Lebih cepat mana cahaya gaib dengan gelombang fikiran?

Pertanyaan: Menurut anda ada cahaya dan gelombang yang kecepatannya melebihi STW (c), misalnya cahaya gaib dan gelombang fikiran. Atas dasar apa anda menyatakan adanya cahaya gaib dan gelombang metafisika serta ATW (asymmetrical trans wave) yang kecepatannnya merlebihi c? Gelombang mana yang paling cepat?
Jawaban: Atas dasar Teori Minimalis. Silakan baca/pelajari tulisan-tulisan saya yang menyatakan bahwa ciptaan Tuhan YME bukan sekedar materi. Alam semesta ini tiada yang kosong, semua terisi energi. Secara garis besar ada dua jenis energi: Energi nyata (E=0) dan energi semu (E#0). Energi nyata terjadi dari keseimbangan prima dari dipole Weber dimana x=y=q, sedangkan energi semu meliputi:
a. energi gaib dimana y= 0, hingga E=-x
b. energi transien x>0, y>0 hingga memungkinkan E>0 saat x<y dan E<0 saat x>y
c. Energi fikiran atau energi metafisika dimana x=0 sehingga E=y
Menurut TM: Energi yang variablenya berganti bentuk/jenis atau intensitasnya dengan cepat dan periodik akan menyebabkan wave (gelombang). Jadi gelombang adalah merupakan fungsi waktu.
Menurut TM  STW menimbulkan photon karena osilasainya melewati keseimbangan prima E=0. Timbulnya photon inilah yang membatasi kecepatan STW diruang hampa, bahkan diruangan yang terisi materi kecepatannya lebih rendah lagi.
Lain halnya ATW berosilasi pada titik yang bukan 0, misalnya E=1, E= 6, E= -1…………Semuanya tak pernah mengalami fase E=0 hingga tak menimbulkan photon. Karena tak menimbulkan foton maka kecepatan ATW dapat melebih c. Semakin mendekati keseimbangan prima (x mendekati y) maka kecepatannya semakin mendekati c. Semakin nilai x dan y berbeda jauh semakin tinggi kecepatan ATW.
Atas dasar ini, maka pada saat x=0 hingga E=y (gelombang metafisik) atau y=0 atau E=-x (cahaya gaib) maka kecepatannya hanya ditentukan oleh besarnya x atau y. Jika x>y maka kecepatan cahaya gaib lebih tinggi dari gelombang fikiran, sebaliknya jika x<y maka kecepatan gelombang fikiran lebih tinggi dari cahaya gaib.
Makluk  primitif nilai x jauh lebih besar dari y sehingga makluk ini  lebih dikuasai oleh sesuatu yang gaib, pada saat manusia menjadi cerdas, maka y akan menjadi lebih tinggi dari x, sehingga manusia lebih dikuaasi oleh gelombang metafisika. Disamping energi biologi dan energi fisika living organisme membutuhkan berbagai jenis energi lainnya. Lain halnya spirit, hanya membutuhkan trans energy.
Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja gampang maido. Believe it or not. Please thingking before believing.
5 CommentsChronological   Reverse   Threaded

tough2slf
tough2slf wrote on Aug 23, ’10
Biasanya “gaib” muncul bilamana “gejala” tidak diketahui/dipahami koq bisa dibahas …?

tough2slf
tough2slf wrote on Aug 23, ’10
Biasanya “gaib” muncul bilamana “gejala” tidak diketahui/dipahami koq bisa dibahas …?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 23, ’10, edited on Aug 23, ’10
Sekali lagi TM bukannya agama maupun saint, melainkan informasi. Dalam sistem informatika kita boleh membahas apa saja yang masih valid, yaitu memenuhi FSM, ruas kiri = hasil perhitungan dari ruas kanan. Membahas yang invalidpun tak ada yang melarangnya, tetapi toh tak mungkin terjangkau oleh kemampuan fikiran, pancaindra,paralogika, bahkan lewat keyakinan..
Energi gaib adalah energi yang sangat bermanfaat untuk memperoleh keyakinan tanpa lewat bukti nyata (kesaksian pancaindra) maupun lewat fikiran dan disiplin ilmu nyata. Tanpa dapat mengakses energi gaib lewat barthin, manusia tak mungkin mengakses sub alam gaib, apalagi alam abadi.
