Ilmu Klenik Modern.

Pertanyaan: Menurut anda teori minimalis bukan agama dan juga bukan saint, jadi menurut saya teori ini adalah  teori klenik modern. Alasannya saya adalah anda berusaha menjelaskan hal-hal yang tidak logis, dengan membuat seolah-olah logis. Menurut saudara suatu saat manusia dapat mendeteksi spirit yang tak memiliki tubuh organisme, sehingga dapat memanfaatkan makluk halus untuk kepentingan manusia. Anda menggunakan hukum Newton untuk menjelaskan makluk halus yang tak bermassa dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya. Anda menyatakan  dark energi adalah energi fikiran karena hanya sanggup dideteksi oleh fikiran padahal masalah dark energi belum terpecahkan lewat ilmu pengetahuan………….dan banyak omong kosong saudara hingga anda seakan sanggup membuat teori untuk menandingi teori ilmiah  yang sudah jelas kebenaran atas dasar bukti nyata dan penjelasan yang bertentangan dengan petunjuk agama yang sudah jelas kebenarannya atas dasar diyakini dan tak perlu bukti.
Lalu apa sih mau atau tujuan sauidara? Atas dasar apa anda meramalkan suatu saat manusia dapat membuat alat yang sanggup mendeteksi makluk halus padahal sudah jelas makluk halus itu tak memiliki massa hingga tak mungkin terdeteksi dengan peralatan fisik. Omongan saudara semuanya naif.
Jawaban: Terima kasih atas kritik tajam saudara. Saudara boleh berpendapat apa saja pada tulisan/gagasan saya, yang jelas saya berterima kasih karena telah anda sudi membaca tulisan dan gagasan saya, lebih-lebih memberikan opini terhadao tulisan dan gagasan saya.
Yang perlu saya tegaskan adalah bahwa saya berfikir sebelum meyakini sesuatu, bukan meyakini sesuatu tanpa berfikir. Thinking before believing is the way to reality. Saya memprediksikan suatu saat akan terjadi Revolusi Spiritual Ilmiah. Spiritual adalah kemampuan manusia untuk meyakini fenomena yang tak terdeteksi oleh pancaindra dan cenderung tak dapat diterima oleh akal, tetapi dapat diterima oleh batin. Spiritual usianya jauh lebih tua dari agama hingga spiritual bersifat alami hingga mudah diterima oleh manusia primitif yang fikirannya belum berkembang. Akal budi manusia berkembang dengan cepat sehingga munculah agama yang menempatkan alam dibawah super power  Tuhan) hingga manusia berani menentang alam dan berusaha memanfaatkan yang tersedia didalamnya karena manusia merasa telah memiliki pelindung yang memberikan wewenang untuk memanfaatkan alam,. Disamping itu fikiran manusia berkembang sehingga manusia sanggup membuat peralatan fisik yang dapat digunakan untuk mengexlorasi dan engexploitasi alam.
Manusia menjadi punya kemampuan untuk “menundukkan” lingkungannya hingga “mengesampingkan” kekuatan yang mula-mula diyakini sebagai pemberi wewenang dan melindunginya. Timbulah atheisme. Atheisme timbul karena manusia sanggup menundukkan alam karena kesanggupannya memanfaatkan materi. Tanpa disadari justru manusia malah jadi budak materi.
Agama sangat berseberangan dengan atheisme sehingga terjadilah dua kubu yang saling ingin mengalahkan. Saya sangat prehatin atas keadaan ini, sebab menurut saya keduanya adalah karunia Tuhan YME yang dapat saling mengisi dan melengkapi hingga manusia pantas menjadi makluk unggulan dibumi. Menurut keyakinan atas dasar pemikiran saya makluk cerdas tak hanya “diciptakan” di bumi, melainkan dibagian lain dialam semesta ini.
Manusia dikaruniai fikiran yang cerdas, bathin yang peka dan lembut, pancaindra yang sangat terbatas dan yang tak pernah disadari adalah kemampuan bawah sadar yang sering sangat bermanfaat untuk memberikan inspirasi dan gagasan baru yang jika diusahakan/diperjuangkan hingga menjadi kenyataan. Kemampuan bawah sadar atau paralogika inilah yang sering disebut sebagai ilmu klenik atau kemampuan klenik. Sebelum manusia dapat terbang, manusia telah terinspirasi dari melihat burung, untuk suatu saat dapat terbang. Andai kata saudara hidup dizaman itu, maka gagasan untuk dapat terbang seperti burung sebagai ilmu klenik. Mereka yang belum pernah menyaksikan TV akan menganggap TV adalah hasil imu sihir, tetapi mereka yang sudah terbiasa menyaksikan TV akan sadar bahwa TV adalah hasil rekayasa manusia dalam memanfaatkan materi untuk mendeteksi yang bukan materi (gelombang pembawa yang termodulasi oleh signal analog maupun signal digital,
