Menurut ramalan Joyoboyo besok pagi gunung Merapi akan meletus. Apa yang eyang kerjakan?

Pertanyaan: Menyaksikan tayangan di TV bulu tekuk saya bergidik. Saya ada di Jakarta, tetapi orang-orang yang saya cintai banyak yang tinggal di Yogyka, termasuk eyang. Mengapa eyang tak mengungsi ke Jakarta? Apa yang akan eyang kerjakan di Yogya, menunggui kekayaan? Eyang ogah hidup menderita dalam pengungsian? Eyang yakin memiliki dua tubuh: tubuh:  organisme dan tubuh astral hingga jika tubuh  organisme eyang terkubur bersama ledakan gunung Merapi eyang akan bereincarnasi atau pergi dengan Cispin ke galaksi lain?
Jawaban: Cucu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk memaksa eyang ke Jakarta, mungkin cucu sangat mencintai eyang dan  sangat rindu dengan eyang sehingga menyediakan tiket untuk terbang ke Jakarta.
Eyang sangat berterima kasih.
1. Eyang yakin  jika mengungsi ke Jakarta bagaikan pick nick saja , eyang tak akan merasakan penderitaan dalam “pengungsian” itu sebab kalian menyediakan segalanya.
2. Eyang takut harta benda akan ikut terkubur atau dirampok? Yang seharusnya khawatir adalah kalian, sebab kalianlah yang akan mewarisinya. Kalau semua itu lenyap eyang percaya kalian tak akan menelantarkan eyang.
3. Mungkin ada benarnya jika eyang tegar dalam menghadapi sesuatu yang akan terjadi, bukan karena eyang meyakini adanya reincarnasi, melainkan karena eyang sangat meyakini kebesaran Tuhan YME. Dia tak akan memberitahukan apa yang akan terjadi bukan yang akan terjadi esok pagi, yang akan terjadi dua atau tiga detik saja eyang tak akan diberi tahu, demikian juga semua tak akan tahu yang akan terjadi terhadap dirinya, apalagi nasib orang banyak.
Menurut eyang: Thinking before believing is the way to reality.  Jadi eyang sebelum mempercayai sesuatu eyang berfikir dulu.
1. Kalau semua meninggalkan Yogya, apa yang akan terjadi?
2. Pak Presiden saat ini berada di Yogya, ini sangat besar maknanya bagi penduduk Yogya, termasuk eyang. Kalau dia berani mempertaruhkan jiwa raganya, tentunya telah diperhitungkan akan keselamatan orang nomor satu itu.
3. Cucu jangan “membanggakan” diri dapat membelikan tiket eyang untuk terbang ke Jakarta, kalau tak ada pesawat ke Jakarta, apakah cucu akan mengirim pesawat khusus untuk menjemput eyang? Dalam kondisi seperti sekarang, mungkin sebelum sampai ke Jakarta pesawat telah jatuh akibat mesinnya kemasukan abu.
4. Kereta api penuh sesak, jika dipenuhi pengungsi dari Jogya itu masuk akal, tetapi kenyataannya banyak yang justru ingin ke Jogya. Apakah mereka ingin ikut terkubur bersama orang-orang yang sangat dicintai?
5. Seharusnya cucu tak begitu saja mempercayai ramalan Joyoboyo, namun juga jangan menganggap omong kosong. Jika benar uraian  Paranormal Permadi di TV bahwa Joyoboyo mengutuk Raden Patah karena anak ini dianggap durhaka, maka Joyobofo menurut eyang juga durhaka karena tega mengutuk anaknya  bahkan generasi setelah anaknya yang dianggap durhaka padahal kita tak tahu mengapa nasib  kita dikaikan dengan kutukan terhadap Raden Patah.
6. Seandainya ramalan itu benar terjadi, mungkin tulisan eyang ini merupakan tulisan terakhir dalam kehidupan eyang saat ini, kecuali jika terjadi mujijad. Anggaplah semua yang menjadi korban bukan akibat kutukan Joyoboyo, melainkan sebagai martir atau “tumbal” agar dunia ini tetap eksis. Mengapa?
Baca tulisan eyang” Gunung berapi setiap saat memutahkan…………. ” Disitu eyang nyatakan bahka  energi dan material yang dikeluarkan oleh gunung berapi  adalah karena setiap saat terjadi pembentukan energi fisika dan matterial akibat proses komplementasi eter. Akan lebih sedikit korbannya jika energi dan material itu dikeluarkan secara berangsur, sebab jika tidak maka bumi akan meledak.

