Bagaimana eter berubah menjadi quantum dan bagaimana quantum dapat berubah menjadi eter?

Pertanyaan: Seandainya percobaan gelang magnet dalam ruang hampa yang dilakukan oleh cucu bapak dapat  diterima sebagai bukti ekperimen  tentang adanya eter, maka sanggupkah bapak menjelaskan proses perubahan eter menjadi quantum dan sebaliknya?
Jawaban: Saya akan menjelaskan dengan Teori Minimalis dengan FSM dan Matematika Minimalis.
Menurut TM Universe merupakan sistem tertutup yang jumlah energinya tetap yang berubah adalah hanya jenisnya. Fisika tak mengenal adanya eter sehingga dalam fisika hanya dikenal proses pergantian jenis energi fisika, jadi tak dapat menjelaskan perubahan eter menjadi quantum maupun sebaliknya. Formula Einstein hanya menjelaskan hubungan antara energi fisika dengan massa, yaitu E = mc^2. TM memanfaatkan Formula Supernatural Modern E = – x + y. Dengan formula ini dapat dibedakan antara energi semu dimana x # y sehingga belum menghasilkan quanta atau body dan energi fisika yang merupakan paket quantum fisika. Saat E = 0, yang berarti x = y = q terjadilah quanta. Quanta adalah paket energi fisika, yang merupakan penjumlahan /penggabungan q. Karena masing-masing quantum memiliki E = 0, maka Jumlahnya akan 0.
Jadi penjumlahan quantum (E=0)  akan menghasilkan quanta (E=0)
Saat ini manusia telah sanggup memecah inti atom yang memilki quanta tertentu melalui reaksi nuklir fisi yang dihasilkan  partikel/atom  dengan quanta lebih rendah yang disertai timbulnya energi fisika sesuai dengan formula Einstein E=mc^2, dan gelombang transien yang menghasilkan photon (STW) yang berupa sinar gamma dan gelombang partikel  yang berupa sinar alpa dan sinar beta.
Semua proses fisika telah dipelajari dan diketahui oleh disiplin ilmu nyata.
Seandainya eter diakui keberadaannya, maka harus disusun teori baru untuk menjelaskan perubahan eter menjadi partikel dan sebaliknya. TM hanyalah jendela untuk melihat fenomena alam semesta sedangkan sains dan fisika adalah pintu untuk memasuki Sub Alam Fisika.
Menurut Matematika Minimalis: operator + merupakan penggabungan E atau q, sedangkan operator x (atau titik) merupakan peleburan atau “penyatuan”.
1. Penggabungan dan peleburan quantum fisika.
a.E=0 + E=0 pasti menghasilkan E = 0, ringkasnya 0 + 0 = 0,
b.E=0 x E=0 pasti menghasilkan E=0, ringkasnya 0 x 0 = 0 Ini dapat menjelaskan bahwa quantum tak mungkin  dihilangkan baik dengan proses penggabungan maupun peleburan.
2. Penggabungan dan peleburan eter:
a.E1#0 + E2#0 pasti menghasilkan E3#0, kecuali jika E1 = -E2
b.E#0 x E# 0 pasti menghasilkan E#0, termasuk jika E1 = – E2.
3. Penggabungan dan peleburan eter dan quantum.
a.E=0 + E#0 pasti menghasilkan E#0, ringkasnya 0 + #0 = #0
b.E=0 x E#0 pasti menghasilkan E=0, ringkasnya 0 X #0 =  0
Keterangan:
Proses 2.a  dimana E#0 + E#0 dapat menghasilkan E=0 dijelaskan dengan Teori Revolusi Som Wyn yang dapat menjelaskan bahwa manusia bukannya turunan kera maupun turunan sepasang manusia. Manusia adalah hasil revolusi alam semesta.
Proses 3 b dapat dijelaskan dengan Teori Quantum Eterik, yang dapat digunakan untuk menjelaskan  terjadinya graviton yang menyebabkan gaya tarik gravitasi dan menjelaskan mengapa elektron mengelingi proton (tak tertarik dan menempel sesuai dengan gaya tarik listrik statis).

Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja gampang maido sing durung kok ngerteni. Thinking berfore believing is the way to reality.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s