Mana yang benar Formula Einstein E=mc2 atau FSM E= -x + y

Peryanyaan: Anda menggagas Formula Supernatural Modern E = -x + y yang menjadi dasar ilmu klenik modern anda sementara Formula Einstein telah dimanfaatkan untuk membuat bom atom dan reaktor nuklir. Mana yang benar atau bagaimana hubungan antara kedua Formula itu?
Jawaban: Formula Supernatural Modern bukan hasil gagasan saya, melainkan anugrah Tuhan YME untuk menjelaskan fiksi saya yang berjudul Blackhole.
Saya berkali-kali menyatakan bahwa saya tak meragukan kebenaran dan manfaat Formula Einstein, namun saya berani menyatakan bahwa teori tersebut hanya berlaku jika m#0 (massa tidak nol). Mengapa? Saat m=0 maka E harus = 0 sebab nilai c bukannya tak berhingga.
Cahaya memiliki sifat ambigus, sebagai gelombang elektro magnetik cahaya tak memiliki massa, sedangkan sebagai aliran photon mula-mula dianggap memiliki massa yang sangat kecil, kemudian diralat menjadi tak memiliki massa, lalu menurut penelitian terakhir memiliki massa dan “ukuran/volume”nya  diluar yang masih ikenal/diizinkan dalam dimensi fisika. Medan listrik dan medan magnet juga tak memiliki massa. Sudah terbukti dan diakui dalam fisika cahaya,medan magnnet dan medan listrik yang tak memiliki massa memiliki energi. Hal inilah yang menyebabkan saya mengorekai formula Einstein, bahwa syarat berlakunya Formula itu adalah massa # 0.
Menurut hasil pemikiran saya disekeliling saya terdapat energi  yang sangat dibutuhkan untuk melakukan aktivitas. Apakah energi itu memiliki massa atau tak memiliki mssa? Hal ini dapat dipelajari dari Mekanika Quantum. Menurut fisika quantum merupakan energi dasar sekaligus partikel  terkecil yang tak mungkin dilenyapkan.
Menurut saya Formula E=mc2 justru menyatakan hubungan antara partikel (massa) dengan energi. Besarnya energi yang dimiliki massa adalah sebesar massa dikalikan kuadrad kecepatan cahaya. Menurut pemikiran saya energi dan massa bagaikan permukaan uang (logam). Saat m=0 seluruhnya sistem berujud energi. Saat terjadi keseimbangan prima dalam sistem (massa) maka semua energi berujud massa. Ini artinya massa merupakan konsentrasi dari energi hingga dapat pecah atau dipecah menjadi energi. Sebaliknya energi dapat terkonsentrasi menjadi massa. Hubungan ini dinyatakan oleh Formula E =mc2.
Pertanyaannya: Apakah tak ada kondisi dimana suatu sistem terdiri dari massa dan energi?
Bagaimana penjelasannya terjadinya massa dari energi atau sebaliknya jika massa pecah dan menimbulkan energi? Fenomena ini dipelajari oleh fisika, tetapi ternyata antara Teori Relativitas dengasn Mekanikan Quantun belum dapat dipertemukan.
Saya tak pernah memimpikan sanggup menjelaskan hubungan antara  massa dan energi jika saya tak dianugrahi Formula Supernatural Modern. Dengan mengkotak-katik FSM saya dapat menemukan jawaban adanya dua jenis energi dasar yang dinyatakan dalam FSM yaitu  variable x  saya asumsikan sebagai kutub selatan monopole magnet weber dan variable y  saya asumsikan sebagai kutub utara monople weber. E adalah jumlah atau keseimbangan dipole yang dibangunkan oleh sepasang kutub magnet tersebut.
Hingga kini dalam fisika tak dikenal adanya monople, yang ada selalu dipole. Jika dipole dibagi-bagi akan tetap menghasilkan dipole, tak mungkin didapatkan monopole. Dalam teori atom, electron yang mengelilingi proton dapat dianggap sebagai dipole (bukan monopole), karena selalu menghasilkan medan magnet utara dan selatan yang sama besarnya.
Justru karena saya mempelajari fisika dan tahu hukum fisika dan fenomena nyata walaupun secara minimal , saya merasa tak puas dengan apa yang sudah saya pelajari karena tak sanggup menjawab pertanyaan saya mengenai berbagai masalah, diantaranya:
a sebenarnya energi itu memiliki massa atau tidak?
b.mengapa cahaya memiliki sifat ambigus.
c.mengapa medan magnet dan medan listrik dapat menimbuklkan gaya tarik dan gaya tolak sedangkan gaya gravitasi selalu menarik.
d.mengapa air mengalami anomali
e.mengapa sumbu bumi membentuk sudut dengan garis penghubung matahari dan bumi?
f. apa bedanya hasil tehnologi, misanya  pesawat ulang alik dengan living organisme, misal burung garuda?
d. bagaimana terjadi komunikasi antar bagian alam semesta yang jaraknya jutaan bahkan bilionan cahaya sehingga alam semesta bersifat  cosmos, tidak chaos?
c. benarkah waktu dapat dipercepat,diperlambat bahkan dihentikan dan diputar mundur seperti yang dinyatakan oleh teori relativitas hingga dijadikan bahan fiksi ilmiah.
d. apakah manusia turunan kera atau hasil evolusi living organisme primitif.
f. apakah makluk hidup  hanya ada dibumi dan bagian alam semesta yang memiliki wilayah biosfera.
g. pada kehidupan saya yang mendekati tiga perempat abad banyak fenomena disekitar saya bahkan saya alami sendiri yang tak dapat dijelaskan dengan hukum fisika karena cenderung irrasionil. Pengalaman ini saya tulis dalam sedikit tentang pengalaman hidup saya.
Masih segudang lagi pertanyaan yang menyebabkan saya berkesimpulan………….. jauh lebih banyak yang belum saya  mengerti  dari yang telah saya mengerti. Apakah lebih baik saya tak bertanya lagi agar tak perlu saya fikirkan? Percaya saja tanpa berfikir? Kepada siapa saya harus bertanya agar saya mendapatkan jawaban yang sesuai dengan yang saya harapkan? Jawabannya mudah: pada diri saya sendiri, sebab sering kali jawaban yang saya terima dari orang lain jawabannya tak sesuai dengan yang saya harapkan. Ini bukan berarti saya tak perlu belajar dan bertanya pada orang lain dan informatika dari massa lalu, dan wqarisan ilmu pengetahuan dari nenek moyang kita, sebab ini justru merupakan sikap sombong dan justru menjadikan saya semakin bodoh.
Bagi saya ilmu penegetahuan merupakan bahan dan ilham untuk  saya manfaatkan dan saya pelajari, tetapi bukannya dogma yang membelenggu fikiran saya.
Itulah saya merasa bersyukur  dianugrahi FSM : E = -x +y.