9 CommentsChronological   Reverse   Threaded

mat2174
mat2174 wrote on Nov 7, ’10
eyangnya guru besar fisika yah??

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 7, ’10, edited on Nov 8, ’10
@mat2174. Eyang pernah mengajar fisika konvensional, tetapi banyak pertanyaan yang tak dapat terjawab dengan pengetahuan fisika eyang yang sangat minimalis, diantaranya fenomena cahaya yang mendua, anomali air, medan listrik dan medan magnet yang dapat menjalar diruang hampa, kemiringan sumbu bumi terhadap gaya gravitasi matahari, elektron mengelingi inti pada orbitnya, gaya tarik gravitasi dan sulitnya memahami teori relativitas, teori dawai dan teori-teori baru yang cenderung sulid dimengerti oleh eyang dan sulid diekperimentkan, sehingga timbul gagasan untuk membuat teori yang sangat sederhana yang dapat digunakan untuk eyang mengerti. Mula-mula TM hanya dimaksud untuk menjelaskan fiksi eyang yang berjudul Blackhole, ternyata dengan Formula Supernatural Modern E= -x + y dapat eyang kembangkan menjadi teori-teori “aneh” yang sebenarnya sudah ada sebelumnya, misalnya teori eter, teori anti matter, asas keseimbangan energi, kekekalan energi dll.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 8, ’10
Ingat: Ketakutan lebih menyiksa dari kenyataan yang mungkin terjadi!

mat2174
mat2174 wrote on Nov 8, ’10
iyah.. saya sangat suka mbahas fenomena fisika modern, fisika partikel dan relativitas..
sayang di undip ga ada fisika teori kayak di ITB

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 8, ’10
@mat2174.
Benarkah Formula E=mc^2 menyatakan hubungan antara massa dengan energi (fisika)? Apakah di alam semesta semuanya bermassa, sehingga tak terdapat yang massanya nol? Apakah cahaya memiliki massa? Apakah cahaya memiliki energi? Mengapa medan magnet,medan listrik dan cahaya sanggup merambat diruangan hampa?
Jika suatu bilangan dibagi-bagi mungkinkah menghasilkan nilai nol? Apakah benar nol tak didefinisikan dalam mathematika?

Eyang sangat beruntung terkonek dengan cucu-cucu (banyak lho jumlahnya) yang bersedia “berdiskusi” dengan eyang, saling menambah ilmu. Semoga cucu bersedia menjelaskan fisika modern kepada eyang, agar eyang tak terlalu ketinggalan zaman. Terima kasih.

mat2174
mat2174 wrote on Nov 8, ’10
wah wahh.. soalnya berat banget
ini eyangnya apa ini cucunya??
aku masih bingung…

mat2174
mat2174 wrote on Nov 8, ’10
Benar, E = mc^2 itu teory relativitas einstein… menjelaskan hubungan antara energi dengan masa suatu benda. Nah sekarang saya coba bertanya, kalau saja kecepatannya setengah C apakah relativitas einsten ini berlaku??

