Pernahkah anda gila hingga dapat menyatakan bahwa orang gila itu sangat bahagia?

Pertanyaan: Saya tak mengatakan anda gila, melainkan mengatakan teori dan gagasan anda membuat orang menjadi gila. Mengapa anda merasa saya hujad? Anda malah menyatakan sekarang Zaman Edan…………………….. dan seterusnya.  Saya bertanya: apakah anda pernah gila hingga tahu bagaimana rasaan orang gila?
Jawaban: Dengan mengatakan bahwa TM tak ada manfaatnya dan menyatakan dapat membuat orang menjadi gila, bukankah itu satu bentuk cemooh…………….yang menjurus kearah hujatan?
Memahami TM memang sulit, tetapi bukan berarti yang sulit itu tak ada manfaatnya.
Pada Blog: ” Sedikit tentang pengalaman hidupku (Stph)”  anda akan tahu bahwa saya pernah ikut-ikutan gila karena kalau tak ikut gila tak akan mendapatkan ” warisan” dari PTTI. Tetapi saat itu saya  sadar bahwa perebutan  “warisan” itu adalah tindakan gila hingga saya “berani” menentang mertua saya. Saya ingat nasehat Joyoboyo: Jaman edan, ora edan ora keduman………………Sakbeja bejane wong edan isih luwih beja wong kang eling lan waspada.
Pada saat membuat perjanjian didepan notaris  KRT Partaningrat yang menyatakan bahwa saya bersedia menerima Rp 200.000.000,- bersih, notaris “mengira saya telah gila gila.”
Saya memohon kepada Tuhan YME semoga saat “menerima”uang sebesar Rp 700.000.000,-
dari Bank Exim saya tak menjadi gila.
Pada saat menerima uang tunai di BTN saya “didampingi” oleh sdr Jaril dan sdr Gozali, sebab sebagian dari uang itu harus diserahkan kepada kanjeng Probokusumo , sebagian untuk melunasi hutang saya untuk dapat memperoleh  “warisan” dari PTT/HGB, sebagian untuk melunasi kuwajiban perpajakan.
Saya tak bersedia menyerahkan uang tunai kepada Sdr Jaril dan Sdr Gozali. Saya diantar ke Bukopin untuk memasukkan uang tunai  yang menjadi hak kanjeng ke rekening beliau. Saya mempertaruhkan keselamatan saya karena saya harus waspada. Jadi: saya pernah ikut-ikutan gila, tetapi saya tetap waspada. Baru ikut-ikutan gila hasilnya telah membuat saya bahagia, dapat melunasi hutang, memenuhi kewajipan perpajakan, memberikan sebagian kapada yang berhak dan yang memerlukan, membeayai kuliah anak-anak dll.
Saya hanya menerima sebagian kecil dari hasil ikut-ikutan gila sudah dapat menjadikan saya bahagia, itulah sebabnya saya dapat menyatakan orang gila itu sangat bahagia.
Tetapi karena saya tidak gila sungguhan, maka akibat dari ikut-ikutan  gila itu saya rasakan
Saya dikira  OKB sehingga  datanglah berbagai ujian dan godaan, diantaranya adalah perbuatan maksiat. Andaikata saya tak mampu menghadapi ujian dan godaan , saya mungkin dapat merasakan betapa bahagianya menjadi orang gila yang tak kepalang tanggung, sebab orang gila itu dapat berbuat sesukanya tanpa merasakan akibatnya.
Apakah saya masih ikut-ikutan gila atau memang benar-benar telah gila dengan membuat  TM yang menurut anda menjadikan orang menjadi gila?

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s