Saat E= 0 atau m#0 maka harus x=y, ini sesuai dengan kenyataan setiap massa pasti terdiri dari keseimbangan x dengan y, jika x dan y tak seimbang, maka tak mungkin terjadi massa.
Pada saat m=0, justru E#0, ini dapat saya gunakan mengapa medan magnet,medan listrik tak memiliki massa,tetapi memiliki energi.  Nilai E dapat 0 saat x=x, dapat E<0 saat x>y atau E>0 saat x < y. Perbedaan tanda E (positip dan negatip) dapat dimanfaatkan menjelaskan terjadinya gaya tarik dan gaya tolak.
Kotak, katik saya ini terus berkembang seakan tak terbendung sehingga saya “berani” menyatakan bahwa Big Bang bukanlah nongolnya alam semesta tanpa diciptakan oleh Tuhan YME, melainkan lahirnya Sub Alam Fisika melalui proses penciptaan alam semu terbelih dahulu.
Sekali lagi: FSM bukanlah hasil gagasan saya melainkan karunia Tuhan YME yang saya manfaatkan untuk menjelaskan sesuatu yang tak terjelaskan oleh fisika. Formula Einstein hanya berlaku untuk kondisi m#0, dan menyatakan hubungan antara massa dengan energi, sedangkan FSM menjelaskan dua sisi mata uang m=0 saat  E#0 dan E=0 saat m#0

