Energi dan daya erat kaitannya dengan dimensi waktu, sedangkan gaya erat kaitannya dengan dimensi ruang.

Pertanyaan: Teman saya yang mempelajari ilmu tenaga dalam sanggup merobohkan saya tanpa menyentuh tubuh saya. Apakah ini termasuk ilmu klenik?
Jawaban: Yang dapat merobohkan anda adalah gaya (dorong) yang dibangkitkan oleh tenaga/energi. Gaya adalah besaran vektor sedangkan energi adalah besaran skalar.
Energi dapat terhimpun sedikit demi sedikit sesuai  dengan Energi = daya x waktu. Dalam tehnik listrik sebuah kapasitor dapat diisi dengan arus searah yang sangat kecil hingga energi listrik statis  tertimbun dalam kapasitor.  Jika muatan listrik itu dilucuti dalam waktu sangat singkat akan mengasilkan tenaga/daya sangat kuat, ini dapat menghasilkan kilatan cahaya sangat kuat pada lampu blitz.
Manusia juga sanggup mengumpulkan energi dalam lewat berbagai cara, misalnya pengaturan pernafasan. Jika energi dalam telah cukup kuat, maka energi itu dapat dilepaskan dalam waktu yang sangat pendek dan diarahkan pada arah tertentu hingga menghasilkan gaya tekan yang sangat kuat.
Namun harus diingat, anda juga memiliki energi dalam untuk bertahan terhadap “dorongan” gaya yang ditujukan kepada anda, masalahnya anda siap atau tidak menghadapi serangan itu. Jika anda tak siap justru tenaga dalam anda dapat dimanfaatkan oleh lawan anda.
Contoh yang sangat sederhana, seseorang dengan tiba-tiba berteriaksecara tak terduga. Kekuatan “angin” dari teriakan itu tak mungkin merobohkan anda jika anda dalam keadaan siaga (sadar). Lain halnya jika anda “terkejut” dan panik maka teriakan itu dapat menyebabkan anda lari atau terjatuh akibat tenaga dalam anda sendiri.
Namun, dalam ilmu kanuragan (satu diantara ilmu bela diri namun  dimasukkan dalam ilmu klenik, yang mempelajari berbagai cara yang sepintas irrasional dengan tujuan  mempertahankan diri atau melakukan serangan terhadap lawan dapat dibuktikan kebenarannya, seperti yang anda alami..Jika kita percaya pada adanya energi semu (misalnya energi magnet, energi listrik statis, energi bathin,energi fikir…………………) semuanya dapat dijelaskan secara rasionil, sepanjang kita tak secara apriori menolaknya.

3 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 5, ’10
1. Daya = Energi persatuan waktu atau W = dE/dt atau E = Integral Wdt. Disini jelas energi sangat erat kaitannya dengan dimensi waktu.
Kita dapat memperoleh energi dengan berbagai cara, misalnya makan/minum dan bernafas, membakar bahan bakar, belajar/mengumpulkan ilmu pengetahuan dll. Energi dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas, misalnya tumbuh, bergerak, berfikir, meyakini sesuatu dll.
Disekitar kita dan diseluruh alam semesta telah tersedia energi dalam berbagai bentuk dari yang semu/tak memiliki massa dan tak memerlukan ruang nyata hingga yang nyata/memiliki massa hingga butuh ruangan. Tubuh kita terjadi dari energi nyata dan energi semu yang membentuk organisme. Organisme sanggup “menarik” spirit atau spirit dapat memanfaatkan organisme untuk membentuk living organisme.. Living organisme membutuhkan berbagai bentuk energi untuk dapat melakukan aktivitas biologis.Lain halnya hasil rekayasa manusia dalam bidang teknologi, misalnya mesin, hanya terjadi dari materi. Living organisme sanggup merombak dan memanfaatkan berbagai energi berkat adanya spirit, sedangkan mesin melakukannya lewat proses fisika, kimia dan ilmu nyata lainnya.. Organisme dapat terurai kembali menjadi berbagai bentuk energi melalui proses alami maupun rekayasa manusia.
2. F = m.a, Gaya dibutuhkan untuk melakukan usaha “memindahkan” sejumlah massa dari koordinat ruang yang satu kekoordinat ruang lainnya atau untuk “menyatukan” clear body agar tetap utuh, tak tercerai berai. Jika terjadi pergeseran massa maka akan berlaku Usaha = F. ds. Ini membuktikan bahwa gaya erat kaitannya dengan dimensi ruang dan massa.
Usaha dapat dilakukan jika tersedia energi, jadi secara tak langsung gaya juga terhubung dengan energi. Jika energi merupakan besaran skalar,maka gaya merupakan besaran vektor.
Dalam fisika dimana m#0 maka a = F/m akan menghasilkan nilai a masih dapat dihitung secara mathematika, namun jika m=0 maka a menjadi bernilai tak berhingga. Sesuatu yang tak memiliki massa seharusnya dapat mencapai kecepatan tak berhinggam, kenyataannya cahaya dinyatakan kecepatanya diruang semu (kosong materi) = c.
Ini dapat membuktikan bahwa gaya hanya dikenal di sub alam fisika, tak dikenal dalam sub alam semu. Sebaliknya energi justru merupakan fenomena universal, baik dialam nyata maupun alam semu.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 5, ’10
1.Hubungan langsung energi, daya(tenaga) dan waktu.
W=dE/dt menjelaskan bahwa sejumlah energi dapat menghasilkan daya(tenaga) yang sangat besar jika dimanfaatkan dengan waktu sangat pendek.
E=integral Wdt menjelaskan bahwa dapat diperoleh energi besar dari daya sangat kecil jika dihimpun dalam jangka panjang.
Ini menunjukkan bahwa energi erat kaitannya dengan waktu