Banyak pemirsa TV tak tahu bagaimana proses yang terjadi sehingga gambar dan suara dapat dikirimkan dari jarak yang sangat jauh dalam waktu sangat singkat. Pengiriman itu dapat dilakukan karena manusia sanggup menguasai tehnologi pengiriman dengan gelombang elktro magnet yang kecepatannya mendekati kecepatan cahaya. Hanya mereka yang faham fisika gelombang dapat memahami proses ajaib itu, namun sudah menjadi kenyataan maka tak ada yang berkata lagi itu hasil ilmu klenik.
Saat ini sudah terbukti bahwa ada sesuatu yang tak memiliki massa dapat bergerak jauh lebih cepat dari yang memiliki massa,. Namun ilmu pengetahuan massa kini masih meyakini bahwa tak ada yang melebihi kecepatan cahaya.
Apakah saya salah jika berobsessi suatu saat manusia sanggup memanfaatkan gelombang pembawa yang kecepatannya melebihi cahaya. Saya sengaja menggunakan hukum Newon untuk menjelaskan fenomena cahaya dari Teori Relativitas. Jika mungkin manusia akan melakukan perjalanan sangat jauh diruang angkasa yang jika menggunakan kendaraan bermassa akan membutuhkan energi banyak dan waktu sangat lama, padahal kita tahu umur manusia sangat pendek. Kalau saudara baca Fiksi Blakhole pasti menganggap fiksi gila atau ilmu klenik, tetapi apakah time machine, star treck dan  wormhole tidak lebih gila dan nglenik? Dalam relegi para nabi sanggup melakukan perjalanan speritual yang lebih hebat dari yang dilakukan manusia dengan menggunakan kendaraan hasil tehnologi mutakhir saat ini.
Saya akan melanutkan tulisan saya ini jika dianggap bermanfaat. Mohon tanggapan dari saudara dan teman-teman lainnya.
14 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 28, ’10
Dalam sebuah etalge terdapat patung, mummi. dan manusia yang sedang tak bergerak karena tak sadarkan diri.
Dapatkah anda membedakannya hanya dengan menggunakan kemampuan penglihatan? Anda mungkin ragu, tetapi jika didekat anda berdiri profesor yang sangat anda percayai, maka apa yang diucapkannya akan anda percayai, padahal belum tentu ucapannya itu benar. Anda tak peduli karena anda mempercayainya tanpa dengan difikir terlebih dulu. Kalau yang berbicara sembarang orang, maka anda tak akan segera mempercayai, paling tidak anda berfikir sejenak untuk mempertimbangkan kebenaran ucapan orang itu. Jika orang itu sanggup meyakinkan anda, maka anda akan mempercayainya, jika orang itu tak sanggup meyakinkan anda, maka anda seharusnya membuktikan sendiri mana yang patung, mana yang mummi dan mana yang orang sedang tak sadarkan diri.
Dengan berfikir terlebih dulu anda berusaha meyakinkan diri untuk membedakan yang ada dalam etalage secara benar/nyata/real, bukan hanya percaya omongan orang. Dari berfikir anda akan mencoba membuka etalage dan meraba ketiga objek tersebut, mendengarkan detak jantungnya, mengukur suhu badannya, merasakan hembusan nafasnya. Seluruh kemampuan indra anda gunakan, ternyata anda belum sanggup membedakan. Anda berusaha menggunakan alat bantu fisika, barulah anda dapat membedakan ketiga objek tersebut, barulah anda meyakini hasil pengamatan anda. Jika anda bekerja dengan benar dan teliti dan alat yang anda gunakan mampu menolong pekerjaan pendeteksian objek maka kemungkinan salah sangat sedikit.
Banyak bukti bahwa semakin lama kemampuan manusia untuk mendeteksi objek yang tak terdeteksi oleh pancaindra menjadi mungkin terdeteksi asal kita taj cepat percaya dengan omongan orang lain melainkan dengan menggunakan kemampuan berfikir dan melakukan upaya dengan membuat alat bantu fisik maka mungkin sekali manusia dapat mendeteksi spirit dengan berfikir dan menggunakan alat bantu yang canggih.
Yang harus diingat yang terdeteksi itu masih bersifat energi (dalam formula supernatural E= -x + y bukan yang z# – x + y).
Dua formula itu dapat digunakan untuk membedakan antara yang masih mungkin terdeteksi oleh kemampuan manusia dengan alat bantu Fisika (misalnya mikroskup elektronik) dan yang tak mungkin terdeteksi oleh kemampuan manusia dengan cara apapun.
Spirit dan makluk halus memiliki tubuh astral, yang walaupun tak memiliki massa namun masih tergolong energi (menurut Teori Paralogika), Saat ini yang dapat terdeteksi dengaan alat bantu fisika hanya energi nyata yang memiliki massa (partikel dan quantum), namun yang tak memiliki massa (cahaya) ada yang dapat terdeteksi oleh pancaindra secara langsung dalam band frequensi terbatas dan yang diluar itu dapat terdeteksi dengan bantuan peralatan fisik.
