Kalau tak terjadi penambahan bahan bakar hidrogin matahari akan lebih cepat padam

Pertanyaan: Jadi menurut eyang matahari tak akan padam. Dalam pelajaran fisika dan astronomi dikatakan suatu saat matahari akan padam karena kehabisan bahan bakar hidrogen,  Matahari akan menjadi bintang katai putih karena massanya tidak cukup besar untuk menjadi blackhole.
Mana yang benar, teori TM eyang atau teori fisika dan astronomi?
Jawaban: Eyang tak pernayh  menyatakan matahari tak akan padam, itulah sebabnya eyang menyatakan matahari mungkin akan padam karena kehabisan bahan bakar hidrogen, tetapi menurut TM sepasang eter yang komplementer dapat menghasilkan hidrogin atau partikel lainnya yang berquanta lebih tinggi. Silakan cucu baca Teori Revolusi Som Wyn.
Karena eter terdapat diseluruh alam semesta maka mungkin sekali dimanapun dan kapanpun terjadi “hidrogen baru” dari proses komplementer eter dengan faktor rendah,  termasuk di matahari.
Cucu seharusnya tak menafsirkan bahwa matahari tak akan pernah padam, melainkan dengan penambahan bahan bakar hidrogen dari Sub Alam Transien, matahari dapat lebih lama bersinar. Andai kata tak mendapat pasokan hidrogen dari Sub Alam Transien mungkin sekali matahari telah padam dan kini telah menjadi bintang katai putih. Bukankah cucu bertanya mengapa matahari dapat bersinar dalam waktu yang sangat lama? Nah eyang perlu membuat teori yang dapat menjelaskan mengapa matahari bersinar dalam kurun waktu yang sangat lama, tapi bukan menyatakan matahari tak dapat padam.
Ini sekedar konsep TM.
1.Tuhan YME bukan sekedar Pencipta, melainkan juga Perencana Agung. Dia memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk berkembang sesuai dengan hukum yang mengaturnya, yaitu Hukum Ekologi Universe.
2. Sub Alam Gaib bagaikan “pabrik” penyedia monopol weber dengan berbagai faktor x.
3. Sub Alam Metafisika menyediakan  monople weber dengan berbagai faktor y.
4. Sub Alam Transien dengan bahan dari Sub Alam Gaib dan Sub Alam Metafisika menyediakan eter dan partikel/materi
5. Sub Alam Fisika memanfaatkan berbagai energi yang disediakan oleh Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika dan Sub Alam Transien.
6. Sub Alam Biologi dengan biosferanya membentuk organisme dari materi dan STW.
7.Seluruh universe dikuasai oleh dimensi waktu , waktu bermanfaat untuk terjadinya perubahan, namun ada hukum yang mengaturnya secara menyeluruh, disamping mengatur bagian demi bagian.
Cucu jangan menganggap eyang tak mempercayai adanya Alam Abadi, sebab justru eyang membuat teori yang menyatakan bahwa universe adalah “bagian” dari alam abadi yang telah dikuasai oleh dimensi waktu, jadi eyang yakin bahwa Alam Abadi tetap ada, bukan seluruhnya berubah menjadi Alam Semesta. Setelah Bigbang Alam Transien tetap “memproduksi” eter dan  matter, alam gaib dan alam metafisika tak terusik oleh fenomena Bigbang, demikian juga alam abadi tetap abadi.

Pesan eyang: Aja gumunan lan gampang percaya ning ya aja gampang maido apa sing durung kok ngerteni. Thinking before believing is the way to reality, believe without thinking is the way to heaven.

3 CommentsChronological   Reverse   Threaded

vapourrain
vapourrain wrote on Oct 23, ’10
wah kalimat terakhir saya suka pak.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 12
Komplementasi ateric dapat menghasilkan quantum maupun quanta. Eteric tak membutuhkan ruang nyata sedangkan quantum dan quanta membutuhkan ruangan nyata. Terbentuknya quantum atau quanta akibat terjadinya proses komplementasi eteric dapat menyebabkan kejutan cukup besar (tak sebesar bigbang) maupun kejutan kecil ( lebih besar dari terjadinya photon)
Hydron (Ion Hydrogen) memiliki quanta paling kecil diantara inti atom lainnya, sehingga dapat terjadi dimana saja dan kapan saja diseluruh alam semesta tanpa menimbulkan goncangan (kejutan), Jika ini memang benar, maka alam semesta tak akan kehabisan hydrogen, termasuk matahari, Jika manusia sanggup “memproduksi hydrogen” dari eter atas dasar komplementasi eteric, maka kita tak usah khawatir kehabisan bahan bakar reaktor nuklir fusi yang tak menimbulkan polusi. ]Jika Tuhan YME mengizinkan, karena manusia gigih berusaha dan berani menanggung risikonya,tak mustahil manusia sanggup membuat hydrogen.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 12
Menurut TM medan magnet tak lain adalah eter. Kalau begitu……………harapan masa depan dapat dibuat hydrogen dari medan magnet.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s