MM bukanlah matematika maupun ilmu klenik , sebagai halnya TM bukanlah saint maupun religi.

Pertanyaan: Pak Ibnu menggunakan penggabungan dengan operator + dan penyatuan dengan operator X. Menurut saya penambahan dan perkalian MM hasilnya sangat  berbeda dengan matematika.
Dalam matematika sembarang bilangan dapat ditambahkan dengan menggunakan operator +  Jika  semua nilai bilangan sama, maka bilangan itu dapat “disatukan”  dengan tanda operator X.  Ambil contoh a + a + a + a + a dapat disatukan menjadi  5 X a atau 5a. Bilangan yang tak sama tak mungkin disatukan dengan operator X.
Menurut Teori Quantum Eterik gagasan pak Ibnu:Eter ( yang pak Ibnu yakini keberadaannya) terdiri dari  bagian yang seimbang (paket quantum) dengan E’=0 dan bagian yang belum seimbang (paket eter) dengan E”#0, lalu jika disatukan akan menjadi quantum eterik (E’=0) X (E”#0) =(E=0) , kalau digabungkan lagi akan kembali menjadi eter (E’=0) + (E”#0) =  (E#0).
Dua paket quantum eterik jika digabungkan akan menghasilkan quantum eterik dengan cara penggabungan bagian quantum menjadi paket quantum  dan  penggabungan eternya menjadi paket eter, setelah itu keduanya disatukan menjadi paket quantum eterik yang lain  (E=0).
Sayang sekali, setelah saya coba secara matematis ternyata hasilnya sangat berbeda. Dimana letak kesalahannya? Pada matematika atau pada MM?
Jawaban: Terima kasih ananda telah mengkritisi Teori  Quantum Eterik saya. Agaknya kita perlu bertemu secara nyata untuk berdiskusi mengenaii (TQE), namun yang perlu saya tegaskan adalah:
TM memang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang sulit  dijelaskan lewat Fisika dan Matematika, demikian juga TQE berusaha menjelaskan fenomena yang belum dapat dijelaskan lewat Mekanika Quantum.
Teori-teori saya menggunakan model nyata untuk menjelaskan sesuatu yang tidak nyata, misalnya:  Memutar batu untuk menjelaskan gaya gravitasi, magnet permanen untuk menjelaskan medan magnet, balistik putar untuk menjelaskan gerakan elektron yang membangkitkan medan magnet disekitarnya, roda berbutar dilantai untuk menjelaskan gaya Lorenz, Timbangan untuk menjelaskan nilai (angka) nol, komputer dan user untuk menjelaskan living organisme………..dll dengan maksud memvisualisasikan sesuatu yang “semu” hingga lebih mudah difahami.
Matematika tak mendifinisikan nol, sedangkan MM bertolak dari nol dan bukan nol. Matematika menjelaskan yang nyata dengan model semu. MM menjelaskan yang semu dengan model nyata.
Fisika bertolak dari materi, membagi-mbagi materi hingga sampai energi terkecil  (quantum)  namun tak mengakui adanya eter yang bukan materi.  Fisika menjelaskan yang nyata dengan bukti nyata, jika tak dapat memberikan bukti nyata  menggunakan matematika yang menggunakan model semu.
TM mengakui adanya yang semu disamping yang nyata, menggunakan model nyata untuk menjelaskan yang semu.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 25, ’10
MM dibangun dari Formula Supernatural Modern E= -x +y, dimana x dan y merupakan variable yang nilainya dapat sembarangan dan tak saling terkait satu dengan yang lain.. Setiap pasangan x dengan y akan menghasilkan nilai E tertentu, sebaliknya jika E diberikan nilai tertentu maka x dan y akan menjadi tak bebas lagi. Untuk setiap nilai E terdapat pasangan-pasangan x dan y tertentu yang harus memenuhi FSM, jika nilai x dan y tak menghasilkan nilai E yang ditentukan, maka dikatakan pasangan x dan y invalid sehingga tak mungkin dinalar maupun diyakini kebenarannya.
