan akibat berjalannya waktu hingga dapat dilukiskan sebagai lintasan masing-masing pada bidang masing-masing atau saat berubah dari satu bidang kebidang lainnya.
Untuk lebih mudah dimengerti koordinat ruang dapat dianggap sebagai koordinat bidang (dua dimensi) yang berlapis-lapis, misalnya bidang xy yang bergeser tegak lurus sumbu z hingga titik pusatnya berpindah dari 0.0.0 menjadi 0.0.1……. 0.0.01, ……0.0.2……0.0.1000 …..0.0.-1…….. 0.0.-100…….
Dengan cara ini koordinat ruang dapat saya “sederhanakan ” menjadi koordinat bidang yang hanya memiliki dua dimensi.
Saya ambil bidang xy yang melalui 0.0.0 untuk menjelaskan energi fisika.
Pada bidang ini dapat saya buat grafik energi fisika.
Menurut FSM energi fisika E= 0, sehingga x=y.
Grafik ini dapat digambar dengan menentukan dua titik sembarang yang koordinatnya memenuhi persamaan y=x ,misalnya A(1.1) artinya jika xA=1 maka yA = 1 dan titik B(5.5) artinya jika xB=5 maka yB=5. Jika ditarik garis lurus AB akan didapat garis ab yang pasti melewati 00. (boleh dicoba.) Semua titik pada garis ini pasti memenuhi syarat y=x atau x=y.
Titik diluar garis ini tak mungkin memenuhi persamaan y=x.
Grafik ini dapat digunakan untuk menjelaskan energi fisika. Semua energi dan body fisika berada dalam grafik ab ini. Titik diluar garis ab tak termasuk energi fisika. Titik paling dekat dengan 000 (tetapi tak boleh 000) adalah energi quantum. Mengapa tak boleh 000? Karena 000 adalah unsur premordial. Fisika hingga saat ini belum mengakui adanya unsur premordial.
Dengen grafik x=y dapat dijelaskan perbedaan Fisika dengan Teori Minimalis, Fisika dimulai dari titik berkoordinat besar menuju ketitik 000 (menurun) namun menisbikan adanya titik 000, sedangkan TM dimulai dari 000 menuju titik dengan nilai quanta yang lebih tinggi (naik). TM menginformasikan adanya unsur premordial, yaitu kekuasaan dan kebesaran Tuhan YME, namun tetap mengakui adanya quantum dan berlakunya mekanika quantum.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 15, ’10, edited on Jun 22, ’10
Bidang energi semu dan grafik energi semu.
Bidang xy yang melalui 000 dan dinamakan bidang E=0 adalah bidang yang dapat dimanfaatkan untuk memetakan grafik energi fisika, sedangkan grafik x=y adalah grafik yang dapat digunakan untuk memetakan setiap energi fisika. Setiap proses fisika tak boleh keluar dari grafik fisika.
1.Dengan grafik energi fisika dapat dibuktikan bahwa energi fisika merupakan besaran skalar bukan besaran vektor sehingga hanya memiliki magnitude.
2. Gafik energi fisika dapat digunakan untuk membuktikan bahwa gelombang electro magnet, termasuk cahaya, tidak sepenuhnya termasuk fenomena fisika melainkan fenomena transien, sebab cahaya bergetar, berubah jenis dan kekuatannya dalam waktu yang sangat pendek, hingga hanya memasuki E=0 pada waktu yang sangat singkat. Pada saat inilah terjadi photon, yang dalam ruang hampa akan segera lenyap kembali menjadi energi semu. Diruang nyata yang telah terdapat partikel/materi/quanta photon sanggup berinteraksi dengan partikel/materi..
3. Garfik ini dapat membuktikan bahwa energi fisika akan tetap bertahan di bidang fisika (E=0) bila keluar dari grafik energi fisika tetapi masih dianggap tetap pada bidang energi fisika akan menjadi invalid hingga tak akan dapat diketahui kemana larinya. Suatu contoh teori anti meter tak akan sanggup menjelaskan kemana larinya hasil interaksi antara matter dengan anti matter selama tak mengakui adanya energi semu. Teori Minimalis berusaha “menelusuri” hasil interaksi itu, sehingga berkesimpulan matter akan bergeser keluar dari bidang energi fisika menuju ke bidang energi semu (E#0) dan masuk ke grafik energi semu dengan nilai tertentu (E>0 atau E<0) sebab jika tetap berada pada bidang fisika justru menjadi invalid karena tak memenuhi Formula Supernatural Modern. Ambil contoh; 055 (valid) jika bergeser menjadi 045 akan menjadi invalid, tetapi jika bergeser menjadi 145 akan tetap valid, walau menjadi semu. Lain halnya 055 dapat bergeser nenjadi 066, 033,011………asal memenuhi grafik y=x (karena E tetap bernilai 0), akan tetap valid dan nyata.