Menurut Teori Paralogika spirit saat ini belum dapat terdeteksi oleh peralatan fisik karena beberapa hal:
1. Frequensinya diluar kemampuan peralatan fisik saat ini.
2. Intensitas energinya sangat lemah dan membutuhkan alat penguat.
3. Sistem modulasi dan demodulasinya berbeda dengan AM,FM dan PaM.
4. Datanya bukan analog dan bukan digital.
5. Membutuhkan dimensi lebih banyak seperti yang disebutkan dalam Teori Dawai dan Teori M.
Saya yakin dengan peralatan komputer dengan clock super tinggi dan algoritme transien spirit pasti terdeteksi dengan peralatan bantu fisika, bukan hanya terdeteksi lewat bathin dan keyakinan.
Kalau sudah demikian rahasia living organisme akan terungkap, namun semua hanya mungkin terjadi jika Tuhan YME mengizinkan.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 29, ’10, edited on Jul 29, ’10
Secara extrim ada empat proses untuk meyakini sesuatu fenomena:
1. Yakin tanpa difikir karena percaya pada panutan yang sangat dipercaya kredibelitasnya. Menurut TM ini dicapai dengan memanfaatkan logika keyakinan yang tak membutuhkan bukti.
2. Yakin dengan menggunakan fikiran tetapi tak melakukan upaya untuk membuktikan sendiri kebenarannya melainkan yakin karena ada kekuatan luar yang sanggup meyakinkan. Menurut TM ini dapat dicapai dengan memanfaatkan logika fikiran semata sehingga mempercayai pembuktian yang dilakukan oleh generasi sebelumnya atau ilmu pengatehuan yang telah tersusun secara sistematik hingga mudah dipelajari dan dimengerti hingga sanggup meyakinkan kebenarannya walau sering tak sesuai dengan kenyataan.
3. Yakin dengan menggunakan fikiran dan usaha sendiri sehingga untuk dapat meyakini harus memanfaatkan fikiran dan upaya untuk membuktikan sendiri dengan melakukan prinsip try and error. Menurut TM ini dicapai dengan memanfaatkan logika nyata atas dasar kondisi dan situasi serta kebutuhan berlogika.
4. Yakin dengan memanfaatkan informasi dari generasi sebelumnya, realita lingkungan dan informasi yang didapat dari kondisi bawah sadar. Menurut TM ini dicapai dengan memanfaatkan kemampuan para logika atau sering dianggap sebagai klenik karena meyakini sesuatu yang masih dalam angan-angan belum ada dalam kenyataan.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 29, ’10, edited on Jul 29, ’10
Istilah ilmu klenik dapat kita jumpai lewat mesin pencari google. Dari situ kita dapat memperoleh penjelasan tentang ilmu klenik dari berbagai sudut pandang,sudut pandang agama, dari sudut pandang keyakinan diluar agama, dari sudut pandang filsafat dari sudut pandang menegakkan kekuasaan dll.
Ada yang berpandangan ilmu klenik tak ada manfaatnya dan mendiskriditkan budaya Jawa yang penuh dengan ilmu klenik hingga tak berdaya menghadapi Belanda. Ada yang menyanggah bahwa ilmu klenik adalah upaya untuk membangkitkan keberanian untuk melawan musuh yang persenjataannya jauh lebih hebat, yaitu penjajah Belanda dan Jepang, ini dapat dibuktikan hanya dengan bambu runcing rakyat berani melawan tentara Jepang dan sekutu, yang lain menyangkal bahwa itu disebabkan oleh keyakinan (agama) yang mengajarkan tak perlu takut kepada siapapun kecuali dengan Allah.
Ternyata agama dengan gigih ingin menumpas habis ilmu klenik karena dapat menjadikan sikap ambigus: disatu sisi berlindung pada Allah, disisi lain melakukan perbuatan yang tak sesuai dengan inti ajaran agama (tak takut kepada siapapun dan apapun kecuali kepada Allah.)
Lepas dari polemik itu, menurut pendapat saya untuk mengkikis ilmu klenik dapat dilakukan dengan pendekatan lewat budaya/kultur lokal atau dengan memaksakan pemusnaan budaya lokal yang terkait dengan ilmu klenik dan menggantikan dengan budaya asing dengan berbagai cara termasuk cara kekerasan.
Kita tak usah berpolemik dan saling menyalahkan soal keruntuhan bangsa Jawa akibat ilmu klenik atau karena kehebatan strategi penjajah, misalnya dengan memecah belah. Kita juga jangan mengklim keberhasilan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan berkat perlawanan dengan menggunakan ilmu klenik atau ketakwaan terhadap Allah. Yang jelas dalam mukaninah UUD 45 dinyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah anugrah Tuhan YME dan tak disebutkan sebagai hasil ilmu klenik atau inti ajaran agama tertentu. Berpolemik tentang ilmu klenik dan inti ajaran agama tertentu justru sangat merugikan dan menyebabkan bangsa Indonesia terpacah belah dan mudah diadu domba oleh bangsa lain.

