Bukti keseimbangan prima energi gaib dengan energi fikiran menghasilkan energi nyata

Pertanyaan: Menurut anda jika E1 dengan E2 besarnya sama dan berlawanan tandanya akan menghasilkan E3= E1 + E2 = 0. Secara matematika dapat saya terima, namun setelah anda menyatakan persyaratannya sangat sulit dan anda menjelaskan dengan Formula Supernatural Som Wyn x= a1*sin (u1+w1t) dan y=a2sin (u2 +w2t) terkesan anda plin plan, disatu fihak terjadinya massa seakan sangat simple dan mudah, di lain fihak anda menyatakan sangat sulit dan komplek. Dapatkah anda memberikan contoh fenomena nyata yang nampaknya sangat sederhana (menurut FSM) ternyata sangat sulit (menurut FSSW).?
Jawaban: Terlalu banyak fenomena nyata  yang nampaknya sederhana (karena semuanya atas kehendak Tuhan YME) dan dilakukan sendiri oleh Nya, namun sebenarnya teramat komplek dan sangat sulit untuk dilakukan oleh manusia atau isi alam semesta ciptaan Nya, padahal menurut TM Tuhan YME memberikan kesempatan kepada setiap ciptaa Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing.
Setiap hari terjadi kelahiran dan kematian, baik yang dialami oleh  manusia, binatang atau tumbuh-tumbuhan. Setiap saat terjadi “benda” baru yang dapat terakses oleh pancaidra dan yang  hilang lenyap atau berubah menjadi bentuk/ujud yang lain. Jika semua “diyakini” terjadi atas kehendak Nya semata dan dilakukan sendiri oleh Nya, tanpa memberikan kesempatan kepada ciptaan Nya untuk ikut perperan dalam proses itu, maka akan  terkesan sangat mudah.
Formula Supernatural Modern adalah anugrah dari Nya sekaligus merupakan teka-teki” bagi  yang ingin :menjawab atau mengembangkan dan tak ada artinya bagi yang nenisbikan Formula tsb.
Karena saya berkeyakinan bahwa Dia memberikan kesempatan untuk memilih, maka saya pilih untuk”mengkotak-katik” FSM hingga menghasilkan FSSW. Mengapa? Saya dianugrahi fikiran yang bergejolak bagaikan gelombang dan keyakinan yang kokoh bagaikan pulau karang, sehingga saya berusaha mermanfaatkan  energi fikiran untuk menguji kekokohan keyakinan saya. Hasilnya keyakinan saya akan keberadaan dan kebesaran Tuhan YME justru semakin  kokoh. Mengapa? Saya mulai mengerti bahwa  “pertemuan antara ombak dan karang, bagaikan pertemuan antara fikiran dan keyakian. Setiap saat ombak  yang seakan “menggempur” karang bukannya menghancurkan melainkan memberikan “makanan” /energi bagi pertumbuhan  karang. Hasil pemikiran justru dapat memperkokoh keyakinan saya,bukan melemahkan., karena  keduanya terkristalisasi menjadi kenyataan, yaitu berujud perbuatan nyata.
Saya tak menyangkal kebenaran ucapan “guru” spiritual saya ,JB Basuki, yang menyatakan : belief without thingking is the way to the heaven. Menurut saya: thinking before belief is the way to reality.
Hidup ini akan menjadi sangat mudah dan sederhana jika kita menyerahkan segalanya kepada Nya tanpa mempersoalkan kehendak dan rencana Nya. Namun. justru manusia menjadi berbeda dengan ciptaan Nya yang lain karena manusia dianugrahi fikiran untuk “mermbuat masalah” dan “memecahkan masalah” betapa sulitnya permasalahan itu.
Jika belum diizinkan Nya, kita harus tetap berusaha dan sabar menanti datangnya kesempatan lain. Kematian bukan akhir dari suatu cita-cita, melainkan tertundanya pencapaian cita-cita.
.
Kembali ke Teori Revolusi Som Wyn (TRSW) dan Formula Supernatural Som Wyn (FRSW)..
Menurut Teory Revolusi Som Wyn: manusia bukan turunan kera atau hasil evolusi kera juga bukan dari sepasang manusia melainkan hasil revolusi alam semesta sesuai dengan rencana Nya, sehingga manusia juga mampu melakukan revolusi.
Peradaban manusia berkembang secara cepat jika dibanding dengan proses lainnya yang terjadi di Universe, sehingga termasuk dalam proses rovolusi. Tanpa memanfaatkan fikiran yang ditunjang oleh keyakinan/cita-cita tak mungkin manusia mewujudkan sesuatu yang nyata (realita)  dari yang semu (obsessi/cita-cita) dalam kurun waktu yang sangat singkat. Jadi sesuatu yang nyata hasil rekayasa manusia merupakan “penggabungan/sintesa” antara energi fikiran dan energi keyakinan (energi gaib) hingga menjadi sesuatu yang nyata dan dapat dinikmati dalam kehidupan nyata. Secara individual hidup sangat singkat, namun sebagai jenis hidup manusia dapat berkesinambungan berkat adanya sistem informatika. Bahkan Teori Paralogika menyatakan bahwa secara individual manusia juga dapat hidup berkesinambungan berkat adanya proses reinkarnasi dari spirit. Ini bukan berarti saya tak percaya adanya kehidupan dan kebahagiaan abadi, sebab reinkarnasi merupakan upaya kearah pencapaian kehidupan abadi juga.
Teori Som Wyn (teori Paralogika) menyatakan bahwa living organisme (termasuk manusia) merupakan interaksi semi vitalistik antara organisme dan spirit atau soul. Spirit hanya mampu memanfaatkan trans energy sehingga membutuhkan organisme agar dapat memanfaatkan energi fisika, sebab hanya energi  fisik inilah yang sanggup menghasilkan sesuatu yang nyata (materi) yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan nyata.
Yang harus anda ketahui adalah FSSW yang terasa  sangat sulit  bukanlah “sanggahan” terhadap FSM yang terasa sangat mudah melainkan upaya untuk meyakinkan  diri saya bahwa “ditangan Tuhan YME”  segalanya dapat berlaku dengan sangat mudah dan teramat sederhana (menurut FSM), namunm  Tuhan YME  memberikan “tantangan” kepada manusia menggunakan fikiran/akalnya untuk “membuat masalah  dan menyelesaikan masalah”, kesulitan justru akan menjadikan manusia semakin tegar dan cerdas namun tidak menjadikan takabur.
Kesimpulan: Saya bukan plin plan melainkan berusaha mengkritisi FSM yang sangat sederhana karena hanya Tuhan YME yang sanggup memberikan nilai sesungguhnya dari variable x dan y, manusia hanya sanggup memberikan nilai matimematisnya. Dalam kenyataannya di universe Tuhan telah merencanakan dan menciptakan waktu sebagai perubah variable x dan y. Bahasa matematikanya x = F1(t) dan y=F2(t). Karena manusia hanya mampu memberikan nilai matematisnya, maka saya menggunakan matematika untuk mengembangkan FSM menjadi FSSW.
Jika anda mempelajari Teori Dawai, maka  teori mutakhir ini juga menggunakan matematika untuk menjelaskan fenomena alam semesta.