Semuanya bermassa, kecuali yang tidak…
Maksud saya yang tidak eksis. Eter misalnya apakah dia bermasa??
Cahaya memiliki eneri. kan cahaya ada frekuensinya, selain sebagai partikel yang bermassa juga sebagai gelombang yang punya panjang gelombang…
Medan magnet, medan listrik, dan cahaya merambat di ruang hampa. Cahaya itu sendiri adalah gelombang elektromagnetik yang kasat mata, dimana sifat EM ini adalah dapat merambat di ruang vakum karena gelombang EM ini tidak memerlukan medium
Tidak akan jadi nol, tetapi mendekati nol nah dari situlah kita mengenal limit, mengenal makna turunan,
Menurut saya justru nol in di mathematika sangat penting… bahkan tanpa nol mathematika akna stagnan dan tak berkembang.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 9, ’10, edited on Nov 12, ’10
@mat2174.
Sering kali kita mendapatkan adanya lingkaran setan, putar-putar terus seperti pertanyaan dulu mana telor atau ayam. Makanya menurut eyang jawabannya mungkin sekali berbeda, tergantung teori yang kita pakai untuk memutuskan mata rantai lingkaran setan itu.
Eyang pernah berdiskusi masalah nol: menurut cucu ayang, Arief Wicaksono Prabowo yang ber sekolah di USA. klas 9, nol tak difinisikan dalam Mathatika, yang ada ialah nilai mendekati nol (limit), jadi bukan nol sungguhan.
Eyang perkenalkan nol sungguhan menurut TM atas dasar FSM E= – x + y. E akan bernilai 0 sungguhan hanya saat x = y = q. Setiap nilai E#0 (tak sama nol ) akan memberikan pasangan x dan y yang memenuhi persyaratan FSM, jika pasangan x dan y tak memenuhi FSM eyang katakan tak mungkin diterima oleh kemampuan manusia, sebaliknya pasangan x dan y yang memenuhi FSM tetapi x#y eyang sebut sebagai energi semu yang tak mungkin terakses oleh pancaindra maupun peralatan fisika. Nilai “terkecil dari q” eyang sebut sebagai quantum, yang lebih besar dinamakan quanta. Saat E#0 yang terjadi adalah energi semu yang eyang namakan eter.
Eter adalah dipole magnet yang kedua kutubnya tidak sama sehingga tak dikenal dalam fisika. Dalam Fisika semua manikul weber (yang dalam fisika modern diwakili oleh atom) pasti memiliki kutub magnet seimbang).
Menurut TM cahaya adalah energi semu (eter) yang berubah cepat secara periodik, baik intensitas (simpangannya) maupun jenisnya (dalam TM energi ditandai nilai pecahan sedangkan body ditandai bilangan bulat.) Setiap gelombang memiliki simpangan yang merupakan fungsi waktu, amplitudo (a), sudut phasa(u) dan frequensi atau kecepatan sudut w. Yang sering dilupakan ialah gelombang memiliki titik goyang. Cahaya yang menimbulkan photon adalah gelombang elektro magnet yang bergetar disekitar titik keseimbangan prima E= 0, hingga mengalami fase nol atau E=0. Pada saat E=0 inilah terjadi photon. Photon inilah yang menyebabkan kecepatan cahaya diruang hampa kecepatannya c (ini sesuai dengan azas kelembaman), sedangkan diruangan yang terisi materi kecepatannya dibawah c. Dalam ruang hampa photon hanya berumur sangat pendek, sedangkan diruang yang terisi materi atau energi fisika photon akan berinteraksi dengan partikel (termasuk partikel sub atomic) serhingga memperlambat kecepatan cahaya.
“Cahaya” yang bergetar tak melintasi E=0 tak akan membangkitkan photon sehingga kecepatannya dapat melebih c. Dalam TM cahaya ini dinamakan asymetricat trans wave (ATW) sedangkan yang bergetas disekitar E=0 dinamakan symetrical trans wave (STW).
Baik medan magnet,medan listrik dan cahaya dapat melalui ruang hampa karena fenomena ini sebenarnya bukan fenomena fisika (E=0) melainkan fenomena transien ( x=F1(t) dan y=F2(t). ) sehingga mengalami fase E=0 dan E#0. Fenomena transien adalah batas antara fenomena semu dengan fenomena nyata. Eter yang tak dikenal dalam fisika adalah energi semu, yang tak lain adalah dipole magnet yang belum mengalami keseimbangan prima E=0 sedangkan matter adalah dipole yang telah mengalami keseimbangan prima atau E=0.

Eyang menganalisa semua berdasar TM (teori gagasan eyang). TM bukanlah saint (bedakan dengan sains) atau agama/keyakinan, melainkan sebuah informasi yang perlu dibuktikan kebenarannya oleh sains khususnya lewat fisika dan mathematika.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 12, ’10
Kelak, saat manusia telah berhasil menciptakan komputer dengan kecepatan (clock) sangat tinggi dan sanggup mengkalkulasi bensarnya energi fisika yang dimiliki bumi berdasar Formula Einstein E=mc^2, termasuk sanggup mengkalkulasi massa yang ada diperut bumi , lalu mengkalkulasi energi dan material yang dikeluarkan dari perut bumi dalam kurun waktu yang sangat lama, maka akan dapat dibuktikan kebenaran atau kebohongan teori komplementasi.
Saat ini yang telah terbukti bahwa banyak living organisme baru yang belum terdapat sebelumnya hingga Teori Evolusi Darwin diragukan kebenarannya.. Dari pengamatan antariksa banyak penemuan galaksi baru, matahari baru, planet baru ……. bahkn planet kembaran bumi yang sebelumnya tak teramati oleh astronomi. Dari mana datangnya benda itu?
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s