Gunung berapi setiap saat memutahkan energi dan.materi; energi dan material setiap saat diexploitasi oleh manusia. Apakah suatu saat perut bumi akan menjadi kosong?

Pertanyaan: Gunung Merapai memutahkan energi dan material  jutaan ton ke angkasa dan menyebarkan ke permukaan bumi. Gunung yang lain yang masih aktif juga berlaku sama. Setiap saat material dan energi di diexploitasi oleh manusia untuk dimanfaatkan. Bagaimana menurut eyang: Apakah suatu saat perut bumi akan kosong hingga tak mungkin lagi mengeluarkan isinya atau tak mungkin digali lagi kekayaan dari perut bumi?
Jawaban: Untuk menjawab fenomena itu dan akibat dari fenomena itu tergantung dari logika yang kita gunakan.
1. Logika keyakinan: Semua yang akan terjadi dalam perut bumi atau yang sedang terjadi saat ini adalah semata atas kehendak Nya. Sebelum “kekayaan” dalam perut bumi habis terkuras mungkin telah terjadi “Bencana Bumi” yang akan mendaur ulang bumi dan isinya.Jadi kita tak usah mempermasalah apakah perut bumi akan kosong, sebab jika dikehendaki Nya maka Dia sanggup mengisinya dengan yang baru
2. Logika fikiran: Menurut sains dan fisika perut bumi tak akan kosong, sebab secara alami akan terisi dengan materi lain, misalnya gas yang tak aktif lagi , air, atau……. sampah. Jika lapisan penyangga  (kerak bumi)  tak kuat  menahan beban diatasnya maka kulit bumi akan runtuh kedalam, mengisi bagian dibawahnya.
3. Logika kenyataan: Umur manusia sangatlah pendek sehingga tak usah khawatir apakah perut bumi akan kosong, yang perlu “mumpung”  masih ada isinya  dimanfaatkan “sebaik baiknya”  untuk kenikmatan duniawi yang sangat pendek. Sudah terbukti bumi dapat bertahan keberadaannya dalam jangka yang sangat lama. Manusia justru tak menyia-nyiakan apa yang ada dalam perut bumi dengan mengexloitasi energi dan material yang tersedia dibumi.
Bahan-bahan tambang diekploitasi, bahkan panas bumi dimanfaatkan sebagi sumber energi.
Pokoknya dengan logika kenyataan manusia akan memberikan argumentasi sesuai dengan yang “menguntungkan” bagi dirinya dan sering lupa akan akibat yang akan menimpa generasi berikutnya, bahkan lupa akan akibat yang  diderita oleh manusia dan penghuni bumi lainnya, bahkan lupa bahwa dirinya dapat juga menjadi korban keserakahannya.
4.Paralogika yang berbasis TM: Isi alam semesta bukan hanya energi fisik atau partikel/material yang dapat terakses oleh pancaindra dan peralatan fisika. Disamping matter terdapat eter. Eter yang komplementer akan menghasilkan matter dari berbagai quanta. Jadi sesuai dengan hukum Ekologi Universe justru  bumi setiap saat harus  mengeluarkan energi fisik dan material karena dalam perut bumi setiap saat terbentuk energi fisika baru dan material baru dari proses komplementasi  eter.
Semua yang berlaku dialam semesta  dan sub alamnya pasti  berubah sesuai dengan perubahan waktu berdasar rencana Nya yang maha sempurna dan mengaturnya dengan hukum Ekologi Universe serta hukum bagian-bagiannya. Bumi harus dijaga keseimbangannya agar dapat berumur panjang.
Kita harus bersukur karena energi dan material  yang ada dalam perut bumi dikeluarkan setiap saat secara berangsur hingga selalu  terjadi keseimbangan antara “rumah” (perut dan kerak bumi) dengan isinya, jika tidak terjadi keseimbangan mungkin saja bumi akan meledak karena tak tahan mengatasi tekanan dari dalamnya.
Yang perlu dimengerti adalah: Jika keseimbangan ekologi terganggu maka akan terjadi bencana. Jadi janganlah bencana ditafsirkan sebagai “kemurkaan” atau hukuman bagi ciptaan Tuhan YME. Semua telah direncanakan Nya dan diatur dengan hukum Ekologi Universe dan bagian-bagiannya. Sebagai makluk cerdas manusia seharusnya ikut menjaga keseimbangan ekosytem bumi dan lingkungannya, bukan malah merusaknya.
1 CommentChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 8, ’10
Manusia harus membuat undang-undang (peradaban) yang sesuai dengan hukum yang telah disertakan pada saat alam semesta diciptakan Nya. Pelanggaran terhadap hukum buatan manusia harus diberikan sangsi berat oleh manusia agar yang taat mematuhinya dilindungi oleh hukum dan yang melanggar dikernakan sangsi berat, dengan demikian manusia dan seluruh isi dan penghuni bumi dapat menikmati karunia Nya.
Sayang hukum manusia sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan sekelompok manusia untuk bertindak serakah, yang kuat menindas yang lemah. Untung alam semesta ini tidak abadi sehingga selalu terjadi bergantian, umur manusia juga dibatasi sehingga selalu terjadi pergantian generasi, pergantian kekuasaan. Dalam sistem demokrasi bahkan setiap saat manusia mendapat kesempatan untuk memilih penguasa yang tidak serakah dan dapat memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya dan melestarikan lingkungan.
Tuhan YME melimpahkan semua yang dibutuhkan manusia dan penghuni lainnya. semua berhak menikmatinya, namun jika tak dipelihara atau dilestarikan maka yang paling menderita adalah manusia, karena manusia dikaruniai hati nurani, fikiran, pancaindra dan kemampuan paralogika. Manusialah yang paling menikmati yang tersedia dibumi, maka manusia jugalah yang akan paling menderita jika sesuatu itu tak tersedia lagi.
Gunung berapi melimpahkan anugrah dari dalam maupun diatasnya (misalnya hutan, mata air, pasir, energi panas bumi dll, sehingga harus dijaga kelestariannya.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s