Kutub magnet tunggal (monopole) adalah cikal bakal seluruh isi alam semesta.

Pertanyaan: Saya sangat kagum pada fenomena yang timbul disekitar sebuah magnet permanen hingga saya mengoleksi berbagai bentuk magnet, misalnya magnet batang, magnet jarum yang digunakan sebagai kompas, magnet cincin yang digunakan pada loadspeaker, makgnet U bekas dinamo sepeda,  dll. Dengan magnet saya dapat membuat berbagai permainan  yang sangat menarik anak saya atau membuat  peralatan “sederhana” yang sangat bermanfaat, misalnya kaitan pintu agar tetap terbuka  atau kaitan  pintu almari tak dapat “dibuka” oleh tikus, tetapi dengan mudah dapat dibuka oleh anak istri saya. Mohon bapak menerangkan fenomena itu secara mudah, sebab saya tak memiliki latar belakang kelistrikan dan fisika.
Jawaban: Batang magnet permanen itu terbuat dari molekul besi baja yang tersusun secara teratur dan permanen, sehingga pada permukaannya memancarkan medan magnet. Menurut Teori Minimalis medan magnet adalah deretan eter yang merupakan “magnet” yang kedua kutubnya tidak sama kuatnya. Eter tak dapat terlihat secara langsung oleh -pancaindra, tetapi dapat divisualisasikan (dipertontonkan) dengan berbagai cara, misalnya dengan kompas, dengan serbuk besi, dengan lilitan penghantar listrik, dengan sebatang besi lunak dan benda-benda yang bersifat feromagnetik. Medan magnet dapat “merambat” diruangan berisi materi (misalnya besi)  dan benda yang bersifat feromagnetik bahkan diruangan hampa (misalnya dalam tabung hampa udara (diantaranya tabung TV).
Dengan serbuk besi yang ditaburkan diatas selembar kertas dapat “dilukiskan” jalur medan magnet dan kerapatan/intensitas medan magnet.
Magnet sangat erat kaitannya dengan kelistrikan dan gelombang elektro magnet, diantaranya gelombang pembawa signal suara dan signal gambar sehingga sangat bermanfaat bagi kehidupan modern. Perambatan gelombang elekltro magnet jauh lebih cepat dari perambatan udara atau perambatan suara dalam logam dan air. Menurut Teori Minimalis hal ini disebabkan eter tak memiliki massa, sehingga tak memiliki kelembaman,tetapi eter memiliki kutub magnet yang dapat terimbas oleh “medan magnet” yang disebabkan oleh magnet permanen maupun elektro magnet (magnet yang terjadi dari sebuah inti besi lunak yang dikelilingi arus listrik).
Menurut TM medan magnet menimbulkan gaya utama (gaya tarik dan gaya tolak magnet)  yang terjadi akibat adanya kutub magnet U dan S, sedangkan medan listrik menimbulkan  gaya turunan ke satu (atau gaya sekunder) yang terjadi akibat perubahan medan magnet. Ananda dapat “memperluas” koleksi ananda dengan Elektro Magnet” yang berupa lilitan tembaga bekas alat-alat listrik, maka cucu-cucu saya  (anak ananda)  akan menjadi sangat tertarik terhadap fenomena kemagnetan dan kelistrikan, sehingga kelak akan menyukai bidang fisika dan kelistrikan. Ananda pasti seluju jika listrik merupakan kebutuhan vital saat ini.
Silakan  ananda membaca tulisan saya yang menyatakan bahwa cikal bakal isi alam semesta adalah “kutub magnet” tunggal (monopole), yang kemudian membentuk dipole (magnet yang terjadi  dari sepasang kutub, yaitu kutub Utara dan kutub Selatan). Magnet permanen memiliki dua kutub yang seimbang, sedangkan eter adalah dipole yang kutubnya belum seimbang. Dua kutub yang berbeda akan tarik menarik sedangkan kutub yang sama akan saling tolak menolak. Dipole  yang telah seimbang maupun yang belum seimbang dapat menyusun rangkaian (gabungan) yang merupakan rantai terbuka (seperti magnet permanen yang ananda kolerksi) dan rantai tertutub yang hanya memancarkan sedikit medan magnet.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Dec 9, ’10, edited on Dec 9, ’10
Jika ananda punya dua buah magnet U yang identik besarnya, cobalah menggambungkan dua ujungnya, jika yang berdekatan kutub sejenis akan saling tolak menolak, fenomena ini menunjukkan adanya gaya tolak magnet yang disebabkan oleh medan magnet (yang menurut TM berupa eter atau dipole yang belum bermassa karena kedua kutubnya belum seimbang). Jika yang berdekatan kutub berlawanan maka akan saling tarik menarik hingga melekat akibat adanya gaya tarik magnet. Dapat dibuktikan bahwa setelah kedua magnet merupakan rangkaian tertutup, maka medan magnet disekitarnya akan sangat berkurang (dapat disaksikan dengan menaburkan serbuk besi diatas kertas). Ini membuktikan pada rangkaian dipole tertutup hanya sebagian medan magnet yang keluar dari sistem tertutup, karena sebagian membentuk rangkaian dipole yang dalam keadaan seimbang dan tertutup. Dapat dibuktikan bahwa dalam rangkaian tertutup gaya tariknya sanmgat kuat sehingga kedua ujung magnet sulit dipisahkan. Hanya dengan gaya luar yang sanggup mengatasi internal energi sambungan dua kutub magnet yang berbeda dapat dipisahkan sebaliknya dibutuhkan energi dari luar untuk mempertahankan gaya tolak kutub magnet yang sama.