Saat ini manusia beranggapan yang gaib itu tak mungkin difahami karena tak dapat difikirkan atau disaksikan lewat pancaindra. Dahulu banyak yang tak terakses oleh fikiran (karena fikiran manusia belum berkembang) dan pancaindra (karena belum ditemukan alat-alat bantu fisika, misalnya mikroskup) namun manusia sanggup bermimpi,berangan-angan, meyakini sesuatu yang tak diketahui dan difahami sebab manusia dikaruniai kemampuan bathin dan paralogika. Apa yang dianggap gaib oleh nenek moyang kita, ternyata kini bukan lagi gaib, misalnya : lelembut/”virus”, suara yang terdengar tanpa adanya ujud yang sesungguhnya, benda melayang/terbang diangkasa…………dll. Fenomena itu kini dimasukkan dalam fenomena virtuil (maya). Kalau orang bersikap apriori “melarang” mendiskusikan sesuatu yang tak nyata atau gaib karena beranggapan tak mungkin diujudkan,., maka peradaban manusia tak akan berkembang lebih maju.
Kalau kita ingin menjadi makluk cerdas yang tidak setengah-setengah atau konyol, hingga terjebak dalam materialisme maupun dogmanisme, maka kita harus sanggup memanfaatkan seluruh energi yang tersedia dialam semesta. Energi gaib masih dikuasai oleh dimensi waktu, jadi masih merupakan bagian dari alam semesta yang bersifat fana,bukan abadi. Secara minimalis (FSM) dikatakan masih valid dan terakses oleh kemampuan manusia.
Ilmu kebathinan sering kali dicemoohkan, bahkan dianggap sesat, padahal yang mencemoohkan itu tak mengerti apa itu ilmu kebathinan yang membicarakan sesuatu yang gaib. Yang mampu berolah bathin itu bukan hanya mereka yang sanggup memimpin umatnya, melainkan setiap umat dalam skala terbatas masih mungkin berolah bathin sebagaimana Tuhan YME memberikan kemampuan untuk berolah fikir dan berusaha mewujudkan “angan-angan”/obsesinya.
Olah bathin tak kalah pentingnya dengan olah fikir untuk mewujudkan cita-citanya lewat usaha nyata.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 23, ’10
Fisika tak mengenal adanya monopole, tetapi bukan berarti monopole itu tak ada di alam semesta. Dalam kenyataan dipole magnet memang ada, tetapi selalu dalam keadaan sama antara kutub utara dan kutub selatannya. Saat ini monopole dianggap sebagi sesuatu yang gaib, bahkan dipole yang belum seimbang dianggap tak ada ( alias pepesan kosong).
Semua yang terjadi pasti termasuk dalam rencana Tuhan YME, atau paling tidak diizinkan oleh Nya. Jika ada seorang menggagas sesuatu yang belum ada bahkan dipandang tak mungkin ada , maka mungkin dianggap berbahaya bagi kemapanan. Dalam sejarah peradaban manusia, banyak orang yang menggagas sesuatu yang dianggap nyleneh hingga membahayakan otoritas penguasa akan segera dilenyapkan dengan berbagai cara, misalnya Nicolai Copornikus, Galelio……………….
Saya tak mensejajarkan diri saya dengan mereka, sebab kondisi saat ini sangat berbeda dengan saat itu. Andai kata saat ini masih berlaku cara-cara membungkam informasi dengan teramat kejam, mungin saya tak berani melempar gagasan saya yang mempermasalahkan sesuatu yang gaib.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 24, ’10, edited on Aug 24, ’10
TM memang belum sistematis. tetapi jika kita ikuti dengan saksama dan tanpa syakwa sangka maka akan kita lihat perkembangannya:
1.TM mula-mula hanya dimaksud untuk menjelaskan fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30.
2. Saya akan menghentikan menulis di internet karena mendapat reaksi keras dari pembaca.
3. Ananda Sudarjang memberikan dorongan kepada saya untuk terus menulis.
4. Nongolnya FSM di monitor TV saat saya sedang “mengantuk” didepan komputer memberikan inspirasi untuk menjelaskan TM kepada diri saya dan pembaca.
