Saya tak pernah omong kosong!

Pertanyaan: Selama ini banyak yang menuduh bapak suka omong kosong, mengapa tidak bapak tanggapi?
Jawaban: menulis berbeda dengan omong sebab ada buktinya yang berujut tulisan. Omong itu tak memiliki bukti bahwa pernah omong kecuali jika direkam, sedangkan menulis apa  lagi dibaca orang banyak seperti di internet harus dapat dipertanggung jawabkan, jadi bukan omong kosong. Jika selama ini banyak yang menganggap tulisan saya tak ada manfaatnya, bahkan ada yang menyatakan sesat justru memberikan tantangan untuk membuktikan kebenaran tulisan/gagasan saya.
Saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang sudi membaca gagasan/tulisan saya, lebih-lebih yang bersedia memberi tanggapan baik secara terbuka maupun yang tak bersedia memberikan identitasnya.
Mungkin tak ada yang tahu bahwa selama ini saya melakukan”ekperimen” untuk “membuktikan” kebenaran gagasan/tulisan saya.
Sebagai contoh:
1. Percobaan sepasang gelang magnet untuk membuktikan gaya tarik dan gaya tolak magnet yang terbukti sangat kuat dan “permanen” hingga sanggup melawan gaya tarik gravitasi, sekaligus membuktikan adanya eter menurut difinisi Teori Minimalis.
2. Percobaan: interaksi elektro magnet untuk membuktikan bahwa medan magnettetap tak mungkin membangkitkan gaya gerak listrik atau medan listrik yang sanggup menggerakkan elektron. Medan listrik hanya mungkin dibangkitkan oleh perubahan medan magnet. Percobaan ini untuk membuktikan adanya quantum eterik yang sangat dibutuhkan untuk menjelaskan adanya graviton sebagai penyebab gaya tarik gravitasi, maupun fenomena elektron mengelilingi proton.
4. Percobaan: menggosokkan penggaris pada kulit untuk menimbulkan gaya tarik listrik  statis yang  ternyata sangat lemah dan bersifat sementara.
5. Percobaan:  Cahaya dengan berbagai peralatan optik, tabung hampa, asap dan partikel penghalang cahaya hingga dapat dibuktikan bahwa ECW akan melemah saat melintasi media yang menghalangi atau yang menyerap dan merubah menjadi energi lain, misalnya panas, merubah emulsi foto, menjadi energi listrik dll.
Semua saya lakukan dengan peralatan-peralatan yang sangat sederhana dan pengetahuan fisika yang sangat minim.
Saya sangat enjoy dengan “permainan” anak kecil itu sehingga saya tak peduli jika dianggap gila, kakek-kakek kok bermain dengan permainan yang tak ada manfaatkan. Banyak yang menyarankan agar saya tekun  membaca ayat-ayat suci  agar tak menjadi sesat. Sigit, anak saya yang sangat mengagumi Einstein, menyarankan agar saya membaca buku-buku Sains dari pada membuat teori konyol.
Dengan tulisan ini saya menyangkal jika  dicemooh suka omong kosong.

2 CommentsChronological   Reverse   Threaded

razakrao
razakrao wrote on Oct 17, ’10
Harap dapat tuan ibnu meneruskan siri pengkajian dan berdasarkan siri penemuan dari pengkajian itu akan dapat di hasilkan satu kesimpulan . Kesimpulan @ jawapan yg tak dapat di tangkis oleh sesiapa .
Contohnya yg saya maksud di sini … sekiranya dimasa kini , sebuah pesawat yg seberat 5 ton memerlukan juga 1 ton bahan api kualiti tinggi utk melepaskan jisimnya dari TARIKAN GRAVITI hingga mampu menjulang setinggi 500 meter dari permukaan bumi !! … maka bolehkah teori tuan itu menghasilkan sebuah objek ANTI GRAVITI supaya penggunaan bahanapi boleh diminimum @ ditiadakan … Harap dapat dijawab akan kemushkilan saya ini…