TM membedakan antara yang semu dan yang nyata (E=0 dan E#0), antara yang irrasional dan rasional (E>0 dan E<0) dan antara yang invalid dan yang valid ( E=-x + y dan E# -x +y)/
Mengenai grafik energi semu dan bidang energi semu akan saya jelaskan pada posted berikutnya.
Untuk lebih menjelaskan saya berikan contoh beberapa proses fisika yang valid (memenuhi FSM) dan hasil interaksi matter dengan anti matter yang invalid hingga tak diketahui kemana larinya.
Energi/body fisika dengan koordinat 0.2.2 berinteraksi dengan energi/body fisika dengan koordinat 0.12.12 akan menghasilkan body fisika dengan koordinat 0.14.14 Hasilnya titik yang terletak pada grafik energi fisika (x=y) dalam didang energi nyata E=0
Bagaimana jika energi fisika berinteraksi dengan energi semu, misalnya 0.3.3 (energi nyata) + 7.3.10 (energi semu dengan E=7)? E1= 0.3.3 + E2= 7.3.10 hasilnya E3 = 7.6.13. yang merupakan energi semu yang berada diluar bidang energi nyata (karena E#0 tetapi E=7) dan keluar dari grafik energi nyata dan memasuki grafik energi semu pada bidang energi semu dengan E=7. Persamaannya menjadi 7 = -6 + 13 yang berupa titik pada garis lurus pada bidang energi semu dengan z=7 dan terletak pada grafik 7= -x + y
Bagaimana jika energi fisika yang valid berinteraksi dengan bukan energi yang invalid. Contonnya E= 0.5.5 (valid) + Z # 0.1.7 (invalid) = (?) = 0.6.12 (invalid). Jadi hasilnya walaupun masih dalam bidang fisika E= 0 tetapi invalid, tak memenuhi FSM. Artinya hasilnya tak mungkin terakses oleh kemampuan manusia, bahasa Jawanya mbuh ra weruh, karena menghasilkan ruas kiri tak sama dengan hasil perhitungan FSM di ruas kanan, yaitu 0 # – 6 + 12 atau 0 # 6
Inilah hasil pengkotak katik saya:
1.Fenomen valid jika berinteraksi dengan fenomena valid hasilnya pasti valid. Tak peduli apakah itu nyata maupun semu. Link ini disebut interaksi mekanistik.
2.Fenomena valid (baik yang semu maupun yang nyata asal memenuhi FSM) jika berinteraksi dengan fenomena yang invalid (tak memenuhi FSM) hasilnya pasti invalid, kecuali jika E=z, link ini disebut interaksi vitalistik.
3.Fenomena invalid jika berinteraksi dengan fenomena yang invalid kemungkinan besar hasilnya invalid dan hanya ada satu kemungkinan untuk menjadi valid yaitu mujijad.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 16, ’10, edited on Jul 5, ’10
Disamping bidang energi fisika terdapat:
a. Bidang energi gaib tempat grafik energi gaib. Bidang ini merupakan tempat titik-titik yang ordinatnya nol (y=0)
b. Bidang energi metafisika tempat grafik energi metafisika. Bidang ini merupakan tempat titik-titik yang absisnya nol (x=0)
c. Lapisan bidang transien tempat grafik energi transien dengan berbagai nilai keseimbangan energi. Bidang ini sejajar dengan bidang energi fisika dan tak melewati titik koordinat 0.0.0 melainkan melewati titik 0.0.E dan merupakan tempat titik dengan z=E. Bidang energi transien yang didepan bidang energi fisika memiliki E>0 sedang yang terletak dibelakang bidang energi fisika memiliki E<0.