Pasangan x dan y yang memenuhi FSM dikatakan valid sehingga masih mungkin dinalar maupun diyakini. Pasangan x dan y yang invalid bukannya tak ada, melainkan tak mungkin dinalar maupun diyakini, misalnya z # – x + y. Dengan teori probabilitas dapat dibuktikan bahwa variasi z jauh lebih banyak dari variasi E. Jika ananda tak percaya, silakan hitung dengan teori kemungkinan (probabilitas).
E dapat diberikan nilai berapa saja atau mecara matematika: – tak berhingga < E < + tak berhingga. Artinya E # 0, tetapi ada kondisi khusus dimana E=0 yaitu jika x=y=q, jika x # y pasti E#0. Saat x=y dikatakan x mengalami keseimbangan prima dengan y atau E=0. Dengan teori probabilitas dapat dibuktikan pasangan x dan y yang memenuhi E#0 jauh lebih besar dari pasangan x = y.
Dengan FSM dapat dijelaskan bahwa nalar dan keyakinan manusia sangatlah terbatas, yaitu hanya sanggup menalar dan meyakini fenomena valid, pancaindra lebih sempit lagi kemampuannya yaitu hanya terbatas pada sesuatu yang nyata dimana E=0 atau x=y=q.
Dalam TM q disebut quantum yang istilahnya sama dengan energi fisika terkecil yang menyusun materi. Quantum dalam TM “memang sama hakekatnya” tetapi berbeda sudut pandangnya dengan quantum fisika. MM memandang quantum merupan keseimbangan prima dari x dan y dalam sebuah dipole dengan kutub x dan y yang paling kecil, mendekati nol, sedangkan fisika memandang quantum sebagai energi paling kecil, mendekati nol, dan tak mengakui quantum merupakan sebuah dipole magnet yang kutubnya seimbang.
Eter tak diakui keberadaannya dalam fisika saat ini, tetapi dalam perkembangan fisika, eter kadang diakui kadang tak diakui sebab sering ikali eter didefinisikan sebagai fluida atau materi halus yang dapat memindahkan gaya.. TM dengan tegas mendefinisikan eter sebagai dipole yang kedua tutubnya tidak sama. Matter dalam TM didefinisikan sebagai paket dipole yang sama kedua kutubnya. Menurut TM baik eter maupun matter memiliki kutub magnet yang bersifat alami (natural), kutub yang sejenis saling tolak menolak, kutub yang berbeda jenisnya saling menarik. Atas dasar inilah baik eter maupun matter dapat bergabung atau menyatu.
Operator + dan X dalam MM tak sama dengan operator dalam matematika, sebagai halnya E dalam FSM E= – x + y berbeda dengan E dalam Formula Einstein E= mc^2

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 25, ’10
Eter atau E#0 dapat divisualisasikan sebagai angka 0 yang terdiri dari garis terputus-putus, quantum sebagai angka 0 yang terdiri dari satu garis tersambung tanpa ujung, sedangkan quantum eterik adalah penyatuan (operator X ) dari keduanya. Apa artinya? Kedua jenis 0 jika ditumpang tindihkan akan terjadi sebuah 0 yang sepintas adalah angka 0, kalau dipisahkan (digeser) akan terjadi lagi dua bagian , bagian 0 yang terputus-putus (E”#0) dan bagian yang merupakan garis melingkar (E’=0). Inilah makna dari penyatuan yang menggunakan operatyor X. Jika dibutuhkan maka tanda / dapat digunakan sebagai operator pemisahan. (E’=0) X(E# “) = (Er=0) maka (Er=0)/ (E’=0) = (E”#0).
Catatan: Er=0 adalah quantum eteric, E’=0 adalah bagian quantum dari quantum eterik, E”#0 adalah bagian eter dari quantum eteric.
Makna dari penggabungan adalah “mengintersekkan” atau meng-overlapkan/ menumpuk sebagian (tak keseluruhan ) dari quantum dengan quantum, quantum dengan eter, atau eter dengan eter. Kondisi paling kritis dari penggabungan adalah menempelkan satu dengan yang lain. Makna dari penyatuan adalah menumpang tindihkan atau meng-overall kan satu dengan yang lain. Yang harus difahami adalah penggabungan dan penyatuan berarti pembentukan sebuah system baru dari dua system atau lebih.
Semoga ananda tak lagi mengartikan operator X pada MM sebagai operator X pada matematika.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s