Apa manfaatnya menguraikan/memilah cahaya?

Pertanyaan: Saya mernyaksikan tayangan di TV yang menyatakan bahwa seorang putra Indonesia (Dr Warsito) sanggup “mimisahkan berkas cahaya” menjadi bagian-bagian yang ibaratnya membagi seutas rambut menjadi lima puluh ribu bagian. Dapatkah anda menjelaskan secara minimalis (dengan teori anda) bagaimana terjadinya cahaya, bagaimana caranya, memisahkan berkas cahaya dan apa manfaat dari penguraikan ini?
Jawaban: Jika anda belajar Fisika Cahaya, maka pasti tahu bagaimana caranya menguraikan berkas cahaya (putih) menjadi spektrum cahaya atau pelangi, yang paling sederhana menggunakan prima optik. Fenomena pelangi juga akibat penguraikan cahaya putih yang dipancarkan oleh matahari secara alami akibat perbedaan kerapatan udara.
Sesuai dengan permintaan anda saya akan menjelaskan berdasar TM, bagaimana terjadinya gelombang elektro magnet termasuk cahaya, mengapa cahaya dapat diuraikan dan manfaat penguraian cahaya..
Menurut TM cahaya adalah fenomena transien saat x dan y pada FSM mencapai keseimbangan, namun belum mencapai keseimbangan prima sehingg terjadi osilasi x dan y disekitar titik keseimbangan prima. Dalam fisika jika medan magnet permanen  diganggu keseimbangannya akan menimbulkan medan listrik. Pergantian antara medan magnet dan medan listrik inilah yang membangkitkan gelombang elektro magnet, diantaranya adalah cahaya. Menurut TM : Cahaya  menjalar diruang hampa materi (tetapi menurut TM terisi dengan monople dan dipole weber yang belum dalam keseimangan prima sehingga masih bersifat semu) karena dipole yang belum mencapai keseimbangan prima tersebut ikut berosilasi akibat terinduksi dari dipole didekatnya. Jika osilasi itu melewati titik keseimbangan prima E=0, maka terjadilah photon. Diruangan vacum ( hampa materi)  photon hanya muncul sekejap kemudian lenyap, tetapi diruangan berisi materi photon akan berinteraksi dengan partikel sub atomik, diantaranya electron.
Penurunan kecepatan cahaya diruang berisi materi diakibatkan interaksi photon dengan media yang dilalui.
Menurut TM osilasi x dan y tak hanya terjadi pada saat x mendekati y, melainkan juga terjadi setiap x dan y akan mencapai faktor bulat dari pecahan atau sebaliknya. Karena  fisika tak mengenal adanya energi semu, maka cahaya yang dipelajari dalam Fisika hanyalah cahaya yang diakibatkan oleh medan magnet (dipole) yang berosilasi disekitar titik keseimbangan E=0dan menimbulkan cahaya yang dapat terakses oleh panca indra dan peralatan fisik. Semua gelombang elektro magnet yang dipelajari dalam fisikia termasuk  dalam STW yang menimbulkan photon, sehingga kecepatan maksimumnya adalah c.
Untuk membandingkan penguraikan cahaya atas dasar Fisika dan TM saya hanya akan membicarakan cahaya yang disebabkan oleh  osilasi x dan y disekitar titik keseimbangan prima yang dalam TM dinamakan symmetrical trans wave (STW) yang menimbulkan photon sehingga dapat terakses oleh pancaindra atau alat bantu fisik

Menurut FSM  manusia hanya sanggup mengisi nilai matematis x dan y, nilai yang sesungguhnya sepenuhnya ditangan Tuhan YME.
Formula Supernatural Som Wyn, (FSSW) menyatakan bahwa Tuhan YME telah mendelegasikan sebagian kecil dari wewenang Nya kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri dan lingkungannya, sehingga diciptakan waktu untuk memberikan kesempatan kepada isi alam semesta untuk berubah sesuai dengan  perubahan waktu.
Menurut TM waktu adalah sekwen/urutan sehingga tak mungkin dihentikan apalagi diputar balikkan, yang dapat dipercepat atau diperlambat adalah proses, yang dapat siklis atau berulang adalah proses.