Pada masing-masing bidang dapat dibuat garfik:
a. Grafik energi gaib: y = 0 hingga E=-x. Grafiknya berupa garis lurus melelui titik 0.0.0 dan membentuk sudut sama terhadap sumbu x dan sumbu z. Semua energi gaib terletak dalam grafik energi gaib.
b. Grafik energi metafisika: x = 0 hingga E= y. Grafik ini berupa garis lurus yang melalui titik 0.0.0 dan membentuk sudut sama terhadap sumbu y dan sumbu z. Semua energi metafisika terletak pada grafik ini.
c. Grafik energi transien x#y#0 terdiri dari grafik yang masing-masing terdapat pada bidang enegi transien masing-masing, sehingga jumlahnya banyak sekali mendekati tak berhingga. Masing-masing grafik berupa garis lurus melalui titik (x1.y1.z1) : 0.E.E dan E.0.(-E) membentuk sudut sama dengan bidang energi gaib (bidang xz) dan bidang energi metafisika (yz)..

Analisa ini membuktikan bahwa grafik energi transien pada masing-masing bidang energi semu juga hanya sebuah, tetapi karena jumlah bidang energi transien mendekati tak berhingga maka banyaknya grafik energi semu menjadi tak berhingga. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa energi transien jauh lebih banyak dari energi nyata,energi gaib,maupun energi metafisika bahkan jauh lebih banyak dari jika ketiga jenis energi ini dijumalkan.
Lain waktu akan saya buktikan bahwa jumlah seluruh energi yang valid jauh lebih kecil dari yang bukan termasuk energi hongga tak valid (tak memenuhi Formula Supernatural Modern E=-x + y). Dengan demikian kita menjadi sadar bahwa kemampuan manusia yang dianugrahi pancaindra, batin dan fikiran serta kemampuan paralogika tak akan mampu menguak seluruh rahasia ciptaan Nya, sehingga manusia tak menjadi takabur dan tak mengakui keberadaan dan keagungan Nya (atheis).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 16, ’10, edited on Jun 18, ’10
Formula Som Wyn z # -x + y dapat dimanfaatkan untuk membuktikan bahwa z >> E
Bandingkan FSM E = – x + y dan FSW z # -x + y
1.Pada FSM Jika x = y hanya menghasilkan satu nilai E yaitu 0 , sedangkan pada FSW pada saat x= 0 nilai z justru # 0, jadi boleh bernilai berapa saja asal bukan nol. Ini artinya variasi atau banyaknya z >> E saat x=y
2.Jika x # y. Tiap nilai E harus memenuhi persamaan y = x + E. artinya tiap nilai x hanya menghasilkan satu nilai y, padahal z# – x + y mengisyaratkan bahwa x dan y merupakan variable bebas tak ada ikatan langsung nilai z, sehingga x dan y boleh bernilai berapa saja asal tidak menghasilkan nilai yang sama besarnya dengan z yang telah ditentukan.Artinya z boleh berharga berapa saya asal tak menghasilkan z = – x + y. Dengan demikian terbukti bahqwa z >> E pada saat x # y
Pada tiap bidang energi persamaan E=–x + y hanya terpenuhi jika titik terletak pada grafik energi sedangkan persamaan z# -x + y terpebuhi bagi titik yang terdapat diluar grafik energi.
Jadi grafik energi juga dapat digunakan untuk memvisualisasikan bahwa z>> E atau fenomena invalid atau tak memenuhi Formula Supernatural Modern jauh lebih banyak dari yang valid apalagi dibandingkan dengan fenomena nyata.
Manusia dikaruniai:
1 Pancaindra yang hanya sanggup mengakses sesuatu yang nyata karena pancaindra hanya sanggup mengakses energi nyata,
2.Batin yang hanya sanggup mengakses fenomena gaib karena batin hanya mampu mengakses energi gaib.
3. Fikiran (bedakan dengan otak) hanya sanggup mengakses fenomena metafisika karena fikiran hanya sanggup mengakses energi metafisika.
4, Paralogika hanya sanggup mengakses fenomena transien karena paralogika hanya sanggup mengakses energi transien.
5. Fenomena kehidupan hanya dapat terakses dengan kerjasama keempat kemampuan tersebut. Kehidupan terdapat disetiap penjuru Alam Semesta dalam sifat yang berbeda–beda sesuai dengan Kondisi Sub Alamnya. Kehidupan dialam nyata berbeda dengan kehidupan di alam semu. Kehidupan di Sub Alam Gaib, berbeda dengan di Sub Alam Metafisika maupuin di Sub Alam Transien. Namun masing-masing kehidupan membutuhkan energi sesuai dengan Sub Alam masing-masing.
