Apakah hubungan gaya kuat,gaya lemah,gaya lektro magnet dan peluluhan radio aktip dengan Teori Minimalis?

Pertanyaan: Saya tertarik dengan pernyataan bapak yang menyatakan bahwa inti atom terjadi karena adanya gaya magnet sedangkan atom terjadi karena adanya gaya electro statis. Apa hubungannya antara gaya kuat, gaya lemah, gaya elektro magnet dan peluluhan radio aktip dengan teoari gagasan bapak?
Jawaban: Saya tak memahami secara detil gaya kuat, gaya lemah , gaya elektro magnet dan peluluhan radio aktip.
Teori Minimalis bukan bertolak dari fisika yang membagi-bagi materi hingga menjadi quantum. Teori Minimalis bertolak dari nothing, energi semu, energi transien hingga energi nyata. Penjelasan energi nyata menurut fisika jelas berbeda dengan penjelasan menurut Teori Minimalis, karena sudut pandangnya berbeda. Mungkin anda sangat memahami teori fisika, sedangkan saya tak memahami adanya gaya- gaya yang anda tanyakan.  Namun saya akan mencoba menjelaskan gaya yang bekerja pada materi menurut sudut pandang Teori Minimalis.  Silakan ananda membandingkannya.
1. Gaya magnet terjadi karena kutub magnet yang berbeda akan saling tarik menarik. Dua magnet permanen akan saling tarik menarik jika kutub yang berbeda berjarak lebih dekat dari dua kutub yang sama. TM menggunakan Formula Supernatural Modern : E = – x + y, dimana x adalah monopole weber kutub selatan sedangkan y adalah kutub utara monopole weber.  Kedua kutub ini saling tarik menarik hingga membentuk dipole. Jika E = 0 dikatakan terjadi keseimbangan prima sehingga nilai x=y=q. Q disebut quanta, quanta terkecil dinamakan quantum.  Quantum terjadi dari keseimbangan dari x dan y dengan nilai quanta terkecil, sedangkan elektron, positron, neutron,positron,proton memiliki quanta lebih besar. Partikel sub atomik dibangun oleh keseimbangan prima dari x dan y membentuk q. Gaya yang bekerja pada partikel sub atomik adalah gaya tarik magnet.
Dua magnet dengan kutub berbeda akan saling tarik menarik lalu saling melekat dan memerlukan gaya gari luar untuk memisahkannya. Untuk memecahkan inti atom dibutuhkan gaya dari luar, demikian juga untuk memecahkan elektron (jika mungkin).
2. Gaya tarik listrik statis terjadi jika dua partikel memiliki muatan listrik statis berbeda. Proton memiliki muatan listrik statis positip, sedangkan electron memiliki muatan listrik statis negatip. Atom terbentuk dari proton dan elektron, maka yang bekerja dalam pembentukan atom adalah gaya listrik statis.
Dua partikel yang bermuatan listrik berbeda akan saling tarik menarik, jika saling bersentuhan maka akan terjadi penyeimbangan muatan sehinga menjadi netral dan hilanglah gaya tarik listrik statis. Seandainya tak ada gaya lain, maka elektron akan tertarik mendekati neutron dan saling bersentuhan, lalu keduanya saling menetralkan. Itulah sebabnya elektron berputar mengelilingi proton agar dapat mempertahankan jarak  terhadap proton. Electron akan tetap berputar  mengitari proton sebab jika berhenti akan dihalangi oleh gaya magnet yang mengikat x dan y.
3.Kerja sama antara gaya magnet pada proton  dan gaya listrik statis  antara proton dan elektron inilah yang sanggup keseimbangan   sebuah atom. Keseimbangan ini dinamakan keseimbangan elektro magnet,
4.Jika nilai bulat  x dan y telah sama, namun masih terjadi perubahan nilai pecahannya secara cepat, maka terjadilah Symetrical Trans Wave (STW). ECW akan dipancarkan keluar selama belum tercapai keseimbangan prima. Semakin lama ECW akan semakin lemah dan akhirnya padam. Partikel radio aktif adalah quanta yang telah mengalami bilangan bulat sama, tetapi nilai pecahannya masih bergoyang dengan cepat. Partikel yang telah mengalami keseimbangan prima tak memancarkan ECW kecuali jika keseimbangannya digoyah dari luar.
5. Gaya yang bekerja pada suatu galaksi atau tata surya  bukan gaya magnet, gaya listrik statis, gaya elektro magnet melainkan gaya gravitasi. Sebenarnya setiap quanta memancarkan Elementer Clear Wave. Besarnya ECW ditentukan oleh massa benda sedangkan jauhnya pancarannya ditentukan oleh kepadatan massa.
6 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 9, ’10
Saya kembali pertanya kepada ananda:
1. Apa gaya kuat itu dan bagaimana dapat terjadi?
2. Apa gaya lemah dan bagaimana dapat terjadi?
3. Apa gaya elektro magnet dan bagaimana dapat terjadi?
4. Bagaimana proses terjadinya peluluhan radio aktif?
5. Apakah gaya gravitasi dan gaya tarik antara dua massa hanya terjadi pada benda-benda bermassa besar sedangkan yang massanya kecil tak terjadi gaya tarik menarik antar massa?
Uraian saya diatas merupakan “jawaban” terhadap pertanyaan yang tak dapat saya jawab secara fisika, mungkin karena pengetahuan fisika saya terlalu minim. Semoga ananda dapat menjawab pertanyaan saya diatas. Terima kasih.