2.Hubungan langsung Gaya, tekanan, percepatan dan kecepatan
F=m.a menjelaskan bahwa untuk menggerakkan massa besar dengan percepatan tertentu dibutuhkan gaya sangat besar.
U= integral F.ds menunjukkan hubungan antara Energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan gaya untuk menggerakkan (memindahkan) sejumlah massa.
P= F/A menunjukkan bahwa dapat dihasilkan tekanan (P) sangat besar jika Gaya(F) bekerja pada bidang yang sempit(A).
Ini menunjukkan bahwa Gaya,tekanan erat kaitannya dengan dimensi ruang dan massa.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 5, ’10
Organisme (termasuk tubuh manusia) terjadi dari materi(E=0) dan symetrical trans energi(gelombang elektro magnet).
Living organisme merupakan interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit. Spirit memiliki tubuh astral yang merupakan trans energi hingga sanggup beristeraksi vitalistik dengan z yang bukan energi. Spirit memiliki energi sehingga sanggup berisnteraksi semi vitalistik dengan organisme yang juga memiliki unsur symetrical trans energy.
Dalam kondisi bebas spirit tak mungkin memanfaatkan energi fisika, sebaliknya tanpa spirit organisme tak mungjkin melakukan aktivitas biologis, organisme akan terurai kembali menjadi materi dan trans energy.
Jadi living organisme sanggup memanfaatkan berbagai energi, diantaranya adalah bio energy, trans energy dan clear energy (energi fisika). Dibanding dengan mesin atau robot living organisme dapat tumbuh sendiri akibat adanya pririt, artinya living organisme memiliki kemampuan menaikkan quantanya merubah energi menjadi body. Living organisme juga sanggup memecah body menjadi energy sesuai dengan kebutuhannya.
Living organisme sanggup memecah body menjadi energy atau “mengoleksi” /menimbun energi untuk dimanfaatkan untuk berbagai keperluan/aktivitas. Spirit sanggup mengendalikan penggunaan energy. Dalam keadaan normal penggunaan energy berlaku secara alami, namun dalam kondisi tertentu spirit dapat memanfaatkan energi untuk melakukan aktivitas yang tak alami lagi, melainkan bersivat individual baik secara instink/naluri . Spirit manusia bahkan sanggup memanfaatkan energi sesuai dengan keinginannya.
Ilmu kanuragan merupakan upaya manusia memanfaatkan berbagai jenis energi tanpa bantuan peralatan fisika. Untuk saat ini ilmu kanuragan terdesak oleh ketrampilan penggunaan peralatan fisik, misalnya senjata. Untuk menguasai ilmu kanuragan dibutuhkan laku yang sangat berat dibanding dengan menggunakan senjata. Tetapi masih ada orang yang mempelajari dan menggunakannya untuk “melengkapi” penggunaan senjata fisik..
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s