10 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 2, ’10
Dalam TM saya bedakan antara body, energy dan wave:
1. energy saya tengarai sebagai pecahan. Penjumlahan pecahan dapat menghasilkan pecahan yang bernilai lebih tinggi, menjadi bilangan bulat, menjadi bilangan bulat dengan sisa pecahan.
2. body saya tengarai dengan bilangan bulat. Bilangan bulat dapat dipecah menjadi bilangan bulat dengan nilai lebih rendah, menjadi bilangan bulat dan pecahan, menjadi pecahan. Sebaliknya bilangan bulat jika dijumlahkan pasti menghasilkan bilangan bulat. Namun mungkin saja bilangan bulat yang terjadi kita pecah menjadi pecahan.
3. wave energy yang jenis dan intensitasnya berubah dengan cepat sesuai dengan perubahan waktu. Energi dasar saya anggap sebagai fungsi dasar sinosoidal yang jika ditambahkan akan menghasilkan fungsi kontinyus dan memiliki nilai batas.

tough2slf
tough2slf wrote on Aug 2, ’10

Sub Alam Fisika melalui proses penciptaan alam semu 

Pernyataat tersebut diatas sama sebangun ketika anda mula mula mempunyai gagasan/impian yang bersifat semu misalkan mendapatkan “si dia” dan kemudian menjadi fisik/nyata ketika anda mempersuntinkannya

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 12, ’10
Cucu saya, Arif Wicaksono Prabowo yang kini belajar di Amerika serikat, mengkritisi FSM, katanya dalam disiplin matematika berapa saja yang nilainya sama jika diperkurangkan akan menghasilkan nol, tetapi nol tidak sama dengan pengurangan dua nilai berapa saja yang besarnya sama. Jadi akan lebih baik FSM dirubah menjadi y – x = E bukan E = – x + y.
Katanya Perubahan FSM ini akan menjadikan formula FSM mengikuti disiplin matematika, tidak terkesan amburadul hingga dapat menyesatkan.
Kami, saya dan Wicak, “beradu argumentasi” dengan juri ayahnya yang tak lain Sigit Setia Prabawa. Tetapi juri itu berat sebelah hingga saya merasa dipojokkan, akhirnya saya katakan: bahwa TM bukannya agama atau saint apaligi sains (yang tersusun secara sisitematis) melainkan informatika, hingga FSM yang saya gunakan untuk menjelaskan TM tak harus mengikuti disiplin agama maupun saint apalagi sains (diantaranya disiplin matematika). Informasi dapat disajikan secara bebas dengan memanfaatkan berbagai algoritme, ibaratnya banyak jalan menuju ke Roma.
Saya membuat lelucon: Saya tidak berkebaratan apalagi melarang kalian membuat formula baru yang lebih sistematis y – x = E, yang jelas kalian dapat memahami formula FSM yang kalian anggap menyimpang dari disiplin matematika dengan bukti kalian sanggup mengkriitisi.
Areta Adyaningtyas Prabowo (Adis) menengahi diskusi itu dengan memberikan tebakan: There are two suns and two fathers going fishing, they get three fish not more. How can each one can get a fish?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 12, ’10, edited on Aug 12, ’10
Marilah kita cari hubungan antara FE dan FSM.
E=mc2, sedangkan E=-x + y , maka mc2 = – x + y…………….. c2 = (-x + y)/m…………. c = V { (-x + y)/m}
Apakah ini benar? Silakan mengkritisi hasil pemaduan antara Formula Einstein dengan FSM yang konyol ini.
Menurut cucu saya ,Wicak, 0 tak boleh digunakan untuk membagi suatu bilangan, sebab akan menghasilkan nilai yang tak terdifinisikan oleh matematika, yaitu tak berhingga,
Kalau m # 0 apakah hasil penggabungan FE dengan FSM itu valid? Silakan mengkritisinya. Yang jelas secara fisika kedua formula itu dak mungkin disatukan, sebab fisika tak mengenal adanya x dan y.
Saya perlu jelaskan bahwa E pada E=mc2 adalah energi fisika hingga m tak mungkin = 0 kecuali mendekati nol. E pada E=-x + y adalah keseimbangan energi dalam suatu sistem, saat x = y akan menghasilkan E = 0. Jadi kedua E berbeda maknanya, yang satu adalah pembagian bilangan yang tak mungkin menghasilkan nol. yang lain adalah penjumlahan dua bilangan yang mungkin menghasilkan nilai nol pada saat kedua bilangan sama besarnya dengan tanda berlawanan, atau selisih antara dua bilangan yang sama besarnya.
Saat x=y maka terjadi massa yang quantanya q yang jumlah energinya 0 atau E=0.. Berapapun besarnya q ,maka pasti E= 0, Jika q dibagi, maka E nya nilainya akan tetap 0, yang menjadi semakin kecil adalah quantanya, quanta paling kecil dinamakan quantum nilainya mendekati nol (tetapi bukan nol).
Inilah jawaban bahwa quantum tak dapat dibagi menjadi energi semu, tetapi quantum maupun quanta dapat bergeser koordinatnya dalam peta energi menjadi energi semu dengan “menambahkan” energi semu lainnya, misalnya energi gaib (E=x), energi metafisika (E=y) atau energi transien E#0 valid. Semua hanya dapat dijelaskan oleh FSM ( E= -x + y ) dan tak mungkin dijelaskan dengan FE (E=mc2).
Penjelasan ini sesuai dengan filosofi: Tiada yang abadi di alam semesta ini.