tough2slf
tough2slf wrote on Jul 29, ’10
Menurut hemat saya maka Klenik = sesuatu pemahaman yang tidak/belum dapat dibuktikan secara ilmiah…belum merupakan kenyataan.

Ketika cerita Flash Gorden diterbitkan, maka pada saat itu dapat dinyatakan tergolong Scifi atau Klenik karena manusia belum berhasil menciptakan roket untuk menuju ke Bulan ….Saat ini maka roket ke Bulan sudah merupakan kenyataan

Agar tidak digolongkan kedalam Klenik maka seyogyanya teori minimalis dapat membuktikan liwat “alat” bahwa teorinya merupakan kenyataan.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 30, ’10
Satu diantara kenyataan adanya energi yang bermassa dan yang tak bermassa adalah fenomena cahaya yang ambigus, medan magnet,medan listrik. Beda antara patung,mayat dan manusia yang dalam kondisi tak sadarkan diri membuktikan bumi tak hanya terisi oleh materi. Inforasi tak menambah massa/berat media yang menyimpan informasi atau untuk memindahkan informasi. Aura telah dapat terdeteksi oleh peralatan hasil tehnologi.
Walau demikian saya tak merasa berkecil hati teori minimalis dikatakan ilmu klenik/tahayul atau teori keranjang sampah, sebab memang demikian kenyataannya, berbicara dan mempersoalkan sesuatu yang tidak nyata yang tak mungkin dimengerti oleh meraka yang menuntut bukti nyata. Cuma saya merasa diperlakukan tidak adil, banyak teori yang belum atau tak dibuktikan tetapi bukan dimasukkan dalam ilmu klenik.
Banyak ceritera fiksi (ilmiah) yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. Banyak fiksi yang menggunakan teori Blackhole Stephen Hawking (yang kemudian ternyata tak benar karena kemudian dikoreksi oleh si penggagas teori). Buku Harry Porter yang jelas memasukkan ilmu sihir/klenik kok malah laris.
Mungkin saat ini ilmu klenik mendapat tempat dihati pembaca yang “suka” nglenik sambil menantikan pembuktiannya.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 31, ’10
Saya dapat “membuktikan” bahwa medan magnet bukan energi nyata (fisik), alatnya timbangan. Sepuluh tahun yang lalu saya menimbang maget permanan, dan saat ini magnet itu saya timbang lagi, beratnya tetap, padahal setiap saat magnet itu memancarkan medan magnet. Ini berbeda dengan air atau kapur barus beratnya berubah akibat “menguap”. Uap memiliki energi panas yang berbeda dengan energi panas air.
Informasi juga bukan energi fisik. Saya timbang buku kosong, lalu saya cetak ilmu pengetahuan dihalamannya, saya timbang berat tinta yang digunakan, akan terbukti berat buku yang memuat ilmu pengetahuan beratnya sama dengan jumlah buku kosong + berat tinta. Kesimpulan ilmu pengetahuan memiliki “bobot” atau energi semu bukan partikel bermassa, hingga tak menambah bobot buku ilmu pengetahuan. Disket yang berisi data justru lebih ringan dari yang kosong karena lapisan material optiknya terbakar dalam proses pengisian data.
Berat orang awam (kosong ilmu pengetahuan) dan profesor (yang penuh ilmu pengetahuan) semata ditentukan oleh massa fisiknya, bukan massa memory yang terekam di otaknya.
Selama ini saya menjadi yakin karena saya berfikir dulu sebelum meyakininya, tidak asal ikut-ikutan. Saya memanfaatkan ilmu pengetahuan sebagai masukan untuk berfikir, bukan saya gunakan secara dogmatis hingga saya tak berkesempatan untuk berfikir. Saya juga menghargai fikiran orang lain sebagai “pembanding” hasil pemikiran saya. Saya menjadi yakin tentang keberadaan Tuhan YME dan kebesarannya juga diawali dari proses berfikir.
Namun ini bukan berarti saya menisbikan pancaindra, bathin dan kemampuan paralogika. Kemampuan paralogika memang cenderung bersifat mistik hingga sering dicemooh ilmu klenik atau ilmunya orang sinthing.

tough2slf
tough2slf wrote on Jul 31, ’10

cenderung bersifat mistik hingga sering dicemooh ilmu klenik atau ilmunya orang sinthing. 

Disebut mistik atau misterius karena tidak/belum dapat membuktikan liwat peralatan sehingga kemampuan untuk pembuktian terbatas kepada orang yang menggagaskannya saja

…………..From Theory to Science…………..

Memang kemampuan pribadi setiap orang berbeda …… tetapi seninya adalah kemampuan mengajarkan/menerangkan orang lain secara ilmiah sehingga tidak misterius lagi

Kadang kadang seorang “teoritikus” perlu bantuan seorang “pelaksana” untuk pembuktian

tough2slf
tough2slf wrote on Jul 31, ’10
Telah terbukti bahwa Batu dan Kapas bila dijatuhkan dari ketinggian akan tiba di tanah pada saat yang hampir bersamaan –> Gravitasi