5. Saya coba meng-kotak katik FSM dengan bekal kemampuan fisika dan matematika saya yang sangat minim.
6. Saya diperingatkan oleh ananda Sudarjanto agar tak “membuktikan” adanya Tuhan dengan menganggapkan sebagai Nobody (000) yang saya katakan nyata tetapi bukan merupakan energi, atas dasar nyata karena E=0 dan bukan energi karena x=0 dan y=0.
7.Saya meminta maaf kepada seluruh pembaca dan memohon ampun kepada Nya karena saya telah berani “membuktikan” keberadaaan Nya dengan memberikan sebutan Nobody. Saya mengoreksinya dengan menyatakan bahwa Nobody (000) adalah merupakan bukti keberadaan dan kekuasaan Nya. Mengapa? Setiap saat ciptaan Nya dapat kita saksikan dengan pancaindra, kita rasakan lewat bathin, kita kotak-katik dengan olah fikir berarti ciptaan Nya itu nyata. Kekuasaan Nya bukanlah sekedar energi, yang tak berenergipun termasuk dalam ciptaan Nya.
8. Saya “menemukan” bahwa 000 tak lain adalah unsur premordial yang nyata (E=0) dan memiliki energi nyata (q) karena unsur prenordial tak lain quanta atau materi yang seharusnya telah membutuhkan ruang nyata karena telah memiliki massa, namun atas rencana dan kekuasaan Nya di “tiadakan”/ disimpan dulu dengan diimbangi dengan bayangan super simetrinya( E’ = -y + x). Penjelasannya adalah: E” = E + E’ = – (x – y ) – (y – x), Berapapun nilai x dan y, asal x=y akan menghasilkan 000 (unsur premordial). Jika bayangan super simetrinya dihilangkan maka akan terjadi berbagai quantum yang membutuhkan ruangangan karena telah tertimbun q. Big bang adalah akibat dari penghilangan bayangan supersimetri, sehingga unsur premordial berubah menjadi materi yang membutuhkan ruangan nyata.
9. Saya berani menyatakan bahwa Big Bang bukanlah nongolnya alam semesta dari titik singular yang entah dari mana datangnya. Saya menyatakan bahwa Big Bang adalah kelahiran Sub Alam Fisika dari Alam Sememu.
10. Sebagai argumentasinya saya nyatakan bahwa Tuhan YME bukan sekedar Pencipta melainkan Perencana Agung yang sebelum mencipta telah merencanakan segala sesuatu dengan sangat saksama sehingga hanya dengan sentuhan awal segalanya dapat berjalan sesuai dengan rencananya.
Tuhan YME mendelegasikan sebagian kecil dari wewenang Nya kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri.jenis dan lingkungannya
11. Saya menggagas Teori Paralogika untuk melengkapi Teori Minimalis dan Teori Minimalis Plus. TM menginformasikan Macrocosmos (Seluruh Alam Semesta dan isinya) sedangkan Teori Paralogika menginformasikan mengenai makluk hidup, khususnya living organisme.
12. Dengan keterbatasan fisika dan matematika, yang justru masih memberikan kebebasan kepada saya untuk berimprovisasi, saya memberanikan diri untuk mengkritisinya dengan menyatakan bahwa disamping energi nyata alam semesta juga teruisi oleh energi semu. Semua berkat hasil kotak-katik saya atas dasar FSM.
13. Saya mengkritisi FSM agar dapat sejalan dengan Fisika dengan menyatakan bahwa Tuhan YME menciptakan waktu sebagai pemberi kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk berkembang sesuai dengan berjalaannya waktu. Saya membuat Formula SDupertnatural Som Wyn dengan E = – integral F1(t) dt + integral F2(t)dt. Dalam formula ini x dan y merupakan fungsi waktu. Formula ini lebih sesuai dengan Fisika yang juga memasukkan dimensi waktu disamping dimensi massa dan dimensi ruang.
14. Banyak sekali tulisan dan gagasan saya yang nyleneh yang telah saya posted dan mendapat tanggapan dari berbagai fihak.Misalnya: Pernyataan bahwa photon merupakan media transisi memasuki keseimbangan prima, sedangkan graviton adalah media transisi keluar dari keseimbangan prima. Adanya cahaya dan gelombang yang kecepatannya melebih c. dll.

Kepada semua yang bersedia membacanya saya ucapkan terima kasih, semoga saya masih diberi kesempatan untuk menggagas, berfikir,meyakini untuk kemudian menulis.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s