tough2slf
tough2slf wrote on Aug 12, ’10

bukan hasil gagasan saya, melainkan anugrah Tuhan YME 

Mas ibnu harus berhati hati sedikit dengan ucapan tersebut diatas karena

1) Merupakan gaya bahasa Diktatur Pandito yang biasanya menyatakan bahwa gagasan merupakan wahyu YME ….. berarti jangan mempersoalkan benar/salah gagasan tersebut …tidak perlu pembuktian …pejah gesang derek …

2) Mencerminkan Kesombongan … “terpilih sebagai wakil YME didunia” ….Menihilkan YME sebagai Batara Guru ….YME yang dimaksud disini menurut versi siapa..ada banyak agama dan aliran…?

Karena dapat anugrah dari YME …. bolehkah saya tahu bagaimana wujud YME tersebut…?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 15, ’10, edited on Aug 15, ’10
Berkali-kali saya katakan Teori Minimalis bukan agama maupun saint.
Saya anggap segalanya adalah anugrah Nya termasuk yang saya lakukan atas hasil pemikiran saya, kemudian saya yakini dan saya upayakan untuk mencapainya, hingga semua sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya, walau saya yakin semua yang dapat terjadi pasti atas izin Nya, jadi saya hanya dapat berfikir,meyakini dan berbuat, selanjutnya Tuhan YME yang menentukan.Apa yang mungkin/dapat saya capai pasti atas izin Nya, semua saya anggap sebagai anugrah Nya, bukan wahyu atau mujijad yang menjadikan seseorang merasa berhak mewakili Nya.
Anda jangan sakwa sangka saya akan memanfaatkan Tuhan YME untuk “kudung” agar dagangan saya laku. Itu sangat naif! Saya menggunakan paralogika positif sehingga dapat membedakan antara yang rasional dan irrasional, yang valid dan yang invalid, yang nyata dan yang semu.
Atas dasar berfikir saya yakin bahwa wahyu atau mujijad adalah sesuatu yang gaib, yang hanya diperoleh lewat laku yang berat, tak sembarang manusia dapat memperoleh wahyu.(Maaf anak saya namanya Bagus Wahyu Setiadi, tetapi tak ada kaitan dengan wahyu yang gaib).
Fenomena nongolnya FSM dimonitor komputer adalah perbuatan saya dibawah sadar, ini adalah rasionail karena saya gunakan tangan saya untuk mnekan keyboard, bukan karena tulisan itu muncul karena sesuatyu yang gaib hingga saya beranggapan saya menerima wahyu lewat layar komoputer. Andai kata tulisan itu muncul tanpa sentuhan tangan sayapun tak akan merasa menerima wahyu melainkan akan saya telusuri asalnya sebab saya mengerti internet.
Saya merasa dan sadar sepenuhnya tak pernah melakukan sesuatu yang diluar batas kemampuan manusia biasa. Tetapi seringkali saya mendapatkan inspirasi yang “terlewatkan” hingga memasuki alam bawah sadar saya. Pada saat otak saya beristirahan memory dibawah sadar itu nongol sebagai mimpi, angan-angan-angan. dan sejenisnya…… Sebalinya ada inspirasi yang datang entah dari mana asalnya, memasuki dan terekam dalam memory otak yang kemudian timbul atau dapat terakses saat saya dalam keadaan sadar. Setiap manusia dapat mengalami peristiwa “aneh” seperti yang saya alami, namun sering kali tak mempedulikan atau mengangga-pnya sebagai wangsit.
Dalam Teori Paralogika saya membedalam antaara kemampuan paralogika negatif dan kemampuan paralogika positip.