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 31, ’10, edited on Jul 31, ’10
Sigit, yang kini bekerja di USA waktu kecil pernah berangan-angan membuat kendaraan tanpa bahan bakar. Kendaraan itu akan digerakkan oleh energi magnet. Mengapa? Karena dia terinspirasi oleh kekuatan magnet yang tak pernah berkurang,
Dua kutub magnet yang berbeda akan saling tarik menarik dan yang sama akan saling tolak menolak. Saya pernah menunjukkan pada cucu saya “demonstrasi” energi magnet yang sanggup membangkitkan gaya tolak melawan gaya tarik gravitasi.
Dua maget permanen bekas loadspeaker yang berbentuk gelang masing masing memiliki kutub utara dan kutub selatan. Magnet A saya letakkan dimeja, didalam lingkaran gelang magnet A meja saya lobangi untuk menempatkan empat batang lidi hingga lidi dapat berdiri kokoh tegak lurus ditepi dalam lingkaran gelang magnet A., sehingga posisi magnet A “terkunci” tak dapat bergerak kecuali berbutar.
Saya masukkan magnet B yang ukuran (diameternya) sama diatas magnet A dengan kutubnya yang berlawanan saling berdekatan, maka tak terjadi sesuatu yang ajaib. Dua gelang magnet itu saling tarik menarik hingga lengket. Namun saat magnet B saya balikkan hingga kedua magnet kutub sejenisnya saling berdekatan, maka terjadilah hal yang menakjubkan. Magnet B melayang-layang sekitar satu sentimeter diatas magnet A.
Tak sulit bagi saya menjelaska fenomena itu kepada cucu-cucu saya, tetapi sangat sulit menjelaskan kepada pembantu saya, mbah Harun. Mbah Harun menuduh saya berbuat sihir yang dilarang oleh agama. Mengapa? Dia baru kali ini melihat keajaiban itu, padahal dia tak heran melihat pesawat terbang mengarungi angkasa.
Ada dua kenyataan: benda melayang diudara yang satu dituduh mistik dan dianggap sihir yang lain dianggap wajar.
Balon terisi gas ringan juga dapat melayang diudara. cucu saya dapat membedakan proses melayangnya balon dan terbangnya pesawat terbang.. Saat itu mereka belum menerima aero dinamika, tetapi saya berhasil menjelaskan kepada mereka dengan model layang-layang dan benda terapung diatas air. Layang-layang terbang karena hembusan angin, kalau tak ada angin layang-layang tak mungkin terbang, sebaliknya benda yang terapung diatas air itu lebih ringan dari berat air, kalau benda itu lebih berat dari air maka akan tenggelam.
Banyak yang bertanya kepada saya mengapa cucu-cucu saya cerdas, saya jawab: saya ajari mereka untuk berfikir sebelum mempercayai apalagi meyakini sesuatu. Thinking before believing is the way to reality.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 31, ’10
Mungkin besi yang beratnya sama dengan kapas jatuhnya bersamaan:
1. Kalau melepaskannya dari ketinggian berbeda.
2. Tak ada udara yang menghalanginya.
3. Terjadi didalam mimpi.

tough2slf
tough2slf wrote on Aug 12, ’10

Galileo showed that gravitation accelerates all objects at the same rate. This was a major departure from Aristotle’s belief that heavier objects accelerate faster

