Bagaimqana terjadinya gaya gravitasi?

Pertanyaan: Penjelasan bapak tentang gaya magnet, gaya listrik statis, interaksi elektro magnet dan pelemahan ECW (gelombang elektro magnet) sangat gamblang. Dapatkah bapak menjelaskan tentang gaya gravitasi? Ekperiment apa yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan gaya garvitasi?
Jawaban: Terima kasih atas perhatian ananda pada gagasan saya, saya yakin anda pasti seorang yang menguasai fisika yang berasas monolistik. Sebelum dapat menerima penjelasan saya tentang terjadinya gaya gravitasi terlebih dulu ananda  membuka jendela untuk melihat fenomena universe melalui Teori Minimalis, namun sebaiknya jangan “meninggalkan disiplin ilmu fisika” ananda sebab sebenarnya keduanya saling melengkapi. TM hanyalah jendela untuk mengamati fenomena univertse  sedangkan fisika adalah pintu untuk mengekplorasi dan mengexploitasi universe. Jika ananda sanggup memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan, berarti anda memanfatkan   konsep monolistik dan dualistik sesuai dengan kebutuhan, bukan mencampur adukkan.
Saya akan mencoba menjelaskan terjadinya gaya gravitasi dengan “mengasumsikan” eter memang benar-benar terdapat diseluruh universe. Dalam setiap ruang yang ditempati partikel (quanta) pasti terdapat eter, termasuk  yang ditempati quantum.
Dalam fisika terjadi perubahan fasa: padat, cair dan gas. Apa yang akan terjadi jika partikel ditekan, atau “dimampatkan”? Partikel volumenya mengecil dan tekanannya membesar.
Dalam fisika juga dikenal adanya penguapan yang diakibatkan tekanan disekitarnya jauh lebih kecil dari tekanan antar molekul molekul..
Kita ambil contoh Black hole yang kepadatan massanya sangat tinggi, tekanan disekitarnya jauh lebih kecil, maka tak akan mengerankan jika benda  yang bertekanan massa sangat tinggi terjadi proses sejenis “penguapan” sebagai penguapan  kapur barus.
Jadi Black hole setiap saat “menelan” partikel yang berada dalam jangkaun gaya gravitasinya, tetapi dia juga melepaskan partikel dasar atau elementer clear energy, yang berupa quantum.
Quantum memilki E=0, sedangkan eter memiliki E#0.Baik eter dan quantum memiliki kutub magnet , maka keduanya akan saling mempengaruhi atas dasar induksi magnet. Inilah dasar dari Elementer Clear Wave yang terjadi akibat keduanya memiliki kutub magnet.
ECW memiliki komponen quantum (E=0) dan komponen eter (E#0).
Fisika bersifat nomolistik, sehingga tak mungkin menemukan eter, sebagai yang dilakukan oleh Einstein,tetapi bukan berarti eter tak terdapat diseluruh universe.
Kalau ananda meyakini adanya eter melalui proses berfikir, bukan meyakini atas dasar suatu dogma keyakinan, maka anda dengan mudah akan menerima adanya Elementer Clear Wave yang terjadi dari pulsa E=0 dan E#0. Pulsa ini merupakan gelombang longitudinal sebagai gelombang suara akibat pemadatan dan perenggangan udara.
Dengan menggunakan Matematika Minimalis, maka E=0 + E#0 = E # 0.
Jika dua ECW bertemu dan berinteraksi akan menghasilkan  graviton yang kemudian berubah menjadi eter karena  menurut Matematika Minimalis E = 0 + E#0 pasti menghasilkan E#0 jika berinteraksi. Lain halnya E=0 x E#0 pasti menghasilkan E=0. Menurut TM + adalah operator keseimbangan, sedangkan x atau titik (.) merupakan operator penyatuan.
Harus dibedakan antara proses keseimbangan (  operatornya + )  dan proses penyatuan  menjadi paket (operatornya  x).
Atas dasar itu  elementer energy fisika yang monolistik yang dikenal sebagai  paket quantum  berbeda dengan  elementer energy TM  yang dualistik  yang berupa paket quantum dan eter ( q X e atau q.e atau qe). Keduanya memilik E = 0 sebab  E#0 x E=0 pasti E=0.
Interaki penyatuan  dua quantum fisika E=0 x E = 0 akan menghasilkan E=0, demikian halnya prose penyatuannya E=0 + E=0 hasilnya juga E=0. Jadi dua quantum fisika akan selelu memiliki E=0 jika ditambahkan maupun diperkalikan.
Lain halnya penyatuan elementer energi TM yang dualistik  masing-masing memiliki komponen E=0 dan E#0, penyatuannya menghasilkan E=0 X E# 0 menghasilkan E=0 yang berupa graviton, tetapi pada proses selanjutnya, yaitu proses keseimbangan akan menghasilkan E#0, karena elementer energi dualistik memiliki komponen E=0 (quantum fisika) dan E#0 (eter).
Perubahan graviton menjadi eter akan menyebabkan kekosongan ruang hingga menimbulkan tekanan negatip yang terasa sebagai gaya tarik menarik antara massa atau gaya gravitasi.

Pesan saya: Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja maido sing durung kok ngerteni, Thinking before believing is the way to reality.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s