tough2slf
tough2slf wrote on Oct 10, ’10
Ulasan di http://tough2slf.multiply.com/journal/item/219/Alam_Semesta mungkin menjawab pertanyaan anda

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 10, ’10
Terima kasih atas informasi yang anda berikan yang sangat bermanfaat untuk menambah wawasan saya.
Saya belum mendapat jawaban secara gamblang atas pertanyaan saya mengenai gaya kuat,gaya lemah, gaya elektro magnetik dan peluluhan radio aktip. Juga gaya gravitasi.
Maksud saya:
Bagaimana gaya itu dapat terjadi, bukan contoh fenomena akibat adanya gaya-gaya tersebut.
Semoga anda bersedia menjelaskannya secara ilmiah, bukan sekedar informasi.

Cucu saya bertanya: apakah energi memiliki muatan listrik statis hingga dapat saling tarik menarik dan saling tolak menolak?
Saya jawab yang memiliki muatan listrik statis hanya body yang telah memiliki quanta bulat, hingga dapat berupa bilangan genap atau bilangan ganjil.. Energi memiliki quanta tetapi bukan bilangan bulat maupun genap, melainkan pecahan. Jika energi bergabug membentuk body barulah memiliki muatan elektro statis. Ini berlaku juga pada body semu, bedanya yang menentukan muatan listrik statisnya pada body semu adalah faktor dominannya, karena body semu belum memiliki quanta.
Dua individu nyata (elektron,proton,atom dan masing-masing yang memiliki massa dan telah memiliki quanta) jika bergabung tak akan melebur, melainkan tetap pada “ujud” masing-masing, tidak menjadi sebuah elektron,proton atau atom dengan bobot atom lebih besar melainkan menjadi materi yang quantanya lebih tinggi.
Ayam dan itik jenisnya berbeda,tetapi keduanya termasuk dalam binatang, jika ingin menambahkan seekor ayam dan seribu ekor itik harus digunakan quanta yang lebih tinggi yang mewakili keduanya, yaitu binatang. Lain halnya jika semua berupa ayam, maka jika digabungkan atau ditambahkan tak membutuhkan quanta yang lebih tinggi. Tentu saja ada cara lain, itik dan ayam disembelih, dicincang lalu dijadikan bakso. Bakso memiliki quanta lain dari ayam atau itik, tetapi rasanya akan ditentukan oleh rasa yang dominan.
Secara fisika semua yang memiliki quanta sama dapat dikumpulkan menjadi kelompok dan memiliki quanta tetap sama.. Tetapi dua quanta yang berbeda agar dapat ditambahkan diperlukan wadah quanta baru yang lebih tinggi. Electron dan proton jika disatukan akan menjadi atom.Atom berquanta lain (misalnya atom positip dan atom negatip dapat membentuk individu baru dengan quanta yang lebih tinggi.)
Secara supernatural variable x dan y dapat berubah sesuai dengan kehendak Tuhan YME (menurut FSM) atau berubah sesuai dengan perubahan waktu (menurut FSSW) sehingga berlakulah asas pergantian quanta dari ganjil, menjadi genap.
Asas ini dapat dijelaskan dengan proses perkalian atau ekponensial.: (-) x (-) = (+) sedangkan (-) x (-) x (-) = (-), akan terbukti(-) x (-) x……………….(-) n kali atau (-)^n dapat menghasilkan (-) atau (+) tergantung dari n. Jika n ganjil akan menghasilkan (-), jika n genap akan menghasilkan (+).
Pergantian ini berlaku sesuai dengan sifat supernatural dari x dan y, dimana variable x dan y bebas berkembang sendiri-sendiri, bukan atas dasar sifat natural x dengan x saling tolak menolak sehingga tak mungkin disatukan, demikian juga y dengan y.