6. Fisik atau organisme manusia yang dikendalikan oleh otak yang bertindak sebagai pengambil keputusan dan memerintahkan kepada organ tubuh yang sepenuhnya dikuasai dalam keadaan sadar (conscious) bermanfaat untuk memanfaatkan energi fisika d gyuna melakukan aktifitas.
7. Otak merupakan CPO untuk mengolah data dari pancaindra,batin,fikiran tetapi hanya saat manusia dalam kesadaran.
8. Dalam keadaan tak sadar organisme dikendalikan oleh sumsum tulang belakanng yang sanggup mengakses energi transien.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 18, ’10, edited on Jun 26, ’10
Untuk lebih mudah difahami koordinat kartesian tiga dimensi dapat dianggap sebagai lapisan bidang datar yang sejajar bidang utama.Akan lebih mudah lagi jika grafik yang terdapat pada masing-masing bidan datar itu diprojeksikan ke bidang utama.
Bagaimana caranya memprojeksikan grafik energi transien ke bidang utama?
Formula Supernatural Modern E=-x + y kita uraikan menjadi:
1. E = 0, didapat persamaan x = y yang terletak dibidang utama atau bidang energi fisika.
2. E > 0, maka z > 0, persamaannya menjadi z = – x + y atau y = x + z.
Saat x = 0 didapatkan y = z, ini merupakan garis lurus sejajar dengan x=y tetapi terletak dibidang E = z. Jika garis ini diprojeksikan ke bidang utama maka didapatkan persamaan y = x + C dimana C sebuah konstanta yang menentukan nilai y pada saat x=0. Jika C diberi nilai diantara 0

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 18, ’10
Titik yang berada pada grafik energi fisika memiliki nilai x = y atau telah mengalami keseimbangan prima hingga E=0. Dalam keadaan ini terjadilah quantum dan quanta yang besarnya q=x=y. Jika q merupakan pecahan maka terjadi energi fisika dalam berbagai bentuk, misalnya energi panas, energi mekanik, energi kimia dll bentuk energi fisika lainnya, sedangkan jika bulat terjadi clear body yang berupa partikel sub atomik (quark,lepton,guon) , proton, positron, elektron, atom,molekul,……………. dan berbagai tingkat ujud materi dari gas,cair hingga padat.
Agar materi tetap utuh, maka dibutuhkan energi dalam (internal energy)). Jadi agar tetap utuh maka quanta matteri harus bernilai bulat plus pecahan. Keseimbangan prima dapat terganggu oleh ketiadaan energi ( lenyapnya internal energi oleh berbagai sebab, misalnya gradasi total tanpa menyisakan energi dalam) maupun pengaruh energi luar (external energy) hingga menyebabkan goyangan nilai x dan y yang berakibat perubahan medan magnet yang diikuti oleh medan listrik yang menyebabkan gelombang transien, diantaranya gelombang elektro magnet (termasuk cahaya). Jika partikel sub atomik, maupun atom,molekul, matteri atau quanta pecah maka akan menghasilkan quanta yang lebih kecil, terlepasnya energi fisika dan gelombang transien (sinar gamma) maupun gelombang fisika (sinar alpa dan sinar beta).
Fenomena ini, peningkatan quanta biasanya berjalan secara berangsur atau evolusi. Peningkatan itu dapat terjadi karena photon yang berada dalam ruangan nyata sanggup berinteraksi dengan partikel atau materi hingga dapat meningkatkan quantanya. Penurunan quanta biasanya berlaku secara cepat akibat pecahnya materi, partikel atau partikel sub atomik. Dalam skala besar menyebabkan fenomena revolusi.
Revolusi belum tentu disebabkan oleh pecahnya sebuah sistem materi menjadi sistem yang lebih sederhana atau berquanta lebih rendah, revolusi juga dapat terjadi akibat terbentuknya materi berquanta tinggi dari interaksi dua energi semu yang komplementer.
Sebagai contoh: E1#0 yang berinteraksi dengan E2#0 dapat menghasilkan E3=0 jika E1= -E2. Sebagai contoh 5.7.12 jika berinteraksi dengan -5.12.7 akan menghasilkan 0.19.19..

