Mungkinkah anak saya menjadi genius dengan mengikut sertakan dalam program Anak Jenius Indonesia (AJI)?

Pertanyaan: Saya sangat prehatin dengan perkembangan anak saya. Dia sangat ketinggalan kemampuan berfikirnya dengan anak normal, dia sulit menerima pelajaran disekolah, tak mau  berinteraksi dengan teman-temanya, suka membantah……………. hingga kami sering dibuat jengkel.  Saya melihat TV yang menyiarkan upaya menjadikan anak menjadi genius, yaitu di rubrik AJI (Anak Jenius Indonesia). Saya rajin mengikuti tulisan pak de Ibnu, terutama masalah Paralogika yang menggunakan model komputer sebagai living organisme.
Mungkinkah anak saya dapat menjadi genius jika saya masukkan dalam program Aji?
Jawaban: Pak de perlu data lebih lengkap mengenai cucuku itu agar dapat pak de menganalisa menurut Teori Paralogika.
Sebelum memasukkan cucuku dalam suatu program yang menjanjikan sesuatu yang “hebat” sebaiknya ananda menggunakan kemampuan paralogika sehingga dapat membedakan yang rasional, yang irrasional, dan yang nyata.
1. Mungkinkah suatu komputer dengan program dasar A diubah menjadi program dasar B tanpa mempertimbangkan kemampuan hardwarenya?
2. Program dasar dan hardware sangat menentukan kemampuan menerima software/program aplikasi yang akan menentukan kemampuan menyelesaikan suatu tugas/masalah.
3. Jika ananda percaya adanya spirit dalam suatu living organisme, maka spirit adalah user yang tak sekedar pengguna program aplikasi melainkan juga programmer, disamping sekedar memanfaatkan program juga melakukan self programming dari masukan-masukan lewat pancaindra, batin,fikiran dan kemampuan paralogika.
4.Dalam TP dibedakan antara Whiteblack body dengan Reincarnated body. WB ibaratnya komputer dengan user yang baru belajar menggunakan komputer, jadi butuh “belajar” dari awal, sedangkan RB adalah user yang pernah memanfaatkan komputer generasi sebelumnya.
5. WB memiliki modal 0, tetapi justru sangat mudah menerima masukan baru hingga tergantung dari lingkungannya, jika lingkungannya baik akan menjadi baik, jika lingkungannya jelek akan menjadi jelek. Jika lingkungannya tersedia “pembimbing” yang cerdas  WB akan cepat berkembang menjadi cerdas, jika lingkungannya tersedia pembimbing yang “lonyot” maka kemampuan  etelegensianya akan tersia-sia. Jadi WB membutuhkan lingkungan yang baik dan pembimbing yang baik.
6.RB telah memiliki pengalaman dari kehidupan sebelumnya, spirit RB sangat menentukan disamping perkembangan organismenya. Spirit Einstein tak mungkin berkembang kecerdasannya jika menggunakan organisme kera, sebaliknya spirit kera tak mungkin memanfaatkan organisme anak cerdas.
7. Jika ananda percaya, maka yang menentukan geniusnya seseorang anak adalah organismenya, diantaranya keturunan (dna) dalam TP disebut faktor y, lingkungannya dalam TP dinamakan faktor x, dan spiritnya yang merupakan faktor z atau xyz.
8. Ananda tak usah gelisah dengan keadaan cucu tercinta pak de, jika ananda mempelajari sejarah orang-orang genius, ananda akan tahu banyak diantara mereka pada masa anak-anaknya “bodoh”, ternyata berkembang menjadi seorang yang sangat genius.
9. Yang susah dimengerti adalah adanya dua tipe living organisme WB dan RB. Saat ini sedang dipelajari masalah  Manusia Indigo dan The Old Baby. Ada baiknya ananda mempelajari lewat internet. Tetapi janganlah begitu saja percaya, sebab fenomena itu belum dikaji secara ilmiah.
10. Kesimpulan: Tak ada buruknya ananda mencoba program Anak Jinius Indonesia, sebab akan dapat “membuktikan” kebenaran atau “kebohongannya.
11. Jika masih ragu, cobalah mencari informasi dari mereka yang telah memasukkan anaknya  ke AJI, dengan demikian ananda akan terhindar dari penipuan.
12. Satu yang saya pesankan: Jangan sekali-kali memaksakan kehendak ananda terhadap cucuku yang hebat itu, sebab akibatnya sangat fatal.
13. Yakinlah jika ananda benar menanganinya dia akan menjadi seorang anak yang benar-benar genius, dengan memasukkan dalam program AJI, namun dibutuhkan  kasih sayang dan kesabaran.
Anak cerdas biasanya kritis sehingga suka membantah.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s