tough2slf
tough2slf wrote on Oct 10, ’10

Semoga anda bersedia menjelaskannya secara ilmiah, bukan sekedar informasi.

he..he…mas ibnu apabila saya dapat menjelaskan secara ilmiah maka saya sudah mendapatkan hadiah NOBEL sejajar dengan Albert Einstein, Plank dsb ..mimpi yang bagus…

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 11, ’10
Benar sekali, jika saya dapat menjelaskannya dengan TM, sepantasnya anda ikut menerima hadiah NOBEL sebab anda rela selalu memberikan pancingan kepada saya untuk menjadikan TM bagian dari Sains sementara ananda Sudarjanto juga berhak ikut menerima hadiah NOBEL sebab dia yang mendorong saya untuk tetap menulis.
Disamping itu banyak yang lain membantu menguji dan mengkritisi “kebenaran” TM.
Kemarin ada teman yang menelpon saya, menyanggah bahwa muatan listrik statis pada eter bukan ditentukan oleh x atau y melainkan ditentukan oleh E.
Saya terperangah dan merasa telah membuat kesalahan besar, sebab x dan y adalah kuat magnet sedangkan muatan nistrik statis ada setelah terbentuk quanta bulat . Dominasi x dan y menentukan dominasi kutub magnet selatan atau kutub magnet utara, bukan menentukan jenis muatan listrik statis.
Saya maneges, memohon petunjuk Tuhan YME untuk “mempertahankan” keyakinan saya bahwa eter itu memang ada dan telah memiliki muatan listrik statis. Jika eter tak ada atau belum memiliki muatan listrik statis maka runtuhlah Teori Minimalis gagasan saya, sebab tak mungkin digunakan untuk menginformasikan “rahasia” alam semesta. Saya tak akan dapat menginformasikan fenomena medan magnet, medan listrik, gelombang elektro magnet, pelemahan gelombang elektro magnet dan gaya gravitasi.
Saya tak memimpikan hadiah NOBEL, melainkan saya “memimpikan” manusia tak tertinggal dari makluk cerdas lainnya dan fiksi saya Blackhole menjadi kenyataan.
Tiba-tiba saya teringat FSM E= -x + y. Pada saat E = 0, terjadi quanta yang menentukan jenis muatan listrik statis. Ketika E # 0 nilai E dapat pecahan, bulat atau bilangan bulat dan pecahan. Jadi E identik dengan q saat E#0.
Setelah saya fikir maka saya yakin bahka muatan listrik eter bukan ditentukan oleh dominasi x atau y, melainkan ditentukan oleh E. Jika E ganjil, maka muatan listrik eter negatip, jika E genap muatannya menjadi positip.
Mula-mula ada keraguan, apakah muatan eter ditentukan oleh tanda (operator) E, jika E< 0, muatan listrik statisnya negatip, jika E >0, muatannya positip.
Saya segera sadar bahwa jika E > 0 , maka x > y, sedangkan jikqa E < 0 artinya y > x. Ini artinya sama dengan muatan listrik statis eter ditentukan oleh dominasi x atau y. Ini artinya saya mengulangi kesalahan saya. Jadi saya lalu yakin bahwa yang menentukan muatan litrik statis eter adalah E, jika E ganjil, baik E > 0 atau E < 0, maka muatannya negatip, jika E genap muatan listrik statis eter adalah positip.
Saya harap anda membaca tulisan ini, sebab tulisan ini merupakan koreksi terhadap tulisan saya sebelum ini.
Ringkatan:
1. Perubahan x dan y pada E = – x + y merupakan fenomena supernatural yang dapat terjadi karena kehendak Tuhan YME (menurut FSM) atau karena Tuhan YME telah mendelegasikan wewenang Nya kepada waktu (time) untuk melakukan perubahan tersebut (Menurut FSSW).
