Eter adalah dipole yang belum dalam keadaan keseimbangan prima, elektron dan positron telah mengalami keseimbangan prima.

Pertanyaan: Apakah anda sependapat dengan Einstein yang menyatakan bahwa eter itu tak ada? Jika anda tak sependapat dengan ilmuwan genius ini , yang artinya anda yakin bahwa eter itu memang ada, tentunya anda dapat menginformasikan kepada saya (dan yang memerlukan informasi mengenai eter) dan membuktikan tentang keberadaannya.
Jawaban: Eintein itu seorang fisikawan, menurut saya dia tak menyatakan bahwa eter itu tak ada melainkan dalam eksperimennya dia tak dapat menemukan adanya eter. Jadi jika saya meyakini adanya eter itu tak bertentangan dengan “pendapatnya”. Sebagai seorang ilmuwan dia harus dapat membuktikan tentang keberadaan eter, dia tak berhasil menemukan dalam ekperimennya, bukan menyatakan bahwa eter tidak ada.
Saya bukan ilmuwan, tetapi saya meyakini adanya eter atas dasar berfikir, bukan atas dasar dogma sesuatu keyakinan atas dasar logika keyakinan. Saya menggunakan logika fikir hingga saya meyakini adanya eter.
Ini fenomena yang membuat saya meyakini adanya eter:
1. Cahaya, medan magnet dan medan listrik sanggup menjalar diruang hampa (maupun beberapa media fisika).
2. Alam semesta dapat “terhubung” sehingga dapat menjadi cosmos, bukan chaos,ini membutuhkan setiap titik dalam alam semesta harus saling terhubung hingga tertata rapi.

Saya menunjukkan kepada pembantu dan cucu saya suatu fenomena yang sangat sederhana:
Sebuah gelang megnet  (A) bekas speaker saya letakkan dimeja dan  saya jepit dengan empat lidi dibagian tepi luarnya nya sehinga gelang magnet tak dapat bergeser/bergerak terhadap meja kayu. Sebatang lidi panjang saya tancapkan dititik pusat lingkaran magnet A.
Magnet B yang ukurannya sama dengan magnet A saya letakkan diatas magnet A.
Saat kutub Utara  gelang  magnet B  berdekatan dengan kutup Selatan magnet A maka keduanya saling menarik hingga magnet A dan B saling melekat. Hal ini tak mengherankan bagi semua yang menyaksikan karena sudah terbiaya dua gelang apa saja atau benda yang memiliki berat/massa  jika diletakkan tersusun akan terasa saling menarik akibat adanya gaya gravitasi.
Saat gelang magnet  B saya balik, sehingga kutub utaranya dekat dengan kutub utara gelang magnet A, maka terjadilah “keajaiban”. Pembantu saya menganggap saya melakukan sihir, sedangkan cucu-cucu saya meminta saya menjelaskan fenomena ajaib itu.
Cucu saya yang sekolah di USA klas sembilan, Arif Wicaksana Prabawa, yang belum pernah menyaksikan “atraksi itu”  jika kembali ke negara  yang tehnologinya sangat canggih itu akan mempertontonkan “atraksi” sepele itu kepada teman-teman dan gurunya. Mungkin saja menjadi bahan tertawaan atau olok-olok, tetapi dia akan bertanya kepada gurunya mengapa gaya  tolak magnet jauh lebih kuat dari gaya tarik massa/gravitasi  sehingga sanggup mengangkat gelang magnet yang cukup berat. Mengapa massa hanya memiliki gaya tarik sedangkan magnet disamping gaya tarik sanggup menghasiklan gaya tolak.
Saya titip pesan: Sebaiknya kedua magnet itu diletakkan dalam tabung, lalu udara dipompa keluar  hingga  mendekati hampa udara lalu didiperhatikan jarak kedua gelang magnet itu tetap atau berubah.
Kalau ada yang bertanya apa maksud tontonan itu, jawablah bahwa itu bukti adanya eter menurut Teori Minimalis gagasan kakeknya. Apakah Einstein telah melakukan ekperimen gelang magnet?
Jika mereka tertarik: suruhlah mereka menakses ibnusomowiyono lewat mesin pencari google.