…..Yang mimpi siapa …

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 2, ’10
Atom netral merupakan keseimbangan antara ini atom dengan electron sehingga quantanya merupakan bilangan bulat, Menurut TM atom akan pecah jika tak memiliki energi dalam. Andai kata atom tak memiliki energi dalam maka tak mungkin electron sanggup mengitari inti atom pada orbitnya.. Tanpa adanya energi dalam electron akan menyatu dengan inti atom atau melesat keluar. Putaran electron mengelilingi inti atom menimbulkan medan magnet sehingga atom dapat dipandang sebagai dipole magnet dengan dua kutubnya berlawanan dan besarnya sama. Selama kecepatan putaran elektron sama maka medan magnet yang dibangkitkan juga akan sama besarnya. Medan magnet yang tetap,tak berubah arah dan besarnya tak akan menimbulkan medan listrik, sebaliknya perubahan kecepatan electron akan menyebabkan perubahan medan magnet. Perubahan medan magnet akan diikuti timbulnya medan listrik yang tujuannya menghambat perubahan medan magnet. Jadi medan listrik cenderung berusaha menstabilkan keseimbangan prima atom hingga atom tetap memiliki massa.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 3, ’10
Dahulu electron dianggap partikel subatomik paling kecil, ternyata dapat diketemukan partikel yang lebih kecil, semua berkat penggunaan alat bantu fisika dan pikiran manusia. Fikiran manusia memang luar biasa, tetapi tanpa adanya keyakinan fikiran setiap saat dapat berubah-ubah tak ada kesungguhan.
Pancaindra manusia sangat terbatas sehingga jika hanya mengandalkan pancaindra manusia tak mungkin melihat kuman, bahkan virus. Mengapa manusia berusaha membuat alat bantu fisika hingga sanggup merubah nasibnya dari makluk yang sangat lemah fisiknya menjadi disegani makluk lainnya? Karena setelah berfikir manusia yakin bahwa sanggup mewujudkan “impiannya” itu. Jadi “mimpi” atau angan-angan memegang peran dalam memberi motivasi untuk mewujudkannya dengan usaha nyata. Mimpi tak mungkin diujudkan tanpa upaya mewujudkannya.
Teori paralogika yang dicemooh ilmu klenik (modern?) didasari atas kesadaran terhadap anugrahnya, yaitu: pancaindra(untuk mengakses sesuatu yang nyata) dan
impian/angan-angan (untuk mengakses sesuatu yang semu), fikiran untuk mengakses sesuatu yang rasionil walau belum nyata dan masih dalam angan-angan), bathin untuk mengakses sesuatu yang irrasionil yang dibutuhkan untuk meyakini sesuatu
yang belum/tidaknyata untuk dijadikan nyata, kemampuan para logika yang menjadi koordinator dan memilah-milah mana yang semu (untuk dijadikan nyata), yang rationil dan yang irrasionil untuk diseimbangkan agar dapat menjadikan kenyataan, yang valid dan masih mungkin diketahui manusia dan yang invalid yang tak mungkin dikeyahui manusia.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 16, ’11
