Mungkinkah melihat hantu,setan dan makluk halus?

Pertanyaan: Anda sangat yakin bila suatu saat manusia sanggup mendeteksi spirit. Menurut anda spirit adalah makluk hidup yang memiliki tubuh astral, yang tak memiliki massa, jadi termasuk hantu, setan dan makluk halus lainnya. Bagaimana caranya melihat makluk halus  dan apa manfaatnya?
Jawaban: Sebelum sanggup terbang manusia telah berobsessi dapat terbang dan sekarang telah menjadi kenyataan. Dahulu manusia  merasakan serta meyakini adanya “makluk” halus sehingga timbulah animisme dan dinamisme. Mereka sanggup memanfaatkan  panca indra nya karena belum “tertutup” oleh kemampuan lainnya, misalnya hasil tehnologi. Saat inipun masih tersisa kemampuan penggunaan panca indra untuk mendeteksi makluk halus, terutama pada masyarakat primitip masih sanggup mendeteksi makluk halus dan melakukan komunikasi dengan mereka.Beberapa agama juga masih meyakini adanya makluk halus dan bagaimana cara untuk menghadapi makluk halus.
Berkembangnya faham materialisme ditunjang tehnologi pemanfaatan materi dan sains menjadikan “panca indra” manusia semakin tumpul, ini dapat dirasakan: penemuan kalkulator menjadikan kemampuan “mengingat dan memanfaatkan otak untuk melakukan hitungan yang sederhana menjadi terkikis, penggunaan Hp menjadikan pendengaran orang tak peka, penggunaan hasil tehnologi dan pemanfaatkan energi fisika  menjadikan orang cenderung malas. Ini bukan berarti hasil tehnologi dan saint  tak ada manfaatnya, namun jelas sangat mempengaruhi kemampuan alami manusia.
Kita tahu bahwa dunia ini semakin lama semakin sempit, penghuninya (manusia) semakin berjubal. Kebutuhan manusia jauh lebih banyak dari makluk lainnya sehingga manusia akan berfikir untuk “memperluas” wilayah dengan berbagai cara. Saat ini manusia telah berusaha menemukan planet lain yang mungkin dapat dimanfaatkan untuk memperluas atau bahkan mengganti bumi.  Tehnologi yang berbasis materi memiliki keterbatasan karena menurut hukum fisika untuk memindahkan materi bermassa membutuhkan energi sangat besar. Kendaraan bermassa kecepatannya sangat rendah hingga untuk menempuh jarak yang sangat jauh dibutuhkan waktu sangat lama, padahal individu manusia dibatasi oleh usia.
Mungkin bukan hanya saya yang “memikirkan” sarana transportasi untuk memindahkan “manusia” secara efisien, cepat dan “aman”.  Dalam Fiksi Black Hole saya perkenalkan Cispin (CSPN) yang dapat mengarungi alam semesta dengan sangat efisien, tak membutuhkan energi fisik, dapat memuat penumpang banyak, dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya sehingga dengan mudah dapat memindahkan manusia kemana saja dan dapat mencapai wilayah alam semesta yang memiliki biosfera untuk dapat meneruskan dan mengembangkan peradapan manusia dibagian alam semesta yang lain.
Gagasan itu saat ini terasa sangat naif dan tak mungkin diujudkan karena bertentangan dengan norma (hukum) yang berlaku saat ini yang berbasis materi, yaitu mekanika quantum.
Teori Relativitas mengilhami manusia untuk membuat mesin waktu (Time Machine) yang juga masih berbasis materi.
Teori Minimalis berbasis energi dan memperkenalkan adanya energi semu disamping energi nyata sehingga berdasar TM saya menggagas Teori Paralogika. Dalam teori ini saya nyatakan makluk hidup terdapat diseluruh penjuru alam semesta dalam berbagai “jenis” diantaranya adalah spirit yang bertubuh astral.
Karena tak memiliki massa spirit sanggup bergerak kemana saja dan dapat menyusup kemana saja, termasuk dalam organisme. Setan, iblis dan sejenisnya sanggup menyusup dalam “tubuh” manusia sehingga sanggup memanfatkan energi fisika. Spirit hanya membutuhkan energi transien, diantaranya adalah cahaya sehingga tak mampu memanfaatkan energi fisika. Agar dapat memanfaatkan energi fisika spirit membutuhkan organisme atau bahkan materi. Spirit berbeda dengan nyawa atau roh yang tak memiliki energi hingga sepenuhnya patuh kepada kehendak Nya. Spirit adalah nyawa  yang telah terbelenggu oleh energi sehingga sulit untuk membebaskan diri. Spirit memiliki kemampuan untuk melakukan proses reincarnasi.
Secara tak langsung kita dapat melihat makluk halus lewat “rumah/kendaraan” yang dihuninya, misalnya manusia (dengan melihat perangai, kelakuan dan perbuatannya), mimpi dan keadaan bawah sadar saat otak diistirahatkan, ilusi dan berbagai fenomena yang tak terjelaskan oleh saint. Semua biasanya berjalan secara alami atau dipelajari lewat ilmu yang tak ilmiah. Saat ini banyak yang “mengaku” memiliki kemampuan super natural, karena ilmu ini tak “diinstitusikan” hingga dianggap sesat.
Dengan hasil tehnologi manusia sanggup “menciptakan” makluk halus tiruan, misalnya dengan tehnologi informatika. Saat ini manusia baru sanggup mendeteksi makluk halus lewat dunia maya dengan berbagai rekayasa dan manipulasi, sehingga “makluk halus” dapat langsung dilihat oleh siapa saja tanpa membutuhkan “laku” khusus.  Lain halnya mendetekai makluk halus alami. Untuk dapat mendeteksi dan berkomunikasi dengan makluk halus sungguhan harus mernggunakan  ilmu semu yang membutuhkan  laku sehingga hanya dapat dilakukan oleh mereka yang mempelajarinya. Namun sebagian manusia ada yang memiliki kemampuan bawaan akibat adanya proses reincarnasi sehingga memiliki kemampuan kusus mendeteksi makluk halus dan berkomunikasi dengan mereka. Bagi orang awam kemampuan ini dianggap tak wajar, dianggap sesat atau sinthing.
Mendeteksi makluk halus bagaikan pisau bermata dua, jika dimanfaatkan secara benar/baik, sangat bermanfaat karena dapat mewaspadai perilaku mereka bahkan dapat “mengendalikan mereka” untuk kebutuhan yang bermanfaat. Namun jika digunakan untuk kejahatan, maka sangat “mengerikan”.
Bagaimana cara mendeteksi makluk halus/spirit?
Saint yang berbasis materi tak mungkin mendeteksi secara langsung spirit, namun masih mungkin mendetekai keberadaannya dalam living organisme. Dengan mudah kita “saksikan” perbedaan antara benda (clear body) denga organisme (yang terdiri dari clear body dan trans body) dan living organisme yang masih dimanfaatkan oleh spirit. Jika jujur Saint pasti dapat membedakan adanya perbedaan ketiga fenomena itu (benda,organisme dan living organisme).
Susahnya, hingga saat ini saint bersifat monolistik hingga hanya beranggapan alam semesta (termasuk bumi) hanya terbentuk/terisi oleh materi. Saint menisbikan adanya energi semu, apalagi adanya spirit. Living organisme masih dianggap kesatuan  dari materi sehingga saint menisbikan keberadaan dan kebesaran Tuhan YME.
5 CommentsChronological   Reverse   Threaded