6 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 5, ’10, edited on Oct 6, ’10
Monopole weber x dan y bagaikan memiliki “kelamin” jantan dan betina. Bayi perempuan akan tubuh menjadi gadis,perempuan dewasa sesuai dengan perubahan waktu. Bayi lelaki akan jumbuh jadi priya dewasa.
Variable x akan berubah ubah sendiri membesar sesuai dengan hukum supernatural, demikian juga y. Hukum natural lain, x dan y memiliki sifat natural, yang sejenis justru saling menolak, yang tak sejenis saling menarik. Daya tarik antara x dengan y dan daya tolak dari x dgn x atau y dgn y disebut daya (bukan gaya) magnetisme, sesuai dengan hukum fisika yang natural yang dapat terakses oleh panca indra, sedangkan penambahan/perubahan variable x dan y yang “bertentangan” dengan yang dapat terakses lewat panca indra bersifat super natural ,ini menuruti versi minimalis yang belum menyertakan dimensi ruang sehingga belum menyertakan adanya gaya tarik dan gaya tolak yang berdimensi ruang.. Menurut fisika dan Quantum Teori kutub magnet sejenis akan saling menolak sedangkan yang tak sejenis akan saling saling menarik yang berujud gaya (vektor).
Jika x dan y membentuk suatu ikatan terjadilah dipole. Jadi dipole terjadi akibat adanya daya tarik magnitisme. Dipole yang belum mengalami keseimbangan prima E#0 tak memiliki massa karena x # y maka tak memiliki nilai q. Baru setelah mengalami kondisi x=y atau E=0 terjadilag q (quanta atau quantum). Quantum dan quanta telah memiliki massa hingga membutuhkan ruangan (nyata) dan mengenal adanya gaya tarik dan gaya tolak. Eter belum membutuhkan ruangan, tetapi eter adalah sebuah dipole yang memiliki kutub utara dan kutub selatan (x dan y) sehingga disamping bersifat super natural (bagian yang belum mengalami kesimbangan prima) telah memiliki sifat natural ( pada bagian yang telah seimbang).
Menurut TM saat E#0 terjadilah energi semu atau body semu yang tak lain adalah eter. Karena eter merupakan fenomena semu maka tak mungkin terdeteksi oleh pancaindra atau peralatan fisika. Ini telah terbukti, seorang genius seklas Einstein tak dapat menemukan eter. Disisi lain nenek moyang kita yang masih sangat primitif telah mengenal eter atas dasar logika keyakinan.

Saya akan mencoba menjelaskan adanya eter atas dasar para logika.
Photon adalah hasil interaksi antara x dan y. Diruang hampa photon hanya “berumur” sangat pendek, diantaranya terjadi pada fenomena cahaya, saat E=0. Diruang bermateri photon berinteraksi dengan elektron dan partikel lain, baik dalam bentuk sub atomik maupun yang lebih besar quantanya, hingga sanggup meningkatkan quanta bahkan merubah clear body/clear energy menjadi bio body dan bio energy. Organisme terbentuk dari clear body dan symetrical trans wave. Tanpa adanya cahaya tak mungkin terjadi organisme.
Electron, positron,inti atom, atom dan semua yang telah memiliki massa dan membutuhkan ruangan adalah clear body yang memiliki quanta. Menurut TM clear body hanya akan stabil jika quantanya terdiri dari bilangan bulat dan pecahan. Bilangan bulat menunjukkan body sedangkan pecahan adalah energy. Bilangan bulat dapat genap dan pecahan.
Menurut TM electron memiliki quanta ganjil hingga bersifat negatif sedangkan positron memiliki quanta genap hingga bersifat positip. Inti atom terjadi dari pasangan positif dan negatif yang jumlah nya seimbang hingga bersifat netral disamping kelenihan positron yang menjadikan inti atom bersifat positip. Atom netral memiliki muatan positif dan negatif yang sama sehingga tetap mengalami keseimbangan prima. Daya tarik menarik antara muatan positif (quanta genap) dan muatan negatip (quanta ganjil) merupakan daya tarik menarik listrik (bukan daya tarik magnet seperti antara x dan y.) Pada clear body telah dikenal dimensi massa dan ruangan sehingga disamping daya dan energi dikenal adanya gaya dan tekanan.
