Telor angsa dieram itik

Kalau ada itik alias bebek yang bersedia mengeram telornya, mungkin terdapat telor angsa yang ikut dieram. Kalau menetas pasti sifatnya berbeda dengan saudara-saudaranya. Itulah Rasti!
Sudah tiga bulan Rasti menunggak uang kost padahal kakaknya, Warsi selalu disiplin, tak pernah menunggak.
Warsi telah lulus dari AMY sehingga masalah kost yang biasanya dilakukan Warsi langsung ditangani oleh adiknya, Rasti. Sejak itulah kuwajiban membayar uang kost amburadul.
Aku akan bertindak tegas, meminta Rasti mencari pondokan lain, tetapi Endang berkeberatan karena Rasti adalah satu diantara dua taruni AMY jurusan Nautika yang cerdas dan berprestasi tinggi.
Dari pada bertengkar dengan istriku, dosen bahasa Inggris  Rasti, lebih baik kubiarkan masalah itu berlarut hingga Rasti tak membayar selama satu tahun. Menurut teman-temannya Rasti sering tak mengikuti kuliah sehingga mengecewakan Endang.
Endang menyetujui aku menyegel kamar Rasti agar anak itu menemui kami.
Rasti tak kunjung muncul, malah Endang mendapat surat kaleng yang menyatakan AMY tak bermutu, dosennya tak memenuhi persyaratan.
Kubuka kamar Rasti, ternyata peralatan didalamnya sangat mewah, tak sesuai dengan keterangan yang didapat Endang yang menyatakan orang tua Raasti yang pemborong banguan  sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Kusurati orang tua Rasti untuk mengambil barang-barang milik Rasti sebab ada yang akan menempati kamar itu. Kutunggu mereka namun tiada kunjung datang, maka barang-barang Rasti kupindahkan ke gudang.
Sebulan kemudian ibu Rasti datang bersama adik-adik Rasti yang masih kecil, keadaannya sangat memprehatinkan. Ibu Rasti menyatakan bahwa keluarganya sedang mengalami musibah. dua orang anaknya baru saja keluar dari rumah sakit yang membutuhkan biaya sangat banyak.
“Apakah selama satu tahun Rasti tak diberi uang untuk membayar kost?”
“Itu tak benar,” Jawab anak yang tertua, Warsi. Ibunya membentak agar  tutup mulut,
‘Ya, maafkan kami pak. untuk bayar kuliah saja kami tak memberi.
Warsi kelihatan cemberut, tak menyetujui kebohongan ibunya.
“Mengapa Rasti tak kuliah lagi?”
“Tentu saja, dia malu.”
“Lalu maksud ibu datang? Apakah akan melunasi tunggakan uang kost?”
“Maaf pak, kami mohon ditangguhkan.”
“Lalu…… kapan mau melunasinya?”
” Nanti kalau kami mendapat projek.”
“Kalau begitu, ibu saya minta membuat pernyataan tertulis, tetapi saya tak dapat menunggu sampai kalian dapat projek. Saya minta ibu mendahulukan uang tunggakan pondokan dari membayar  uang kuliah sebab ibu dapat mengajukan dispensasi penundaan uang kuliah jika memang benar-benar sedang mengalami kesulitan ekonomi. Putri ibu adalah calon nahkoda dan  satu diantara dua taruni putri jurusan nahkoda seangkatannya. Dia dapat memperoleh bea sisiwa untuk membayar kuliahnya.”
Ibu Rasti membuat surat pernyataan akan mendahulukan melunasi tunggakan uang kost daripada membayar uang kuliah. Warsi  menatap aku dengan tajam dan geram, mungkin dia menganggapku  teramat sangat kejam sekali, tak selembut  ibu dosen bahasa Inggrisnya, ibu Endang, dosen yang sangat menyayanginya hingga memungkinkan adiknya gratis mondok di kost Esna.

1 CommentChronological   Reverse   Threaded

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Oct 28, ’10
suka duka ba
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Pengalaman Hidup. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s