2, Gaya tarik magnet disebabkan sifat natural dari x (kutub selatan monopole weber) dan y (kutub utara monopole weber). Kutub yang sama saling tolak menolak sehingga secara natural x maupun y tak mungkin bertambah nilainya, tetapi kutub yang berbeda saling menarik untuk mencapai keseimbangan prima dan menghasilkan quanta (q).
3. Setelah mengalami keseimbangan prima E = 0 hingga x = y = q maka terjadilah quanta (q).Sebelum menghasilkan bilangan bulat yang dihasilkan adalah energi fisika. Energi fisika belum memiliki muatan listrik statis, baru setelah terakumulasi menjadi body hingga memiliki quanta bilangan bulat terjadilah muatan listrik. Jika q ganjil muatan listriknya negatip, jika q genap muatannya positip.
4. Sebelum mengalami keseimbangan prima, E # 0 belum terjadi q, namun E dapat berupa pecahan, pecahan dan bilangan bulat, atau bilangan bulat saja. Jenis muatan listrik eter ditentukan oleh E. Jika E ganjil maka muatan listrik statisnya negatip, jika E genap muatan listrik statisnya positip.
5. Gaya tarik magnet bersifat permanen, hanya dapat dipisahkan oleh external energy. Gaya tarik magnet merupakan dasar dari pembentukan quanta.
6. Gaya tarik listrik statis bersifat temporer, jika terjadi interaksi muatan yang berbeda gaya tariknya akan segera melemah dan menjadi sangat mudah dipisahkan bahkan pisah dengan sendirinya. Gaya tarik listrik statis merupakan dasar dari interaksi antar quanta.
7. Pada saat x = y, telah seimbang namun masih goyah karena belum mencapai keseimbangan prima, maka terjadi waktu transisi hingga menimbulkan STW atau gelombang elektro magnet yang menimbulkan photon, Diruangan “hampa” photon hanya berumur sangat pendek sedangkan diruangan yang terisi materi photon akan berinteraksi dengan partikel hingga STW akan semakin melemah. Partikel yang belum mengalami keseimbangan prima dinamakan pra clear energy atau pra qlear body yang bersifat radio aktif.
Unsur radio aktip termasuk dalam pra clear energy atau pra clear body. Setelah mencapai keseimbangan prima maka terbentuklah clear energy atau clear body yang tak lagi memancarkan STW. (Kecuali jika keseimbangan primanya digoyahkan).
8. Partikel yang telah mengalami keseimbangan prima akan memiliki quanta hingga memiliki massa. Setiap partikel bermassa akan memancarkan Elementer Clear Energy. Semakin besar massanya semakin besar intensitas ECW, semakin padat massa semakin jauh jarak pancar ECW. ECW merupakan gelombang longitudinal yang merupakan pulsa E=0 (materi elementer) dan E#0 (eter). Dua ECW yang berinteraksi akan menghasilkan graviton. Umur graviton sangat pendek untuk kemudian berubah menjadi eter yang memiliki E#0. Karena eter tak memerlukan ruang nyata, maka terjadilah kekosongan pada dawai ECW hingga menimbulkan tekanan negatip. Tekanan negatip atas dua massa ini menimbulkan gaya tarik massa/ gravitasi.

Pesan saya kepada semua yang membaca teori dan gagasan saya:
Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja gampang maido sing durung kok ngerteni. Thinking before believing is the way to reality!