Gaya tarik menarik magnet terjadi antara x dan y sedangkan gaya tarik menarik listrik merupan gaya tarik antara quanta genap(positif) dan guanta ganjil (negatif). Karena clear body memiliki massa maka ada gaya tarik menarik antara quanta (massa).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 6, ’10
Atom terjadi dari inti atom yang terdiri dari neutron yang netral (penyatuan quanta genap dan quanta ganjil yang seimbang) dan positron yang yang memiliki quanta genap. Agar atom tetap seimbang maka harus terdapat elektron yang memiliki quanta ganjil mengelilingi proton. Atom netral terjadi dari penyatuan quanta ganjil (negatip) dan quanta genap (positif) yang seimbang. Jika kelebihan elektron maka atom akan berquanta ganjil hingga bermuatan negatip dan jika kekurangan elektron atom akan berkuanta genap sehingga bermuatan positif.
Semua bagian dari atom adalah partikel sub atomik (quanta atau quantum) yang merupakan clear body, sehingga atom netral maupun yang bermuatan listrik tetap merupakan clear body yang dapat terakses oleh panca indra maupun peralatan fisika.
Eter merupakan body atau energi transien yang belum mengalami kesimbangan prima sehingga tak mungkin terdeteksi oleh pancaindra atau peralatan fisika. Tetapi eter adalah sebuah dipole yang memiliki kutub x dan y akibat fenomena natural (tarik menarik antara x dan y tetapi belum dalam keadaan keseimbangan prima sehingga bersifat semu. Sebagai halnya cahaya eter memiliki sifat ambigus, satu sisi belum memiliki massa, disisi lain telah mengenal gaya tarik dan gaya tolak ,karena memiliki kutub selatan (x) dan kutub utara (y). Jadi walau belum memiliki massa eter telah mengenal gaya tarik dan gaya tolak.
Eter memiliki variable x dan y berbeda besarnya, jika x > y maka akan bersifat irrasional, sedangkan jika y>x akan bersifat rasiional. Semakin nilai x mendekati y eter akan mendekati pra clear energy atau pra cleat body sehingga sifat naturalnya semakin menonjol, namun sebelum mengalami keseimbangan prima eter tak mungkin memiliki quantum maupun quanta, sebab q hanya mungkin terjadi saat x=y=q atau E=0.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 6, ’10
Cucu saya mengkritisi FSM: Menurut akung setiap materi yang bermassa x=y=q sehingga E=0. Mengapa magnet permanent tetap memancarkan medan magnet. Medan magnet memiliki energi, buktinya dapat menarik kutub magnet yang berlainan dan menolak kutub magnet sama. Apakah benda yang E nya = 0 memiliki energi untuk dipancarkan keluar?
Saya jelaskan bahwa E=0 bukan berarti tak memiliki energi melainkan energinya berupa energi fisika yang nyata, yang justru dapat terdeteksi oleh pancaindra dan peralatan fisik. Karena telah mengalami kesimbangan prima hingga memiliki massa maka energi fisika dapat menimbulkan gaya yang berdimensi ruang dan massa disamping dimensi waktu.
Lain halnya jika E#0 maka yang terjadi adalah energi semu yang hanya berdimensi waktu. Eter memiliki E#0 sehingga tak dapat terdeteksi oleh pancaindra, bahkan saat ini belum ada peralatan fisika yang sanggup mendeteksi eter. Namun suatu saat eterpun akan dapat terdeteksi jika manusia sanggup membuat peralatan dengan memanfaatkan kemampuan para logika ,bukan sekedar logika yang terkotak-kotak menjadi logika keyakinan, logika fakir dan logika nyata, melainkan menyatu membentuk sebuah spectrum logika untuk mengolah seluruh energi yang tersedia di universe. Dunia maya adalah jembatan untuk memasuki Sub Alam Transien.
Atom memiliki komponen nyata: proton yang terjadi dari neutron dan positron yang dikelilingi oleh electron, sehingga dapat terdeteksi oleh peralatan fisik murni yang telah dikuasai oleh manusia lewat kecanggihan tehnologi saat ini. Eter adalah energi/body semu yang merupakan bagian dari Sub Alam Transien, sehingga hanya mungkin terdeteksi oleh peralatan fisika yang dibuat setelah manusia mempelajari trans energi serta trans body dan menguasai “tehnologi” spiritual ilmiah.
