Bagaimana terjadinya gravitasi?

Pertanyaan: Saya sangat tertarik dengan Teori Quantum Eterik. Mohon dijelaskan secara rinci terjadinya gravitasi.
Jawaban: Saya akan menginformasikan terjadinya gravitasi menurut Teori Minimalis.
Alam semesta terisi oleh berbagai jenis energi, body dan wave yang semuanya berubah sesuai dengan perubahan waktu.
A. Fenomena Supernatural (Superalami)
1. Energi gaib atau bright energi terjadi dari monopole x, sedangkan energi metafisika atau dark energy terjadi dari monopole y. Kedua energi ini berbaur dalam alam semesta namun memiliki norma yang berbeda sehingga masing-masing berkembang sendiri-sendiri.
2. Energi gaib (x)  dan energy metafisika (y) berkembang dari nilai mendekati nol (pecahan) semakin besar mendekati bilangan bulat. Bebelum mencapai bilangan bulat  terjadilah “goyangan” yang mengakibatkan terjadi getaran x  dan getaran y sehingga  perubahan x  (delta x) dan perubahan y (deltay) merupakan fungsi periodik yang mimiliki simpangan x(t) dan y(t)  ,amplitudo a, sudut fasa u dan frequensi f. Getaran ini dipancarkan sebagai gelombang gaib atau bright wave dan gelombang metafisika atau dark wave.
3.Saat terjadi bilangan bulat yang disebut sebagai bright body (x)  dan dark body (y)  ada kemungkinan seluruh pecahannya menjadi bulat sehingga body tak menyisakan energy. Kondisi ini menyebabkan body tak stabil hingga pecah menjadi pecahan lagi yang tersebar dalam bentuk bright energi dan bright wave atau dark energy dan dark wave.
4. Jika yang terjadi bilangan bulat dan pecahan, maka body menjadi stabil karena memiliki internal energy. Body yang memiliki internal energy  akan meneruskan proses peningkatan energy sehingga memungkinkan terjadinya bilangan bulat yang nilainya  lebih besar. Proses ini berlangsung secara berangsur hingga dapat digolongkan sebagai proses evolusi supernatural.
5. Proses evolusi supernatural itu menyebabkan terjadinya berbagai nilai x  dan y bulat atau body,, berbagai nilai pecahan x dan y atau energy dan berbagai dark wave dan bright wave

B. Fenomena Natural (Alami):
1. Alam semesta  terisi dengan berbagai nilai x dan nilai y yang berbaur menjadi satu, tetapi tak terjadi saling menolak maupun saling menarik. Secara acak akan terjadi penggabungan x dengan y membentuk sebuah dipole. Setelah terjadi dipole maka sifat x dan y berupah menjadi sifat alami, sehingga antara x dengan y saling menarik dan sesama x dan sesama y saling tolak menolak.
2. Di alam semesta terbentuklah berbagai dipole dengan berbagai nilai keseimbangan E = – x + y . Akibat sifat alami dipole maka kutub yang sejenis akan saling tolak dan yang berbeda saling tarik menarik. Penggabungan dua dipole akan terjadi antara kutub yang berbeda, antara kutub x dengan kutub y.
3. Jika x > y, maka E<0 , jika x < Y maka E>0, jika x=y, maka E=0.
4. Harga mutlak E menentukan besarnya selisih x dgn y., semakin besar E berarti semakin jauh dari nilai keseimbangan prima E=0, semakin E mendekati 0 semakin mendekati keseimbangan prima E=0.
5. Dua buah dipole yang bergabung dapat menyebabkan nilai E membesar atau mengecil.
Jika nilai E mengecil maka gabungan dipole akan mendekati keseimbangan prima, jika E membesar maka dipole menjauhi keseimbangan prima.
6. Pada saat dipole mendekati keseimbangan prima akan terjadi getaran x dan y disekitar titik keseimbangan prima E=0. Getaran ini menyebabkan terjadinya Symetrical Trans Wave (STW). Karena melintasi titik E=0 maka terjadilah photon.Terbentuknya photon menyebabkan kecepatan cahaya  (STW) tak dapat melebihi c. Diruangan hampa photon hanya berumur sekejap (saat E=0) , tetapi diruangan berisi matter photon akan berinteraksi dengan matter hingga dapat menambah energi fisika pada matter hingga kecepatannya berkurang.

C. Konsep Quantum Eterik.
1. Eter adalah dipole atau gabungan dipole yang belum mengalami keseimbangan prima sehingga E#0 sedangkan matter atau gabungan / penyatuan quantum telah mengalami keseimbangan prima sehingga E=0.
2. Setiap eter terjadi dari bagian yang telah seimbang E’=0 (paket quantum) dan bagian yang belum seimbang E”#0 (eter).. Penggabungan bagian yang telah mengalami keseimbangan prima akan menghasilkan E’=0 (paket quantum) sedangkan penggabungan antara bagian yang belum seimbang akan menghasilkan E”#0 (eter).
Jika kedua bagian ini disatukan maka akan terjadi Er = (E’=0)  X  (E”#0) =(E=0)
Er dinamakan quantum eterik. Quantum eteric memiliki E=0 sehingga sangat mirip dengan quantum, tetapi sebenarnya memiliki komponen eter.
3. ECL adalah gelombang quantum eterik (E=0), sehingga jika “dipertemukan” akan menghasilkan graviton. Mula-mula graviton memiliki E=0, namun karena terjadi proses penguraian quantum eterik menjadi  E’ =0  dan E”#0 dan ikuti proses penggabungan maka graviton akan menjadi eter.
4.Eter tak membutuhkan ruang nyata sehingga terjadilah kekosongan pada pertemuan dua ECL. Kekosongan inilah yang dirasakan sebagai gaya tarik menarik massa termasuk gaya tarik gravitasi.

1 CommentChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 15, ’10, edited on Nov 26, ’10
I.Proses Evolusi Alam Semesta:
Dengan singkat terjadinya gaya gravitasi adalah perubahan opertor X menjadi + yang terjadi akibat bertemunya dua ECL (quantum eterik), hingga Er=0 (quantum eteric) berubah menjadi E#0 (eter). Fenomena ini dalam TM dinamakan proses keluar dari keseimbangan prima secara evolusi. Kebalikannya STW merupakan proses evolusi memasuki keseimbangan prima.
2.Proses: Revolusi Alam Semesta.
a. Keluar dari keseimbangan prima: proses penggabungan matter dengan anti matter versi TM: E1=0 + E2#0 = E3#0
b. Memasuki keseimbangan prima: proses komplementasi eter:(E1#0) + (E2#0) =(E3=0) ketika (E1#) = -(E2#0)

Kedua proses ini (Evolusi dan revolusi) membutuhkan persyaratan fisika tertentu untuk masing-masing proses, misalnya suhu yang sangat tinggi, resonansi, teori probabilitas, kondisi lingkungan dll yang sangat rumit. MM sekedar menyederhanakan proses fisika agar mudah dimengerti.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s