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 11, ’10
Menurut TM eter tak lain adalah dipole magnet yang kutub-kutubnya belum sembang, hingga E# 0 karena x # y. Semua particel yang memiliki massa, baik yang sub atomic, misalnya elektron, positron, netron, proton….. dll yang lebih “halus” telah mengalami keseimbangan prima sehingga E=0 karena x=y=q. Quanta dapat berupa pecahan (energi), pecahan dan bilangan bulat (body yang stabil karena memiliki internal energi), atau bilangan bulat ( body yang tak stabil karena seluruh energi berubah menjadi body.
Semua yang berupa partikel bermassa telah dipelajari lewat fisika, sedangkan eter belum “diperhitungkan” keberadaannya.
Untuk memenuhi “tantangan” ananda Budhi pertama saya akan membuktikan adanya eter lewat ekperiment yang saya titipkan pada cucu saya untuk dipertunjukkan kepada teman-teman sekolahnya di USA.
Sebuah gelang magnet yang diletakkan diatas gelang magnet lain dengan kutup yang sama saling berdekatan, maka gelang yang diatas akan “melayang-layang” bagaikan terbang. Pada ruang terbuka yang terdapat materi, mungkin saja gaya angkat itu disebabkan oleh atom yang terinduksi oleh medan magnet. Jika percobaan dilakukan diruangan kedap udara/materi, maka jika udara dipompa keluar hingga ruangan didalam tabung hampa, maka gelang magnet akan tetap melayang. Ini membuktikan bahwa diruangan “kosong” terdapat “sesuatu” yang dapat mengangkat gelang magnet mengatasi gaya gravitasi. Sesuatu itu dalam fisika disebut gaya tolak magnet. Didalam tabung hampa itu terdapat medan magnet,
Apakah medan magnet itu dan mengapa tetap ada diruangan hampa?
Fisika yang monolistik tak mungkin menjelaskan apa itu medan magnet dan mengapa sanggup menjalar diruang hampa. TM menganut asas dualistik, disamping energi dan body nyata diseluruh alam semesta terdapat energi dan body semu yang tak lain adalah eter.
Eter belum memiliki quanta sehingga belum memiliki massa, tetapi merupakan dipole magnet yang kutubnya belum seimbang. Jika partikel/materi memiliki quanta akibat E= 0 hingga x = y = q, maka eter belum memiliki quanta, karena E# 0, atau x # y. Semakin besar perbedaan x dengan y, maka semakin tinggi nilai E = – x + y. Eter yang terinduksi oleh medan magnet akan berlaku seperti dipole magnet yang telah seimbang. Susunan eter diruang hampa yang terinduksi oleh medan magnet inilah yang sanggup mengangkat gelang magnet.
Peragaan ini lebih dapat divisualisasikan dari pada jika kedua kutub gelang yang tak sejenis berdekatan hingga menimbulkan gaya tarik magnet.
Magnet yang dibawah dapat digantikan dengan electro magnet (kumparan yang dialiri arus searah). Aliran elektron akan menyebabkan medan magnet yang sanggup menganggkat atau menarik gelang magnet.. Jika harus listrik diputuskan, maka medan magnet tak akan segera hilang, sembutuhkan waktu transisi. Hilangnya medan magnet akan menimbulkan medan listrik. I
Jika arus listrik tak ada lagi, rangkaian listrik disambung lagi, tak akan terjadi arus listrik. Jika gelang magnet digerakkan mendekati dan menjauhi kumparan, maka akan terjadi aliran elektron yang membuktikan adanya medan listri akibat perubahan medan magnet. Inilah yang dinamakan interaksi elektro magnet.
Mengapa elektron dapat mengitari proton? Kalau tak memutari proton, elektron akan tertarik oleh gaya tarik listri statis hingga menempel proton lalu “pecahlah” atom menjadi inti atom netral dan elektron netral. Ini tak mungkin terjadi karena elektron tak pernah berhenti berputar mengelilingi proton, juga karena baik elektron maupun proton adalah quanta yang menyatu dengan muatan listrik statis.
Fisika tak akan dapat menjelaskan mengapa elektron terus berputar mengelilingi proton , padahal proton telah mengalami keseimbangan hingga medan magnetnya tetap. Atas dasar interaksi elektro magnet medan magnet yang tak berubah besarnya tak akan membangkitkan medan listrik, hingga seharusnya elektron tak akan mengelilngi proton.
Menurut TM pada setiap atom terdapat eter karena eter terdapat dimana saja, diruangan hampa atau yang telah ditempati oleh materi. Mengapa? Eter belum mengalami keseimbangan prima sehingga belum memiliki quanta (q) Menurut TM eter inilah yang menyebabkan medan magnet berubah dan menimbulkan medan listrik disekitar proton hingga dapat memutar elektron mengelilingi proton.

Kesimpulan: eter memang ada walau fisika tak dapat membuktikan keberadaannya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s