Saya akan menjelaskan fenomena medan magnet menurut versi TM.
Setiap atom akan memancarkan medan magnet karena electron yang berquanta ganjil mengelilingi proton yang berkuanta genap. Medan magnet inilah yang sanggup mempertahankan sebuah atom hingga tak pecah. Kalau elektron berhenti berputar , maka medan magnet atom akan hilang, namun hilangnya medan magnet akan dihalangi oleh timbulnya medan listrik yang menggerakkan putaran electron.
Sebuah atom yang kekurangan quanta ganjil (electron) akan bermuatan listrik positip, sedangkan jika kelebihan muatan genap akan bermuatan listrik. Muatan listrik yang sama akan saling tolak menolak, yang tak sama akan saling tarik menarik. Elektron dapat tetap berputar pada orbitnya berkat adanya gaya tarik menarik listrik (bukan gaya taris menarik magnet sebagai yang membentuk neutron.).
Medan magnet atom dapat menginduksi kutub magnet utara (y) maupun kutub magnet selatan (x) atas dasar kutub yang sama saling menolak dan yang tak sama akan saling menarik, ini merupakan dasar dari terjadinya dipole magnet. Tanpa hukum magnetisme tak mungkin terjadi dipole ( penyatuan x dan y).
Karena eter memiliki kutub x dan y (dalam kondisi belum mengalami keseimbangan prima), maka eterpun dapat dipengaruhi oleh medan magnet. Jadi induksi magnet bukan hanya terjadi pada atom yang telah mengalami keseimbangan prima tetapi juga berlaku bagi eter yang belum mengalami keseimbangan prima.
Medan magnet dapat menjalar baik diruangan yang telah terisi materi maupun yang kosong (belum terisi oleh materi).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 7, ’10, edited on Oct 8, ’10
Untuk mempelajari Sub Alam transient, dimana terdapat body dan energi transient, misalnya: proses kesinambungan/penyimpanan dan pemindahan informasi dengan memanfaatkan energi dan body transien, eter, spirit, astral body dll fenomena non fisik yang semua memiliki E#0 , seseorang harus memiliki kemampuan para logika positip. Mereka yang memiliki kemampuan para logika negative sebaiknya jangan mempelajari ilmu yang merupakan transisi dari yang nyata menuju yang semu.
Sub alam transient jauh lebih rumit dari sub alam fisika, alam metafisika, bahkan sub alam gaib. Fisika hanya mempelajari fenomena E=0, metafisika hanya mempelajari E=y, ilmu gaib hanya mempelajari E=-x, sedangkan spiritual ilmiah mempelajari spectrum E ( keseimbangan energi ) yang meliputi : – tak berhingga< E < + tak berhingga, misalnya E= – 1 juta, E= 0,0001, E= + 5, sehingga kita dapat membedakan antara yang semu dan yang nyata, yang rasionil dan yang irrasionil, dapat membedakan antara yang valid dan yang invalid.
Namun untuk sekedar tahu, TM menyatakan bahwa setiap sub alam semesta memiliki perbedaan dan persamaan dan semuanya berada dalam ruang yang sama, yaitu universe dan dikuasai oleh dimensi waktu.. Universe merupakan suatu system tertutup sehingga jumlah energinya adalah tetap yang berubah hanyalah bentuknya, energi dapat berubah dari bentuk yang satu kebentuk yang lain sesuai dengan perubahan waktu, sehingga terdapat hubungan erat antara jenis energi yang satu dengan yang lain.

Atom dan eter miliki persamaan, keduanya memiliki factor x dan factor y dan memenuhi Formula Supernatural E= -x + y. Keduanya tak mengandung factor z sebagai mana living organisme maupun spirit.
Perbedaan antara atom dan eter :
a. Atom telah mengalami keseimbangan prima. Karena E=0, maka atom memiliki quanta atau quantum sebagai akibat x=y=q. Atom memiliki massa sehingga memerlukan ruangan nyata.
b. Eter belum mengalami keseimbangan prima. Karena E#0 maka eter tak memiliki massa atau quanta sehingga tak membutuhkan ruang (nyata).
Persamaan antara atom dan eter:
Baik atom maupun eter merupakan dipole, bukan lagi monopole sehingga telah terjadi interaksi antara factor x dan factor y dan memiliki sifat alami: factor yang sejenis akan saling tolak menolak dan yang tak sejenis saling tarik menarik. Interaksi ini disebut interaksi magnetic.