Atas dasar ini TM menginformasikan bahwa semua partikel dan matter merupakan rangkaian tertutup dari quantum (dipole yang telah memiliki kutub seimbang) , sedangkan eter adalah rangkaian eteric yang sangat mudah terbuka dan tertutup lagi karena belum memiliki kutub seimbang.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Dec 10, ’10, edited on Dec 13, ’10
Peruban letak dan besarnya kutub magnet permanen akan merubah posisi eter (dalam fisika disebut medan magnet). Perubahan ini menyebabkan medan listrik yang sanggup menggerakkan elektron maupun ion. Rangkaian eter yang tersambung atau terputus akan membangkitkan medan listrik, sebaliknya medan listrik tetap akan membangkitkan medan magnet (rangkaian eter) tetap. Jika medan listrik berubah maka rangkaian eter akan terpengaruh. Hubungan atau interaksi medan listrik dan medan magnet ini dinamakan medan elektro magnet. Interaksi ini dapat berupa getaran dasar sinusoidal dengan berbagai frequensi diantaranya adalah cahaya, gelombang pembawa radio,tv, hp, dll.
Fisika saat ini tak mengakui adanya eter, karena eter tak dapat ditemukan di Sub Alam Fisika, tetapi TM meyakini atas dasar fikiran, dan kenyataan adanya eter yang merupakan gejala Sub Alam Transien. Eter tak memiliki massa, tetapi memiliki kutub magnet. Rangkaian eter tidak akan merubah ruang semu menjadi ruang nyata, itulah sebabnya eter ada dimana saja diseluruh alam semesta baik yang telah terisi oleh matter, partikel, partikel sub atomik dan yang dianggap kosong oleh fisika.
Dahulu eter dianggap sebagai partikel yang sangat halus, sehingga eter diburu oleh para ilmuwan, tetapi tak seorangpun dapat menemukan eter (termasuk Einstein). Menurut TM dan Formula Supernatural Modern eter tak termasuk partikel atau energi fisika , karena merupakan dipole yang kutubnya belum seimbang sehingga tak memiliki quantum maupun quanta. Eter tersusun dari eteric atau merupakan paket eteric, sedangkan partikel tersusun dari quantum dan merupakan paket quantum.
Saya menggagas teori quantum eterik, yaitu penyatuan dari quantum dengan eteric. Teori ini dapat dimanfaatkan untuk menginformasikan berbagai fenomena yang sangat sulit dijelaskan dengan fisika. Teori ini masih harus diuji kebenarannya, namun sangat mudah diperagakan./divisualisasikan dengan model nyata. Teori ini sangat mudah dijelaskan dengan Matematika Minimalis.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Dec 13, ’10
Kutub magnet tunggal (monopole) bukannya fenomena nyata/fisika melainkan merupakan fenomena semu hingga hanya dapat terakses oleh kemampuan supernatural. Kutub magnet tunggal dalam Sub Alam Gaib dinamakan bright energi atau energi terang, sedangkan yang di Sub Alam Metafisika dinamakan energi fikiran atau dark energi atau energi gelap.
Formula Supernatural Som Wyn (FSSW) “mendekatkan” pemahaman monopole tunggal dengan menyatakan bahwa Tuhan YME menjadikan waktu sebagai pengubah segala yang terdapat di Alam Semesta, sehingga semua berubah sesuai dengan perubahan waktu. FSSW menyatakan x = F1(t) dan y = F2(t). Masing masing merupakan fungsi waktu yang continue dan memiliki nilai batas sehingga dapat diuraikan menjadi fungsi dasar sinusoidal.
FSM hanya menjelaskan bahwa hanya Tuhan YME yang sanggup memberikan nilai sesungguhnya dari x,y dan E, manusia hanya sanggup memberikan nilai matematis nya. FSSW menggunakan matematika untuk menginformasikan bagaimana x,y dan F dapat berubah sendiri sesuai dengan perubahan waktu. Ini bukan menisbikan keberadaan dan kebesaran Tuhan YME melainkan sesuasi dengan TM yang menyatakan bahwa Tuhan YME bukan sekedar Pencipta melainkan Perencana Agung hingga memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri masing-masing dan saling menerima dan memberi satu kepada yang alin.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s