Mohon penjelasan proses penggabungan dan peleburan 0 dan #0 dan operator + dan –

Pertanyaan: Menurut bapak quantum dan eter dapat bergabung dan melebur/menyatu. Bapak gunakan operator + untuk proses penggabungan dan operator x untuk proses peleburan. Mohon dijelaskan.
Jawaban: Eter adalah dipole yang belum mengalami keseimbangan prima dan dalam FSM dinyatakan dengan E#0, sedangkan quantum fisika adalah dipole yang telah mengalami keseimbangan prima dan dalam FSM dinyatakan sebagai E=0.
1.Eter belum memiliki quanta, namun memiliki kutub magnet x#y sehingga memancarkan medan magnet. Jika E telah mengandung bilangan bulat, maka disamping memancarkan medan magnet juga memancarkan medan listrik statis.. Jadi medan listrik hanya terjadi antara eter  yang telah memiliki bilangan bulat.
2. Quantum fisika telah memiliki quanta karena E=0 hingga x=y=q.   Q yang paling kecil hingga tak dapat dibagi lagi dinamakan quantum. Menurut matematika  pembagian bilangan tak mungkin menghasilkan nilai 0, oleh karena itu dalam matematika 0 tak didifinisikan sebagai halnya nilai tak berhingga.
TM mendefisikan  0 sebagi hasil penjumlahan dua bilangan yang sama besarnya dan memiliki operator berlawanan, yaitu + dan -.
FSM E = -x + y merupakan dasar dari matematika minimalis. Nilai 0 hanya  akan didapatkan jika x=y, selain itu, jika x#y,  pasti menghasilkan suatu bilangan tertentu dan bukan lagi 0.
E=0 jangan diartikan sebagi energinya 0, atau tak memiliki  energi, sebab E adalah jumlah energi yang dimiliki oleh sebuah dipole yang telah mengalami keseimbangan prima. Jadi Pada Saat E=0 partikel juga memancarkan medan magnet tetap yang besarnya tetap. Partikel yang telah memiliki quanta bilangan bulat memancarkan medan listrik disamping medan magnet.
3. Penggabungan yang menggunakan operator + dapat dijelaskan sebagai berikut:
E1= -x1 + y1 ,  E2= -x2 + y2, maka E1 + E2 = – (x1 + x2) + (y1 + y2).
Jadi penggabungan merupakan penambahan masing-masing kutub magnet sejenis..
4. Penyatuan atau peleburan menggunakan operator X, yang artinya lebih komplek dari sekedar penggabungan atau penjumlahan, sebab bukan sekedar penambahan kutub magnet sejenis melainkan penjumlahan bagian yang telah menyatu antara dua kutub magnet (dipole) yang telah seimbang dan menyisakan bagian yang belum seimbang. Bagian yang seimbang disatukan dengan bagian yang belum seimbang.
E1 = -x1 + y1, E2= -x2 +  y2, maka E1 x E2 =  (E’1 + E’2)  X E’ dimana E’#0 merupakan sisa dari E yang belum mengalami kesimbangan prima, lalu keduanya disatukan.  Penyatuannya akan menghasilkan E=0. E’1 dan E’2 merupakan bagian yang telah mengalami keseimbangan prima,sehingga hasil penggabungannya memiliki E=0 sedengkan E’ merupakan bagian yang belum mengalami keseimbangan prima, hingga E’#0.
5. Quantum eterik adalah hasil penyatuan dari quantum fisika  (E’1 + E’2) dengan eter (E’).
Sebuah atom menurut TM bukan sekedar paket quantum, melainkan paket quantum eterik dan disebut quanta eterik.
ECL merupakan gelombang quantum eterik yang terdiri dari E=0 dan E#0. jika melebur/menyatu akan  memilik E=0, tetapi saat terurai  dan bergabung akan memiliki E#0.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s