bambangpriantono
bambangpriantono wrote on Jul 15, ’10
Alhamdulillah nyaris nggak pernah lihat seperti itu. Terakhir kali pernah lihat Miss Kunti saat malam keakraban di Coban Rondo, Malang 12 tahun lalu.

udelpot
udelpot wrote on Jul 15, ’10
sering ‘merasa’ melihat .. jhiaaaa, kalo ngebayangin ngeri juga lama2 .. =D

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 15, ’10
Teori Dawai dan Teori M (bedakan dengan teori minimalis) walau berbasis materi namun telah memasuki era baru sehingga kemungkinan teori ini dapat menjelaskan adanya energi yang tak bermassa. Jika demikian teori ini akan “membawa” manusia memasuiki sub alam transien dimana berbagai fenomena transien dapat diungkapkan, misalnya informasi yang tak bermassa namun memiliki energi, berbagai jenis gelombang dengan frekwensi sangat tinggi hingga sanggup menembus apa saja (tiada materi yang sanggup menghalangi), dan asymmetrical transwave yang kecepatannya melebihbi c hingga merupakan “penghubung” bagian-bagian universe yang jaraknya biliunan tahun cahaya, sehingga alam semesta bersifat cosmos, tidak chaos.
Semakin cerdas, semakin tahu bahwa alam semesta tak sesederhada bumi dan materi, maka manusia akan kembali menyadari adanya alam super (super natural) disamping sekedar alam benda (physical nature). Saat inilah terjadi Scientific Spiritual Revolution (Revolusi Spiritual Ilmiah), dimana tak seorangpun tak percaya atas keberadaan dan kebesaran Tuhan YME.

udelpot
udelpot wrote on Jul 15, ’10
wow .. sampai segitunya kah kemajuan ilmu pengetahuan yg dimiliki manusia sekarang ini? keren banget. trus untuk mencapai hal tersebut apakah masih harus ada ‘teknologi’?

akungibnu
akungibnu wrote on Jul 16, ’10
Setiap langkah peradaban manusia memiliki arti tersendiri, semuanya merupakan rangkaian yang terkait satu dengan yang lain sesuai dengan berjalannya waktu, universe ini dikuasai dimensi waktu, tiada yang abadi kecuali ketidak abadian, teknologi hanyalah bagian dari jenjang peradaban manusia dalam memanfaatkan isi alam semesta yang disediakan oleh Nya. Jika mau jujur arti teknologi dalam sejarah perkembangan budaya manusia setara dengan kemampuan manusia dalam erra animisme, dinamisme, spiritualis alami, politheisme, monotheisme ,filsafat, erra tekonologi dan informatika, rekayasa teknologi dan genetika…………. hingga revolusi spiritual ilmiah. Masing-masing berurutan dan saling terkait (kontinu) sesuai dengan urutan waktu sebagai sekwennya. Menurut TM waktu berjalan terus dan tak mungkin diperlambat, dipercepat apalagi dihentikan atau diputar balikkan. Yang dapat diputar ulang adalah rekaman peristiwa atau informasi massa lalu.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s