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 19, ’10
Formula Supernatural Modern E= -x + y tak menyertakan dimensi waktu, sehingga hanya dapat dimanfaatkan untuk memetakan energi pada saat tertentu, tak dapat menjelaskan mengapa dapat terjadi pergeseran koordinatnya akibat perubahan waktu. Nilai x dan y secara matematis dapat diubah oleh manusia, tetapi nilai sesungguhnya hanya Tuhan YME yang sanggup mengubahnya. Hal ini sangat cocok dengan keyakinan bahwa Tuhan setiap saat “mengendalikan Alam Semesta” sehingga bertentangan dengan Teori Minimalis , sebab menyatakan bahwa Tuhan melakukan sendiri YME mencipta,setiap saat mencipta, memelihara ciptaannya serta menghancurkannya. Teori Minimalis menyatakan Tuhan YME bukan sekedar mencipta melainkan sebelum mencipta telah merencanakan dengan saksama serta menyertakan hukum untuk mengaturnya, yaitu Hukum Ekologi Universe. Dalam hal tertentu ciptaan Nya diberikan kesempatan untuk mengatur dirinya, jenisnya dan lingkungannya. Atas dasar ini, dimensi qwaktu menjadi sangat penting, sebab berjalannya waktulah yang dapat merubah nilai (variable) x dan y. Makna waktu adalah memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk berubah sesuai dengan “keinginan” setiap ciptaan secara individual atau bersama lingkungannya, tentu saja sesuai dengan rencana Nya yang diatur secara automatis oleh Hukum Ekologi Universe. Jadi perubahan nilai x dan y berjalan sesuai dengan perubahan waktu. Atas dasar inilah maka saya mengembangkan Formula Supernatural Modern menjadi Formula Supernatural Som Wyn. Pada Formula Som Wyn nilai x dan y berubah sesuai dengan perubahan waktu, sehingga x= F1(t) dan y=F2(t), sehingga dE = – dF1(x) + dF2(t) atau E = Integral { – F1(t)dt + F2(t) dt}
Formula ini dapat menjelaskan berbagai fenomena alam semesta, termasuk perubahan bentuk energi akibat perubahan waktu. Untuk energi fisika dimana E = 0 berlaku Integral F1(t)dt dalam kurun waktu tertentu = Integral F2(t) dt dalam kurun waktu yang sama.
Setiap Fungsi yang kontinyu dan memiliki nilai batas dapat diuraikan menjadi fungsi dasar (sinusoidal) menjadi Deret Fourrier.
Atas dasar ini maka persamaan energi dasar dapat diubah mernjadi a1*sin (u1 +w2t) = a2*sin (u2 +w2t) dimana:
a1 = amplitudo getaran (perubahan) nilai x atau monopole selatan weber, u1 = sudut phasa nonopole x dan w1 = kecepatan sudut atau frekwensi perubahan periodik nilai x.
a2 = amlitudo getaran y, u2= phasa getaran y dan w2= kecepatan sudut getaran y.
Untuk dapat terbentuk energi fisika sepasang monople weber (u dan s) harus memenuhi syarat a1=a2, u1=u2 dan w1=w2.
FSM, materi E3=0 dapat terjadi jika terjadi interaksi antara E1#0 dan E2#0 merupakan komplementer dimana E1=-E2. Fenomena ini sepenuhnya “diatur” langsung oleh Tuhan YME sehingga terkesan sangat mudah terjadi.
Lain halnya FSSW justru menyatakan bahwa persyaratan terjadinya materi/massa tidak sederhana melainkan sangat rumit. Jika menurut FSM perubahan itu sepenuhnya dilakukan oleh Tuhan YME sesuai dengan kehendak Nya hingga dapat terjadi sewaktu-waktu dan terkesan sangat mudah terjadinya, maka FSSW menyatakan bahwa perubahan itu berjalan secara alami dan sesuai dengan Rencana Tuhan YME dan menuruti hukum Ekologi Universe..

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 22, ’10, edited on Jun 23, ’10
Agar tak menjadikan salah pengertian: Pemetaan yang dilakukan Teori Minimalis terhadap energi di alam semesta bukan atas dasar dimensi waktu, massa dan ruang sebagai yang dikenal dalam fisika melainkan atas dasar dimensi energi dan ke seimbangannya.
Untuk menjelaskan proses pergeseran Koordinat Minimalis suatu sistem energi dimanfaatkan Formula Supernatural Som Wyn yang mengasumsikan x dan y masing masing merupakan integral suatu fungsi waktu yang kontinu dalam batas waktu tertentu hingga dapat diuraikan menjadi fungsi dasar (fungsi sinusoidal) sesuai dengan deret Fourrier.
Energi dasar dapat dinyatakan oleh fungsi x = a1*sin (u1 + w1t) sedangkan y=a2*sin(u2 +w2t). Koordinat energi dasar A(xA.yA) adalah xA.yA atau a1A*sin (u1A + w1A).a2A*sin (u2A +w2At).