Gaya gravitasi termasuk gaya tarik kenarik antara dua benda bermassa yang dinyatakan dengan rumus a. F1 = k* {(m1* m 2)/ (jarak)^2} dan F2 = k* {(m1*m2)/(jarak)^2, jadi F1 = F2.
sedangkan rumus Newton b. F = m.a. atau a = F/m. Jika kita gabungkan a dan b maka diperoleh a = [ k* { (m1*m2)/ J^2 } ] /m.
atau percepatan yang dialami masing-masing objek adalah a1 = F/m1 dan a2 = F/m2.
Dari perhitungan ini akan didapatkan massa yang kecil akan mendapatkan percepatan lebih besar dari massa yang lebih besar jika dua buah benda saling tarik menarik. Itulah sebabnya jika dua buah benda dengan massa berbeda, benda yang massanya lebih kecil akan bergerak (mendapat percepatan lebih besar) dari benda yang massanya besar.
Jika kita tak faham apa itu gravitasi, dan menyaksikan fenomena benda jatuh terkesan benda yang massanya lebih besar akan mendapatkan percepatan lebih besar jika mendapat gaya tarik bumi akibat adanya gravitasi.
Yang harus kita fahami adalah: Gravitasi adalah gaya tarik bumi terhadap benda yang bermassa persatuan massa, atau g = F/m sehingga F= m*g. Semakin besar m, maka akan semakin besar F yang bekerja padanya yang berakibat benda yang massanya besar akan mendapat percepatan lebih besar.
Kesimpulan:
Benar sekali setiap benda pada posisi yang sama terhadap bumi akan mendapatkan gravitasi yang sama, tak peduli massa benda itu, sebab definisi gravitasi adalah gaya tarik bumi terhadap satuan massa, tetapi gaya tarik yang diakibatkan oleh gravitasi berbanding lurus terhadap massa benda itu. Akibatnya benda dengan massa lebih besar akan mendapatkan percepatan lebih besar. Gravitasi akan menyebabkan percepatan sama pada tiap satuan massa, namun Gaya gravitasi berbeda, tergantung pada besarnya massa.
Kesimpulan: Gravitasi memang sama untuk tiap titik yang posisinya sama, sehingga tiap titik akan mendapatkan percepatan sama (Galileo), tetapi gaya gravitasi berbanding lurus dengan massa benda sehingga benda dengan massa lebih besar akan memperoleh percepatan lebih besar (Aristoteles).
Newton juga tak salah dengan menyatakan jika massa bendapatkan gaya sama, maka yang massanya lebih kecil akan mendapat percepatan lebih besar, sebab gaya (Force) berbeda dengan gravitasi maupun gaya gravitasi.
Kita harus menyimpulkan: Sesuatu yang seakan bertentangan ternyata tak ada yang salah, yang salah adalah pengertian kita karena kita tak faham akan masalahnya. Jadi tak berlebihan jika saya mensitir ungkapan : Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja gampang maido apa sing durung kok ngerteni.
Yang perlu saya garis bawahi adalah: gravitasi itu berbeda disetiap titik disekitar bumi, sehingga walaupun sebuah benda memiliki massa sama, namun gaya tarik bumi terhadap benda itu berbeda-beda tergantunmg posisinya terhadap bumi. Semakin jauh dari bumi semakin kecil gravitasinya. Disuatu tempat gravitasi bumi dapat bernilai nol, namun tak mungkin bernilai negatif.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s