Evolusi dan Revolusi Alam Semesta.

Pertanyaan: Menurut eyang Bigbang bukanlah penciptaan Alam Semesta oleh Tuhan YME melainkan kelahiran Sub Alam Fisika.  Menurut eyang jauh sebelum Bigbang alam semesta telah ada namun masih dalam keadaan semu yang hanya berdimensi waktu. Penciptaan alam semesta terjadi saat Tuhan YME memberikan batas dari sebagian alam abadi dan memberikan bagian itu dengan dimensi waktu.
Jika Bigbang eyang masukkan dalam proses revolusi alam semesta, penciptaan alam semesta termasuk proses evolusi atau revolusi? Bagaimana membedakan proses evolusi dan revolusi alam semesta?
Jawaban: Menurut TM revolusi adalah perubahan yang terjadi dengan sangat cepat atau instant, sedangkan proses evolusi terjadi secara berangsur dalam waktu yang sangat panjang.
Bigbang berlangsung dalam waktu yang sangat singkat karena telah ada dimensi waktu, sedangkan pemisahan alam abadi menjadi dua bagian yang tetap tak berdimensi dengan  yang  berdimensi waktu tak dapat dikatakan cepat atau lambat karena fenomena ini terjadi sebelum adanya dimensi waktu.
Energi semu telah mengenal dimensi waktu, sehingga “pertumbuhan” x dan y secara supernatural dapat digolongkan dalam proses evolusi alam semesta  karena berlangsung sangat lama, demikian juga penggabungan dan penyatuan dipole secara natural juga merupakan suatu proses evolusi sebab berlaku sangat lama. Pembentukan unsur premordial juga merupakan proses evolusi.
Saat bayangan supersimitri ditiadakan maka terjadilah Bigbang yang berlangsung sangat cepat, maka Bigbang merupakan proses revolusi. Setelah Bigbang lahirlah Sub Alam Fisika, tetapi Bigbang tak berpengaruh pada Alam Abadi, Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika dan hanya berpengaruih pada dipole yang telah mengalami keseimbangan prima di Sub Alam Transien. . Dipole yang belum mengalami keseimbangan prima tetap ada di Sub Alam Transien, yang telah mengalami keseimbangan prima ada di Sub Alam Fisika.
Yang perlu dijelaskan: Alam Semesta merupakan suatu kesatuan, sehingga kelima Sub Alam saling berbaur, tiada batasnya. Kelima bentuk energi setiap saat berubah, tetapi tak mungkin keluar dari alam semesta.
Sub Alam Transien atau lebih tepat energi transien merupakan pertemuan antara energi nyata dengan energi semu. Photon yang terbentuk dari STW dapat berinteraksi dengan matter hingga matter mengalami proses evolusi, sebaliknya proses komplementasi sepasang eter merupakan proses revolusi karena dapat menghasilkan matter dengan quanta rendah maupun tinggi dalam sekejap. Graviton yang terbentuk dari pertemuan sepasang ECL dan menimbulkan gaya tarik massa atau gravitasi termasuk proses evolusi dalam mengurangi energi nyata menjadi energi semu. Anti matter yang sanggup merubah matter menjadi eter dalam sekejap termasuk proses revolusi.
Baik proses revolusi maupun evolusi sangat penting dalam mempertahankan keseimbangan alam semesta.
Sub Alam Fisika mengalami proses evolusi dan proses revolusi, demikian juga Sub Alam Transien.

Ingat: TM hanyalah jendela untuk meneropong alam semesta sedangkan  sains merupakan pintu untuk mengeplorasi dan mengexploitasinya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s