Energi dasar fisika hanya terjadi pada saat a1A=a2A, u1A=u2A dan w1A = w2A. Energi dasar inilah yang menyusun suatu system energi fisika. Jika salah satu ,dua atau ketiga parameternya bergeser maka energi dasar fisika tersebut akan berubah menjadi energi dasar transien. Sebaliknya energi dasar transien yang ketiga parameternya menjadi sama akan menjadi energi dasar fisika yang dinamakan energi quantum.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 23, ’10, edited on Jun 24, ’10
Isi Alam Semesta terdiri dari energi yang koordinatnya terletak dalam grafik energi disamping non energi yang koordinatnya diluar grafik energi. Manusia dikaruniai batin,akal,pancaindra dan kemampuan paralogika namun hanya sanggup sanggup memahami energi, dan tak mungkin memahami yang non energi.
Keduanya (energi dan non energi) dibedakan: Energi memenuhi Formula Supernatural Modern sedangkan yang non energi tak memenuhi FSM.Diantara yang non energi adalah ” nothing (0#00), dan (00#0), soul z#-x+y dan #0#0#0 yang invalid. Energi Fisika (0qq) adalah energi transien (#0#0#0) valid yang telah mengalami keseimbangan prima. Menurut Fisika betapapun kecilnya q tak pernah berharga nol, hal ini di”kuatkan” oleh TM, sebab saat q=0 akan terjadi 000 yang tak lain adalah unsur premordial yang tak diakui keberadaannya oleh fisika, karena Fisika hanya mempelajari fenomena nyata (natural) dan menisbikan adanya fenomena semu (supernatural).
Setiap clear body memiliki q bulat,. sedangkan clear energi memiliki pecahan yang bernilai antara nol dengan satu. Pecahan memiliki pembilang dan penyebut. Pembilang merupakan amplitudo energi dasar fisika sedangkan penyebut merupan jenis energi yangi dinyatajkan oleh sudut fasa energi dasar fisika. Disamping itu energi fisika yang berubah-ubah penyebut atau pembilangnya secara cepat akan menghasilkan gelombang transien yang memiliki frequensi tertentu. Satu diantara gelombang transien tersebut adalah symmetrical transwave (STW) yang memiliki beda sudut phasa sebesar 90 derajad antara x dan y, amplitudonya sama (simetri) dan frequensinya ditentukan oleh cepatnya perubahan nilai q atau E nya hingga f = dq/dt atau dE/dt. dq./dt adalah perubahan energi nyata menjadi energi semu dan dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan terjadinya graviton sedangkan dE/dt adalah perubahan energi semu menjadi wenergi nyata dan dapat digunakan untuk menjelaskan terjadinya photon.
Dengan”meminjam” Formula Einstein E=mc2 dapat dicari hubungan antara dE/dt dengan dq/dt, yaitu dE/dt = C*dq/dt. Artinya kecepatan terbentuknya photon = C*kecepatan terjadinya graviton. Dimana C=c^2. Harus diingat C bukanlah kwadrat kecepatan cahaya diruang hampa melainkan konstanta perbandingan antara banyaknya photon dan banyaknya graviton dalam setiap satuan waktu yang sama. dE/dt menyatakan Symetrical Trans Wave (STW) sedangkan dq/dt menyatakan Elementer Clear Wave ECW.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 27, ’10, edited on Jun 27, ’10
Grafik Energi dan bidang energi atau bidang Supernatural dan grafik Supenatural.
Semua grafik energi terletak pada satu bidang datar yang memuat grafik energi gaib,energi metafisika, energi transien dan energi fisika. Bidang datar ini saya beri nama bidang Bidang Supernatural E= -x + y, sedangkan grafik yang terdapat didalamnya disebut grafik Supernatural, dalam bidang ini terdapat fenomena valid. Diluar bidang tsb terdapat ruang z# -x + y dimana terdapat fenomena yang tak mungkin terjangkau oleh kemampuan manusia: misalnya nothing, soul yang merupakan rahasia alam semesta yang hanya diketahui oleh Tuhan YME. Ruangan invalid ini masih berada dalam lingkup alam semesta sehingga tetap dikuasai oleh dimensi waktu. Jika dikehendaki Nya fenomena invalid dapat dijadikan oleh Nya menjadi valid dan disebut sebagai mujijad.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s