Baik atom maupun eter memiliki body dan energy. Atom yang memiliki quanta genap akan bermuatan positip dan quanta ganjil bermuatan negative sedang eter mimiliki factor genap yang bermuatan positip dan factor ganjil yang bermuatan negatip. Jenis muatan listrik eter ditentukan oleh factor dominant, jika x > y maka yang menentukan muatan listrik adalah x, jika y> x maka yang menentukan muatan listriknya adalah y.
Muatan listrik yang sejenis akan saling tolak menolak yang tak sejenis akan saling tarik menarik. Interaksi ini disebut interaksi listrik statis.
Interaksi listrik statis ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa medan listrik dapat menjalar diruangan kosong (hampa materi).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 7, ’10
Electron akan bergerak dari potensial negatip menuju ke poternsial positip, demikian juga eter negatip akan bergerak dari potensial negatip menuju kepotensial positip.
Jika electron bergerak diruangan hampa maka jalur yang dilaluinya akan menjadi ruang nyata sedangkan eter tak akan menjadikan jalur yang dilaluinya menjadi ruang nyata karena eter bukanlah energi atau body nyata.
Medan listrik adalah aliran eter negatip dari potensial rendah kepotensial yang lebih. tinggi. Aliran eter diruangan hampa maupun diruangan nyata “merupakan” pembawa electron. Aliran elektron diruang hampa tak mengalami hambatan seperti elektron yang “mengalir” dimedia fisik, misalnya penghantar.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 8, ’10
Teori Minimalis menginformasikan bahwa universe (alam semesta) : terisi berbagai jenis energi yang terisolasi dalam sebuah system tertutup sehingga energi tak mungkin keluar dari alam semesta). Konsekwensinya jumlah energi dalam alam semesta adalah tetap, yang berubah adalah bentuknya).
Semua energi dalam universe berbaur menjadi satu, tak ada batasnya, tetapi masing-masing memiliki sifat yang berbeda namun harus memenuhi Formula Supernatural Modern (FSM) E = – x + y.
X adalah energi gaib yang dalam TM dinamakan Bright energy yang tak lain adalah kutub selatan magnet, sedangkan y adalah energi metafisika yang dalam TM dinamakan Dark energy yang tak lain adalah kutub utara magnet..
E adalah keseimbangan energy, merupakan hasil perhitungan dari x dan y menurut FSM.
Jika hasil perhitungan diruas kanan = harga keseimbangan (E), maka dikatakan perhitungan valid, memenuhi FSM, menunjukkan bahwa pasangan x dan y adalah energy, sedang jika hasil perhitungan tak sama maka pasangan x dan y bukanlah energy.
Teori Minimalis Plus melengkapi TM, jika ternyata hasil perhitungan tak sesuai dengan FSM, maka pasangan x dan y dinamakan Zeros (z) Jadi z # -x + y adalah bukan energi sehingga dapat keluar masuk alam semesta tanpa membuat perubahan jumlah energy dalam universe..
00#0, 0#00 adalah satu contoh z, sebab 0 # -0 + #0 atau 0 # – #0 + 0.
Lain halnya: #0#0#0 dapat memenuhi FSM E= -x + y maupun z # -x +y.
#0#0#0 yang memenuhui FSM adalah valid sehingga merupakan energy sedangkan yang tak memenuhi FSM adalah tak valid sehingga bukannya energy.
+5-10+15 adalah valid dan merupakan kode minimalis trans energy, sedangkan -5-10+15 invalid sehingga bukan energy karena bukan merupakan kode minimalis energy.
Eter adalah energy transient sehingga kode minimalisnya memenuhi FSM. Lain halnya soul,nyawa atau roh termasuk dalam z.
Spirit terjadi dari astral body dan soul sebagai halnya living organisme terdiri dari organisme dan spirit (reincarnated body) atau organisme dgn soul (white blank body.
Jadi eter berbeda dengan spirit, eter adalah pembentuk astral body, sebagaimana
halnya atom adalah pembentuk materi. Materi dan STW membentuk organisme. Organisme dan soul atau spirit membentuk living organisme, diantaranya adalah manusia.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s