Anti matter itu bukan eter.

Pertanyaan: Menurut fisika anti matter hanya terdapat sedikit di alam semesta, sedangkan menurut eyang eter justru sangat banyak. Karena TM merupakan pelengkap dari fisika, maka seharusnya tak bertentangan seperti Mekanika Quantum dengan Teori Relativitas. Jadi coba eyang cari dimana letak “kesalahannya,” sehingga keduanya tak bertentangan.
Jawaban: Cucu memang benar-benar “luar” biasa. Eyang merasa bersalah dengan “menyamakan” anti matter dengan eter. Anti matter adalah konsep fisika, sedangkan eter adalah konsep TM. Fisika tak mengenal adanya eter, jadi mustahil jika anti matter identik dengan eter.
Untung eyang telah membuat model 0 untuk menyatakan paket quantum dan 0 terputus-putus sebagai eter. Dengan model ini eyang dapat mengoreksi kesalahan eyang.
Inilah penjelasannya:
a. Paket quantum dimodelkan 0, karena merupakan gabungan dipole yang telah mengalami keseimbangan prima hingga membentuk rantai tertutup yang tak memancarkan medan magnet keluar. Ikatan ini sangat kuat jika masih menyisakan internal energi, namun jika internal energinya tak sanggup mempertahankan ikatannya, maka paket quantum dapat ter-degradasi oleh ekternal energi bahkan dapat  melakukan self degradasi membentuk quanta lebih rendah sambil memancarkan energy dan wave. ( Baca peluluhan radioaktif.)
b. Paket eter dimodelkan 0 terputus-putus karena merupakan dipole yang belum mengalami keseimbangan prima hingga dapat terbuka dan tertutup, bahkan dalam keadaan tertutup masih memancarkaan medan magnet keluar. Rangkaian garis-garis pada eter dapat putus atau  tak segaris satu dengan yang lainnya, garis itu setiap saat bergetar hingga merubah besarnya medan magnet keluarnya baik arah muapun intensitasnya.
c. Quantum eterik atau penyatuan quantum dan eter  ( dalam MM operatornya X) adalah kondisi saat kedua 0 yang bentuk dan ukurannya edentik saling tumpang tindih atau over all hingga  0 dan 0 terputus-putus saling tumpang tindih yang akan “terlihat” sebagai 0 saja, walau sebenarnya terjadi dari 0 dan 0 yang terputus-putus.
d. Anti matter terjadi saat  0 dan 0 terputus-putus tidak over all, melainkan over lap, atau intersek. Anti matter tidak stabil sehingga mudah terpisah menjadi paket quantum dan paket eter. Ini dapat menjelaskan mengapa anti matter hanya terdapat sedikit di  Sub Alam Fisika karena anti matter merupakan penggabungan  labil antara paket quantum dengan paket eter.
Kesimpulan: eter memang mendominasi isi alam semesta sebagai yang eyang informasikan, sedangkan anti matter hanya ada sedikit di Sub Alam Fisika karena tak sepenuhnya merupakan energi fisika. Lain halnya quantum eteric, justru banyak terdapat di Sub Alam Fisika, sebab memiliki  E=0 sebagai halnya paket quantum hingga sulit dibedakan dengan paket quantum. Paket anti matter sangat mudah dibedakan dengan paket quantum mapun paket eter, maupun paket quantum eterik/

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 28, ’10, edited on Nov 28, ’10
Keterangan tersebut diatas dapat menegaskan bahwa
a. Anti Matter adalah penggabungan antara Matter dengan Eter (operatornya +) hingga merupakan fenomena Sub Alam Transien karena memiliki E# 0 . Eter memiliki E# 0 sehingga tak dikenal keberadaannya di Sub Alam Fisika. Anti matter dan eter memiliki E#0 sehingga sulit dibedakan. Eter tak dikenal dalam Sub Alam Fisika, sedangkan Anti Matter masih diakui keberadaannya di Sub Alam Fisika walau sangat jarang keberadaannya.
b. Quantum Eterik adalah penyatuan antara matter dengan Eter (operatornya X) hingga merupakan fenomena Sub Alam Fisika karena memiliki E=0, sehingga banyak dijumpai di Sub Alam Fisika.Quantum Eteric dan Mater memiliki E=0 sehingga sulit dibedakaan. Quantum tak dikenal dalam Sub Alam Transien, sedangkan Quantum Eterik masih dikenal dalam Sub Alam Transien.
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 29, ’10, edited on Nov 29, ’10
Dengan koreksi ini masih terdapat perbedaan antara konsep antimatter versi TM dengan antimatter fisika. Fisika menganggap anti matter adalah sejenis matter khusus yang jika berinteraksi menyebabkan proses annihilis atau “peniadaan” matter, sedangkan TM menganggap antimatter adalah suatu kondisi dimana terjadi penggabungan atau interkaksi antara matter dengan eter. Kondisi ini menyebabkan annihilis tak sempurna atau E=0 tak stabil. Ada dua kemungkinan, jika kondisi berubah menjadi over all maka yang terjadi adalah quantum eteric atau Er=0 akibat penyatuan E’=0 dengan E”#0 atau (Er) = (E’=0) X (E”#0), jika kondisi berubah menjadi pemisahan (spacing) yang terjadi adalah matter dan eter. Matter baru yang terjadi akan sama dengan matter yang dikirimkan dari jarak yang sangat jauh. Matter dapat berinteraksi dengan STW membentuk organisme, organisme yang masih berfunsi dengan baik akan dimanfaatkan oleh spirit baru (karena spirit terdapat diseluruh alam semesta) atau dimanfaatkan oleh spirit yang “dikirim dengan CSPN” dari tempat asalnya, hingga terjadilah living organisme dengan spirit baru ditempat yang baru atau living organisme yang keseluruhannya “dikirim” dengan cara terpisah dan disatukan kembali ditempat yang baru.
Konsep ini dapat menjelaskan bahwa: Quantum eterik adalah kondisi overall dari matter dengan eter, antimatter atau ametter adalah kondisi over lap dari matter dengan eter sedangkan quantum dan ater adalah kondisi matter dan eter dalam keadaan terpisah.
Annihilis TM tak menyebabkan kerusakan matter maupun anti matter dan hanya meniadakan massa, sedangkan annihilis fisika merubah atau menghancuikan struktur atom.
Annihilis TM dapat dimanfaatkan untuk mengirim matter keseluruh bagian alam semesta tanpa membutuhkan banyak energi fisika, karena antimatter TM tak memiliki massa. Setelah sampai ketujuan maka kondisinya diubah lagi menjadi quantum eterik (menyatukan matter dan eter) dengan meng over all kan matter dan eter atau memisahkan matter dengan eter dengan spacing.

Aja gumunan lan gampang percaya ning ya aja gampang maido apa sing durung kok ngerteni. Thinking berfore believing is the way to reality.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s