Saya bersyukur dianugrahi kemampuan paralogika positip sehingga sanggup membedakan antara yang rasionil dan irrasionil antara yang semu dan yang nyata dan antara yang valid (yang masih mampu terakses oleh kemampuan manusia) dan yang invalid yang sepenuhnya menjadi rahasia Nya dan tak mungkin diketahui oleh ciptaan Nya.
Yang menerima anugrah dari Tuhan YME bukan hanya saya, setiap titah Nya selalu menerima anugrah Nya, tetapi banyak yang tak meyadari, apalagi mensyukuri. Bagi yang memiliki kemampuan paralogika negatif dapat saja yang rasionil dan irrasionil dicampur adukkan sehingga perbuatannya menjadi kacau akibat konflik kejiwaan. Bagi yang memiliki kemampuan paralogika positif justru dapat memilah sehingga dapat memanfaatkan sesuatu yang irrasionil sebagai inspirasi dalam berkarya nyata.
Menurut saya: setiap makluk (termasuk manusia) boleh mengimaginasikan wujud Nya, baik atas dasar naluri/kodrad, keyakinan, pemikiran, atau kemampuan bawah sadarnya, ini sebagai bukti akan keberadaan dan kebesaran Nya, tetapi paling sederhana adalah lewat mengamati dan mengagumi ciptaan Nya yang terhampar disekeliling kita. Namun harus selalu diingat dan disadari: itu bukanlah merupakan perwujudan Nya, melainkan sekedar inspirasi untuk meyakini tentang keberadaan dan kebesaran Nya.
Setiap keyakinan, agama dan filosofi pasti memiliki “penuntun”, tetapi anda pasti setuju Tuhan YME dapat melakukan apa saja, jadi akan lebih tepat Dia memberikan kesempatan kepada satu diantara umat Nya untuk memimpin yang lain , bukan untuk mewakili Nya. Yang mengaku wakil atau bahkan diri Nya jangan dikatakan sombong, justru itu menunjukkan bahwa dia butuh bantuan Nya dalam mengatur lingkungannya, sebab dia tak berdaya dan butuh “meminjam” nama Nya.
Dalam TM dikenal adanya energi bawaan dan energi relatif. Energi bawaan dapat berkembang dengan memanfaatkan ekternal energi yang berada disekelingnya, sehingga internal energinya bertambah. Internal energi manusia sangat terbatas, tetapi manusia dianugrahi otak untuk mengolah masukan dari fikiran, bathin, pancaindra dan kemampuan bawah sadar. Hasil eksekusi diujudkan dalam perbuatan, dari hasil perbuatan manusia sanggup mendapatkan relatif energi. Relatif energi ini didapat dari luar dan tak berupa internal energi. Seorang raja sanggup memimpin rakyatnya karena memiliki relatif energi luar biasa yaitu : ditakuti, disegani atau dipercayai oleh orang-orang disekitarnya. Seorang raja sering mengaanggap/ dianggap sebagai wakil Tuhan YME. Belum tentu raja itu sombong, sebab mungkin sekali karena kebijaksanaannya dalam memimpin rakyatnya dapat mengayomi rakyatnya, membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya, sehingga sangat dipercaya oleh kaumnya maka dia dianggap (bukan mengangkat dirinya) sebagai wakil Tuhan YME.
Dalam kenyataan: kekuasaan sering kali ditegakkan dengan “mengatas namakan” Tuhan YME. Akibatnya seorang penguasa dapat menyatakan dirinya sebagai wakil Tuhan YME. Dalam zaman demokrasi bahkan suara rakyat dianggap sebagai suara tuhan. Rakyat memiliki energi luar biasa untuk menambah relatif energi seorang pemimpin.

