Mungkinkah elektron berubah menjadi positron atau sebaliknya?

Pertanyaan: Menurut eyang elektron  memiliki quanta ganjil sedangkan positron dan neutron memiliki kuanta genap. Ini artinya jika quanta elektron naik dari ganjil menjadi genap maka elektron akan berubah menjadi positron. Ini sangat bertentangan dengan fisika. Atas dasar apa eyang menyatakan elektron berquanta ganjil sedang positron ber quanta genap?
Jawaban: Cucunda sangat kritis dan sangat memahami fisika. Eyang bertanya: apa yang akan terjadi jika sebuah elektron mendekati elektron lainnya? Apakah akan bergabung atau menyatu menjadi sepasang elektron atau menjadi positron? Berapa ekternal energi yang dibutuhkan untuk mendekatkan dua buah elektron apa lagi menyatukannya? Coba jelaskan dengan fisika atau fisika modern !
Menurut TM sesama quantum ganjil akan saling tolak menolak, sebagai halnya dua elektron dalam fisika, sedangkan antara quantum ganjil dan genap akan saling menarik sebagai elektron dengan positron. Gaya tarik dan gaya tolahnya diakibatkan oleh muatan listrik statis.  Gaya tarik dan gaya tolak elektro statis adalah fenomena natural/ alami tingkat dua , dimana telah tercapai quanta bulat. Gaya tarik dan gaya tolak  magnet merupakan fenomena natural tingkat satu yang berlaku bagi energi yang memiliki quanta pecahan maupun partikel yang telah memiliki quanta bulat.
Electron dengan elektron  tak mungkin disatukan karena telah memiliki  muatan listrik statis sejenis, sebaliknya positron dengan elektron akan saling tarik menarik karena memiliki muatan listrik berbeda.
Cucunda harus memahami quanta hanyalah sekedar alamat sebuah file yang setiap saat dapat berubah saat diketemukannya “partikel” yang lebih mendasar. Quanta merupakan sistematika partikel dari yang paling mendasar (sederhana) kearah yang lebih rumit. Menurut mekanika quantum, semua materi terjadi dari quantum, sehingga quantum merupan energi dasar fisika.. Apakah quark dan lepton tersusun dari quantum atau quantum tersusun dari quark dan lepton? Cucu pasti lebih memahaminya dari eyang yang minimalis dalam pengetahuan fisikanya.
Menurut pemikiran eyang, jika elektron terjadi dari quark, maka itu sangat mungkin sebab quark belum memiliki quanta bulat hingga hanya memiliki gaya tarik dan tolak magnetik. Lain halnya dengan penyatuan sesuatu yang telah  memiliki quanta bulat hingga  memiliki muatan listrik statis seperti elektron dan postitron.
Ada beberapa alasan mengapa eyang menyatakan muatan listrik terjadi setelah paket quantum memiliki quanta bulat:
1. Hanya bilangan bulat yang memiliki nilai ganjil dan genap, pecahan belum dapat dibedakan antara yang ganjil dan yang genap. Muatan listrik juga hanya positip dan negatip, tak ada muatan listrik jenis lain kecuali muatan listrik positip dan negatip, sebagaimana halnya tak ada bilangan bulat selain ganjil dan genap. Kondisi netral terjadi saat muatan listrik positip = muatan listrik genatip, jadi tak ada muatan listrik netral.
2. Secara matematika terdapat korelasi antara (-) dan (+) sebagai (+) = (-)^ bilangan genap sedangkan (-) = (-)^ bilangan ganjil. Ini artinya muatan – dan + ditentukan oleh pangkatnya, jika ganjil muatannya – , jika genap muatannya +
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 16, ’10, edited on Nov 17, ’10
Menurut TM energi merupakan pecahan, belum memiliki quanta bulat, jadi energi tak melakukan tarik menarik atau tolak menolak atas dasar muatas listrik, melainkan tarik menarik kutub magnet yang lain dari dua dipole dan tolak menolak antara kutub sejenis dari dua dipole. Energi fisika merupakan rantai tertutup yang sulit dipecah sehingga untuk memecahkan matarantai energi fisika dibutuhkan ekternal energi yang sangat besar, lain halnya eter merupakan gabungan dipole yang belum seimbang sehingga merupakan rantai terbuka atau mudah terbuka. Penggabungan atau penyatuan eter (E#0) jauh lebih mudah dari penggabungan dan penyatuan energi fisika (E=0 dan q<0 ), apalagi penggabungan dan penyatuan partikel dengan muatan listriknya sama (E=0 q>0).
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s