5 CommentsChronological   Reverse   Threaded

udelpot
udelpot wrote on Jul 18, ’10
keren teorinya.. jadi merasa sangat kecil..

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 19, ’10
Sesuatu yang diperoleh dengan mudah apalagi tanpa perjuangan sering kali tak disyukuri, sebaliknya yang dicapai dengan jerih payah dalam mengatasi berbagai kesulitan justru akan sangat disyukuri.

udelpot
udelpot wrote on Jul 19, ’10
tapi bisa juga malah bikin orang cepet takabur dan sombong, apalagi kalo dirasa ‘sangat susah’ .. semoga saja kita termasuk orang2 yg beriman dan mudah bersyukur .. amin

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 20, ’10
Benar sekali, mereka yang berhasil mengatasi kesulitan sering kali menjadi sombong dan takabur,karena dia menganggap kesulitan itu dapat diatasinya sendiri tanpa bantuan orang/fihak lain dan petunjuk Nya. Sebaliknya mereka yang tak sanggup mengatasi kesulitan hingga menjadi putus asa (frustasi) akan berharap bantuan orang/fihak lain bukan berusaha mengatasi kesulitan itu, melainkan menanti keajaiban.
Sombong dan putus asa (frustasi) adalah akibat dari rasa tak bersyukur bagi mereka yang tak beriman.
Mereka yang melarikan diri dari kesulitan tanpa berusaha mengatasinya, justru akan menghadapi kesulitan lebih besar.

udelpot
udelpot wrote on Jul 20, ’10
setuju!

*waah .. saya belajar banyak dari sini, makasih banyak atas info dan sharingnya =D

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s