tough2slf
tough2slf wrote on Aug 15, ’10
100 untuk mas ibnu …:)

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 15, ’10, edited on Aug 15, ’10
E= -x + y akan menghasilkan E=0 saat x = y = q ini menjelaskan terjadinya quantum dan quanta.
E=mc2 menyatakan hubungan antara m dengan energi fisika. Jika m dipecah atau pecah menjadi energi fisika akan menghasilkan energi fisika sebesar mc2. atau sebaliknya energi fisika dapat menghasilkan massa sebesar m = E/c2.
Jadi E = – x + y mengiformasikan terjadinya energi fisika (termasuk quantum) , kemudian energi fisika itu dapat berubah menjadi massa sesuai dengan E=mc2.
Yang harus tetap diingat menurut TM tak semua x dan y selalu sama, artinya disamping quantum dan quanta di alam semesta terdapat x dan y dan dipole x dan y yang belum seimbang. Inilah yang harus dibuktikan oleh generasi sesudah kita.
Jika Tuhan YME mengizinkan mereka akan sanggup membuktikan adanya x dan y.

tough2slf
tough2slf wrote on Aug 15, ’10
Apabila E=0 maka dengan sendirinya x=0; y =0 —-> saat permulaan Big Bang atau Plank Time

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Mar 10, ’11
Menurut TM, E = 0 tak karena x dan y = 0, E = 0 terjadi saat x=y=q. q adalah quantum atau energi dasar fisika, q memiliki energi, tetapi jumlahnya antara komponen x dan y yang simetri adalah nol.
Menurut TM saat Big bang telah terbentuk 0qq (matter) secara evolusi dari energi transien (pakert eteric) menjadi energi nyata (paket quantum) tetapi Tuhan YME menciptakan bayangan super simetri yang memiliki nilai x < 0 dan y < 0 . (Ingat menurut FSM x > 0 dan y > 0) Bayangan super simetri menyebabkan 0qq (qauntum dan matter) untuk “sementara” “ditimbun dalam bentuk unsur premordial 000.
Setelah cukup unsur premordial untuk kelahiran Sub Alam Fisika maka bayangan super simetri ditiadakan, maka seluruh unsur premordial 000 berubah menjadi quantum dan matter yang memiliki massa hingga membutuhkan ruangan nyata. Sesuai dengan hukum fisika maka terjadilah ledakan dahsyat yang dinamakan BIg bang. Ledakan ini sangat dibutuhkan agar matter tersebar keseluruh Alam Semesta. Energi fisika yang ditimbulkan saat Big bang dibutuhkan untuk setiap proses fisika selanjutnya. Yang harus ditekankan yalah: yang berubah menjadi Oqq saat Big bang bukan seleurh energi, melainkan hanya energi yang telah mengalami keseimbangan prima. Formula Einsten menyatakan hubungan antara quantum atau energi fisika dengan massa yang berlaku di Sub Alam Fisika. FSM menginformasikan terjadinya energi fisika (quantum) dari energi transien (eteric) yang terjadi setelah Big bang sepanjang waktu diseluruh Alam Semesta.

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s