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Oct 21, ’10
Selama ini belum diketemukan anti gravitasi, tetapi telah ada teori anti partikel termasuk anti hidrogin. Partikel dan anti partikel akan menghasilkan “sesuatu” yang bukan lagi partikel. Saya sendiri kurang jelas kemana “perginya” hasil interaksi antara partikel dengan anti partikel, masih berada diuniverse yang mengenal dimensi waktu atau ke alam baka yang tak berdimensi. Saya juga tak faham bagaimana proses penggabungan/interaksi tersebut.
TM yang dualistik mengenal adanya eter yang belum memiliki massa disamping partikel yang memiliki massa hingga membutuhkan ruangan (nyata). Gravitasi adalah gaya tarik antar massa sehingga yang belum memiliki massa tak akan terpengaruh oleh gravitasi. Ini penjelasan mengapa eter dapat bebas “berhamburan” diseluruh alam semesta.
Disisi lain dikenal adanya gaya tarik dan gaya tolak magnet yang bersifat laten (permanen) dan terbukti sanggup mengatasi gaya gravitasi. Gaya tarik dan gaya tolak magnet dapat dihasilkan dari dua magnet permanen atau magnet listrik (elektro magnet). Prinsip ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Baik partikel maupun eter menurut TM memiliki kutub magnet permanen, sehingga medan magnet dapat menjalar diruangan yang terisi partikel maupun yang hampa.
TM menjelaskan dua jenis energi dan body itu (partikel yang memiliki massa dan membutuhkan ruangan) dengan eter yang belum memiliki massa hingga tak menjadikan ruang kosong menjadi ruang berisi materi. Penjelaskan ini atas dasar FSM E= -x + y dan MM yang menjelaskan tentang penggabungan (operatornya +) dan penyatuan (operatornya X).
Eneri fisika dan massa hubungannya dijelaskan oleh Formulai Einstein E=mc^2. Massa dapat diubah menjadi energi fisika melalui proses fisika, kimia atau reaksi nuklir. Proses fisika dan kimia menghasilkan energi mekanik yang sanggup “mendorong” massa melawan gaya gravitasi atas dasar hukum aksi dan reaksi mekanik. Untuk memindahkan massa dibutuhkan energi fisika dan gaya gesekan/friksi atar partikel/massa.. Tanpa adanya friksi sesuatu yang bergerak akan terus bergerak dan yang diam tetap diam, ini sesuai dengan hukum kelembaman.
Mungkinkah roket bergerak diruangan hampa materi atau ruangan yang tak dipengaruhi oleh gaya gravitasi? Sesuai dengan hukum kelembaman diruangan hampa roket akan bergerak dengan kecepatan tetap kalau tak didorong oleh energi fisika. Diruangan yang kerapatan partikel rendah atau tak terdapat gaya tarik menarik massa justru dibutuhkan energi fisika besar untuk merubah gerakan/kecepatan massa.
Bandingkan dengan cahaya dan photon yang diruangan hampa bergerak lurus dan kecepatannya tetap. Apakah massa yang bergerak diruangan hampa dan bebas gaya gravitasi berlaku seperti cahaya/photon? Jika dapat maka setelah terbebas dari pengaruh gravitasi bumi maka kendaraan ruang angkasa tak membutuhkan energi fisika dan dapat melayang bebas diantariksa sampai suatu saat dipengaruhi oleh gaya gravitasi planet lain atau memasuki wilayah yang terisi materi.
Untuk “mengendalikan” gerak massa diruang hampa dan bebas gravitasi harus tersedia energi fisika, tetapi untuk mengendalikannya bagaimana?
Dalam TM dijelaskan adanya: System body, system energi dan system control agar sebuah system dapat melakukan aktivitas, tetap exixt dan terkendali. Untuk mengendalikan objek “dekat” dapat dimanfaatkan STW yang kecepatannya dibawah c untuk mengendalikan kendaraan ruang angkasa. Bagaimana mengendalikan “kendaraan” yang akan digunakan mencapai jarak sangat jauh hingga ratusan, ribuah dan jutaan tahun cahaya? TM menginformasikan adanya ATW yang kecepatannya melebihi c.
Untuk membebaskan massa besar dari cengkeraman gaya tarik gravitasi bumi dibutuhkan energi fisika besar sebelum massa tersebut terbebas dari pengaruh gaya tarik gravitasi bumi. Yang memiliki gaya tarik gravitasi bukan hanya bumi, sehingga kendaraan ruang angkasa yang melewati planet lain harus sanggup mengatasi gaya tarik planet yang berada didekatnya. Untuk menghemat energi fisika maka massa harus kendaraan harus ringan (massanya kecil).
Mungkinkah manusia membuat kendaraan ruang angkasa yang massanya nol dan memiliki sarana navigasi dan komusikasi agar tetap dapat terhubung dengan pusat kontrol dan tak tersesat/nyasar disembarang tempat di alam semesta yang sangat luas?
Jawabannya ada pada Fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s