FSSW menyatakan E = integral -F1(t)dt + integral F2(t)dt.
Baik F1 dan F2 merupakan fungsi kontinu dan memiliki nilai batas, sehingga dapat diurakan menjadi fungsi dasar sinusoidal.  x= a1sin(u1 +w1t) dan y=a2sin(u2+w2t)
Jadi menurut FSSW oscilasi x dan y membangkitkan gelombang elektro magnet dengan berbagai frekuensi yang berbaur dalam seberkas cahaya.
Matahari memancarkan cahaya karena sebagian besar dari energinya belum mengalami ke seimbangi prima   sehingga terjadi osilasi dari x dan y.  Setiap frekuensi dalam STW akan menghasilkan photon dengan energi fisika yang berbeda-beda.  Kecepatan cahaya diruangan hampa(semu)  sama (c), tetapi diruangan nyata dibawahnya c. misalnya c’.
c’ berbeda-beda, tergantung dari media yang dilalui dan frekuensi cahaya. Perbedaan frekuensi ini menyebabkan cahaya dapat diuraikan menjadi spektrum cahaya.
Cahaya yang dapat terakses oleh mata manusia sangat terbatas, tetapi yang masih mungkin terakses oleh alat bantu fisika jauh lebih lebar. Saat ini manusia telah sanggup memanfaatkan berbagai gelombang elektro magnet diluar cahaya yang terakses oleh mata secara langsung, untuk dimanfaatkan sebagai gelombang pembawa signal analog maupun digital. Walau kecepatan STW dibatasi oleh c (menurut Fisika), namun kecepatannya cukup memadai untuk komunikasi jarak “dekat dan sedang.”
Kendala komunikasi dengan gelombang elektronik lewat “udara” yang terisi materi (bukan kosong/semu) adalah kondisi udara/cuaca setiap saat berubah-ubah padahal cahaya yang menimbulkan photon melakukan interaksi dengan partikel diudara.
Serat optik merupan medium yang stabil untuk dilalui cahaya. Keunggulan serat optik dapat dilalui cahaya hingga cahaya yang seharusnya “merambat lurus diudara”  dapat dibelok-belokan menurut jalan yang disediakan oleh serat optik. Intensitas cahaya melalui serat obtik jauh lebih stabil dari udara yang sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca.
Laser adalah berkas cahaya yang telah “diolah” , dipisahkan menjadi cahaya monokrom hingga dapat diserempakkan dan dikuatkan hingga energinya sangat kuat. Laser digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk dalam bidang komunikasi. Dengan laser, seberkas cahaya yang dipancarkan dari bumi dan dipantulkan oleh bulan atau planet lainnya dapat kembali kebumi dengan intensitas yang hampir tak berkurang. Tetapi laser diudara juga merambat lurus, lain halnya jika melalui serat optik.
Laser adalah berkas cahaya dengan frequensi “tunggal” hingga dapat dimodulasi dengan signal digital maupun analog. Laser dapat dimanfaatkan sebagai gelombang pembawa dalam media udara (bergerak lurus) dan media serat optik yang dapat berbelok-belok. Dalam serat optik yang relatif sangat sempit yang dilewati laser akan terjadi “pembauran” atau interferensi sehingga untuk dapat “memisahkan/memilah-milah ” kembali berbagai frekwensi pembawa (sebagai memisahkan gelombang radio dengan prinsip resonansi) memerlukan tehnologi khusus.
Memisahkan berkas cahaya dengan prima konvensional hanya mungkin menghasilkan beberapa  “kelompok” gelombang, tak asanggup  memisahkan nya menjadi spektrum yang jumlahnya melebihi puluhan, lain halnya dengan tehnologi mutakhir yang kini telah dikembangkan sanggup memisahkan berkas cahaya menjadi ribuan,puluhan bahkan mungkin jutaan atas perbedaan frekensinya.
Menurut Fisika pemisahan cahaya  hanya mungkin dilakukan secara diskrit, karena frekwensi cahaya bersifat diskrit.  TM menginformasikan adanya ATW yang jauh lebih hebat dari STW.
Frekensi cahaya yang sangat tinggi ini sangat ideal untuk digunakan sebagai gelombang pembawa sinyal, baik digital maupun analog.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s